Rona

Rona
eps . 69



langit masih terlihat gelap , terdengar azan berkumandang mengusik ketenangan raga dan jiwa yang tertidur dalam ruangan yang bernuansa putih .


" sudah saatnya " ucap seorang pria yang tak lain adalah Rio yang terbangun dari tidurnya


" ayo sholat subuh dulu Raka " bisik Rio sambil menggoyangkan pundak sahabatnya yang tertidur di kursi tunggu rumah sakit , depan ruang rawat Rona


" emmmm "


Raka pun berusaha memulihkan jiwa dalam raganya yang masih ingin istirahat . namun , dia ingat jika masih ada yang ingin dia lakukan . sehingga kini dia segera berdiri dan melangkahkan bersama Rio menuju mushola rumah sakit . setelah melakukan shalat subuh , Raka dan Rio langsung kembali menuju ruang rawat Rona , sang adik tersayangnya .


" Kelin , Juhan " panggil Raka dengan suara pelan membangun ke dua sepasang suami istri yang masih tertidur lelap dengan duduk bersandar di sofa ruang rawat Rona


" emm ada apa kak Raka ? " tanya Juhan ketika sadar dari tidurnya dan menatap wajah Raka yang ada di hadapannya dan di kala itu juga Kelin terbangun serta sudah membuka matanya yang terlihat merah karena mengantuk berat


" kamu jagain Rona , kakak dan kak Rio akan melanjutkan pencarian . jangan bilang Rona soal kakak pergi , bilang aja . kakak pulang ke rumah sebentar " jelas Raka pada Juhan dan Kelin yang masih menatapnya dengan keadaan tak berdaya karena kantuk yang masih menyerang


" baiklah kak , tapi ... apa ini tidak terlalu pagi ? dan kak Raka maupun kak Rio juga belum sarapankan ? " cecar Kelin


" iya kak , kak Raka makan dulu . sarapan pagi , biar saya ikut membantu kak Raka dan kak Rio " tutur Juhan


" Uda , kalian tenang saja . kami akan sarapan nanti dan tugas kalian jaga Rona " pinta Rio yang sejak tadi diam dan kini telah bersuara yang dirinya berdiri di samping Raka


" baiklah kak , hati-hati ya " kata Kelin yang sudah sadar total , bahkan matanya terlihat jernih


" tentu saja "


" assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


setelah kepergian Raka dan Rio . kini yang tertinggal Rona yang masih tertidur di berangkas dengan infus yang menancap urat nadi di pergelangan tangannya . sedangkan Juhan dan Kelin membersihkan diri di kamar mandi ruang rawat Rona dengan bergantian .


" semoga kak Vero cepat kembali , agar kak Rona kembali pulih dan mama maupun papa tidak menangis lagi . kak Vero ... ku mohon datanglah , aku rindu kakak dan ku mohon jangan terlalu lama pergi " gumam Kelin dengan tatapan sendu menatap Rona , sang kakak iparnya yang telah dia anggap seperti kakak kandungnya


" mengapa takdir cinta kakak begitu rumit yang terkadang ada bahagia dan tiba saja derita . kini aku takut , jika masa lalu terulang lagi " dalam hati Kelin yang tanpa sadar sudah meneteskan air matanya


Juhan yang kala itu baru keluar dari kamar mandi terkejut , tapi dia juga mengerti apa yang membuat istri tercintanya menangis begitu . kini Juhan langsung menghampiri sang istri yang dilanda kesedihan karena kakaknya sedang dalam musibah .


" kamu harus yakin , bila kak Vero pasti kembali dan aku sudah meminta orang suruhan ku juga ikut mencari kak Vero " tutur Juhan yang kini telah mendekap tubuh sang istri tercintanya yang sedang rapuh tak berdaya


Kelin hanya bisa menangis tanpa suara , dan Juhan hanya bisa memberikan kehangatan serta ketenangan dalam pelukannya . karena dia juga sudah berusaha untuk yang terbaik , dan dia juga ingin membalas perlakuannya di masa lalu dulu , yaitu membawa Vero kembali pada Rona . Rona yang terlihat rapuh dan hanya berbaring lemah di berangkas rumah sakit .


sementara di tempat lain , Raka dan Rio sudah sampai di tempat helikopter serta Mereka berdua langsung masuk tanpa berkata apa pun . sedangkan dua pria tegak yang berdiri dan menunggu mereka tadi juga ikut masuk dan juga duduk di kursi kemudi . kemudian langsung menyalakan helikopter dan kembali ketempat kemarin . namun , saat sudah mendekati tempat tujuan , Rio tanpa sengaja mendengar suara yang berteriak walaupun terdengar samar . tapi dia yakin , jika itu orang bukan makhluk lain .


