
langit yang kian gelap kini telah kembali terang . terlihat matahari memancarkan sinarnya di langit biru dan awan putih di atas sana . terlihat seorang wanita duduk bersandar pada kursi besi yang berada di belakang rumahnya . wanita itu menikmati pagi dengan senyuman melihat anak kecil bermain dengan wanita dan pria paru baya .
" non ini susunya ? " ucap seorang wanita yang terlihat berkepala tiga itu memberikan segelas susu dan meletakkannya di meja di sampingnya
" o iya bi , makasih " jawab wanita itu dengan senyuman yang masih terukir indah di wajah cantiknya
" sama-sama , kalo gitu bibi masuk ya non " ujar wanita itu yang di yakini seorang pembantu
" iya bi "
pembantu itu pun pergi menuju dapur , sedang wanita tadi meneguk sedikit susu tersebut . kemudian kembali meletakkan di atas meja dan memakan buah yang sudah terdiam sejak tadi di atas meja besi itu .
" mama ! " panggilnya pada seorang wanita yang asik bermain dengan anak kecil
" iya nak , kenapa ? apa ingin sesuatu ? " tanya wanita , yang di sebut mama itu langsung mendekati wanita yang terduduk diam memanggilnya
" iya ma , Rona ingin makanan so food yang ada di mall mama " jawab wanita yang tak lain adalah Rona , yang duduk terdiam memerhatikan permainan sang orang tua dan anak kecilnya
" o...bentar ya ? mama telpon Vero untuk belikan " kata mama sambil mendekat ponsel di telinga yang tadinya terletak di meja
" eh jangan ma , aku mau ke sana sendiri ! " seru Rona cepat
" tapi nak .... "
" aku gak apa-apa mama , kan ada pengawal yang jagain aku . aku gak bisa ganggu Vero , dia pasti lagi sibuk " ujar Rona memotong dan meyakinkan mamanya
" baiklah , tapi bila ada yang terjadi hubungi mama ya ! " pinta mama dengan lembut kepada Rona yang sudah dia anggap putrinya sendiri
" pasti dong ma ! " seru Rona berbinar bahagia , mama yang Melihat itu hanya tersenyum dan juga cemas . namun , dia mencoba berfikir positif dan yakin bila tidak akan terjadi apa pun
" ya sudah , papa akan hubungi pengawal untuk menjaga kamu dan ingat nak ! hati-hati ! " ujar papa tiba saja bersuara , membuat Rona hanya tersenyum dan mengangguk untuk menanggapi
Rona pun berusaha untuk menuju ke kamar sendiri , karena usia kandungannya ingin memasuki usia 4 bulan . sedangkan mama dan papa menjaga anaknya yang bermain di belakang rumah dan kini Rona sudah selesai mengganti bajunya dengan pakaian santai .
" silahkan Nona ! " seru seorang pria bertubuh tega dengan pakaian jas hitam membuka pintu mobil untuk Rona yang sudah melewati pintu masuk
" terima kasih " sahut Rona dengan sopan serta senyuman karena itu memang sifatnya
Rona pun memasuki mobil silver yang ada di hadapannya , serta dua pria yang duduk di bagian depan yang Rona yakini itu adalah seorang pengawal dan sopir untuknya .
dalam perjalanan menuju mall , Rona hanya menatap ke arah jendela yang kacanya tertutup . di lapisan kaca mobil itu , Rona dapat melihat orang-orang berlalu lalang di pinggir jalan serta ada juga penjualan . Rona merasa iba melihat salah satu penjual martabak di pinggir jalan yang hanya di jual oleh seorang pria paru baya dan terlihat sepi itu . sehingga rasa ngidamnya berganti menjadi martabak dan bukan so food yang berada di mall .
" berhenti ! " seru Rona pada pria yang mengemudi dan tentu saja mobil yang melaju dengan standar itu berhenti perlahan dan hampir melewati penjual martabak .
" ada apa Nona ? apa Nona ingin martabak itu ? " tanya pengawalnya dengan sopan , karena melihat pandangan mata Nonanya
" iya , dan saya ingin makan di tempatnya " ketus Rona pada pengawalnya dan tentu saja pengawalnya langsung turun dari mobil dan juga membuka pintu mobil untuk Nona
Rona pun turun dengan tubuh yang berisi itu dan langsung melangkahkan menuju penjual martabak yang mengguna gerobak dorong dan tak lupa pengawalnya berada di belakang untuk tetap berjaga dengan menggunakan kaca mata hitam dan sebuah benda kecil yang terhubung dengan telpon yang melekat setia di telinganya .
