Rona

Rona
eps. 8 Ulang tahun ku



...berharap kau ada disisi ku...


...itu hanya sebatas mimpi buat ku...


...walau terasa pahit...


...tapi ini lah kenyataan yang sesungguhnya...


...wahai hati ku mengertilah jalan takdir ku...


...~Rona Pra Sanjaya~...


...Reading endingnya...


rona melangkahkan kakinya memasuki rumah yang amat begitu gelap , sampai iya melihat sebuah bayangan hitam dari kejauhan mendekat . dia terus mencari tombol untuk menyalakan lampu rumah didinding .


saat bayangan itu semakin dekat dengan perasaan yang sudah berdebar-debar rona terus berusaha menemukan tombol dan pada saat sudah ketemu . dia pun menekan tombol power lampu dan tiba-tiba


" happy birthday to you rona "


" happy birthday to you sister "


" happy birthday to you sahabat ku "


" oh teman ku panjang umur ya "


mendengar itu awalnya rona terkejut , seakan-akan jantungnya ingin melompat keluar tapi rasa terkejut itu di ganti dengan perasaan senang dan bahagia . namun itu hanya sementara , karena di mengharapkan seseorang


" terimakasih semuanya , aku kira kalian lupa "


ucap rona terharu dengan senyuman


" sekarang tiup lilin nya , jangan lupa quis nya ya! semoga terwujud "seru Serly bahagia


rona pun menutup matanya dan berdoa dalam diam dia pun berucap


" semoga orang yang ku cintai dan ku sayangi selalu ada di dekat ku , dan mereka selalu bahagia dimana pun mereka kan berada " ucap rona dalam hati


kemudian rona membuka matanya dan meniup lilin yang ada di tangan Elsa yang saat ini ada di hadapannya .


" terharu iya " cengir Nura " oh teman ku gak pernah berubah masih aja cengeng . gimana nanti kalo udah nikah ya ? " kata Nura aku pun mengerutkan dahi ku


" Nura diam " gertak jeki dan Elsa bersamaan menata Nura , Nura langsung ciut


mereka semua pun merata ulang tahun rona , hingga sampailah jam 11 malam .


" rona kami pulang dulu ya** " kata Roky " Serly ? "


sambil melihat Serly


" aku nginap , Uda izin ko " jawab Serly acuh sedang Roky cemberut


" Uda gak usah cemberut , besok kita kesini lagi sesuai rencana " bisik Evan ditelinga Roky , mendengar itu Roky tersenyum


" ok sampai jumpa " kata Jeki acuh kemudian menatap Elsa tersenyum " **besok jangan lupa "


Elsa hanya tersenyum dan menunjuk jari jempolnya , seakan mengerti sedangkan rona merasa bingung seperti ada yang aneh tapi gak tau apa . hingga rona mengingat sesuatu.


" Jeki ? " Panggi rona saat Jeki mau masuk mobil , Jeki pun menatap rona " ada kabar tentang dia ? " tanya rona sendu


teman-temannya yang melihat itu pun , ada yang tersenyum ada juga nahan tawa . tapi itu gak dilihat oleh rona , karena rona membelakangi teman-temannya . sedangkan Jeki yang berwajah datar dan dingin itu hanya menggeleng kemudian masuk ke mobil .


rona hanya bisa diam , dan kemudian dia pura-pura tersenyum melihat teman-temannya . setelah ke pergi teman cowoknya dia pun memutuskan untuk masuk kerumahnya.


" ayo tidur " seru rona memasuki rumah menuju kamar dan berjalan didepan teman-temannya


" rona sabar ya ! hari mu yang bahagia akan segera tiba ! " seru Serly dalam hati tersenyum


" hanya tinggal hitungan jam rona " ucap Elsa tersenyum bahagia


" gak sabar bangat ni lihat ekspresi wajah bahagia rona yang sesungguhnya " dalam hati Nura dengan senyumannya


setelah rona sampai di kamar , rona langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan mukanya dan kemudian diam pun menangis tanpa suara menatap cermin .


" kenapa ? kenapa? kenapa rasanya sangat sulit untuk tidak mengharapkan mu , apakah aku harus kembali ke masa lalu dan meminta mu untuk menjauh jauh dari ku atau sekarang aku akhiri saja dengan pergi meninggalkan kenangan tentang mu ? apa yang harus ku lakukan ? rasanya sangat lelah ! lelah , lelah sekali " dalam hati rona menangis dengan linangan air mata


tanpa sadar pandangan rona menjadi gelap dan kemudian rona pun terjatuh di lantai .


disisi lain , di kamar rona . teman-temannya merasa khawatir , dan juga kesal . karena sudah setengah jam rona belum juah keluar dari kamar mandi .


hingga pada akhirnya Nura yang jago bela diri pun mencoba membuka pintu . namun terkunci dari dalam dan Nura gak punya pilihan lain selain menendang pintu itu sampai terbuka.


~Deg~


betapa terkejutnya Nura melihat rona terbaring di lantai kamar mandi .


