Rona

Rona
eps . 35 Perayaan ULTAH



tiap suara terdengar dengan jelas, menemani malam yang sunyi yang hanya terlihat rembulan sabit dan bintang yang bercahaya di langit . sehingga malam ini terlihat sangat indah dan acara malam ini di adakan di sebuah taman tempat favorit Rona dan Vero yang sangat luas .


Vero juga sudah meniup lilin dan memberi kue pertama buat ke dua orang tuanya , kue ke dua buat Rona yang setia di sampingnya dan terakhir Vero dengan tidak ikhlas memberi kepada Kelin , karena ada juhan disana . acara tiup lilin pun selesai , kini di temani dengan suara bisikan . yaitu pembicaraan tamu undangan dan para keluarga yang sibuk menyapa para tamu undangan .


" eh benar ni ? teman ku Uda hamil lagi ? " tanya Elsa ragu menatap Rona , sahabatnya yang ada di hadapannya


" iya sayang ku , ini aja aku baru tau " jawab Rona dengan senyuman yang mengembang sempurna di wajah cantiknya


" berarti Vero tancap gas Mulu ni ? " timpal Evan yang berdiri di antara Jeki dan Nura istrinya


" jelas sekali " sahut Jeki setelah meneguk jus dalam gelas yang ada dalam genggamannya


" nanti kalo anak kita kedek , kita jodohin ya . biar kita jadi besanan " ujar Nura yang tampak sangat antusias


" ide bagus "


" setuju "


" jangan dong "


ucap mereka serentak mendengar ujaran Nura . kemudian mereka terdiam dan saling pandang dan tiba saja mereka tertawa bersama .


" biarkan anak kita yang tentukan " tutur Vero dengan tangan kanan memegang jus jeruk dalam gelas


" benar , aku juga setuju " ujar Rona


" tapi aku takut Lo , bila anak-anak kita salah memilih dan di tambah lagi dunia yang begitu kejam dan yaaaa kadang ada juga yang indah " kata Nura dengan tatapan sendu


mendengar itu semua terdiam dan keadaan di tempat mereka duduk menjadi hening . namun , tiba-tiba Serly dan Roky dalam . tapi kali ini Serly nampak berbeda , karena perutnya sedikit membesar .


" assalamualaikum , lagi cerita apaan ni ? " ucap Serly sambil memukul meja dengan kedua tapak tangannya sedikit keras


" astagfirullah Serly , Lo mau bunuh gue " ujar Nura sambil mengelus dadanya , Serly yang mendengar itu hanya cengengesan


" assalamualaikum gys " ucap Roky dengan halus


" wa'alaikumsalam " jawab serentak Rona , Vero , Jeki , Elsa , Evan dan Nura


" nah gitu dong , bukan ke tadi . mau minta di tampok ya " ujar Nura yang kembali dengan sikap masa SMA


" ehehhe maaf , habis kalian hanya diam . emang pada mikirin apa si ? " tanya Serly penasaran yang sudah duduk di samping Rona


" gak penting " jawab Jeki seadanya


" eh Serly , kamu juga hamil ? Uda berapa bulan ? " tanya Rona yang sudah menyadari Serly yang terlihat berisi


" emmm baru jalan 4 bulan si " jawab Serly dengan senyuman bahagianya


" yeeee kalian Uda pada berisi dan segera punya anak . nah gue , belum juga ni " ujar Elsa yang nampak cemberut


" sabar , mungkin Minggu depan Uda ada kabar " kata Rona dengan senyuman sambil mengelus pundak sahabatnya meyakinkannya


Elsa yang mendengar itu hanya manggut-manggut , dan berharap itu jadi nyata . karena memang Elsa kesepian di rumah , bila Jeki berangkat kerja yang kini sedang menjalankan perusahaan milik papanya .


sedangkan Jeki hanya memeluk Elsa dengan tangan satunya . sementara yang lain hanya tersenyum melihat Elsa yang cemberut .