" pak saya mau beli martabak manisnya 2 " ujar Rona pada penjual yang sedang melamun di meja makan dagangannya
" pak ! " seru Rona lagi , tapi kali ini tepat berada di depan penjual itu yang berbatas dengan meja
" eh iya ada apa neng " sahut bapak penjual itu , yang sadar dari lamunannya
" saya beli martabak manisnya 2 pak " kata Rona lagi dengan sopan pada penjual itu
" iya se..Ben..tar ya neng " jawab penjual itu dengan rasa takut yang terlihat di wajahnya , Rona menyadari itu dan dia tebak pasti karena pria di belakangnya
" kamu di mobil saja ! " pinta Rona dengan pelan namun dengan nada memerintah
" tidak bisa Nona , tuan meminta saya untuk selalu ada di dekat Nona " jawab pengawalnya dengan sopan
" ya sudah kamu duduk , jangan membuat orang ke takutan dengan tatapan mu itu ! " ketus Rona lagi pada pengawalnya
Rona pun langsung duduk di kursi plastik yang ada di dekatnya , sedangkan penjual itu sudah sibuk membuat pesanan Rona di gerobaknya . sementara pengawal Rona tetap berdiri memandang sekitar tempat yang membuat Rona semakin kesal . namun , dia membiarkan saja , karena ini keputusan orang yang mencintainya .
" Rona " panggil seorang wanita yang tiba saja mendekati Rona yang duduk diam dengan ponsel di tangannya
Rona yang tadinya sibuk memandang isi ponselnya , kini mengalihkan perhatian pada seorang wanita yang duduk dihadapannya dengan berbatas meja kuning diantara mereka .
" Yanti ! " seru Rona terkejut menatap wanita cantik yang duduk menatapnya dan Rona juga dapat menyimpulkan bila wanita di depannya ini sedang hamil , karena tubuhnya terlihat berisi
" ngapain kamu disini ? " tanya Rona balik dengan nada dinginnya dan menghiraukan pertanyaan Yanti
" aku lagi ngidam " jawab Yanti dengan senyum getir , karena dia tau Rona pasti terkejut melihatnya dan Yanti merasa Rona tidak akan memaafkannya
" siapa ayahnya ? " ucap Rona pelan tanpa menatap wajah Yanti , namun masih bisa didengar oleh Yanti
" Ardi , kamu tak perlu takut . aku hanya ingin memesan martabak dan soal masa lalu aku sungguh minta maaf . jujur saat itu aku khilaf karena cinta , tapi sekarang aku sudah menikah dengan Ardi dan kami berencana ingin pergi ke luar kota dan menetap di sana " ujar Yanti pada Rona , dan tentu saja Rona mendengar itu terkejut dan juga bersyukur bila Yanti tidak akan mencoba menyakitinya lagi , karena Rona dapat melihat dari mata Yanti yang terlihat tulus dan bukan ke bohongan
" aku sudah memaafkan mu sejak lama , dan selamat atas pernikahan dan juga ke hamilan mu " kata Rona dengan wajah datarnya dengan nada dingin tentunya
" benarkah ? kamu tidak ingin membalas ku ? " tanya Yanti dengan tatapan sendu , mungkin karena hormon kehamilan sikap Yanti berubah dengan cepat dan Rona juga menyadari itu
" iya , karena aku tidak seperti pengemis yang hanya karena cinta , harus membahayakan nyawa orang lain " hardik Rona dengan sindiran dan Yanti hanya tersenyum getir mendengar itu serta melihat tatapan mata yang tak bersahabat
" maaf " ucap Yanti yang sudah meneteskan air mata yang dapat di lihat oleh Rona
" jangan seperti itu , aku sudah memaafkan mu ! " seru Rona yang merasa tak nyaman , karena tiba saja Yanti meneteskan air mata . memang benar , Rona sudah memaafkan Yanti . karena Rona juga seorang wanita dan dia tau apa yang di rasakan seorang wanita di saat cintanya menjadi milik orang lain
" maaf , karena diri ku . kau dan Vero hampir berpisah selamanya dan maaf Rona . aku janji jika suatu hari anak kita bertemu , aku akan meminta anak ku selalu menjaga anak mu yang kau kandung dan itu ku lakukan untuk membalas perbuatan yang telah ku lakukan " ujar Yanti dengan air mata yang terus berderai sampai membasahi pipinya
" itu tidak perlu , aku yakin masih banyak orang yang akan menjaga anak ku ini dan ku harap kau selalu bahagia dengan kehidupan yang sudah kau jalani " tutur Rona yang merasa iba terhadap Yanti yang menangis sesenggukan
