
langit yang kian terang kini telah gelap . terlihat gemerlap bintang dan sinar rembulan di langit biru gelap sana . sepasang kekasih sedang menikmati indahnya pemandangan malam di kala itu . membuat mata tak dapat berpaling dari benda semesta alam di atas sana .
" saat aku berada di Australia , apa yang kamu lakukan ? " tanya Vero tiba saja dengan posisi berdiri memeluk sang istri dari samping
" gak banyak " kilah Rona tanpa menatap sang suami di sampingnya
" ceritakan , aku ingin tau ? apa saja yang kamu lakukan sayang ? pasti dulu kamu sangat terluka , karena diri ku terlambat menepati janji pada mu " ujar Vero dengan tatapan sendu menatap langit malam
" memang benar aku terluka , karena ku yakin .bila kamu pasti akan datang pada ku , tapi ya sudah lah . itu sudah menjadi masa lalu dan sekarang kau ada di dekat ku . tanpa aku harus meminta lagi ! " tutur Rona lembut sambil menatap wajah sang suami
" ceritakan lah ! " pinta Vero
Rona pun menghembuskan nafas berat , kemudian dia menghirup udara di sekitarnya secara perlahan dan Rona pun memulai ceritanya sambil menatap langit malam .
" selama 5 tahun aku menanti mu , waktu hanya menjadi saksi bisu dan bulan mau pun bintang mengetahui itu . setiap malam yang ku lakukan hanya termenung mengingat kenangan aku dan kamu . walau perlahan aku merasa sakit di hati , namun apa daya ku . karena diri mu adalah pria pertama yang membuat ku merasakan cinta , dulu saat masa sekolah . aku sering menjauh dari yang namanya pria . tapi , karena hujan menjadi saksi bisu kedekatan kita dan daya tarik dari mata mu membuat ku selalu tergantung pada mu . tapi sudah lah , itu hanya masa lalu , masa di mana aku menanti kehadiran mu . tapi sekarang aku tak perlu menanti , karena kau sudah di dekat ku " jelas Rona panjang lebar menatap langit malam yang di penuhi bintang dan rembulan , tanpa menatap Vero yang sudah meneteskan air mata
" maafkan aku , maafkan aku yang telah membuat mu menanti . maafkan aku yang membuat mu tersakiti dan andai saja kecelakaan waktu itu tak terjadi . aku sungguh bersyukur karena kamu masih setia menunggu diri ku yang belum tentu pasti akan hadir di dekat mu ...."
" suuss Uda jangan di lanjutkan , itu hanya masa lalu dan sekarang kita harus berbahagia dan aku sudah sangat memaafkan mu . karena dulu aku yakin , Allah SWT memiliki sesuatu dibalik semua yang ada " ujar Rona lembut memotong perkataan sang suaminya
" emm baiklah , sekarang kita masuk dulu . waktunya untuk tidur dan ku harap kita akan selalu seperti ini ! " seru Vero , kemudian langsung memeluk Rona dengan begitu erat dan Rona dengan senang hati memeluk sang suami tercintanya
tanpa aba-aba Vero menggendong Rona setelah melepas pelukannya yang begitu lama dan tentu saja Rona terkejut dan spontan langsung melingkarkan kedua tangannya di leher suami tercintanya . Vero menggendong Rona seperti bayi yang meringkuk dalam dekapannya dan kini Rona sudah ada di ranjang bersama Vero yang masih setia memeluknya erat . seakan tak ingin lepas dan tak ingin membiarkan pergi .
" sayang ! " ucap Rona sambil menegakkan kepalanya untuk menatap wajah Vero
" emm ada apa ? apa kau ingin makan sesuatu ? katakan aku akan turuti ? " tanya Vero berturut-turut sambil menatap mata sang istri dengan matanya yang masih berkaca-kaca
" aku tak ingin apa pun selain diri mu di dekat ku , aku sudah sangat bahagia dan bila suatu saat aku pergi . kamu tetaplah bahagia " ujar Rona dengan lembut , membuat Vero menatap Rona dengan tidak percaya
" jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku lagi , dan jangan pernah berkata begitu lagi ! " seru Vero dengan penekanan namun masih terdengar suaranya yang lembut
" tapi sayang ...
" Uda diam lah , sekarang tidur ! " seru Vero memotong perkataan sang istri yang kini masih dia dekapan dengan erat dan Rona kembali diam sambil menelusupkan kepalanya di dada bidang sang suami tercintanya
Rona dan Vero perlahan tertidur dengan saling memberi kehangatan serta ketenangan dalam dekapan yang mereka lakukan di malam yang gelap gulita , dengan di saksikan bintang dan bulan karena balkon kamar di biarkan terbuka .
sementara di tempat lain , sepasang kekasih yang baru selesai berbulan madu . kini mereka juga menatap langit gelap , seakan merasakan kebahagiaan yang sama dengan yang mereka rasakan saat ini .
