Rona

Rona
eps . 66



di saat Rona belum juga sadarkan diri , di tempat lain seorang pria dan sekolompok orang kembali merasa sedih yang tadinya begitu senang di saat mengetahui ada helikopter yang lewat di atas mereka . terutama yang paling sedih , adalah pria yang sangat acak-acakan akibat ke jadian yang menimpa . siapa lagi jika bukan Vero , Vero begitu senang saat ada helikopter yang lewat .


Vero berusaha berteriak sekeras mungkin dan berlari tertaktik mengejar helikopter . namun , orang yang di dalam helikopter tak mendengar karena rasa khawatirnya yang mendalam . siap lagi jika bukan Raka , Raka hampir saja menemukan Vero . namun , karena rasa khawatirnya yang lebih besar dia melewatkan sesuatu yang membahagiakan untuk adiknya .


kini Vero hanya bisa berserah diri kepada Tuhan , yaitu Allah SWT yang bisa menolong dan memberikannya kekuatan untuk bertahan . setelah Vero melakukan shalat ashar dan magrib . tiba saja dia ingin makan masakan mamanya tercinta , wanita yang telah melahirkannya . rasa rindunya terus menggebuk , tapi di karena peristiwa yang menimpah dirinya . Vero harus menahan rindu dalam diam dan kesedihan yang mendalam .


" mama rasanya ku ingin segera pulang , tapi ... aku sulit untuk datang . Rona , ratu ku . ku harap kau baik-baik di sana , jaga diri mu dan anak kita . aku akan segera menepati janji ku kepada mu ratu ku . papa ... apa kau menjaga mama dan Rona dengan baik ? tidak tau mengapa hati ku merasa sakit ? seakan terjadi sesuatu , tapi ku juga tidak tau " dalam hati Vero menatap sendu gemerlapnya bintang di malam gelap , serta sinar rembulan yang menjadi penerang tempat peristirahatan dengan yang lainnya


Vero tak menyadari , seorang wanita sejak tadi memperhatikannya . wanita itu tak lain adalah Sari , Sari yang merawat orang yang terluka yang terjebak dalam lingkaran kesedihan . karena peristiwa yang telah menimpa dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya .


" pasti dia sedang memikirkan keluarganya , terutama istrinya . tapi ... kata pak Andi , nama istrinya Rona . apa mungkin ? Rona sahabat kecil ku ? sepertinya tidak , Rona kan terkenal cuek dengan pria dan lagian nama Rona bukan cuma satu saja di dunia ini . ah.. sudahlah , semoga besok ada yang datang menolong . aku tak sabar ingin bertemu dengan teman masa kecil ku " dalam hati Sari tersenyum mengingat sahabat-sahabat tersayangnya


sedangkan Sari tak menyadari , bila ada pria yang menatapnya dengan senyuman yang penuh arti di bibirnya . pria yang hampir menjerat kehormatan berharganya .


" sepertinya kau menyukai pria itu yang menjadi pahlawan mu ahahha , sehingga kau tersenyum bodoh begitu " dalam hati pria asing menertawakan Sari yang tersenyum


Vero hanya bisa diam , bahkan dia sempat merasa mual . karena bau aneh yang menyengat Indra penciumannya di sekitarnya . Vero duduk bersandar pada pohon sambil sibuk menatap langit gelap gulita yang di hiasi gemerlap bintang dan sinar rembulan . sementara di tempat , Rona masih berbaring karena pengaruh obat . agar Rona lebih memperbanyak istirahatnya , tapi kini Rona perlahan mulai membuka matanya .


" Vero " hanya kata ini lah yang terucap di bibir Rona di kala dia membuka mata


Raka , Rio dan papa yang sejak tadi murung dalam kesedihan yang terduduk lemak di sofa ruangan . kini langsung bangkit dari duduk , setelah mendengar suara Rona .


