Rona

Rona
eps . 25 Rona Demam



...jika berjuang adalah cara kita bertahan...


...aku rela bila kita tiada bersama...


...namun , bagaimana dengan buah hati kita ?...


...~Rona Pra Sanjaya~...


...jika yang kau inginkan hanya bersama ku...


...maka aku hanya akan selalu ada untuk mu...


...tapi , jangan pernah hilang dari dekat ku ...


...aku akan selalu berusaha menjaga mu ...


...dan buah hati kita berdua...


...~Vero Arga Pratama~...


...~ending~...


Vero dan rona baru saja selesai melakukan acara ulang tahun ke dua anak mereka . namun , ke bahagian itu hanya sementara . saat di tengah acara , Raka . Abang rona menerima telpon dari rumah sakit di Singapura . mengenai kecelakaan yang menimpa Revan dan sudah sebulan Raka serta Anjani belum kembali . tapi mereka tidak lagi merasa khawatir , karena Raka sudah memberitahu Revan tidak apa-apa . namun , keluarga besar yang baru merayakan ulang tahun si kecil selama sebulan yang lalu . harus mendengar kabar bahagia dan juga kabar mengejutkan . tentang Revan yang harus menuruti persyaratan dari papa Adis .


ke tiga keluarga , sudah tau siapa Adis . Adis adalah wanita yang di cintai Revan , karena Raka mau pun Anjani sudah menjelaskan melalui telepon . tentang hubungan Adis dan Revan .


" bagaimana menurut mu sayang ? apa kita bantu saja Revan ? " tanya Rona kepada sang suami yang berbaring telentang disampingnya


" emm ok , aku akan bantu . aku ada usaha kafe di Singapura , tapi belum tuntas sepenuhnya " jelas Vero menjawab pertanyaan istri tercinta


" belum tuntas ? maksudnya ? " tanya rona dengan dahi berkerut , bingung


" iya , belum tuntas . gini Lo , itu kafe . dekorasinya belum lengkap , barang-barangnya belum ada dan partner juga belum ada , serta pelayanan . pokoknya belum gitu de belum tuntas , ngertikan " jelas Vero panjang lebar menatap istrinya yang cengo


rona yang sedang mencerna penjelasan Vero hanya diam dan membuat Vero gemas dengan ekspresi wajah istri tercintanya .


" ngertikan ? " tanya Vero lagi sambil memainkan dua bola empu rona , seketika rona langsung sadar dan mendengus kesal menatap wajah suaminya yang tersenyum smirk


" ih , jangan gini dong . aku lagi serius ni , mikirin adik aku " celutuk rona yang merasa kesal dengan ulah Vero , sambilan rona menahan gairah yang sudah merasakan darahnya berdesir


" iya in aja de , biar senang " ujar Vero yang terus melanjutkan aksinya , sambil menikmati Wajah Rona yang memerah dan mata yang sudah sayu karena menahan gairah


" sayangggggg sudahhhhh heeennnnntikan , aaaaaaaku seriusssss " racau rona


" benarini ? berhenti ? " tanya Vero yang mulai kesal , setelah memberhentikan aksinya mengerayangi tubuh rona


Rona yang kini sudah terbawah permainan Vero , tidak dapat berpikir jernih .


" lanjutkan " ujar rona dengan mata sayu dan nafas yang tak teratur " lanjutkan sayang " kata rona lagi sambil mengulas senyum menatap Vero di atas tubuhnya


" as wish you honey "


Vero pun melanjutkan aksi dengan lembut , untuk menambah gairah pada tubuh Rona . Vero memberikan Rona kenikmatan , sehingga tubuh Rona bergelora dengan hebat . rona terus menekan kepala Vero pada tubuhnya , seakan meminta lebih .


