Rona

Rona
eps . 32 POV Rona



saat ini aku sedang berada di mobil bersama dengan mama dan juga Kelin . kami berempat akan pergi menuju rumah sakit , orang ke empat ialah sopir yang mengemudikan mobil dan kami duduk bertiga di kursi belakang kemudi .


" kak Rona ! ingat gak ini hari apa ? " tanya Kelin pada ku dengan tersenyum


" hari ini ? " ujar ku dan Kelin hanya mengangguk . " tau , ini hari Sabtu kan " jawab ku menatap ke arah Kelin


setelah aku menjawab , wajah Kelin langsung berubah menjadi cemberut . aku pun menatap mama yang saat ini tersenyum pada ku , yang duduk di antara aku dan Kelin , yaitu ditengah kami berdua . aku semakin merasa bingung dan bertanya-tanya .


" Rona , hari ini ulang tahun Vero " kata mama dengan lembut dan masih tetap tersenyum


mendengar itu aku langsung ciut , senyum ku yang tadi manis . kini berganti dengan senyuman kikuk menatap mama dan berakhir menatap Kelin .


" iiii kakak ! masa itu bisa lupa si ? pasti gara-gara adu lemas ya ? Yo ngaku ? " tanya Kelin berturut-turut ,yang nampak kini dia tersenyum genit menggoda ku


" ehehhe berarti kamu Uda rasain dong ? " tanya ku tanpa sadar , dan seketika Kelin tersipu malu


" hahhahahhahahahha Uda , semoga anak yang kalian miliki itu Sholeh dan baik . pokoknya mama berdoa yang terbaik untuk cucu mama " seru mama dengan rasa bahagia yang terdengar dari suaranya dan mata yang berkaca-kaca karena merasa haru


kami pun terus berbicara dan terkadang di sela pembicaraan ada tawa . sehingga keheningan tak terjadi dan tanpa sadar ternyata kami sudah sampai di depan rumah sakit .


" Bu sudah sampai di rumah sakit " seru pak sopir yang menghentikan pembicaraan kami dan ku yakini usia pak sopir 50an tahun


" oh ! baik lah pak " sahut mama dengan sopan kepada pak sopir


" saya akan kembali ke kantor Bu , untuk menjemput bapak " ujarnya dengan sopan juga


" emm baiklah pak , assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam Bu , non "


aku , mama dan juga Kelin turun dari mobil dan segera langsung memasuki pintu rumah sakit . sedangkan sopir serta mobil yang kami tumpangi tadi sudah pergi sementara kami berdiri di resepsionis untuk membuat janji dengan salah satu dokter kandungan dengan alasan untuk memeriksa tes kehamilan .


setelah mendapat persetujuan . kami bertiga langsung menaiki lift menuju lantai 3 , sesuai dengan anjuran resepsionis tadi . setelah pintu lift terbuka yang menandakan , sudah berada di lantai tiga yang tertera dengan warna merah pada tag di atas pintu lift.


aku , mama dan Kelin langsung menuju sebuah ruangan yang kebetulan sepi pengunjung . saat kami memasuki ruangan dokter kandungan tersebut , mereka menyambut dengan senyuman .


" apakah ibu ini yang bernama Rona ....? " tanya seorang wanita yang aku yakini dia seorang suster


" iya benar , ini menantu saya bernama Rona " jawab mama yang juga ikut tersenyum , sedangkan aku dan Kelin hanya mengangguk sambil tersenyum


" silahkan masuk Bu dan silahkan duduk " pinta suster dengan sopan


aku dan mama pun duduk yang berhadapan dengan seorang wanita dengan berbatas meja putih dan aku yakini dia seorang dokter dan mungkin usianya tidak jauh dari ku . sedangkan Kelin berdiri di belakang ku dan suster tadi berdiri di samping dokter .


" gejala apa saja yang ibu alami ? " tanya dokter kepada ku dengan lembut


aku pun menjelaskan gejala yang ku alami Beberapa Minggu belakang ini kepada dokter yang ada di hadapan ku dan dokter itu pun tersenyum setelah aku selesai menjelaskan semua gejala yang ku alami.


" kalo begitu , ibu Rona mari berbaring di sini " pinta dokter itu dengan lembut sambil senyuman pada ku


aku pun mengaguk menyetujui ajakannya menuju ranjang pasien yang ada di sudut ruangan yang jaraknya hanya 3 meter dari tempat ku duduk tadi . aku kemudian berbaring dan dokter mulai memeriksa ku . dia mengoleskan sebuah krim di perut ku , setelah dokter itu menyikap sedikit baju yang ku kenangkan . sehingga perut ku tereposh dan ku yakini kirim itu adalah gel . kemudian dilanjutkan dengan sebuah alat yang terhubung dengan komputer . sehingga aku serta orang yang berada dalam ruangan ini dapat melihat apa yang ada di layar komputer .