" Serly Lo Uda tau belum ? " ujar Nura memecahkan keheningan


" tau ? emang ada berita apa lagi ? jangan bilang kalian ingin bulan madu lagi ? atau kita liburan ke puncak ? " tutur Serly yang nampak sangat senang


" ckk bukan itu , kamu pengen banget si ke puncak ? " sahut Evan yang juga mengerti maksud istrinya Nura


" jelas pengen dong , di sanakan kita bisa santai barang dan cerita panjang lebar . soalnya aku rindu kita yang dulu ngumpul barang dan kemanapun pasti sama " jawab Serly yang sudah meneteskan air matanya sambil mengingat kenangan persahabatan dan pertemanan mereka dulu


" ko gini amat si bumil nya . sini ! " seru Nura sambil merentangkan kedua tangannya


Serly yang melihat itu langsung tersenyum dan langsung mendekap dalam tubuh Nura . Serly memeluk Nura erat sambil memejamkan mata dan Nura juga memeluk Serly tak kalah eratnya .


" ikutan " serentak Elsa dan Rona mendekati serta langsung memeluk Nura dan Serly


para suami yang melihat tingkah istri-istri mereka pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala . kemudian mereka saling Padang .


" apa ? mau berpelukan juga ? " ujar Vero dengan wajah datarnya


" iya " serentak Evan dan Roky


" ogah kale , nanti di kira homo " kata Jeki yang kembali memasukan tangannya ke saku celananya dengan tangan kanan masih tetap memegang gelas jus jeruk


" silahkan " ucap Vero sambil merentangkan tangannya setelah meletakkan jusnya di meja


Roky dan Evan pun langsung memeluk Vero . Jeki yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan kemudian dia juga ikutan .


" katanya homo " ejek Evan


" kalo homo ko peluk eke si mas " canda Roky dengan suara di buat kayak benci


Vero yang mendengar itu hanya tersenyum geli dan tetap memeluk temannya . dengan tanpa mereka sadari , ternyata para istri menatapi mereka dengan menahan tawa .


" cieeee ada yang ikut-ikutan " ujar Elsa


" cocok , kayak Teletubbies ehehhehe " ujar Rona


" gemassssss banget lihat kalian pelukan ! " seru Serly


" ememm mau berapa lama lagi ni ? " kata Nura dengan suara sedikit keras yang hanya di dengar oleh mereka dan meja disamping


para suami pun langsung melepaskan pelukan mereka dan bersikap biasa kembali . sehingga membuat para istri tertawa sampai-sampai meneteskan air di sudut mata mereka .


" cinta ku kita besanan Yo , bila anak kita dewasa nanti ? " ujar Serly yang telah tahu berita kehamilan Rona


" gak mau , aku maunya anak ku yang akan menentukan pilihannya . karena yang menjalani kehidupan di tingkat serius itu anak kita " jawab Rona dengan senyuman " gak pa-pa kan cinta ku " lanjut Rona kepada Serly yang kini memang berdiri disamping kanannya


" baiklah cinta ku " kata Serly dan kembali memeluk Rona dan di ikuti oleh Nura dan Elsa


saat ini mereka sedang merayakan ulang tahun Vero dan soal kehamilan Rona yang tau hanya keluarga dan teman-temannya . sedangkan disisi lain , Raka sibuk berbicara dengan seorang pria yang berpakaian seperti preman . tapi lebih tepatnya , orang suruhan Raka yang sudah di perintah untuk menyelidiki vila di pinggir kota . karena Raka sengaja melakukan itu dan menunda rencananya dengan Vero . mengingat Rona yang kini sedang hamil lagi dan mereka memutuskan untuk memperketat pengawasan dan penjagaan di perayaan ini .