" berhenti ! " hardik Rio menatap ke arah kedepan tempat kemudi helikopter


" baiklah bos " serentak dua orang yang terduduk di depan Raka dan Rio . serta helikopter pun langsung turun memijak tanah dan keadaan yang masih sedikit gelap .


" kenapa ? " tanya Raka menatap sahabatnya Rio yang duduk di sampingnya


" lihat aja sendiri " jawab Rio dengan santainya , karena hatinya juga sedikit ragu dengan apa yang dia dengar tadi


sedangkan di tempat lain , seorang pria Tersenyum senang . karena dirinya akan kembali pulang , tanpa harus terjebak lagi di dalam hutan ini . sedangkan orang di sekitarnya ikut terbangun , karena mendengar suara teriakkannya .


" pak ? ada apa kamu berteriak ini masih sangat pagi " kata seorang pria paru paya yang terlihat sangat berantakan


" terserah saya , saya ingin pulang " sahut pria yang sangat senang dan juga berantakan


pria paru baya pun menatap kearah tatapan pria yang ada di hadapannya , dan betapa terkejutnya dirinya melihat sebuah helikopter yang tidak terlalu jauh dari mereka berdiri .


" semuanya ! bangun ! kita akan segera pulang " teriak pria paru baya yang ikut sangat bahagia serta yang lainnya


mereka semua pun berlari ke arah helikopter tersebut dan tentunya membuat Raka , Rio serta dua anaknya buahnya terkejut . melihat lebih orang-orang berlari ke arah mereka .


" Raka ... apa kau melihat ? dengan yang ku lihat sekarang ? " kata Rio


" tentu " sahut Raka singkat dan jelas , padat


" kita ... hanya mencari satu orang . tapi kenapa lebih "


" diam "


Rio pun langsung diam mendengar suara dingin Raka . sedangkan Raka tetap fokus menatap ke arah orang-orang yang berlari ke arah Meraka . dia hanya mencoba mencari wajah Vero , adik iparnya . agar dirinya merasa tenang dan senang . senang demi adik tersayangnya yang sedang terbaring rapuh di rumah sakit .


" apa kalian menolong kami ? " tanya pria paru baya tadi dengan nafas yang tak teratur , setelah dirinya dan yang lainnya sudah berada di depan Raka dan Rio


" iya pak , tapi ... saya mau bertanya ? apa di antara kalian ada yang mengenal Vero Arga Pratama ? " tanya Rio karena Raka hanya diam , sibuk menatap tiap wajah di depannya


salah satu dari mereka ada yang maju , yang tadinya hanya berdiri di belakang karena kakinya yang terasa sangat sakit . Raka yang melihat wajah seorang pria yang maju ke depannya langsung meneliti wajah pria yang berantakan di hadapannya .


" kau siapa ? " tanya Raka dengan wajah datarnya dengan tatapan yang menyimpan kesedihan


" saya Vero kak Raka " jawab pria itu yang tak lain adalah Vero yang berteriak tadi , karena tadi dirinya sedang shalat . namun , tiba saja dia mendengar suara yang tidak asing dan dia langsung berteriak sekeras mungkin . setelah tau jika ada yang datang membantu , bahkan kini dia sangat bahagia jika yang mencarinya adalah kak iparnya


" cuci wajah mu " pinta salah satu anak buah Raka yang sejak tadi berdiri di belakang bosnya dengan diam


Vero yang memang sangat berantakan dan wajah yang hitam serta kotor . dia hanya menuruti tanpa berkata apa pun , sedangkan yang lainnya juga ikut melakukan hal itu . saat yang lainnya sibuk membersihkan noda di tubuh mereka , Raka sedang mengotak-gatik ponselnya untuk segera mendapatkan bantuan .


" kenapa gak bisa " hardik Raka kesal , sedangkan Rio menahan tawa melihat wajah sahabatnya


" sudah seharusnya , ini pulau dan tentunya tak ada jaringan " sahut Rio dengan tanpa tanpa dosa dan tanpa beban . karena dirinya sudah sangat lega , tenang dan senang serta bahagia yang menyelimuti hatinya


" Rona ... aku sudah mendapatkan matahari mu . aku dan kakak mu akan segera membawanya kepada mu . tunggulah " dalam hati Rio tersenyum senang menatap Vero yang sibuk membersihkan dirinya dalam air