" aaaaahhahhhhhhh terussssss jaaaaangaaaa berrrrrheeennntiiii " racau Rona


Vero pun menuruti perkataan Rona dan menikmatinya . sehingga jam menunjukkan jam 02 : 35 wib mereka berdua mengerang nikmat bersamaan, karena sudah mencapai pelepasan


Rona yang sudah bertempur dengan Vero di ranjang yang cukup lama pun sangat merasa lelah , hingga dia pun tertidur . sedangkan Vero mengecup sekilas kening dan bibir Rona lama , sampai akhirnya menyusul Rona memasuki alam mimpi .


saat ini mereka berada di rumah mereka , Rangga dan Anggita berada di kamar yang sama dengan mereka . namun , ke dua anak mereka sudah tidur . di tempat ranjang khusus untuk bayi .


*jalan sepi dan sunyi . seorang wanita melangkahkan kakinya secara perlahan menjelajahi hujan yang sepi melewati tiap pohon yang ada , sehingga dia mendengar suara memanggil namanya .


" Rona " teriakan itu membuat wanita itu mencari sumber suara yang terus bergema di seluruh arah , sehingga dia merasa bingung melangkah dan berlari kemana . seakan dia tersesat di hutan yang sedikit gelap itu


wanita yang adalah Rona itu , berusaha mencari suara yang memanggil namanya tadi . namun , tiba-tiba dari belakangnya . di sebuah pohon , tertempel foto pernikahannya dengan Vero , yang tertusuk oleh paku dan aliran darah dari pohon itu . sehingga mengenai foto pernikahannya dan itu membuat Rona merasa ketakutan . sampai akhirnya meneteskan air mata dan keringat di sekujur wajahnya .


rona pun perlahan melihat ke atas , dimana foto pada pohon itu tertempel oleh paku . dengan perlahan Rona mengakat kepalanya melihat ke atas dan seketika tubuh Rona jatuh pada tanah bertumpu pada lutut , dengan Rona yang masih menatap ke atas .


sebuah mata yang tertutup rapat , wajah yang pucat dan tubuh yang terikat . sehingga terlihat kaku , seperti di beku . dengan warna merah cair di seluruh tubuhnya yang tergantung oleh tali pada pohon yang berjarak 5 meter dari atas kepalanya .


Rona yang melihat tubuh yang penuh dengan warna merah itu pun , memecahkan tangisnya setelah menyadari siapa itu.


" Vero "


" Anggita "


" Rangga "


teriak Rona dengan sangat keras dan terus menangis . Rona yang terus menatap ke atas hanya bisa menangisi dan berteriak-teriak . hingga terdengar suara yang familiar di belakangnya .


" bagaimana dengan hadiahnya " kata seorang lelaki sambil tersenyum dengan menyeramkan


" ini hadiah untuk mu Rona dari ku , ahahhahh " ujar seorang wanita sambil tertawa keras


rona pun bangun dengan tubuh yang lemas karena terus menangis dan berteriak . Rona langsung membalikkan tubuhnya menghadang ke belakang , melihat siapa yang sedang menertawakan dan berkata padanya .


" Ardi "


" Yanti "


" kalian "


ucap rona dengan suara seraknya . namun , masih bisa di dengar oleh ke dua orang yang kini ada di hadapannya .


" iya , ini kami . bagaimana kamu suka dengan hadiah dari kami berdua " sarkas Yanti dengan mata melotot menatap Rona yang masih menangis segu-segukan


" maaf ya , wanita pujaan ku . ups , wanita sampah . aku lebih suka bila kau menderita " ujar Ardi lembut dan di akhiri dengan suara keras membentak Rona


Rona tidak tau harus berkata apa , selain hanya menangisi orang yang sangat dia cintai dan dia sayangi melebihi dirinya sendiri .


" kenapa " hanya kata itu yang bisa Rona ucapkan menatap ke dua orang yang ada di depannya dengan tubuh yang masih lemas


" kenapa kamu bilang ? he , kamu sangat bahagia memiliki keluarga yang lengkap . sedangkan aku , hanya yatim piatu dan hanya memiliki Vero di dekat ku . tapi ku mengambilnya , tapi sekarang aku membenci Vero dan dengan tangan ku lah . aku membunuh Vero dan itu membuat aku sangat senang " ujar Yanti kepada Rona dan diakhiri dengan tawa yang sangat menyeramkan menurut Rona


