
...jika penantian ku merupakan rasa sakit ku...
...maka kembalilah wahai kekasihku...
...obati lah rasa sakit sembilu di hati ku...
......~Rona Pra Sanjaya~......
...Ready Reading...
setelah 5 tahun kemudian ...
" gelisah hati ku menanti mu dalam diam ku
yang bisa kulakukan hanya meratapi takdir ku "
dalam hati rona
saat ini rona ada di balkon kamarnya . melihat gelap gulitanya malam yang di penuhi bintang dan sinar rembulan .
besok adalah hari pernikahan abangnya . sedangkan kuliah baru saja selesai , dan sudah wisuda dua hari yang lalu .
Serly saat ini menginap di rumah rona . menemani rona untuk bersiap-siap besok .
Serly yang selalu berada disamping rona yang mengetahui semua yang di rasa rona . Serly hanya bisa menghibur dikalo rona merasa sedih
" rona kamu jangan gini terus , kamu harus bahagia dong untuk Abang kamu " kata Serly dengan tersenyum berdiri di samping rona
namun rona hanya diam , Serly pun tidak tau harus berbuat apa lagi . rona tetap sama seperti 5 tahun yang lalu .
" aku Uda dapat kabar dari Roky tentang Vero "
saut Serly lagi dan menatap langit
" Vero ? bagaimana kabarnya sekarang Serly ? tolong katakan ? " tanya rona yang sadar dan mulai menangis mengingat Vero
" tu kan nyesel gue kasih tau Lo ! Lo nangis Mulu " gerutu Serly yang merasa sebersalah
" katakan Serly ! " seru rona sambil memegang kedua pundak Serly
" Vero baik-baik , tapi dia "
" tapi apa ser ? " tanya rona memotong perkataan Serly
" dia sempat lupa ingatan , dan karena itu dia sampai sekarang belum kembali " jawab Serly sedih melihat nasib buruk temannya itu
mendengar itu seketika tangis rona pecah , dalam pelukan Serly dan Serly hanya bisa menguatkan rona dengan pelukan.
" besok semua teman-teman kita datang dan Vero juga akan datang " kata Serly
" Vero datang ? " tanya rona saat melepas pelukan dari Serly
" iya , tapi rona ingat jangan memasak Vero mengingat kan sesuatu . harus perlahan-lahan " kata Serly mengingat rona akan penyakit Vero
mendengar itu rona pun tersenyum sendu , mempunyai ide . Serly yang melihat senyum rona pun bingung.
" aku punya ide ! kalian teman-teman ku harus bantu aku ? " pinta rona sedangkan Serly hanya mengangguk kikuk
" aku harus membawa mu kembali Vero , karena kau sudah berjanji pada ku " ucap rona dalam hati dengan senyuman
" aku harus kasih tau teman-teman dulu , untuk Sekarang biarlah yang penting rona sudah membaik " dalam hati Serly
rona pun kembali ke ranjang tidurnya dan di susul oleh Serly . Serly menutup pintu balkon dan berbaring terlentang di samping rona .
" Serly " panggil rona dengan senyum
" ya na , apa ? " tanya Serly sambil menatap langit kamar
" kita harus buat rencana untuk Vero " kata rona dengan tersenyum manis
rona dan Serly pun terlelap tidur , hingga langit yang begitu gelap kini telah bercahaya menyambut hari pagi yang bahagia .
dalam acara pernikahan ini rona dan teman-temannya sekarang berada di kamar rona . membuat rencana untuk Vero .
" tugas kalian hanya membawa Vero kepada ku melalui pesan yang ku kirim nanti . tapi untuk hari ini biarlah aku dan Vero menjadi seperti teman " kata rona dengan senyuman yang dipaksakan
" iya sudah sekarang kita turun , Jeki dan Vero Uda datang " saut Roky saat melihat hp nya yang berada disamping Serly
mereka semua pun turun dan benar saja Vero datang dan terlihat begitu lebih dewasa dan juga lebih tampang . seketika mata rona pun berkaca-kaca , Elsa yang melihat mengelus pundak rona . rona pun kembali menetralkan emosinya dan kembali tersenyum .
