Rona

Rona
eps .22 Resepsi Pernikahan



waktu begitu cepat berlalu , hingga hari yang penuh tawa dengan senyuman dalam kebahagiaan telah tiba di hari yang begitu indah dan meriah . begitu banyak orang yang hadir di acara pagi hingga malam tiba , dengan disaksikan oleh matahari , bulan , bintang , awan dan langit . yaitu semesta merayakan hari yang penuh kebahagiaan .


" selamat teman tercinta ku , semoga samawa dan tidak terpisahkan lagi " seru Serly dengan senyuman memeluk rona


" selamat ya bro , semoga kalian slalu bersama tanpa ada pemisah di antara kalian " ujar Roky sambil memeluk Vero dan menepuk pundak Vero dengan senyuman khasnya


" cie Uda nikah lagi ni , gak ngaja pula " canda Evan di saat Roky melangkah dari hadapan Vero


" semoga bahagia " kata Jeki singkat


" makasih " saut Vero menerima pelukan teman-temannya dengan suka cita


" ya ela singkat amat ngomongnya " sindir Nura di belakang Evan selepas memeluk rona teman


tercintanya


" Uda biarin , Uda kebiasaan si . entah mimpi apa aku semalam , punya calon ko dingin amat " timpal Elsa dengan memutar bolak matanya malas dan tersenyum langsung kepada rona


" yang penting sayangkan " tanya Jeki dengan senyuman dan naik turunkan alisnya kepada Elsa , sedangkan Elsa hanya mendengus kesal


" makasih ya teman ku tercinta dan sahabat ku yang terbaik sudah mau doain dan datang di acara ku ini " kata rona dengan mata berkaca-kaca mengingat apa yang terjadi beberapa waktu yang berlalu , ya rona terharu karena temannya selalu ada untuknya dan tidak pernah meninggalkannya


" you're welcome friends , I Miss you and very love you " ujar ke tiga teman rona bersamaan


" lebay " ujar Vero dan ke tiga temannya


kemudian mereka pun tertawa bersama dan pembawa acara pun meminta untuk berkumpul sebentar . semua orang pun mendekat kepanggung dengan berbeda ekspresi wajah.


" hari ini adalah hari resepsi pernikahan ke dua sepasang mempelai . di sini ada juhan dan Kelin yang baru menikah siang tadi , dan Vero si tampang serta nona rona yang cantik ini mereka menikah sudah setahun lebih yang lalu . di karena kan ada sebuah peristiwa , hingga mereka bisa mengumumkan pernikahan mereka ini sekarang dan saya yakin pasti banyak pertanyaan yang ingin kalian ungkapkan . tapi kita hanya perlu mendoakan mereka untuk terus bersama " kata pembawa acara dengan lantang dan jelas menatap kedepan sambil memegang microfon


Vero , rona , Kelin dan juhan beserta teman dan keluarga mereka terkejut . bagaimana pembawa acaranya bisa berkata begitu , padahal mereka tidak ada memikirkan rencana soal itu . itu lah yang mereka pikirkan , hingga tiba-tiba lampu di Padamkan . namun ada sabuah layar yang menyala , menunjukan sebuah foto-foto yang sudah di alami oleh Vero dan rona . kemudian diakhiri dengan rekaman suara .


"selamat untuk para pengantin yang sudah menikah saat ini dan terimakasih untuk para tamu sudah hadir di acara resepsi pernikahan ini . Vero dan rona ini hadiah dari ku untuk kalian , maaf aku tidak dapat hadir . tapi ku harap kalian menyukai hadiah dari ku dan aku masih memiliki hadiah lainnya yang bisa membuat kalian terharu nanti dengan air mata ahahhahha , sampai jumpa "


Vero dan rona maupun yang lainnya begitu terkejut mendengar itu . tak terkecuali 1 orang di acara itu sedang tersenyum sinis menatap wajah mempelai dan para keluar itu .