" selamat ya Bu , ibu memang benar hamil dan sudah memasuki usia kehamilan 4 Minggu . ini adalah janin ibu yang masih sebesar kacang " ujarnya dengan senyuman yang menghiasi wajah ayunya sambilan tangan kanannya menuju dengan jari telunjuk pada tengah layar komputer


aku , mama dan Kelin hanya bisa meneteskan air mata tanpa sadar dan dengan senyuman bahagia kami masih setiap menatap pada layar komputer.


" nak , mama harap kamu akan selalu baik-baik saja dan mama tak akan membiarkan orang lain mengambil mu dari mama . mama harap kau selalu kuat ya nak " ujar ku dalam hati dengan linangan air mata bahagia sambil ke dua tangan ku memeluk erat perut ku yang masih datar


selesai dokter melakukan itu . dokter pun pergi menuju kursinya dan di ikuti oleh mama . sedangkan suster membersihkan sisa gel pada perut ku dan kemudian aku turun dari ranjang . setelah aku merapikan baju ku , dan kini aku di temani Kelin menuju kursi yang di sana sudah ada mama dan juga dokter .


" ini vitamin untuk kesehatan kehamilan ibu , dan bila merasakan sesuatu langsung saja datang kembali kepada saya " ujar dokter setelah aku kembali duduk di kursi sambil memberikan beberapa obat ke arah ku


" baiklah dokter , terima kasih " sahut ku dengan tersenyum kepada


" iya Bu sama-sama , semoga anaknya kayak ibu " jawab yang sedikit bercanda dokter itu


" aamiin " serentak mama dan Kelin sambil tersenyum dan diakhiri sedikit tertawa


" Bu dokter bisa saja " sahut ku yang tersenyum kikuk


setelahnya kami pun keluar . namun , dari ke jauhan sudah terlihat papa , yaitu mertua ku . serta di bersama dengan nenek , bang Raka , dan kak Anjani yang sedang menggendong bayi Zara yang imut .


" siapa yang sakit ma ? " tanya papa yang nampak panik yang terlihat dari wajahnya yang pucat dan napas tak teratur


" gak ada yang sakit pa , emang yang bilang sakit siapa ? " tanya mama balik ke papa


" Kelin , tadi Kelin telpon . di suruh cepat ke rumah sakit " jawab papa setelah bernapas lega


semua mata pun menatap Kelin , sehingga Kelin yang cengir kuda . sedangkan aku dan yang lainnya hanya tersenyum dan sedikit menggelengkan kepala.


" terus Rona ke rumah sakit ngapain ? " tanya bang Raka pada ku dengan tiba-tiba yang tadi hanya diam yang nampak masih khawatir


" Rona hamil bang " jawab ku dengan senyuman


" hamil ! berapa Minggu ? " timpal kak Anjani yang kini berdiri di samping bang Raka


" 4 Minggu kak " jawab ku lagi yang masih tersenyum menghiasi wajah cantik ku


" ok , papa punya ide " kata papa tiba-tiba dengan tersenyum


" ide ? maksudnya papa ? " tanya mama yang merasa bingung


" setuju " seru mama , Kelin , bang Raka dan kak Anjani


" tapi pa ..."


" Uda tidak apa-apa cucu nenek yang cantik , kan hari ini suami kamu ulang tahun dan kamu bisa kasih dia hadiah yang kamu miliki sekarang " ujar nenek dengan lembut yang saat ini berdiri di sebelah kiri ku sambil mengelus kepala ku dengan kasih sayang


aku pun langsung menatap wajah nenek yang sudah keriput serta kacamata putihnya yang bertengger dengan manis di batang hidungnya . aku pun tersenyum mengangguk dan langsung memeluk nenek .


" nenek aku merindukan mu " ujar ku dalam pelukannya dan tanpa sadar air mata ku berlinang dengan deras membasahi pipi ku serta baju yang di kenangkan oleh nenek ku


namun , tiba-tiba perut ku terasa keram . kemudian aku pun meringis , sehingga membuat orang di dekat ku panik dan khawatir.


" auw ...!!! " ucap ku sambil memegang perut ku dengan satu tangan , sedangkan tangan ku yang lain masih berada di pinggang nenek


" kenapa cu ? " nenek


" ada apa nak ? " mama


" dokter , tolong perisah putri saya " papa


" Rona kamu harus hati-hati " bang Raka


setelahnya kesadaran ku buram dan perlahan gelap . di saat aku membuka mata , aku sudah berada di salah satu ruangan yang serba putih . yang kini aku berbaring di ranjang pasien di temani oleh mama , Kelin , nenek dan kak Anjani yang masih menggendong bayi Zara .


