Rona

Rona
eps . 17 Keyakinan Rona



...kau berjanji...


...tapi tidak bisa kau tepati...


...gelisah dan resah hati ku...


...melihat diri mu yang kembali seperti dulu...


...tak berdaya , membisu...


...dan hanya aku yang berkeyakinan...


...untuk kesembuhan mu...


...aku merindukan diri mu raja ku...


...~Rona Pra Sanjaya~...


...~sad ending rona~...


" Vero kamu jangan tidur terus dong , kamu harus bangun "


" lihat ni , perut ku sudah membesar . apa kamu enggak mau membantu melahirkan anak kita "


" aku gak tau apa jenis kelamin bayi kita "


" menurut kamu bayi kita akan seperti siapa bila di berjenis laki-laki atau perempuan "


" kalo menurut aku , anak kita pasti laki-laki dan kalo dia laki-laki pasti dia akan seperti kamu . tapi kalo dia seperti aku , mungkin dia akan seperti aku "


" Vero respons aku dong , masa aku terus yang berbicara "


rona terus berbicara , karena dokter menyarankan untuk memberi kabar baik kepada Vero . karena Vero masih bisa mendengar , walau pun kemungkinan untuk selamat dari koma itu sangat kecil .


rona pun akhirnya diam . dia tidak tau harus mengatakan apa lagi sampai akhirnya temannya datang bersama mertuanya dan keluarganya .


" assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam " Jawab rona tersenyum palsu yang di paksakan


" gimana kabar kamu rona dan cucu mama " tanya mama Vero yang berdiri didekat rona


" Alhamdulillah ma , rona dan Dede baik aja "


jawab rona tersenyum


" Vero cepat bangun nak , kamu Uda 5 bulan belum bangun dan istri kamu bentar lagi mau lahiran " pinta papa Vero


" woi Lo gimana ni , masih tidur aja . gue Bantar lagi nikah " saut Evan di ujung ranjang Vero


" gue juga " timpal Jeki


" masa ? Lo kan masih es batu , dingin dan keras " ucap Roky belakang Evan


" masalah " ucap Jeki santai


" Uda Evan diami aja , namanya juga es batu " sunggut Roky acuh kepada Jeki


" kalo kalian diami gue awas aja , gue kasih harimau Sumatera Lo yang ada di taman hewan" gerutu Jeki merasa kesal


" makanya jangan jadi es batu , ngomong aja harus di singkat Sagala " bawel Elsa di sisi kiri rona menatap Jeki


" Elsa Lo yakin mau nikah , sama es batu " tanya Nura sambil tersenyum menatap Elsa di sampingnya


" iya pastilah Nura , mau gimana lagi namanya juga cinta iya kan El " jawab Serly menggoda Elsa dan Elsa Mala diem


" Uda jangan ribut , kalo mau nikah pergi ke pelaminan dan jangan kesini " pinta Revan yang merasa kesal


" iri bilang bos " serentak Jeki dan Evan


" makanya cari pacar " kata rona menatap Revan disamping Raka


" nyariin lah , tapi seperti Nura " pinta Revan menatap rona dengan senyuman


" cari sendiri " sergak Evan cepat


" lagian kenapa harus kayak Nura " tanya Elsa yang kembali berbicara


" Nura kan cantik , manis dan bisa bela diri " jawab Revan menatap Nura


" mata Lo bos " bentak Evan menatap Revan


" gimana tu Nura ? o iya . Nura kamu punya adik kan yang mungkin usianya hampir sama dengan Revan " tanya Serly menatap Nura


" ada ko , emang Revan mau " tanya Nura menatap Evan


" lihat dulu lah , sama gak kayak Nura yang cantik , manis dan bisa bela diri " jawab Revan tersenyum manis menatap Nura


" mata Lo , gue congkel nanti " kata Evan yang cemburu


" ko marah si Evan " tanya Jeki


" menurut Lo "


" Uda diam , ko jadi ribut si . kamu lagi Revan Mala ganggu orang yang baru kasmaran " kata Anjani tersenyum sambil menggendong bayi


" kak Anjani kapan lahiran " tanya rona , Elsa , Nura dan Serly kompak


mendengar itu semua pun tertawa , sedangkan rona dan ke 3 temannya hanya tersenyum kikuk


" maaf ya kak , rona gak tau . karena Vero si , tidurnya kelamaan " kesal rona


" namanya siapa kak " tanya Elsa tersenyum menatap Anjani


" Zara putri Sanjaya " jawab Anjani tersenyum


" cantiknya , kayak aku kan . Roky kapan kita punya anak " kata Serly lebay dan kemudian menatap Roky


semua yang ada di ruangan itu pun tertawa , kecuali rona , Vero dan Serly serta Roky yang merasa malu .