" Alhamdulillah , kamu sudah sadar nak . bagaimana perasaan mu ? apakah ada yang sakit ? apa kamu baik-baik aja nak ? " cecar papa pada Rona yang kini berdiri di sisi Kiri berangkas Rona


" Vero mana pak , bang ? apa dia ..." ucap Rona terjeda dengan air mata yang kembali meluncur di sudut matanya , setelah dia mengingat apa yang membuatnya terbaring lemah di rumah sakit


Raka yang berdiri di sisi kanan berangkas Rona , kini perasaannya kembali merasa sakit . padahal baru tadi hatinya merasa lega dan senang . karena adik tersayangnya sudah sadar dari tidurnya yang terlihat begitu kaku dan lemah . tapi sekarang adiknya , bertanya akan kehadiran suaminya . namun , Raka tak tau harus berbuat dan berkata apa . sama halnya dengan papa dan Rio . mereka juga ikut merasa diam dan terpukul melihat Rona yang terpuruk dalam kesedihan dan rapuh .


Rona yang melihat kesedihan di wajah Abang , papa dan sahabat abangnya itu . membuat dirinya hanya bisa tersenyum getir , menyadari bila berita dalam koran itu benar dan Rona hanya bisa mencoba untuk tetap tegar . demi anak dalam kandungan dan demi orang yang mengawatirkan dirinya .


" pa , bang . apa anak ku baik-baik saja ? " tanya Rona dengan menampilkan senyum paksanya


" Alhamdulillah , anak kamu baik-baik aja . tapi ...nak , saran dokter kamu tak boleh drop lagi . karena itu akan sangat ..." jawab papa menjeda Kalimatnya dan Rona mengerti maksud papanya dan dia hanya Tersenyum semanis mungkin


" bang " panggil Rona pada Raka yang sejak tadi hanya diam menatapnya dengan kesedihan


" iya adik tersayang ku " sahut Raka dengan menampilkan senyum simpul pada sang adik


" aku ingin kari ayam "


" baiklah , Abang akan belikan "


" aku gak mau di beli bang "


" terus ? "


" kak Anjani yang masakin "


Raka yang mendengar itu tersenyum simpul , dia hampir lupa memberitahu kabar kehamilan istrinya Anjani . tapi , kini adiknya sudah kembali menjadi lebih baik . walau masih ada luka yang terlihat di mata adiknya Rona .


" Abang punya kabar bagus buat kamu ! " seru Raka dengan senyuman simpul pada Rona


" apa itu bang ? " tanya Rona sambil menghapus kasar air dengan tangan kanannya


" kakak ipar kamu sedang ngandung , dan kamu akan punya keponakan lagi "


" Alhamdulillah , kalo begitu anak-anak kita pasti akan menjadi teman atau sahabat bila besar nanti "


" pastinya "


" bang , bagaimana perjuangan Revan ? apa dia berhasil menuruti syarat dari orang tua Adis ? " tanya Rona ketika mengingat adiknya Revan , yang masih berada di Singapura yang sedang berjuang akan cintanya


" kemarin Abang sudah meneleponnya , dan katanya sudah tidak lama lagi bang , aku akan datang membawa pengantin ku ! " jawab Raka di susul dengan tertawa ringan , Rona , papa dan Rio pun ikut tertawa mereka merasa senang dan lucu dengan Revan


" baguslah , setidaknya adik ku yang nakal itu bisa merasa bahagia dan tidak akan patah hati lagi . apa Abang ingat ? saat dia putus dengan pacarnya , dia menjadi pria yang begitu dingin " tutur Rona sambil mengingat adiknya dengan tatapan menerawang ke langit kamar rawatnya


" pasti dia trauma dan sekarang dia menemukan cintanya lagi . bahkan dia langsung melamar wanita yang bernama a..." ujar Raka sambil mengingat-ingat sikap Revan saat di rumah sakit Singapura


" Adis bang ! " sahut Rona antusias


" iya Adis , abang harap dia bisa seperti dulu "


" jangan sampe Revan seperti dulu " sunggut Rona kesal sambil melipat tangannya


" kenapa ? " tanya Raka yang pura-pura lupa


Raka yang melihat wajah Rona yang kembali sedih dengan senyuman yang seakan menusuk hatinya . membuat Raka kehilangan senyumannya seketika di wajah tampannya . Rio dan papa yang sejak tadi diam ikut merasa sedih lagi , padahal mereka ikut terhibur dan senang . namun , hal itu hanya sementara , bahkan Rona sudah meneteskan air bening di sudut mata indahnya .