" dan aku , aku sejak dulu menyukai mu sampai pada akhirnya aku mencintaimu . tapi rasa yang dulu kini menjadi , rasa dendam ku pada mu Rona . tau kenapa , ah ? karena kamu tega memiliki dia dari pada aku " kata Ardi menunjuk Vero dan dirinya bergantian " sedangkan aku , sudah lama ada untuk mu . tapi ku Mala menjauh dan memilih dia di dekat mu . dasar wanita sampah " lanjut Ardi menatap Rona dengan mata memerah


" bila kali..an membenci ku . maka bunuh aku , jangan mereka . tapi kalian dengan kejamnya membunuh orang yang sangat ku cintai " ujar Rona menatap kedua orang itu dengan tajam


" kami memang sengaja membunuh orang terdekat mu , agar kau semakin menderita " kata Yanti mendekat pada Rona


" dan aku sangat senang melihat kau menderita , karena kau sudah merasakan 10 lipat dari yang ku rasakan . selama diri ku berada di penjara " sarkas Ardi menyudutkan Rona dan menatapnya dengan tajam


selesai Yanti dan Ardi mengatakan itu , mereka pun pergi menuju Utara meninggalkan Rona yang diam mematung dan yang hanya menangis . Rona hanya menangis dengan keras , setelah kembali menatap orang tercintanya tergantung dengan tali pada pohon .


" Vero "


" Anggita "


" Rangga "


" maafin aku , maafin mama yang tidak bisa menjaga kalian "


rona terus menangis , sampai akhirnya rona terbangun dari alam mimpi . karena suara Vero yang membangunkannya , di karena sudah siang* .


" Rona " panggil Vero berulangkali sambil mencoba menepuk pipi Rona dengan sedikit keras . karena Rona berulang kali memanggil namanya dan juga ke dua anaknya .


karena ulah Vero , Rona pun terbangun dengan penuh keringat dan langsung memeluk Vero dengan erat serta menelusupkan kepalanya pada dada bidang Vero . Vero yang mendapati tingkah Rona yang bangun dengan tubuh yang masih polos akibat tempur di ranjang tadi malam dengannya hanya bila pasrah memeluk Rona dalam dekapannya , menyadari bila Rona sedang demam . Vero menyadari Rona demam karena Vero memegang ke dua pipi dan kening Rona yang sangat panas .


" kamu mimpi buruk apa hemm ? " tanya Vero yang membalas pelukan Rona yang terlihat ketakutan dan membuat Vero merasa khawatir


" mimpi buruk apa yang membuat Rona yang segitu takutnya " batin Vero yang masih memeluk Rona


Rona yang tidak mau melepaskan pelukannya dari Vero pun membuat Vero pasrah dan memhembuskan napas . sehingga Vero membawa Rona menunjuk kamar mandi dengan digendong tampak helaian benang , untuk membersihkan tubuh rona dengan kain basah di kamar mandi . Vero pun mendudukkan Rona pada bak yang sudah berisi air yang dia buat tadi , pas selesai Vero mandi saat subuh .


Vero sengaja tak membangunkan Rona untuk shalat subuh , karena melihat Rona sangat lelah karena bertempur dengannya di ranjang . karena Rona saat ini sedang demam tinggi , Vero hanya mengelat tubuh Rona dengan kain basah dengan lembut sesudahnya Vero mengambil baju Rona pada lemari dengan masih menggendong Rona seperti bayi dengan berselimut handuk dan itu membuat Vero ke sulitan beraktivitas . kemudian Vero memakaikan baju Rona di ranjang . karena Rona tidak mau di lepas sama sekali , seakan tak ingin di tinggal pergi .


Vero dengan sabar menghadapi Rona yang seperti bayi , yang hanya ingin di gendong atau pun di peluk . seperti saat ini , Vero ingin mengambil hpnya yang tercasger di nakas pada samping ranjang dan saat Vero berusaha meraihnya . dia langsung menghubungi dokter keluarganya , untuk datang ke rumah . agar dapat memeriksakan keadaan Rona yang cukup demam tinggi .