" nanti " jawab Roky singkat


" benarkah " seru Serly Dengan mata berbinar


" Serly Lo pengen punya anak kan " tanya Nura tersenyum jail menatap Serly


" jelas dong mau , gak lihat tu . anaknya imut , cute banget " jawab Serly dengan senyuman


" pergi bulan madu " ucap Nura dan Elsa


mendengar itu senyuman Serly menipis , diganti dengan perasaan malu . sedangkan rona kembali sedih .


" pertama kali nikah kita belum buat acara resepsi pernikahan dan kita juga belum bulan madu . Vero apa kau mengerti isi hati ku ? " dalam hati rona menatap wajah dan menggenggam tangan Vero


" Vero aku punya rahasia yang aku simpang Lo , di karenakan ini malam dan hujan . aku punya beberapa rahasia yang tidak akan kamu duga " kata rona menatap Vero tersenyum malu


" kamu ingat gak , saat kamu mandi hujan malam itu dan kemudian kamu pingsan saat melihat ku di belakang mu "


" malam itu yang mengganti baju mu adalah aku dengan lampu mati . ya walau pun saat itu aku masih lupa ingatan , tapi entah mengapa aku sudah memiliki rasa terhadap yang terasa beda"


" terus saat aku pingsan karena hujan malam itu , aku sebenarnya sudah sadar disaat kamu meletakan ku di ranjang "


" aku ingat waktu itu kamu melepas helaian baju Dengan lampu padam dan aku biarkan saja . karena bagi ku kita impas dan lagian kita juga sudah menikah dan saat itu juga aku sudah mengingat mu "


" kamu itu aneh atau unik si ? dalam satu waktu kamu bisa merubah ekspresi wajah . apa itu memang karena aku ? atau itu sudah jadi sifat mu "


" Vero aku nunggu jawaban mu , bangun dong . kalo kamu gak bangun aku tidur aja ni ya "


" selamat malam raja ku "


rona pun merasa lelah dan dia pun tidur di ranjang yang disamping kiri Vero . karena rona gak ingin pisah dari Vero , yang dia inginkan mengetahui perkembangan kesehatan Vero .


setelah lama rona berbicara , dia pun akhirnya tertidur menyamping menghadap Vero dan tanpa melihat Vero sudah tersenyum dan perlahan Vero mengerakkan tangannya untuk menyentuh rona . namun tetap juga gak bisa dan akhirnya Vero meneteskan air mata di sudut matanya .


hari esok pun tiba dengan perasaan yang sama yaitu hampa . itu menurut rona , hampa dikarenakan Vero belum membuka mata . sampai akhirnya rona merasakan sakit di perutnya dan untungnya Raka dan Revan tidak pulang semalam . mereka tidur di luar dan karena itu mereka tidak tau rona sedangkan menahan sakit .


" au sakit " pekik rona memegangi perutnya


rona pun mencoba menekan tombol alarm yang ada di nakas , saat dia berhasil menekan . suster dan dokter pun dengan panik memasuki ruangan Vero .


" dokter tolong " pinta rona menahan sakit


" suster bawa rona ke persalinan " kata dokter kepada suster saat sudah memasuki ruangan


" tidak dokter , aku mau melahirkan di samping suami ku " ucap rona


" dokter turuti saja kemauannya , karena air ketuban sudah pecah " saut suster saat melihat ranjang rona yang basah karena air ketuban


" ya sudah siapkan semua peralatan medis untuk persalinan , cepat " tegas dokter wanita


selang berapa waktu peralatan pun selesai . kemudian rona pun mulai mengikuti ajuan dokter yang membantu melahirkan .


" tarik nafas setelah itu dorong ya Bu " pinta dokter menatap rona dan area sensitif rona bergantian


" ah ! " teriak rona keras sambil berpegangan tangan Vero yang ada disampingnya


rona terus menarik nafas dalam-dalam kemudian membuangnya perlahan melalui mulut dan mendorong tekanan pada perut dengan di bantu suster yang ikut mendorong perut rona .


rona terus berpegangan pada tangan Vero , berharap rona Vero akan bangun dan membantu rona untuk melahirkan.