" Elsa " panggil Jeki sambil melambaikan tangan
" iya " kemudian Elsa pun mendekat dengan menggandeng tangan rona
" ini acara pernikahan siapa jek " tanya Vero yang berdiri disamping Jeki
" rona " jawab Jeki
"rona seperti gak asing " dalam hati Vero
" rona ? siapa ? pacar Lo ya ? " tanya Vero dengan senyumnya
" kepala Lo , ini pacar gue " kesal Jeki sambil menarik tangan Elsa
" sejak kapan " tanya Evan disamping Nura
" 3 tahun " jawab Jeki dingin , sedangkan Elsa tersenyum malu
" kalo gitu kasih PJ nya dong ? " pinta Roky
" okay " jawab Jeki
" dia siapa " tanya Vero melihat wanita didepannya
" dia " tunjuk Nura " dia lah rona , cantikan ? " lanjut sambil mengalungkan tangannya dilengan rona dan rona hanya tersenyum .
" hy nama ku Vero Arga Pratama " kata Vero sambil mengulurkan tangannya
" jumpa wanita cantik tinggal didekatin " sindir Evan
rona yang merasa sudah tidak sanggup menahan tangisnya pun memilih pergi meninggalkan acara dan teman-temannya .
elsa , Nura dan Serly pun mengikuti rona hingga sampai ke kamarnya .
" rona kamu harus kuat " kata Elsa sambil memeluk rona
" kamu harus yakin , ini hanya sementara . Vero pasti kembali " timpal Serly meyakinkan rona
" ayo dong rona ku yang cantik " saut Nura dengan senyuman .
" baiklah aku akan coba lagi " ucap rona sambil mengusap air mata , setelah melepas pelukan dari teman-temannya
mereka berempat pun turun kebawah , dan langsung menemui kaum Adam .
" dimana evan " tanya Nura sambil celingak celingu memperhatikan sekitarnya
" o tadi pergi ke luar bersama Vero " jawab Roky
rona yang mendengar itu , langsung keluar di susul teman-temannya dan benar Vero bersama Evan ada di luar bersama dengan seorang wanita . tanpa pikir panjang rona langsung menemui mereka .
" Evan siapa dia** " tanya Nura sambil menunjuk wanita di depan Vero
" perkenalkan nama ku Yanti " jawab wanita itu
" rona kamu abis nangis ? kenapa ? " tanya Vero saat melihat mata rona yang terlihat sembab
" karena abangnya menikah " jawab Serly berbohong " kamu tenangin dong ver ? " pinta Serly dengan tersenyum
rona hanya bisa diam berdiri diantara Nura dan Elsa . Vero yang pun mengerti .
" Yan kamu di sini dulu " pinta Vero kepada yanti
" kamu emang mau kemana " tanya Yanti dengan dahi berkerut
" mau pinjam rona , boleh Elsa " kata Vero menatap rona
" boleh , tapi ingat ya? kalo sampai rona kenapa-napa awas aja ! " gertak Elsa mengingatkan Vero
" iya de ya , rona ayo " kata Vero sambil mengulurkan tangannya didepan rona
rona pun bingung harus menerima uluran tangan itu atau tidak . rona pun melihat teman-temannya untuk meminta saran dan temannya pun tersenyum sambil mengangguk .
rona pun mau dan menerima uluran tangan Vero . Vero pun membawa pergi rona , dan kalo soal pernikahan abangnya itu sudah terjadi .
saat ini sudah sore dan rona masih diam menunggu Vero berbicara , namun nihil selang berapa waktu Vero tidak juga mau berbicara .
" kita mau kemana " tanya rona sambil menatap Vero yang sedang fokus mengemudi
" lihat aja nanti " jawab Vero dengan tersenyum
selang berapa waktu Vero pun berhenti di sebuah taman , dan membawa rona dengan menggandeng tangan rona . sedangkan rona terkejut saat tau Vero membawanya kesini .
Vero mendudukkan rona di pinggir danau buatan **di taman itu . Vero pun juga duduk disamping rona.
" di kalo aku sedang sedih aku selalu kesini dan entah karena apa aku menyukai tempat ini " kata Vero sambil menatap ke danau
" Vero tempat ini , tempat favorit kita . tempat kau menyatakan perasaan mu kepada ku " dalam hati rona sendu
" apa yang bisa ku lakukan disini " tanya rona menatap Vero
" berteriak " jawab Vero
" apa ? berteriak ? " tanya Rona dengan dahi berkerut
" luapkan apa yang ada di hati mu , pasti kamu akan merasa baikan " kata Vero sambil menatap mata rona
tatapan mata rona dan Vero pun saling beradu , kemudian rona mengingat perkataan Serly dan langsunglah rona berpaling menatap danau .