Vero juga menghubungi mamanya untuk datang ke rumah , agar dapat menjaga anaknya sebentar dan Vero sudah memberi tahu mamanya soal ke adaan Rona .


selang berapa waktu mama Vero pun datang , mau gak mau . Vero tetap harus menggendong Rona menuju kebawah untuk membuka pintu .


" assalamualaikum " ucap mama Vero memasuki rumah


" wa'alaikumsalam ma " jawab Vero


" bagaimana sekarang keadaan Rona ? " tanya mama Vero kepada Vero setelah menutup pintu


" masih sama ma , teman tinggi "


saat mama Vero ingin bertanya lagi , suara bel pintu berbunyi dan mengurumkan niatnya untuk bertanya lagi pada Vero .


" ma tolong buka pintunya . Vero mau ke kamar " ujar Vero sambil menaiki tangga


mama Vero menuruti dengan tersenyum melihat anak laki-lakinya yang bersikap dingin , begitu memanjakan menantunya . saat mama Vero membuka pintu , ternyata itu adalah dokter keluarga Mereka yang berumur sekitar 40an dan sudah memiliki rambut putih pada kepalanya yang terlihat pendek dan juga rapi . mama Vero langsung meminta dokter itu menuju ke atas , menuju ke kamar Rona dan Vero .


sampainya di sana Rona sudah berbaring dengan mata terbuka menatap langit kamar dan Vero hanya merasa cemas dan khawatir yang terlihat di wajahnya . yang saat ini Vero duduk di kanan Rona sambil mengelus rambut Rona dengan lembut dan menatap wajah Rona .


" Vero , ini dokternya " ujar mama Vero menyadarkan Vero yang terus menatap Rona


" i..ya dokter , silahkan " kata Vero bangkit dari samping Rona


dokter itu langsung memeriksa Rona dengan sangat halus . setelah selesai , dokter keluarga Vero langsung menatap Vero serta mamanya .


" bagaimana ke adaan Rona dok " tanya Vero dengan sangat khawatir


" istri nak Vero hanya butuh istirahat dan dia banyak pikiran hingga menyebabkan stres dan demam . jadi saya akan berikan obat ini dan kamu harus berikan obat ini setelah kamu beli . melalui hal yang sudah saya catat dalam kertas ini " jelas dokter keluarga Vero , sambil menulis di note books kecil dan langsung memberikan Vero secarik kertas dari robekan note books itu pada Vero


" terima kasih dokter " ujar Vero sopan sambil mengambil secarik kertas dari dokter


" kalo gitu saya permisi , bila nak Rona belum sembuh dan suhu tubuhnya makin panas . kamu bisa bawah ke rumah sakit atau hubungi saya lagi " kata dokter itu lagi kepada Vero sambil memegang pundak Vero


" iya dokter , sekali lagi makasih dan mari saya antar kan " ucap mama Vero kepada ke dokter


" aku aja yang antar ma , mama disini saja jagain Rona dan anak-anak . aku biar sekalian beli obat Rona " ujar Vero


namun saat Vero ingin menjauh dari ranjang menuju pintu , Rona langsung menghentikan Vero yang ingin pergi .


" Vero di sini aja "


Vero yang baru ini mendengar Rona membuka mulutnya pun sedikit lega . karena sejak tadi Rona hanya diam dan tidak bersuara sama sekali . hanya mata yang terbuka lebar dan sekali-kali meneteskan air matanya . mama Vero dan dokter yang mendengar itu hanya tersenyum dan sedikit menggelengkan kepala . mereka berdua memaklumi sikap Rona di karenakan sakit . namun , mereka salah . bukan karena sakit Rona begitu , tapi karena mimpi yang membuat Rona tidak ingin Vero jauh darinya .


" iya sudah mama saja yang ngantar dokternya dan membeli obatnya " ujar mama Vero kepada Vero dengan senyuman


" tak usah mama yang beli obatnya , nanti aku suruh asisten ku aja " kata Vero


dokter pun pamit tanpa di antar keluar , sedangkan Vero langsung menghubungi asisten pribadinya untuk membeli obat di rumah sakit dan mama Vero sibuk menjaga ke dua anak Rona dan Vero .