" rona " teriak Nura dan masuk ke kamar mandi


semua yang mendengar suara jeritan Nura pun mendekati kamar rona . Elsa , Serly dan Nura yang pertama kali melihat kondisi rona pun tidak tau mau berbuat apa hanya tetesan air mata yang menelusuri pipi mulus mereka .


" ada apa ? " tanya Abang rona , kemudian melihat rona " rona " tanpa pikir lagi Abang rona pun mengakat rona membawa menuju mobil .


" nenek dan istri ku di rumah aja , biar aku dan Revan pergi " kata Abang rona panik


" kami ikut bang " serentak teman rona


" naik " ucap Abang rona dalam mobil


mereka pun berangkat menuju rumah sakit , didalam perjalanan yang sunyi di temani embusan angin memudahkan Abang rona membawa rona dengan cepat sampai ke rumah sakit . dengan cepat Abang rona , memanggil para suster setelah keluar dari mobil .


" suster , dokter " teriak Abang rona


mendengar suara itu dokter dan suster mendekat dengan mendorong ranjang khusus pasien . dengan lembut Abang rona meletakan rona di ranjang pasien itu .


Abang rona terus meminta cepat , hingga sampai di ruang rawat rona pun di prisah oleh dokter dan suster di ruang tersebut .


" kalian keluarga pasien tunggu disini , agar kami bisa fokus merawat pasien " kata dokter dengan tegas dan berlalu pergi dan masuk ruang rawat rona .


semua pun menunggu kabar tentang kesehatan rona di depan ruang rawat rona . teman dan adik rona yaitu Revan hanya terduduk di bangku , sedangkan Abang rona mondar mandir di depan pintu .


" ada apa dengan rona ? " tanya Raka Abang rona dengan wajah padam menahan amarah


namun tidak ada satu teman rona yang menjawab , hingga tiba-tiba mereka terkejut


" pasti karena Vero kan " ucap Raka


namun teman rona tetap diam , tidak berani bersuara . karena merasa takut melihat kemarahan di wajah Abang rona yang menyeramkan bagi mereka . hingga mereka pun berpegangan tangan saling menguatkan .


sampai akhirnya dokter keluar dan membuat Raka mendekati dokter tersebut .


" bagaimana keadaan adik saya dok ? " tanya Abang rona yang mencoba tenang


" kamu ikut saya " pinta dokter dan berjalan menuju sebuah ruangan


Raka pun mengikuti dokter tersebut , hingga sampai ke ruangan dan duduk didepan dokter itu di batasi meja kayu .


" apa yang terjadi pada adik saya dok ? " tanya Raka kepada dokter yang duduk didepannya


" kalo di lihat-lihat dia makan tidak teratur , stres dan tertekan dan itu membuat dia kehilangan kesadarannya . jadi saran saya jangan buat dia stres atau tertekan dan dia harus menjaga kesehatannya dengan teratur . bila ini terulang lagi maka ini akan bersifat fatal dan anda pasti akan menyesal " ucap dokter itu panjang lebar menatap sebuah kertas dan Raka bergantian .


" baik lah dok terima kasih , atas bantuannya . jadi berapa lama rona akan di rawat ? " tanya Abang rona menatap dokter


" 2 sampai 3 hari . kalo ada perkembangan baik maka anda boleh membawa adik anda pulang " jawab dokter dengan senyuman


" sekali lagi terima kasih ya dokter " ucap Abang rona sambil bersalaman dengan dokter


setelah Abang rona keluar dari ruangan dokter tersebut , dia pun langsung menuju ruang rawat rona . di sana dia melihat adiknya tertidur di atas ranjang di temani Revan dan teman rona .


" kalian jagain rona , besok saya ke sini lagi** " katanya kepada teman rona " Revan kamu gak pulang , besok kamu sekolahkan ? " tanya Raka kepada adiknya


" aku Uda ambil cuti bang , aku ingin disini temani kak rona " ucap Revan sedih menatap kedua saudaranya


Raka yang mengerti pun tersenyum tipis kemudian mengelus kepala Revan .


" kalo ada apa-apa kabari Abang ya ? " pinta Raka menatap semua orang .


mereka pun hanya mengangguk , kemudian Abang rona pun mendekati rona .


" rona kamu cepat sembuh , Abang akan bawah dia kembali kepada mu . asal kau bahagia " bisik Raka di telinga rona dengan senyuman


rona tidak merespon , sedangkan Raka tidak peduli mau rona mendengarnya atau tidak yang penting Raka harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Abang tertua .


karena dia sudah berjanji kepada orang tuanya , bawah dia akan membuat adik-adiknya bahagia bagaimana pun caranya .


Raka sangat mengenal rona , hati rona itu seperti kaca . keras namun mudah retak kemudian akan pecah .


karena Raka adalah orang yang pernah melihat rona seperti ini dan ini sudah kedua kali . dulu saat orang tua mereka meninggal rona lah yang paling terpukul , sehingga menyebabkan rona sakit dan hanya Raka lah yang merawat rona saat itu .