" Vero masih sama saja , seperti memiliki magnet dengan tatapan matanya " dalam hati rona dengan senyuman mengenang masa putih abu-abu nya dulu
" ko rasanya seperti berbeda ya , seakan aku dan rona pernah ke temu sebelumnya " dalam hati Vero yang merasa bingung
selang berapa waktu tiba-tiba kepala Vero merasa sakit .
" kamu kenapa Vero " tanya rona yang merasa gelisah melihat Vero
" kepala ku sakit " kata Vero sambil memegang kepalanya yang sakit
seketika Vero pun Pisangan dalam pelukan rona dan rona hanya menangis . rona tidak tau harus berbuat ,mau menghubungi teman-temannya tapi hp nya tinggal di kamarnya , sedangkan hp Vero mati .
sehingga rona pun hanya diam menunggu Vero sadar , selang berapa waktu Vero pun sadar dalam pelukan rona dan dia pun bangun dan menatap rona .
" kamu Uda sadar , syukurlah " ucap rona menatap rona
" apa kita sebelumnya pernah bertemu ? " tanya Vero menatap wajah rona merah
" enggak , kita baru hari ini bertemu " jawab rona menjadi salting dan berpaling dari tatapan mata Vero menatap langit malam
saat ini sudah malam , rona dan Vero masih tetap diam . hingga tiba-tiba perut rona berbunyi dan membuat Vero tertawa . sedangkan rona menunduk malu .
Vero pun memutuskan membawa rona makan di restoran mewah . sesampainya disana mereka memilih duduk di meja yang berdekatan dengan jendela .
" mau pesan apa ? " tanya seorang pelayan wanita sambil meletakkan buku menu dimeja
" saya pesan ayam geprek dan jus alpukat , kalo kamu rona ? " tanya Vero kepada rona yang duduk di seberangnya .
" samain aja " jawab rona dengan senyuman
Pelayan itu pun pergi , setelah kepergian pelayanan . rona dan Vero hanya diam tidak ada yang mau memulai pembicaraan . sehingga pelayan tadi pun datang dengan membawa pesanan mereka .
pelayan itu pun pergi , sedangkan rona dan Vero makan dalam diam hanya dentingan sendok dan piring yang menemani kesunyian mereka .
selesai mereka makan , Vero pun memutuskan mengantarkan rona pulang . sesampainya di tempat tujuan Vero disuruh oleh Abang rona yang berdiri di depan pintu .
" rona aja Vero masuk " kata Abang rona , dan kemudian masuk ke rumah
rona dan Vero pun merasa bingung , tanpa pikir lagi rona dan Vero pun masuk bersamaan .
saat rona dan Vero masuk . disana terlihat orang tua Vero dan tentu saja membuat Vero terkejut dan bertanya-tanya . Vero pun menatap rona , namun rona juga tak tau apa yang terjadi
rona duduk diantar nenek dan juga kakak iparnya . sedangkan Vero duduk di antar orang tuanya dan Abang rona dan adik nya duduk membelakangi jendela.
saat ini mereka semua berada di ruang tamu .
" pa ma kalian kenapa kesini ? " tanya Vero menatap mama dan papa bergantian
" kami ingin jodohin kamu dengan rona " jawab mama Vero dengan tersenyum
" iya , kalian bisa kenalan dulu . 2 bulan lagi kalian akan menikah " timpal papa Vero
rona yang mendengar itu pun merasa senang , namun juga sedih melihat ekspresi wajah Vero yang merasa tidak senang akan hal ini .
" iya cu , kamu mau kan ? " tanya nenek rona menatap Vero dengan senyuman
" kalo kamu tidak mau Vero , katakan saja " ucap rona dan kemudian pergi ke kamarnya
rona pun pergi meninggalkan semua orang yang ada di ruang tamu . sesampainya di kamar rona langsung menuju ke balkon dan menangis tersedu-sedu dan dia tidak tau apa yang terjadi selanjutnya di bawah .
hingga selang beberapa waktu rona yang merasa lelah menangis pun memilih untuk tidur di ranjang dan dia lupa menutup pintu balkon .
tanpa rona tau ada seorang pria masuk ke kamar nya dari balkon dan mendekat kepada rona dan berdiri di sisi ranjang tidur rona .