" Vero bangun "


" Vero "


rona tiada hentinya menyebutkan nama Vero , tetapi Vero tidak juga merespon dan hanya air mata yang Vero tunjukan . rona yang melihat air mata keluar dari sudut mata Vero pun , dia juga ikut menangis . karena rona mengerti perasaan hati Vero yang tidak bisa berdiri disampingnya .


" ooowee ! " teriak bayi pertama


" cepat BU , satu lagi " pinta dokter


rona pun mendorong tekanan pada perutnya lagi hingga akhirnya anak ke dua pun lahir .


" selamat ya buk , ibu melahirkan 2 jenis kelamin kembar . anak pertama ibu laki-laki dan perempuan yang ke-2 " setelah dokter berkata begitu tiba-tiba Vero meremas tangan rona


rona merasa sangat terkejut dan juga bahagia . bahagia karena Vero kembali sadar dari komanya , sedangkan suster pergi memanggil dokter yang khusus merawat Vero .


hari ini adalah hari yang sangat rona idam kan , rona sangat merasa bahagia . karena seorang yang sangat dia cintai kembali padanya .


" selamat ya Bu , suami ibu sudah melewati masa komanya . tapi suami ibu masih harus dirawat di rumah sakit ini . agar kamu mengetahui perkembangan selanjutnya " jelas dokter pria yang merawat Vero


" baiklah dokter terima kasih " ucap rona dengan senyuman dan air mata


dokter dan suster pun pergi meninggalkan ruangan rona dan Vero . kini semua keluarga dan teman rona maupun Vero masuk keruangan dengan senyuman dan bahagia .


" dimana cucu nenek " tanya mama Vero menatap rona dan cucunya


" uuu ganteng kayak kakek " ucap papa Vero menggendong bayi laki yang ada di kiri rona


" yang ini cantik pa , halo cucu nenek yang cantik " kata mama Vero menggendong bayi perempuan yang ada di kanan rona


" kalian Uda pilih nama belum " tanya Raka menatap Vero dan rona bergantian


" Uda bang , tapi aku mau azani dulu " jawab Vero yang masih berbaring lemah


Vero pun mengazani bayinya yang laki-laki kemudian yang perempuan . rona yang mendengar suaranya Vero yang begitu merdu pun sungguh merasa bahagia .


" terima kasih ya Allah kau sudah memberikan ku kebahagiaan yang berlimpah , dan ku harap kau tidak akan mengambilnya " dalam hati rona menatap langit kamar


" rona " panggil Vero sambil memegang tangan dan menatap wajah rona


" iya Vero " saut rona tersenyum bahagia dan meneteskan air mata menatap Vero


" maaf aku terlambat " ucap Vero meneteskan air mata


" gapapa Vero , tapi ingat jangan di ulangi lagi " pinta rona


" terima kasih " ucap Vero lagi


rona hanya tersenyum perlahan Pandangan rona menghitam dan dia pun pingsan .


Raka yang melihat rona pingsan pun panik , dan pergi keluar memanggil dokter . sedangkan temannya rona dan keluarga rona merasa terkejut . padahal tadi mereka sangat bahagia dan kini diganti dengan perasaan sedih .


" ada apa dengan adik saya dokter " tanya Raka menatap dokter setelah memeriksa rona


" tenang , ini di karenakan efek dari melahirkan . Bu rona merasa lelah dan dia butuh istirahat total " jelas dokter wanita tersebut


" baiklah dokter terima kasih " ucap mama Vero menatap dokter sambil menggendong bayi


" kalo gitu saya permisi , assalamualaikum " kata dokter dengan senyuman


" wa'alaikumsalam "


dokter pun pergi dari ruangan rona dan Vero . sedangkan temannya rona masih bermain dengan si bayi di saat mengetahui keadaan rona yang tidak apa-apa .


saat menjelang malam semua pun pulang , kecuali Raka dan Raka tidur di sofa . sedangkan rona , Vero mau pun si bayi tertidur di kamar rawat ruangan VVIP Vero .


...Bersambung...


sampai sini dulu ya teman2


karena bentar lagi ceritanya akan tamat


tapi jika kalian ingin lanjut , aku akan usaha untuk mengarang cerita selanjutnya


ok sampai ke temu di eps selanjutnya