" ayah ibu maaf aku gagal menjaga adik ku , aku akan tetap berusaha sampai akhir adik ku bisa menemukan kebahagiaan mereka " ucap Raka sedih hingga meneteskan air mata


saat ini Raka ada di dalam mobil dan dia langsung berangkat menuju rumah dengan wajah sedihnya . sesampainya di rumah , dia terkejut istri dan neneknya menunggu diruang tamu . menunggu kabar tentang rona .


" bagaimana rona Raka " tanya nenek meneteskan air mata berdiri dari duduknya dipapah oleh istri Raka mendekati Raka


" nenek tenang , rona baik-baik aja . sekarang nenek tidur , dan besok kita akan ke rumah sakit menemui rona " pinta Raka dengan lembut


nenek pun nurut , dan menunjuk kamarnya dilantai bawah untuk tidur . sedangkan Raka dan istrinya menuju ke atas memasuki kamar mereka di sebelah kanan kamar rona .


" mas rona kenapa ? " tanya istri Raka didalam kamar menatap Raka yang terduduk di ranjang


" aku sudah gagal jadi Abang dari adik-adik ku " ucap Raka memeluk istrinya dan menghiraukan pertanyaan istrinya


" gak , kamu gak gagal . kamu harus yakin itu dan jangan menyalah diri mu sendiri " kata istri Raka menguatkan dan memeluk erat


disisi lain rona masih tertidur , sedangkan Revan tertidur di bangku panjang di luar rawat rona dan teman rona menjaga rona didalam .


malam yang tadinya begitu melelahkan dengan kesedian dan kepanikan . kini di ganti dengan pagi menimbulkan senyum dan senang .


" rona ? kamu tega bangat ya bikin kami kena marah Abang mu " ucap Serly mengingat kemarahan Abang Rona kemarin malam


" Uda , gapapa kena marah yang penting rona sudah baikan " timpal Nura tersenyum


" sekarang rona sarapan , harus jaga kesehatan"


pinta Elsa menatap rona kesal


" iya maaf ya . aku juga gak tau kenapa bisa pingsan . mungkin karena pagi gak serapan " kata rona berbohong dan tersenyum


rona pun memakan sarapannya dengan di suapi oleh Elsa , Nura dan Serly yang berebut . melihat itu rona merasa senang dan juga sedih . sedih dikarena dirinya semua orang khawatir , sehingga dia memutuskan .


" mungkin ini sudah jadi keputusan ku yang benar , aku akan melupakan mu Vero . jika suatu saat kau menepati janji mu dengan sudah mengingat ku . mungkin hanya takdir dan waktu yang akan memutuskan . aku akan serahkan hati ku kepada Tuhan , Allah SWT . dia yang akan menentukan hati ku kepada siapa . biarlah penantian ku sia-sia " dalam hati rona sambil tersenyum sedih menatap kelakuan temannya


selesai rona makan **mau Elsa keluar dari ruang rawat rona , namun di hentikan oleh rona .


" El kamu mau kemana** ? " tanya rona menatap Elsa yang berdiri didekat pintu


" aku mau hubungi Jeki , kasih tau kabar kamu " jawab Elsa tersenyum


" Uda gak usah , kamu disini aja temani aku " pinta rona sambil melipat tangannya di dada


" kenapa ? " tanya Nura yang bingung akan sikap rona , Serly dan Elsa pun sama


" kalo mengenai kabar ku jangan kasih tau siapa pun , dan kalo soal pribadi mu dengan Jeki aku gak masalah " bawel rona cemberut


" ok baiklah , tapi apa alasannya ? " tanya Elsa yang masih di tempat nya


" aku akan kasih tau alasannya , tapi kalian harus janji jangan kasih tau siapa pun tentang diri ku yang sekarang " pinta rona lagi


" janji " serentak Elsa , Nura dan Serly cepat


mendengar itu rona kembali bersedih dan dia pun mulai menceritakan isi hatinya .


" aku sudah putuskan suatu hal yang berhubungan dengan dia , aku ingin melupakan dia dan ingat jangan pernah mengucapkan namanya di telinga ku . kalo kalian melanggar setiap perkataan ku , maka ku harap kalian teman yang ku sayangi dan ku cintai selalu bahagia . jangan pernah ya langgar janji dan perkataan ku . karena aku gak ingin merasa sakit lagi dan cukup sampai disini saja . ku harap kalian mengerti setiap perkataan ku " ucap rona panjang lebar dengan senyuman palsunya kepada temannya


mendengar itu teman rona sungguh terkejut dan juga merasa sedih . senyum yang tadi tercetak di wajah Elsa , Nura dan Serly kini digantikan dengan wajah sedih . mereka tidak menduga rona akan berkata seperti itu dan mereka juga sudah berjanji . sehingga mereka hanya diam menyaksikan kisah cinta rona dan Vero .


...Bersambung...


see you next time friends , I love You


assalamualaikum WR.WB***.