" kenapa kau harus menangis "
" kenapa bila kau menangis aku selalu merasa sakit di hati ku "
" apakah kita pernah punya hubungan di masa lalu "
" rona nama mu seperti tidak asing bagi ku "
" apakah karena kecelakaan yang terjadi pada ku membuat ku tak bisa mengingat mu "
" semoga kau bermimpi indah , dan sampai jumpa lagi rona "
itu lah yang di katakan pria itu , sambil menatap wajah rona yang terlelap tidur . saat Vero ingin melangkah menjauhi rona .
" Vero berhati-hatilah kepada juhan "
" Vero kau berjanji selalu ada untuk ku "
" Vero jangan pergi lagi "
" Vero Vero "
rona terus berbicara dalam tidurnya , sedangkan Vero merasa sakit di hatinya mendengar kata-kata itu . sehingga dia pun memilih mencari tahu sendiri .
" siapa juhan , apa hubungannya aku dan rona "
" aku harus cari tau sendiri "
setelah mengucapkan itu , Vero pun pergi dan tak lupa menutup pintu balkon kamar rona .
hari pun berganti Minggu dan rona belum juga bertemu dengan Vero . hingga dia pun mencoba menghubungi teman-temannya.
" elsa kamu Uda ada dapat kabar belum kemana Vero pergi ? "
" gak ada na , kata Jeki Vero selalu pergi keluar tapi gak tau kemana "
" emm iya sudah , kalo ada kabar tentang Vero hubungi aku ya El "
" iya rona kamu yang sabar ya "
rona pun memutuskan telponnya dengan Elsa , dan dia pun turun kebawah menemui orang yang dia sayang . setelah mencuci mukanya dan memakai sedikit meka up .
" Uda siap bang , ayo kita berangkat " kata rona dengan tersenyum
" kamu gak sarapan dulu rona " tanya kak iparnya dengan senyuman yang duduk dimeja makan
" gak kak , bik Mina bikin bekal untuk rona ya . biar rona sarapan di kantor aja "
rona pun berangkat kekantor bersama abangnya . rona pun memilih menyibukkan diri dengan bekerja di perusahaan milik keluarga .
sesampainya di kantor rona langsung mulai tugasnya , di bekerja sebagai sekretaris abangnya . awalnya rona tidak mau , namun ini permintaan Abang dan juga neneknya .jadi dia pun menerima itu .
sudah sebulan Vero belum juga ada kabar , dan rona tetap menyibukkan diri di kantor . tapi tiap malam dia akan menangis di balkon kamar dan setiap akhir pekan teman-temannya datang sekedar untuk menghibur rona dan ingin membawa jalan . namun rona selalu tidak mau .
sampai suatu ketika hari ulang tahunnya tiba , namun belum juga ada yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya dan membuat dirinya merasa kesal .
" rona ini cepat kamu selesaikan , karena ini akan diperlukan besok " pinta Abang rona dengan tegas
" berarti aku harus lembur bang " tanya rona dengan wajah melasnya
" iya , nanti aku akan kirim sopir untuk jemput kamu . Sekarang Abang pulang duluan kakak ipar kamu Uda nunggu Abang " kata Abang dan tersenyum diakhir katanya
" iya lah pengantin baru " gerutu rona kesal
setelah kepergian abangnya , rona pun fokus pada tugasnya . selang berapa waktu pun akhirnya selesai . rona pun pulang dengan menggunakan mobil milik abangnya .
" Uda jam 8 yang benar aja , gara-gara si Abang jadi pulang terlambat kan . hari ini ko sial amat si " kesal rona ngoceh didalam mobil
dalam perjalanan yang lumayan jauh , rona pun tertidur di mobil . sudah jam 10 kurang rona dibangunkan oleh sopir dan kemudian rona pun sampai di rumah .
rona pun membuka pintu rumah yang tidak dikunci . dia melangkah kakinya masuk ke rumah , rumahnya begitu gelap tidak ada cahaya dan dia mulai neting .
...~Bersambung~...
...***okay see you next time friends...
...assalamualaikum WR.WB***...