" syukurlah , setidaknya aku telah menemukan kebahagiaan adik ku . Vero kau harus ku hukum , karena sudah membuat adik ku menangis lagi dan lagi " dalam hati Raka tersenyum tipis menatap Vero , tapi tanpa sengaja dia menatap wajah seorang wanita yang tak asing yang sangat di kenal olehnya


" Erlina ? siapa ? " tanya Rio pada akhirnya menatap wajah Raka , sang Sahabatnya


" kamu lupa ! Erlina ! teman kecil Rona bego " jawab Raka kesal dengan sikap pelupa sahabatnya


" Erlina , wanita remaja yang pergi tanpa alasan dan kabar " dalam hati Rio menatap dingin ke wanita yang bernama Erlina / Sari


" Erlina ... maksudnya Sari " dalam hati Vero setelah mengingat jika nama depan Sari adalah Erlina . namun , dia menepisnya jika mungkin saja nama yang sama . tapi sekarang dia benar-benar sangat terkejut


" ku kira kak Raka akan lupa pada ku dan kak Rio ... ada apa Dengannya ? kenapa dia menatap ku begitu ? " dalam hati Erlina / Sari


" Erlina kembali ... Rio ... apa yang kamu pikirkan ? wanita itu sudah ada di depan mu dan kenapa kamu diam dengan tatapan bodoh mu itu ? " dalam hati Raka tersenyum tipis menatap sahabatnya dan Erlina bergantian


setelah orang-orang selesai membersihkan dirinya . mereka kembali berdiri di hadapannya Raka dan Rio serta dua pria tegak yang mereka yakini jika itu anak buah mereka . karena pakaian pria tegak itu sangat rapi dengan balutan jeket coklat yang sama .


" sebelumnya saya minta maaf , saya dan sahabat saya akan pergi sebentar untuk menjemput bantuan Tim SAR . bapak dan ibu bisa sarapan dulu dan tenang saja ... kami akan segera kembali untuk membantu yang lainnya " ucap Rio dengan sopan sembari tersenyum , dan orang-orang itu hanya mengangguk senang setidaknya mereka akan segera pulang kerumah


" Rio kamu saja yang pergi dan bawa Vero bersama mu , aku akan disini " kata Raka dengan wajah datarnya


" terserah " ketus Rio pada sahabatnya , karena saat ini moodnya lagi gak baik


" Erlina " panggil Raka


" iya kak " sahut Erlina sambil melangkah mendekati Raka


" kamu ikutlah dengan Vero dan Rio . kakak yakin , Rona pasti akan sangat bahagia " ujar Raka dengan senyuman menatap Erlina


" Raka " bentak Rio pada Raka . namun , Raka cuek aja dan hanya tersenyum membiarkan sahabatnya marah atau pun kesal padanya . sedangkan Erlina terkejut mendengar suara bentakan Rio , karena baru pertama kali Erlina melihat Rio yang membentak Raka


" Vero kamu pergilah , adik ku sudah sangat menantikan kehadiran mu " ucap Raka sambil menepuk pundak Vero yang sejak tadi ada di hadapannya


" Vero siapa Rona kak Raka ? " tanya Erlina yang terlihat bingung , karena dia masih bertanggapan jika bukan Rona istri Vero


" Vero suami Rona " jawab Raka santai


" apa ! " ucap Erlina tak percaya , tapi kemudian dia tersenyum jika sahabat kecilnya sudah menikah


" sudah , ayo " hardik Rio dan langsung berbalik memasuki helikopter


" hey kau " panggil Raka berbalik menatap anak buahnya


" iya bos " sahut salah satu anak buah Raka


" keluarkan semua " pinta Raka dan langsung di angguki oleh anak buahnya . mereka sudah tau apa yang dia maksud Raka


" ini bos " ucap ke dua anak buahnya , membawa 5 kantong plastik yang berisikan beberapa kotak makanan yang di ambil dari dalam helikopter


" bagikan "


anak buahnya pun langsung melakukan hal itu , setelah membagikan ke semua orang yang ada di hadapannya . mereka kembali ke hadapan Raka , bos mereka .


" salah satu dari kalian harus Tinggal dan satunya ikut Rio untuk mengemudi helikopter . ingat segeralah kembali dengan membawa kelompok tim SAR . ngerti ! "


" ngerti bos "


" bagus , kerjakan ! "


salah satu anak buah Raka pun naik kembali ke helikopter yang di dalamnya sudah ada Rio , Vero dan Erlina . tapi kali ini , Rio duduk di samping kemudi bersama anak buah Raka dan membiarkan Vero duduk bersebelahan dengan Erlina . dalam perjalanan hanya ada keheningan , tak ada pembicaraan dan hanya terdengar suara mesin helikopter . Vero sibuk memikirkan sang istri tercintanya , Erlina nampa sangat senang jika dirinya sebentar lagi akan bertemu dengan Sahabat-sahabatnya dan Rio masih menatap dingin ke arah depan dengan sibuk dalam pemikiran .