" aku kan tetap melakukan itu , aku yakin anak ku tidak akan menolak untuk menjaga anak mu . suatu hari nanti mereka pasti akan bertemu dan ku ingin jangan menolaknya " kata Yanti dengan tulus , yang dapat dilihat dari matanya . Rona hanya tersenyum senang melihat ketulusan Yanti
" jika janji yang kau ucapkan bisa membuat mu senang , aku akan menerima janji mu demi anak ku dan ku harap suatu hari anak mu tidak melakukan hal yang sama " Yanti pun hanya bisa menanggapi dengan tersenyum getir mendengar perkataan Rona
" tentu saja aku senang , setidaknya rasa bersalah ku terhadap mu berkurang dan sungguh aku benar-benar minta maaf akan masa yang telah lalu "
" ku harap janji mu adalah hal keberuntungan buat anak ku dan sekarang hapuslah air mata mu dan hilangkan semua beban hati mu . karena ku benar sudah memaafkan mu "
Yanti pun menuruti perkataan Rona , dia langsung menghapus air matanya dengan perlahan mengguna tisu yang berada di atas meja itu . kemudian dia kembali tersenyum menatap Rona yang juga tersenyum matanya. membuat hatinya terasa lega dan tak berat karena beban yang dirinya pikul akibat kejadian masa lalu .
" bisakah kita menjadi teman ? dan bolehkah aku memiliki nomor telepon mu ? agar ku bisa menghubungi mu di saat aku sudah pergi keluar kota " ujar Yanti dengan tulus
" boleh saja , dengan senang hati " jawab Rona dengan sumringah ke pada Yanti
Rona dan Yanti saling bertukar telpon , sampai akhirnya pesanan Rona siap dan terpaksa Rona meninggalkan Yanti yang masih menunggu pesanannya .
" tunggu Ron ! " seru Yanti menghentikan langkah Rona yang menuju mobil serta di temani pengawalnya
" iya , ada apa ? " tanya Rona dengan bingung
Yanti melepaskan sebuah kalung berbandul bulan sabit yang kian tadi melekat di lehernya kini dia langsung berdiri dan langsung mendekati Rona . kemudian memberikan kalung yang ada di tangannya kepada Rona . Rona yang menerima kalung dari Yanti yang berada di tangannya kini .
" ini buat apa ? " tanya Rona polos
" buat anak mu , ini kalung pemberian alm.ayah ku dan aku ingin anak mu menggunakannya . aku yakin , anak mu pasti seorang wanita " ujar Yanti pada Rona dengan senyuman manisnya
" baiklah , tapi apa kamu tidak merasa keberatan . karena ini kan sebuah barang kenangan alm. ayah mu ? "
" aku masih punya banyak , karena aku berharap . anak kita kelak akan menjadi pasangan ! "
" iya sudah , terima kasih . aku pamit , assalamualaikum " ucap Rona yang tak tau harus berkata apa lagi terhadap Yanti yang berdiri di hadapannya
" wa'alaikumsalam "
kini Rona sekarang berada di mobil , setelah dia pamit pergi kepada Yanti .
" sekarang kita pulang " pinta Rona pada pengawalnya yang sudah membukakan pintu mobil untuknya
" baiklah Nona "
Rona langsung masuk dan kemudian mobil pun kembali menyala dan langsung berjalan menuju rumah . sedangkan Yanti menatap haru terhadap mobil yang di tumpangi Rona .
" nak , mama harap kau bisa menjadi pengawal dan selalu menjaga anak yang sedang di kandungnya . dan jika kamu dan anak Rona berjodoh , maka mama akan sangat senang dan mama harap kau tak akan mengecewakan mama nak " gumam Yanti sambil mengelus perutnya yang mulai terlihat berisi dan tentunya Yanti tersenyum membayangkan bila suatu hari anaknya bisa selalu ada untuk berada disisi anak Rona yang belum tau jenis kelaminnya
sementara di mobil Rona hanya tersenyum melihat sebuah kalung bulan di tangannya yang di berikan Yanti terhadapnya untuk anaknya yang sedang di kandungnya .
" nak , mama harap kalian bisa rukun dan saling mengerti dan memahami satu sama lain . semoga suatu hari kebahagiaan mu tak ada yang mengganggu " gumam Rona sambil mengelus perutnya berisi dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya masih terdapat kalung berbandul bulan
...Bersambung...