" bagaimana sekarang perasaan mu Rona ? " tanya mama dengan wajah yang nampak cemas , yang saat ini berdiri di samping ranjang ku sebelah kiri


" iya , kamu Uda baikan belum . maaf ya , karena nenek . perut kamu jadi keram " ujar nenek yang merasa bersalah yang saat ini duduk pada kursi di samping ranjang ku sebelah kanan


" Rona Uda baikan ko ma dan nenek jangan begitu . ini salah Rona , karena terlalu merindukan nenek " jawab ku dengan tersenyum manis . menyakinkan orang terdekat ku , bila aku tak kenapa-napa


kami para kaum hawa pun berbicara ringan , sampai selang 15 menit Vero datang dengan wajah paniknya dan cemas yang sangat terlihat di wajahnya . aku pun menyambutnya dengan senyuman dan tanpa sadar mata ku berkaca-kaca . namun, aku tetap berbaring .


" kamu kenapa ? " tanya pada ku sambil menggenggam erat tangan ku


" aku ...ha .."


" iya , kamu kenapa ? ma , Kelin ! Rona kenapa ?" tanya Vero memotong perkataan ku dan menatap mama serta juga Kelin bergantian


" kamu harus menjaga Rona selama 8 bulan ini , jika tidak . Rona akan mama bawah pergi " sahut mama


" iya Rona kenapa ? jangan bertele-tele ? " tanya Vero lagi yang mulai nampak frustasi


" kamu gak ingat ini hari apa sayang ? " tanya ku mengubah topik pembicaraan


" hari ? emang apa ? Uda katakan kamu sakit apa? " tanyanya terus menerus


Hahhahahhaha


tiba-tiba mama dan Kelin tertawa melihat sikap frustasi Vero . sehingga membuat aku tak tega , tapi saat aku ingin memberitahu . mama Uda ke duluan memberitahu Vero .


" selamat ulang tahun Vero anak papa dan mama " ujar papa tiba-tiba yang memasuki ruang rawat ku , sambil papa membawa kue yang di tengahnya sudah ada lilin berbentuk angka 28 , yang artinya Vero suami ku sudah berumur 28 tahun


" selamat ulang tahun sayang ku " ucap ku sambil tersenyum kepada Vero , sehingga Vero kembali menatap ku dengan wajah yang terlihat lega . tidak seperti tadi yang nampak frustasi


" sekarang katakan kamu kenapa ? " tanyanya dengan begitu tenang dengan masih tetap menatap wajah ku dan menggenggam erat tangan ku


" Rona saat ini sedang hamil 4 Minggu dan kamu harus bisa menjaga menantu papa . bila menantu papa lecet atau terluka . kamu tau kan apa yang akan papa lakukan ? " ujar papa dengan tersenyum , namun ada penekanan pada setiap kata-kata papa


aku yang mendengar penuturan papa pun merasa sangat haru dan bahagia . karena sejak kecil hanya bang Raka yang menjadi ayah bagi ku dan ibu adalah bibi Meri .


" kita akan punya bayi lagi ? " tanya Vero yang membubarkan lamunan ku


" iya sayang , kita akan memberi Anggita dan Rangga adik " jawab ku dengan tetap tersenyum


tiba-tiba saja Vero memeluk begitu erat dan aku juga membalas pelukannya . namun , aku merasakan tangis harunya . yang membuat ku ikut menangis , sampai akhirnya aku di buat tersipu malu olehnya .


" terima kasih ratu ku , aku mencintaimu " bisiknya di telinga ku dengan lembut , sehingga membuat ku meremang


kemudian Vero kembali berdiri dan tak melepaskan tangannya dari pautan tangan ku . menggenggam tangan ku begitu erat dan aku dapat melihat wajahnya yang tersenyum manis , mungkin karena pipi ku yang masih merah .


" ahhhhh awas aja ya di rumah " batin ku


" selamat ya Vero dan terima kasih sudah memberi ku keponakan lagi " tutur bang Raka dengan tersenyum yang kini berdiri di ujung ranjang ku bersama dengan kak Anjani serta anak yang ia gendong


" Vero tiup lilinnya dong ! ini tangan papa pegal " celutuk papa tiba-tiba


Vero pun kembali menatap papa yang masih memegang kue di ke dua tangannya . kemudian dia perlahan dengan lembut melepaskan pautan tangan ku dengan dia . setelahnya dia mendekat ke dua tangannya seperti bentuk meminta dan aku yakini dia sedang berdoa . karena Vero suami juga menutup matanya , sehingga selang berapa menit matanya terbuka dan langsung meniup lilin yang ada di hadapannya .


setelahnya terucap lah kata-kata syukur dan suara kebahagiaan dengan adanya tawa serta senyuman yang menghiasi setiap wajah orang yang ku sayangi dan ku cintai .


...*Bersambung...


bagaimana ? baper gak ?


kalo aku si baper , seakan itu gue 🥺


ok , sampai jumpa lagi . assalamualaikum*