" sayang ... ratu ku . aku kembali , tunggu aku akan datang pada mu . aku sangat merindukan diri mu " dalam hati Vero dengan senyuman di bibir pucatnya dan nangis bahagia yang di rasakan oleh dirinya dalam hatinya


selang berapa jam , mereka pun sampai di Jakarta yang terlihat langit sudah terang dengan langit yang telah biru serta matahari yang sudah menyilaukan mata . Vero kini sangat senang , dia hanya mengikuti langkah Rio . walau terasa asing dengan pria yang berjalan di hadapannya , tapi dia tak ambil pusing . dia hanya ingin segera kembali dan memeluk erat tubuh wanita yang amat dia cintai . sedangkan Erlina juga mengikuti langkah pria yang ada di hadapannya , sampai akhirnya mereka memasuki mobil yang terparkir .


" kita akan kemana kak ? " tanya Erlina dengan menampilkan senyuman yang dirinya duduk di kursi belakang , namun Rio hanya diam dan tetap fokus kedepan menyetir mobilnya


Vero hanya tersenyum yang dirinya duduk di samping Rio , dia tak mampu berkata apapun selain melihat senyum manis di bibir wanita tercintanya yang tak lain adalah Rona , istri tercintanya . sedangkan Erlina merasa ada yang aneh dengan sikap Rio . namun , dia memilih hanya diam lagi dan membiarkan Rio membawanya kemana .


sampainya di tempat tujuan , Vero sangat terkejut jika Rio membawanya ke rumah sakit . Erlina juga terkejut , tapi dia memilih diam dan langsung turun mengikuti ke dua pria yang berjalan di hadapannya kini .


" kak Rio ! kenapa kesini ? aku ingin bertemu istri ku " ujar Vero setelah memasuki lift rumah sakit


" iya udah " jawab Rio singkat dan langsung melangkahkan ketika pintu lift terbuka lebar


Vero dan Erlina hanya mengikuti langkah Rio dengan perasaan was-was dan takut . terutama Vero yang mulai merasa takut , takut kehilangan mu untuk kesekian kalinya . karena sejak kemarin dia sudah merasa tak tenang di dalam hatinya. saat memasuki sebuah ruangan , Vero sangat terkejut melihat seorang wanita terbaring di berangkas rumah sakit .


" maafkan aku , aku menyakiti mu lagi " ucap Vero berlari langsung memeluk Rona , sang istri tercintanya dengan deraian air mata yang kembali mengalir deras tanpa bisa di bendung


Rona perlahan membuka matanya , karena merasakan pelukan hangat yang sangat di rindunya dan betapa terkejutnya dirinya melihat seorang pria yang memeluknya adalah suaminya tercinta . Vero , pria yang dia nantikan kehadirannya di dekatnya dan kini Rona menangis bahagia . karena pria yang dia nantikan telah tiba dan dia sangat bahagia .


" matahari ku , kebahagiaan ku telah kembali . raja ku .... aku rindu padamu " dalam hati Rona sambil memeluk erat tubuh suami tercinta


Kelin , Juhan , Rio dan Erlina yang melihat itu ikut tersenyum hangat dan bahagia melihat orang tersayang mereka bahagia lagi dan berharap jika hal ini tidak akan pernah terulang kembali . namun , Erlina juga ingin memeluk Rona , sahabat kecilnya . saat tau jika Rona sedang di rawat di rumah sakit , tapi dia hanya diam dengan senyuman menatap sepasang ke kasih yang sedang menangis dalam bentuk kebahagiaan .


" aku ingin tau ... apa saja yang terjadi selama aku tak ada di sisi sahabat ku ? dan bagaimana Rona bisa mencintai atau pun menikah dengan pak Vero ? bukannya Rona tak ingin menjalin cinta dengan seorang pria ? tapi ... ya sudahlah . aku pasti akan segera tau " dalam hati Erlina menatap sendu Sahabatnya yang di selimuti rasa sedih , sedang dan rindu yang menggebu-gebu melihat Rona sahabat masa kecilnya yang tersayang dalam hidupnya .


...Bersambung...


ada peran baru ! !!!


di eps berikutnya ... Sari akan di kenal dengan nama Erlina ya gys !


salam hangat dari ku ... assalamualaikum ! ?