" apa yang kamu dapatkan ? " tanya Raka dengan dingin menatap lelaki yang ada di depannya , yang berdiri tegak . sedangkan dirinya duduk di sofa coklat dalam ruangan tertutup


" maaf bos , saya tidak menemukan apa pun disana dan saya hanya tau bila vila itu sudah kosong . kemudian saya juga menanyakan kepada warga yang yang tinggal di sekitar vila itu bos dan mereka bilang vila itu memang ada penghuninya , cuma jarang terlihat . bos ! " seru lelaki itu menjelaskan kepada Raka yang menjadi atasannya


" emmm sepertinya dugaan ku tepat "


" maksudnya bos "


" terus selidiki lagi , tapi untuk malam ini bersenang-senanglah . karena hari ini kabar bahagia dan kamu tau kan apa yang aku maksud " ujar Raka dengan tekanan pada akhiran katanya


" baik bos , saya mengerti . terimakasih bos " jawab lelaki itu yang kembali menegakkan kepalanya menatap wajah Raka


Raka pun pergi meninggalkan ruangan itu dan kembali menikmati perayaan ultah Vero , adik iparnya . kini Raka sudah berdiri diantara ke dua keluarga yang sudah bergabung dalam satu meja panjang .


" bagaimana ? ada perkembangan ? " tanya papa Vero saat melihat Raka kembali duduk di depannya berbatas meja


" lumayan pa , cuma kita harus tetap berjaga dan berhati-hati " jawab Raka dengan sopan kepada papa Vero , mertua adiknya Rona


" tentu saja "


mereka pun langsung makan malam bersama dengan tamu undangan . karena sekarang sudah jam 8 malam dan tak lama lagi acara akan selesai .


selesai melakukan makan malam . pembawa acara pun langsung membuka suara sebelum penutupan perayaan yang masih berjalan .


" selamat malam bapak , ibu dan saudara saudari yang saya cintai " ujar pembawa acara yang sedikit bercanda dengan memegang microfon di tangan kanan


" selamat malam juga " jawab para undangan


" saya yakin bila bapak ibu serta yang lain sudah mengetahui acara malam ini bukan . kalo belum tau bisa gawat saya Lo pak Bu " lanjutnya yang masih bercanda semua yang mendengar hanya tersenyum dan juga ada yang tertawa


" ok , baiklah . saya kan masih muda ni , ada yang mau jadi pasangan dansa saya gak ? " ucap pembawa acara sambil terus menatap para tamu undangan yang terduduk rapi


" gak ada yaaaaa , gak apa-apa de . tapi bila gak ada yang mau dansa dengan saya , maka para tamu yang harus dansa . tetapi kita akan memulai dari pak Vero serta istrinya . gak pa-pa kan pa Vero ? "


" ko diam Baek pa , ya Uda de . saya persilahkan pak Vero berdansa dengan istri tercintanya . kalo saya nanti dansa sama mic nya aja de "


mendengar itu semua para tamu tertawa dan ada juga yang menggelengkan kepala mendengar candaan pembawa acara . namun , seketika mereka diam dan kembali fokus melihat Vero serta Rona sudah di atas panggung .


" aku belum pernah dansa " bisik Rona dengan tersenyum kikuk di depan para undangan


" tenang saja ratu ku , kamu cuma perlu mengikuti ku dan jangan menolak " bisik Vero dengan senyuman kemenangan


" lakukan atau aku turun aja ya ? " bisik Rona lagi yang kini memang berdekatan dengan Vero karena Vero memdekap pinggang Rona dengan satu tangan


" jangan dong , masa suami kamu dansa sendirian si ! " seru Vero dengan berbisik


" sama tembok aja " jawab Rona tanpa menatap wajah Vero yang nampak kesal


tanpa aba-aba Vero sudah mulai berdansa dengan di temani Rona . sedangkan Rona hanya mendengus kesal dan kini Rona pun mengikuti setiap gerakan Vero yang berdansa bersama .


para tamu yang melihat itu sangat tertegun dan ada juga yang merasa iri . iri karena belum ada pasangan atau iri karena pemilik perusahaan terbesar di kota Jakarta sudah menikah dengan adik dari perusahaan yang juga besar .