" sayang " panggil Ardi pada sang istri yang dia peluk dari belakang
" iya sayang " sahut Yanti sambil tetap menatap indahnya malam ini
" apa masih terasa Kambu ? " tanya Ardi dengan tatapan sendu , namun Yanti tak melihat itu
" iya , cuma gak sering " jawab Yanti dengan lembut , seakan mengerti maksud suaminya
" apa kita perlu keluar negeri untuk menyembuhkan mu ? "
" tidak perlu yank , aku yakin . aku pasti akan sembuh bila kamu selalu ada untuk ku ! "
" aku kan selalu ada untuk mu , tapi ....jika suatu hari kamu pergi dari ku . aku ingin kau membawa ku pergi bersama mu " pinta Ardi
" apa kau yakin ? " tanya Ardi lagi dengan tatapan sendu dan Yanti tau itu . Karena Yanti juga sedang menatap dalam mata Ardi
" ya aku yakin dan aku janji . aku tak akan meninggalkan mu , walau mau menjemput ku . aku akan berusaha untuk datang dalam pelukan mu " tegas Yanti dengan nada lembut dan langsung memeluk sang suami
" ku harap itu nyata dan bukan mimpi atau pun harapan " kata Ardi sambil membalas pelukan hangat dari sang istri
Yanti dan Ardi pun saling berpelukan . memberikan kehangatan dan kekuatan dalam ketenangan akan rasa takut kehilangan . membuat Ardi tak sanggup membayangkan bila dia harus kembali merasa kehilangan lagi , serta Yanti juga merasa terluka bila membayangkan orang yang dia cintai saat ini terpuruk bila nanti takdir tak menginginkannya tetap berada di bumi .
" ku mohon jangan pernah pergi " ucap Ardi dengan suara parau sambil tetap memeluk Yanti
" aku tak akan pergi sayang ! " seru Yanti meyakinkan sang suami
" kalo begitu izinkan aku membawa mu ke luar negeri , aku ingin kau segera sembuh dan aku pastikan kamu dan anak kita akan bahagia disana " ujar Ardi tanpa melepaskan pelukannya
" tapi , bahagia dengan perusahaan papa mu ? "
" papa masih bisa mengurusnya dan papa juga mempunyai orang kepercayaan disini . aku kan membawamu berobat ke Singapura , di sana kamu akan segera sembuh " ujar Ardi dengan sendu menatap sang istri di hadapannya
" baiklah jika itu bisa membuat mu tenang , dan senang . aku kan menuruti kemauan mu dan kita akan membesarkan anak kita bersama-sama " kata Yanti dengan berat hati menuruti permintaan sang suami , walau dia masih ragu akan rasa penyakitnya yang belum menemukan kepastian yang tepat
" terima kasih , semoga harapan ku berhasil manis ! " seru Ardi dengan berbinar bahagia , karena sang istri tercintanya mau menuruti kemauannya
" apa kita akan terus seperti ini ? " tanya Yanti pada akhirnya , karena Ardi tak kunjung melepaskan pelukannya sampai kakinya sudah terasa kesemutan
" ku tak akan pernah merelakan mu pergi atau siapa pun yang sudah masuk dalam kehidupan ku . karena cinta ku dan hati serta nafas ku hanya untuk mu Yanti Permatasari " dalam hati Ardi
Ardi bukannya menjawab , tapi dia tetap melepaskan pelukannya . kemudian dia langsung menggendong Yanti dengan tiba-tiba dan spontan Yanti langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami tercintanya . sehingga muncul semburat merah di pipi mulusnya , membuat Ardi yang melihat itu tersenyum geli .
" sebelum tidur ...apa kau ingin sesuatu sayang ? " tanya Ardi dengan mata yang masih berkaca-kaca , akibat pembicaraan mereka tadi yang membuatnya mengeluarkan air bening itu
" belum , aku belum menginginkan apa pun " jawab Yanti sambil tetap menatap mata Ardi dan Yanti dapat melihat sisa bekas air mata yang menghiasi wajah sang suaminya
" kalo gitu kita tidur dulu , jika perlu sesuatu katakan saja . aku akan langsung menuruti semua kemauan mu sayang ! " seru Ardi sambil berjalan menuju ranjang dan langsung membaringkan tubuh Yanti dengan lembut di ranjang tersebut
Yanti pun berbaring di ranjang , Kemudian di susul Ardi di sampingnya dan langsung Ardi mendekap tubuh sang istri .
" walau ku ragu dan tak yakin akan penyakit yang ku miliki . tapi ku kan terus berusaha untuk sembuh , demi anak kita dan demi kamu Ardi Grawijaya " dalam hati Yanti
" tidurlah , mimpi indah istri ku tercinta " ucap Ardi dengan lembut dan langsung mengecup puncak kepala sang istri dengan mengeratkan pelukannya pada istrinya
" mimpi indah juga suami ku tercinta " kata Yanti sambil membalas pelukan sang suami
perlahan mata pun terpejam dan terlelap dengan saling berpelukan memberikan kehangatan , walau masih ada rasa keraguan di hati . keraguan akan rasa takut kehilangan dan kesepian . karena takut ditinggalkan pergi oleh orang yang di cintai dan di sayangi sepenuh hati .
...*Bersambung ...
jangan lupa like and komen ya !
biar tambah semangat !!!!
salam dari saya , assalamualaikum*