" mama panggil Kelin kesini aja ya Ver ? " pinta mama Vero kepada Vero


" iya sudah , terserah mama aja de . atau bawah aja dulu Rangga dan Anggita ke rumah mama "


Rona yang mendengar itu , langsung menghentikan penuturan Vero yang duduk di sampingnya .


" jangan ma , biar saja Rangga dan Anggita disini " pinta Rona yang seketika bangkit dari dia berbaring tadi dengan mata yang masih terbuka lebar dan masih meneteskan air mata


" kenapa " tanya Vero yang mulai bingung dengan tingkah Rona yang membuat Vero sangat khawatir . karena Vero sangat mengenal Rona , bila Rona sudah bermimpi buruk . pasti hal seperti sekarang ini akan terjadi , namun Rona tetap tak ingin bercerita . hanya diam membisu dan meneteskan air mata sekali-kali


" aku takut " hanya dua kata itu Rona bisa ucapkan , yang seakan kerongkongannya seperti tercegat dan lidahnya terasa berat


" takut ? apa ? " tanya Vero lagi dengan masih menatap Rona dan berharap Rona mau menjawab . namun , nihil Rona kembali diam membisu .


mama yang melihat itu serta mendengar itu hanya bisa diam . namun , juga khawatir dengan kondisi Rona . karena dia tidak ingin ikut campur masalah atau apa pun yang bersangkutan dengan rumah tangga anaknya. sedangkan Vero hanya memhembuskan nafas pasrah melihat Rona yang hanya diam dengan tubuh yang lemas .


" apa karena ini ulah ku semalam , atau karena masalah Revan . dan atau mungkin jugaaaa ? " batin Vero bertanya-tanya sambil menatap Rona yang berbaring di kirinya


Vero pun kembali menatap mamanya yang ada di dekat jendela , duduk pada sofa yang sambil menjaga ke dua anaknya .


" mama nginap sini aja ya ? untuk jagain Rangga dan Anggita ? " tanya Vero meminta persetujuan mamanya


" ya sudah , nanti mama akan hubungi papa dan kami akan tidur di kamar bawah saja " jawab mama Vero menatap Vero dengan tersenyum


malam pun tiba-tiba , obat rona sudah di antar oleh asisten Vero jam 15 : 10 wib sore tadi . Vero memesan makanan dari online untuk makan siang dan makan malam . sedangkan mamanya sudah menghubungi papanya untuk membawa beberapa baju dan akan menginap di rumah Vero . awalnya papa Vero terkejut , karena mama Vero meminta menginap di rumah Vero . tapi setelah mengetahui alasannya , papa Vero yang cengir kuda mendengar cerita mama Vero dengan sikap Rona yang di karenakan sakit .


kini sekarang mama dan papa Vero sibuk memindahkan ranjang si kecil di kamar bawah . di bantu oleh Vero dan awalnya Rona tak ingin Vero menjauh darinya . namun , di karenakan Vero membujuk Rona dengan lembut dengan mengatakan yang sejujurnya . yang dirinya ingin membantu Papa dan mamanya memindahkan si kecil dan akhirnya Rona mengizinkan.


tapi setelah selesai Vero memindahkan semua peralatan si kecil , bayi mungil mereka . Rona tiba-tiba sudah menerkam Vero , saat Vero sudah kembali ke kamar dan mandi serta memakai baju tidurnya . kemudian tidur disisi rona dan untungnya Vero memang sengaja mengunci pintu kamar serta kamar mereka yang kedap suara .


sehingga pertempuran di ranjang terulang lagi , yang di mulai Rona dengan sangat agresif .


" cintai aku sayang " ujar Rona di atas tubuh Vero yang sedang aktif menggoyang pinggulnya


Vero yang mendengar itu membalikkan tubuhnya dengan lembut , sehingga Rona kini berada di bawah Vero .