" sayang ayo dansa , aku pengen . cepat ! GPL " seru Serly sambil menarik tangan Roky yang nampak tidak sabaran


" GPL ? maksudnya sayang ? " tanya Roky yang sudah berdiri dari duduknya


" gak pake lama . ayo ! "


" tapi cukup 1 lagi dan hanya sebentar . aku gak mau anak dan kamu kenapa-napa ? " ujar Roky dengan wajah memelasnya berharap Serly akan merubah pikiran


" iya , aku gak apa-apa . kan ada kamu si yank " jawab Serly yang terus menarik lengan Roky


Roky pun akhirnya ikut . mengingat Serly sedang hamil membuat dia sulit untuk menolaknya dan lebih memilih menuruti kemauan istri yang sangat sensitif .


" kita ikutan juga yup " aja Nura yang kini sudah merangkul lengan Evan dengan manja


" tapi kamu kan lagi hamil yank , lain kali aja de . kalo Uda lahiran , kamu aku aja ke Afrika de biar puas dansanya " bujuk Evan dengan wajah melas yang kini sudah memegang pinggang Nura dengan tangan satunya , yang takutnya nanti Nura jatuh ke belakang karena terus menarik tangannya


" ayo dong yank , bentar aja ko . kita belum pernah dansakan ? "


" benar ya ? hanya sebentar , tapi pelan-pelan aja ya ? " tutur Evan yang kini sudah berdiri kembali , sehingga wajahnya bertemu wajah Nura yang begitu dekat


" iya , ayo cepetan "


saat ini Nura memang hamil , cuma baru jalan 2 bulan . sehingga Nura masih dapat untuk berdansa bersama dengan orang yang dulu menjadi musuhnya kini Mala sudah menjadi suaminya. sedangkan Elsa dan Jeki juga ikut berdansa . tapi kini Elsa tanpa sangat manja bukan seperti biasa , yang mungkin akan terus berbicara dan Jeki tidak ambil pusing , dia tidak masalah bila Elsa bersikap manja dari pada bersikap bawel yang akan membuatnya pusing .


" sungguh dunia penuh dengan cerita dan begitu sempit " batin Nura yang tersenyum sambil meneteskan air mata di dalam pelukan Evan


Evan yang memang sangat protektif dengan memeluk Nura dalam berdansa di antara kerumunan orang-orang yang juga berdansa bersama . sehingga tak menyadari bila Nura sedang menangis . namun , Evan dan Nura tak memperhatikan bila ada 2 pasang mata menatap mereka dari arah berbeda .


" bukannya dulu Nura benci Evan ? . bahkan mereka dulu musuhan karena merebutkan menjadi ke tua bela diri ? dan kenapa mereka dansa seperti itu ? aaaaaa aku harus mendapatkan Evan kembali " batin seorang wanita dengan wajah merah menahan amarahnya , yang duduknya sekitar 5 meter dari tempat dansa


" apa yang mereka lakukan ? kenapa Nura bisa begitu terhadap Evan ? apa mereka punya hubungan khusus ? atau ....ah sudahlah . apa pun hubungan mereka , aku akan tetap berusaha mendapatkan Nura .wanita yang ku cintai , Nura aku menemukan mu dan kali ini aku tak akan melepaskan mu " batin seorang pria yang kini ikut berdansa dengan seorang anak remaja . yang mungkin adalah adiknya


acara dansa pun berjalan begitu luar biasa , semua orang berdansa dengan senyuman yang terus menghiasi wajah Meraka . sampai waktunya tiba jam 10 malam , acara pun di tutup oleh pembawa acara yang mewakili dari keluarga yang mengundang . mengucapkan terimakasih pada tamu undangan yang turut hadir dalam acara perayaan ultah Vero .


...*Bersambung...


sepertinya masa lalu akan segera tiba !


masa ke labu yang telah terkubur


perlahan akan muncul


ok gys , sampai ketemu lagi !¡!¡!


assalamualaikum 😘*