
...berharap kau ada disisi ku...
...itu hanya sebatas mimpi buat ku...
...walau terasa pahit...
...tapi ini lah kenyataan yang sesungguhnya...
...wahai hati ku mengertilah jalan takdir ku...
...~Rona Pra Sanjaya~...
...Reading endingnya...
rona melangkahkan kakinya memasuki rumah yang amat begitu gelap , sampai iya melihat sebuah bayangan hitam dari kejauhan mendekat . dia terus mencari tombol untuk menyalakan lampu rumah didinding .
saat bayangan itu semakin dekat dengan perasaan yang sudah berdebar-debar rona terus berusaha menemukan tombol dan pada saat sudah ketemu . dia pun menekan tombol power lampu dan tiba-tiba
" happy birthday to you rona "
" happy birthday to you sister "
" happy birthday to you sahabat ku "
" oh teman ku panjang umur ya "
mendengar itu awalnya rona terkejut , seakan-akan jantungnya ingin melompat keluar tapi rasa terkejut itu di ganti dengan perasaan senang dan bahagia . namun itu hanya sementara , karena di mengharapkan seseorang
" terimakasih semuanya , aku kira kalian lupa "
ucap rona terharu dengan senyuman
" sekarang tiup lilin nya , jangan lupa quis nya ya! semoga terwujud "seru Serly bahagia
rona pun menutup matanya dan berdoa dalam diam dia pun berucap
" semoga orang yang ku cintai dan ku sayangi selalu ada di dekat ku , dan mereka selalu bahagia dimana pun mereka kan berada " ucap rona dalam hati
kemudian rona membuka matanya dan meniup lilin yang ada di tangan Elsa yang saat ini ada di hadapannya .
" terharu iya " cengir Nura " oh teman ku gak pernah berubah masih aja cengeng . gimana nanti kalo udah nikah ya ? " kata Nura aku pun mengerutkan dahi ku
" Nura diam " gertak jeki dan Elsa bersamaan menata Nura , Nura langsung ciut
mereka semua pun merata ulang tahun rona , hingga sampailah jam 11 malam .
" rona kami pulang dulu ya** " kata Roky " Serly ? "
sambil melihat Serly
" aku nginap , Uda izin ko " jawab Serly acuh sedang Roky cemberut
" Uda gak usah cemberut , besok kita kesini lagi sesuai rencana " bisik Evan ditelinga Roky , mendengar itu Roky tersenyum
" ok sampai jumpa " kata Jeki acuh kemudian menatap Elsa tersenyum " **besok jangan lupa "
Elsa hanya tersenyum dan menunjuk jari jempolnya , seakan mengerti sedangkan rona merasa bingung seperti ada yang aneh tapi gak tau apa . hingga rona mengingat sesuatu.
" Jeki ? " Panggi rona saat Jeki mau masuk mobil , Jeki pun menatap rona " ada kabar tentang dia ? " tanya rona sendu
teman-temannya yang melihat itu pun , ada yang tersenyum ada juga nahan tawa . tapi itu gak dilihat oleh rona , karena rona membelakangi teman-temannya . sedangkan Jeki yang berwajah datar dan dingin itu hanya menggeleng kemudian masuk ke mobil .
rona hanya bisa diam , dan kemudian dia pura-pura tersenyum melihat teman-temannya . setelah ke pergi teman cowoknya dia pun memutuskan untuk masuk kerumahnya.
" ayo tidur " seru rona memasuki rumah menuju kamar dan berjalan didepan teman-temannya
" rona sabar ya ! hari mu yang bahagia akan segera tiba ! " seru Serly dalam hati tersenyum
" hanya tinggal hitungan jam rona " ucap Elsa tersenyum bahagia
" gak sabar bangat ni lihat ekspresi wajah bahagia rona yang sesungguhnya " dalam hati Nura dengan senyumannya
setelah rona sampai di kamar , rona langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan mukanya dan kemudian diam pun menangis tanpa suara menatap cermin .
" kenapa ? kenapa? kenapa rasanya sangat sulit untuk tidak mengharapkan mu , apakah aku harus kembali ke masa lalu dan meminta mu untuk menjauh jauh dari ku atau sekarang aku akhiri saja dengan pergi meninggalkan kenangan tentang mu ? apa yang harus ku lakukan ? rasanya sangat lelah ! lelah , lelah sekali " dalam hati rona menangis dengan linangan air mata
tanpa sadar pandangan rona menjadi gelap dan kemudian rona pun terjatuh di lantai .
disisi lain , di kamar rona . teman-temannya merasa khawatir , dan juga kesal . karena sudah setengah jam rona belum juah keluar dari kamar mandi .
hingga pada akhirnya Nura yang jago bela diri pun mencoba membuka pintu . namun terkunci dari dalam dan Nura gak punya pilihan lain selain menendang pintu itu sampai terbuka.
~Deg~
betapa terkejutnya Nura melihat rona terbaring di lantai kamar mandi .