" iya sudah , Abang pergi dulu . nanti Abang bawa pesanan kamu , sekarang kamu istirahatlah . biar bang Rio yang jaga kamu " ujar Raka kepada Rona dengan senyuman


" baiklah bang , tapi apa ? tidak apa-apa ? " sahut Rona dengan wajah polosnya serta mata yang berkaca-kaca


" tidak apa-apa , kamu istirahatlah " jawab Raka sambil mengacak-acak rambut Rona , membuat Rona mendengus kesal karena rambutnya menjadi berantakan


" pa , mari saya antar pulang " pinta Raka sopan pada papa


" emmm baiklah , Rona kamu jaga diri baik-baik . demi anak kamu dalam kandungan mu , kamu harus kuat . papa yakin , Vero akan segera kembali dan bila nanti dia belum kembali . papa akan memarahinya sampe dia merasa jera " tutur papa lembut sambil mengelus kepala Rona dengan kasih sayang


" iya papa , Rona pasti jaga diri . demi anak Rona dan demi suami ku tercinta " ucap Rona dengan menampilkan senyuman


" iya sudah , papa pamit . assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


setelah kepergian Raka dan papa . Rona kembali menatap langit ruang rawatnya yang serba putih serta sinar lampu yang begitu terang di atas langit ruangannya . Rio yang melihat tatapan kosong Rona , mencoba mencari topik pembicaraan untuk menghilangkan keheningan di ruangan yang sunyi dan berpenghuni ini .


" boleh Abang bertanya sesuatu ? " kata Rio yang kini sudah duduk di sopa kembali yang berada berdekatan dengan pintu ruang rawat inap Rona


" tanyakan saja bang " sahut Rona sambil mengernyitkan keningnya menatap bingung Rio sahabat Abangnya , setelah dirinya tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Rio


" menurut kamu ... cinta itu seperti apa ? " tanya Rio sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan senyum kikuk


" emang Abang belum merasakan cinta ? " tanya Rona balik yang merasa terkejut dengan sahabat abangnya yang satu ini


" belum " jawab Rio dengan cengir kudanya , membuat Rona cengo merasa tak percaya dengan apa yang di jawab oleh Rio


" umur Abang emang berapa si ? " tanya Rona lagi dengan tampang seriusnya menatap Rio


" 30 tahun , emang kenapa ? " Rio balik bertanya pada Rona yang terlihat begitu serius , tapi dia juga senang . setidaknya untuk sementara Rona tidak terpuruk dalam kesedihannya


" masa ? "


" emang iya ko , lagian aku masih tampang "


" ok baiklah Abang Rio yang tampang , aku yang sudah berpengalaman akan mengatakan seperti apa itu cinta . tapi Abang jangan memotongnya sebelum aku selesai mengatakan semuanya " ujar Rona dengan nada mengejek menatap Rio dengan senyuman mengejek


" iya ... aku tidak akan memotong perkataan mu , aku akan setia mendengarkan yang kau katakan " sunggut Rio yang terlihat tak sabaran , bahkan dia langsung berpindah tempat duduk yang kini dirinya duduk di kursi yang berada di samping kanan berangkas Rona . membuat Rona tersenyum geli melihat rasa penasaran Rio sahabat Abangnya


" emm cinta itu seperti matahari yang terkadang akan datang dan pergi , yang memberikan terang dan gelap . namun , dengan matahari yang menjadi sebuah lambang akan kata cinta . matahari juga merupakan sebuah kerelaan , kerelaan di kala dia ingin pergi . karena cinta datang tanpa di undang dan pergi tanpa izinkan . apa bila ada cinta yang pergi dengan izin , maka hati juga terpaksa harus merelakan walau pun berat dan tersiksa. jadi kesimpulannya , cinta itu indah , tapi juga menyakitkan . ada cinta yang membutakan , menenggelamkan dan ada juga cinta yang memabukkan " jelas Rona menjedakan Kalimatnya dan langsung mengalihkan pandangannya dari langit kamar dan menatap wajah Rio