" sayangggg jangannnnn pernahhhhh tinggalkan aku " racau rona dengan air mata yang keluar dari sudut matanya


" aku tidak akan meninggalkan mu sayang ku " kata Vero di tengah aksinya . namun , seketika Vero menghentikan aksinya . saat dia menyadari air mata keluar dari sudut mata Rona


saat Vero menghentikan aktivitas di atas tubuh Rona sambil menatap wajah Rona . itu membuat Rona sedikit terkejut , tanpa pikir panjang Rona menidurkan tubuh Vero . sehingga kini Vero di tindih oleh Rona dan Rona langsung memberikan kenikmatan pada Vero . sehingga membuat Vero panas dingin dan membuat Vero meminta lebih . Rona yang berhasil memancing gairah Vero menghentikan aktivitas pada tubuh Vero yang dia permainkan tadi . Vero yang merasakan Rona berhenti dan tersenyum padanya . membuat Vero kesal dan kembali menindih Rona dengan lembut perlahan menjadi buas .


Rona yang sudah berulang kali mencapai pelepasan , meminta Vero berhenti . namun , Vero gak mau , karena dia belum mencapai pelepasan .


" Vero sudahhhhh akuuuuuuu capeeeehhhhh " racau Rona


" bentar lagi sayang " ujar Vero


Vero terus aktif dan Rona hanya berusaha menyibangi permainan Vero yang sudah membuatnya merasakan sangat lelah . tapi memang ini yang Rona inginkan , di tengah aksi Vero yang kini terus menatap wajah Rona yang seketika tersenyum manis . membuat Vero juga tersenyum senang , sehingga selang setengah jam . Rona dan Vero mengeram kenikmatan bersamaan .


" puas " kata Rona menatap wajah Vero


" kurang " ujar Vero dan kembali membungkam mulut Rona dengan mulutnya


Vero dan Rona kini hanya aduh mulut . sehingga akhirnya mereka terlelap tidur sambil berpelukan , setelah merebut oksigen yang menipis di pernapasan mereka .


5 kemudian Rona membuka matanya , yang ternyata belum tertidur total dalam pelukan Vero . dia mencium sekilas setiap inci wajah Vero dan kemudian dengan mengeluarkan air matanya menatap wajah Vero berjarak dua jengkal .


" ku harap kita selalu bersama , bila pun kau pergi . aku akan ikut kemana pun pergi , cukup sampai hanya menjadi mimpi . aku tidak ingin mimpi itu menjadi nyata dan aku akan selalu ada disisi mu . walau nantinya maut ingin menjemput kau dan aku . aku rela , tapi bagaimana dengan buah hati kecil kita . aku juga tak ingin kehilangan mereka berdua , aku hanya bisa berdoa dan mimpi ku itu tidak akan menjadi nyata , apa bila jadi nyata . aku tidak punya pilihan lain selain membalaskannya dan setelah itu aku akan menyusul kalian nantinya ke alam Bangka . bila ? , ahahaha " kata rona panjang lebar dan di akhiri dengan tertawa ringan dalam air mata yang masih berlinang dari matanya menatap wajah Vero


sebelum Rona benar-benar terlelap tidur , dia mengeratkan pelukannya dengan Vero . kemudian kini Vero yang terbangun yang juga tadi belum benar-benar tidur menatap wajah Rona sambil tersenyum . karena Vero sangat mengenal Rona dan Vero langsung mencium kening Rona sekilas , kemudian bibir Rona dan di balas oleh Rona . Vero yang tau itu membuka matanya dan ternyata Rona menutup matanya . Vero hanya menikmati dan kembali menutup matanya dan membiarkan Rona membalas adu mulutnya dengannya .


" pasti berhubungan dengan Ardi dan Yanti . tenang saja dan jangan khawatir ratu ku , aku akan berusaha menjaga kalian dan ku juga akan menjaga diri ku untuk ke bahagia mu dan keluarga kecil kita " batin Vero di tengah aksinya , yang beradu mulut dengan Rona


sehingga kini , mereka berdua benar-benar terlelap tidur . setelah Vero melepaskan pautan mulutnya dengan Rona dan berusaha mengambil napas .mereka pun tertidur lelap tanpa ada mimpi , hanya ke tenang dalam hati dan jiwa mereka . setelah menjalani panas yang penuh gelora dan gairah di malam ini .


...*Bersambung...


sampai seni dulu gys😅


see you , assalamualaikum*