" rona " teriak Nura dan masuk ke kamar mandi
semua yang mendengar suara jeritan Nura pun mendekati kamar rona . Elsa , Serly dan Nura yang pertama kali melihat kondisi rona pun tidak tau mau berbuat apa hanya tetesan air mata yang menelusuri pipi mulus mereka .
" ada apa ? " tanya Abang rona , kemudian melihat rona " rona " tanpa pikir lagi Abang rona pun mengakat rona membawa menuju mobil .
" nenek dan istri ku di rumah aja , biar aku dan Revan pergi " kata Abang rona panik
" kami ikut bang " serentak teman rona
" naik " ucap Abang rona dalam mobil
mereka pun berangkat menuju rumah sakit , didalam perjalanan yang sunyi di temani embusan angin memudahkan Abang rona membawa rona dengan cepat sampai ke rumah sakit . dengan cepat Abang rona , memanggil para suster setelah keluar dari mobil .
" suster , dokter " teriak Abang rona
mendengar suara itu dokter dan suster mendekat dengan mendorong ranjang khusus pasien . dengan lembut Abang rona meletakan rona di ranjang pasien itu .
Abang rona terus meminta cepat , hingga sampai di ruang rawat rona pun di prisah oleh dokter dan suster di ruang tersebut .
" kalian keluarga pasien tunggu disini , agar kami bisa fokus merawat pasien " kata dokter dengan tegas dan berlalu pergi dan masuk ruang rawat rona .
semua pun menunggu kabar tentang kesehatan rona di depan ruang rawat rona . teman dan adik rona yaitu Revan hanya terduduk di bangku , sedangkan Abang rona mondar mandir di depan pintu .
" ada apa dengan rona ? " tanya Raka Abang rona dengan wajah padam menahan amarah
namun tidak ada satu teman rona yang menjawab , hingga tiba-tiba mereka terkejut
" pasti karena Vero kan " ucap Raka
namun teman rona tetap diam , tidak berani bersuara . karena merasa takut melihat kemarahan di wajah Abang rona yang menyeramkan bagi mereka . hingga mereka pun berpegangan tangan saling menguatkan .
sampai akhirnya dokter keluar dan membuat Raka mendekati dokter tersebut .
" bagaimana keadaan adik saya dok ? " tanya Abang rona yang mencoba tenang
" kamu ikut saya " pinta dokter dan berjalan menuju sebuah ruangan
Raka pun mengikuti dokter tersebut , hingga sampai ke ruangan dan duduk didepan dokter itu di batasi meja kayu .
" apa yang terjadi pada adik saya dok ? " tanya Raka kepada dokter yang duduk didepannya
" kalo di lihat-lihat dia makan tidak teratur , stres dan tertekan dan itu membuat dia kehilangan kesadarannya . jadi saran saya jangan buat dia stres atau tertekan dan dia harus menjaga kesehatannya dengan teratur . bila ini terulang lagi maka ini akan bersifat fatal dan anda pasti akan menyesal " ucap dokter itu panjang lebar menatap sebuah kertas dan Raka bergantian .
" baik lah dok terima kasih , atas bantuannya . jadi berapa lama rona akan di rawat ? " tanya Abang rona menatap dokter
" 2 sampai 3 hari . kalo ada perkembangan baik maka anda boleh membawa adik anda pulang " jawab dokter dengan senyuman
" sekali lagi terima kasih ya dokter " ucap Abang rona sambil bersalaman dengan dokter
setelah Abang rona keluar dari ruangan dokter tersebut , dia pun langsung menuju ruang rawat rona . di sana dia melihat adiknya tertidur di atas ranjang di temani Revan dan teman rona .
" kalian jagain rona , besok saya ke sini lagi** " katanya kepada teman rona " Revan kamu gak pulang , besok kamu sekolahkan ? " tanya Raka kepada adiknya
" aku Uda ambil cuti bang , aku ingin disini temani kak rona " ucap Revan sedih menatap kedua saudaranya
Raka yang mengerti pun tersenyum tipis kemudian mengelus kepala Revan .
" kalo ada apa-apa kabari Abang ya ? " pinta Raka menatap semua orang .
mereka pun hanya mengangguk , kemudian Abang rona pun mendekati rona .
" rona kamu cepat sembuh , Abang akan bawah dia kembali kepada mu . asal kau bahagia " bisik Raka di telinga rona dengan senyuman
rona tidak merespon , sedangkan Raka tidak peduli mau rona mendengarnya atau tidak yang penting Raka harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Abang tertua .
karena dia sudah berjanji kepada orang tuanya , bawah dia akan membuat adik-adiknya bahagia bagaimana pun caranya .
Raka sangat mengenal rona , hati rona itu seperti kaca . keras namun mudah retak kemudian akan pecah .
karena Raka adalah orang yang pernah melihat rona seperti ini dan ini sudah kedua kali . dulu saat orang tua mereka meninggal rona lah yang paling terpukul , sehingga menyebabkan rona sakit dan hanya Raka lah yang merawat rona saat itu .