" apa cuma itu aja ? " tanya Rio di saat dia sudah mencerna penjelasan Rona


" masih ada lagi , dan Abang harus cari tahu sendiri . aku capek mau tidur " ketus Rona sambil memperbaiki selimui


" tunggu ! " seru Rio cepat


" apa lagi ? " ketus Rona kesal


" kalo kamu , cinta mu dengan Vero itu dalam kategori yang mana ? "


" cinta aku dan Vero itu seperti matahari sangat lengkap bila di pikirkan. di mana aku harus menanti , terluka , tersakiti dan derita serta rasa takut karena rasa tak ingin kehilangan . di saat malam yang gelap gulita , aku hanya bisa menantikan kehadirannya untuk memberikan ku kebahagiaan dalam janji yang terucap olehnya. untuk memberikan ku cahaya dalam senyuman dan tawa , kebahagiaan dan kesenangan . pokoknya Abang cari tau sendiri de , aku mau istirahat by " tutur Rona kemudian dia langsung menutup matanya , dan Rio terus mencerna maksud penjelasan dan penuturan Rona


" kisah cinta kalian ... seperti dalam dongeng dan novel saja , sungguh luar biasa ! . dimana ada sebuah pertahanan dalam kebimbangan yang mendalam dan apa yang harus di relakan dan di tinggalkan . serta bagaimana untuk selalu merasakan kebahagiaan , bila takdir selalu menguji cinta kalian berdua . semoga kamu dan Vero selalu bahagia dan bersama . apa bila dia kembali nanti .... semoga saja Allah SWT tak lagi menguji cinta mu dan Vero " dalam hati Rio tersenyum getir mengingat penjelasan Rona tentang cinta


Rio kemudian berdiri dari duduknya melangkahkan menuju jendela yang memperlihatkan indahnya malam hari di kota Jakarta yang begitu macet .


" setelah gelap ada terang , ada yang pergi dan juga ada yang kembali . pergi ... memberikan kesunyian dengan kehampaan dalam hati yang memberikan rasa sakit sembilu dengan tanpa di minta . kembali ... memberikan kebahagiaan yang nyata dan bukan khayalan , ilusi atau pun mimpi . matahari adalah peneran bumi dan pemberi cahaya pada rembulan . sehingga menimbulkan sinar yang begitu indahnya pada malam hari . sungguh luar biasa " tutur Rio menatap langit gelap gulita yang di hiasi gemerlap bintang dan rembulan malam


Rio kemudian menatap Rona yang sudah tertidur dengan dapat terdengar dengkuran halus dari Rona . Rio tetap berdiri tanpa berpindah posisinya , dia hanya menatap Rona sebentar dengan terukir senyuman di wajahnya yang tampan . kemudian dia kembali menatap langit gelap gulita di atas sana .


" Vero adalah matahari Rona . matahari ... cepatlah kembali , berikan cahaya kebahagiaan pada adik ku tersayang . cukup sampai di sini dirinya menanti mu , jangan membuatnya bertahan terlalu lama "


" ternyata kisah cinta itu seperti kehidupan alam dalam pelajaran IPA , contohnya matahari " ucap Rio lagi kemudian dia tersenyum geli memikirkan hal-hal yang dia katakan dan ucapkan


Rio yang masih diam menatap indahnya malam dan memikirkan tentang cinta . karena memang dia tak pernah Merasakan cinta , apa lagi usianya dengan Raka hanya selisih 1 tahun dan dia masih lajang dan tak pernah menjalin sebuah hubungan dengan seorang wanita . kemudian dengan dirinya mencerna apa yang di katakan dan di jelaskan Rona membuatnya mengerti seperti apa cinta yang sesungguhnya . walau dia seorang pengusaha sukses dan di kelilingi oleh wanita cantik . namun , dia merasa tak senang dan risih bila ada wanita yang mencoba mendekatinya .


" Rona ... kamu sudah ku anggap sebagai adik ku . aku akan membawakan matahari mu , agar kau kembali merasa bahagia . besok aku pasti akan menemukannya " ucap Rio yakin dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya


...Bersambung...