" ayah ibu maaf aku gagal menjaga adik ku , aku akan tetap berusaha sampai akhir adik ku bisa menemukan kebahagiaan mereka " ucap Raka sedih hingga meneteskan air mata
saat ini Raka ada di dalam mobil dan dia langsung berangkat menuju rumah dengan wajah sedihnya . sesampainya di rumah , dia terkejut istri dan neneknya menunggu diruang tamu . menunggu kabar tentang rona .
" bagaimana rona Raka " tanya nenek meneteskan air mata berdiri dari duduknya dipapah oleh istri Raka mendekati Raka
" nenek tenang , rona baik-baik aja . sekarang nenek tidur , dan besok kita akan ke rumah sakit menemui rona " pinta Raka dengan lembut
nenek pun nurut , dan menunjuk kamarnya dilantai bawah untuk tidur . sedangkan Raka dan istrinya menuju ke atas memasuki kamar mereka di sebelah kanan kamar rona .
" mas rona kenapa ? " tanya istri Raka didalam kamar menatap Raka yang terduduk di ranjang
" aku sudah gagal jadi Abang dari adik-adik ku " ucap Raka memeluk istrinya dan menghiraukan pertanyaan istrinya
" gak , kamu gak gagal . kamu harus yakin itu dan jangan menyalah diri mu sendiri " kata istri Raka menguatkan dan memeluk erat
disisi lain rona masih tertidur , sedangkan Revan tertidur di bangku panjang di luar rawat rona dan teman rona menjaga rona didalam .
malam yang tadinya begitu melelahkan dengan kesedian dan kepanikan . kini di ganti dengan pagi menimbulkan senyum dan senang .
" rona ? kamu tega bangat ya bikin kami kena marah Abang mu " ucap Serly mengingat kemarahan Abang Rona kemarin malam
" Uda , gapapa kena marah yang penting rona sudah baikan " timpal Nura tersenyum
" sekarang rona sarapan , harus jaga kesehatan"
pinta Elsa menatap rona kesal
" iya maaf ya . aku juga gak tau kenapa bisa pingsan . mungkin karena pagi gak serapan " kata rona berbohong dan tersenyum
rona pun memakan sarapannya dengan di suapi oleh Elsa , Nura dan Serly yang berebut . melihat itu rona merasa senang dan juga sedih . sedih dikarena dirinya semua orang khawatir , sehingga dia memutuskan .
" mungkin ini sudah jadi keputusan ku yang benar , aku akan melupakan mu Vero . jika suatu saat kau menepati janji mu dengan sudah mengingat ku . mungkin hanya takdir dan waktu yang akan memutuskan . aku akan serahkan hati ku kepada Tuhan , Allah SWT . dia yang akan menentukan hati ku kepada siapa . biarlah penantian ku sia-sia " dalam hati rona sambil tersenyum sedih menatap kelakuan temannya
selesai rona makan **mau Elsa keluar dari ruang rawat rona , namun di hentikan oleh rona .
" El kamu mau kemana** ? " tanya rona menatap Elsa yang berdiri didekat pintu
" aku mau hubungi Jeki , kasih tau kabar kamu " jawab Elsa tersenyum
" Uda gak usah , kamu disini aja temani aku " pinta rona sambil melipat tangannya di dada
" kenapa ? " tanya Nura yang bingung akan sikap rona , Serly dan Elsa pun sama
" kalo mengenai kabar ku jangan kasih tau siapa pun , dan kalo soal pribadi mu dengan Jeki aku gak masalah " bawel rona cemberut
" ok baiklah , tapi apa alasannya ? " tanya Elsa yang masih di tempat nya
" aku akan kasih tau alasannya , tapi kalian harus janji jangan kasih tau siapa pun tentang diri ku yang sekarang " pinta rona lagi
" janji " serentak Elsa , Nura dan Serly cepat
mendengar itu rona kembali bersedih dan dia pun mulai menceritakan isi hatinya .
" aku sudah putuskan suatu hal yang berhubungan dengan dia , aku ingin melupakan dia dan ingat jangan pernah mengucapkan namanya di telinga ku . kalo kalian melanggar setiap perkataan ku , maka ku harap kalian teman yang ku sayangi dan ku cintai selalu bahagia . jangan pernah ya langgar janji dan perkataan ku . karena aku gak ingin merasa sakit lagi dan cukup sampai disini saja . ku harap kalian mengerti setiap perkataan ku " ucap rona panjang lebar dengan senyuman palsunya kepada temannya
mendengar itu teman rona sungguh terkejut dan juga merasa sedih . senyum yang tadi tercetak di wajah Elsa , Nura dan Serly kini digantikan dengan wajah sedih . mereka tidak menduga rona akan berkata seperti itu dan mereka juga sudah berjanji . sehingga mereka hanya diam menyaksikan kisah cinta rona dan Vero .
...Bersambung...
see you next time friends , I love You
assalamualaikum WR.WB***.