" maaf Vero dan rona aku harus melakukan ini , karena aku tidak bisa melihat kalian bahagia . sementara aku masih menderita dan merasakan sakit melihat kalian bisa tertawa bersama , aku pamit " kata seorang yang memakai topi serta jeket hitam dan berlalu pergi menaiki sebuah mobil hitam


Vero mendekati pembawa acara dan meminta untuk membubarkan acara tersebut , hingga akhirnya acara itu tidak berjalan selancar air yang mengalir dengan adanya tawa hanya kesunyian , di karenakan semua tamu sudah berpulangan dan Vero , rona serta keluarga dan teman-temannya memutuskan untuk pulang dengan pemikiran yang berbeda-beda dalam kesunyian di ruangan yang amat besar .


" siapa lagi " gertak Vero yang amarah dengan rahang yang mengeras dan wajah merah padam menahan amarahnya


" kita akan bantu cari tau " ujar Jeki yang sama halnya dengan Vero sedang marah


" kenapa begitu banyak orang yang ingin mencelakakan kalian dan ingin memisahkan kalian " kata Roky bertanya-tanya yang juga marah dan tidak abis pikir dengan kisah cinta sahabatnya yang tidak bisa bahagia


" kita harus selidiki siapa saja Tamun undangan , mungkin dari salah satu nama ada yang kita kenal atau kamu tau Vero " saran Evan memegang pundak Vero di depannya


" Uda , kalian istirahat aja dulu ini sudah sangat malam dan kalian yang pengantin kembali ke ke kamar kalian masing-masing dan kalian temannya kembali ke rumah ini sudah sangat malam " pinta papa Vero dengan tenang tanpa ekspresi


" iya benar yang di katakan papa mu Vero , kau pergilah temani rona . pasti sekarang dia merasa takut dan kalian juga pulang . karena kalian membawa anak gadis orang " timpal Raka menatap teman adiknya itu dengan datar


mereka semua pun nurut karena sudah jam 12 malam , sedangkan orang tua juhan sudah pulang setengah jam yang lalu bersama juhan dan Kelin . sedangkan rona berada di kamarnya dan kini Vero menyusul masuk ke kamar yang di hiasi bunga .


sedangkan Raka , Anjani dan nenek tidur di kamar mereka masing-masing . sedangkan Revan dia masih kuliah di Singapura setelah tamat SMA dan Revan tidak menghadiri acara resepsi kakaknya , sehingga Revan tidak tau apa saja yang terjadi pada hari ini .


saat Vero memasuki kamar rona langsung memeluk Vero dari depan dan itu membuat Vero terkejut hanya sebentar dan dia langsung membalikkan badannya menghadap rona membalas pelukan rona .


" apa kita akan selalu bersama " tanya rona dalam pelukan Vero


" aku janji kita akan terus bersama dan aku tidak akan biarkan orang lain memisahkan kita "


jawab Vero meyakinkan rona


" sekarang kamu tidurlah , aku ingin mandi " ujar Vero lagi kepada rona


rona pun melepaskan pelukannya dengan berat hati dan membiarkan Vero mandi . sedangkan dia berbaring di ranjang menatap langit kamar , sehingga selang beberapa waktu Vero pun selesai mandi dan memakai baju tidurnya . kemudian berbaring di samping rona .


" rona , kamu kenapa belum tidur " tanya Vero dengan lembut menatap rona , namun rona tidak merespon


" sayang "


" rona "


karena rona tidak merespon yang terus menatap langit kamar dengan lamunannya membuat Vero khawatir dan juga gemas melihat wajah rona yang menggemaskan di matanya . Vero pun menindih rona , sehingga rona sadar dan membelalakkan matanya terkejut mendapati Vero di atas tubuhnya yang menatap wajahnya dengan senyuman .


" kamu mau apa " tanya rona dengan pipi memerah bak kepiting rebus yang merasakan deru nafas Vero menerpa wajahnya


" kamu melamumkan apa emm" tanya Vero menghiraukan perkataan rona


" gak ada " jawab rona terbata-bata


" yakin "


" i...ya , a...ku ya...kin "


" emm kamu berbohong , baiklah aku akan membuat mu jujur " dengan senyuman manisnya menatap Vero dengan tatapan mata yang memiliki gairah , rona yang melihat mata Vero pun menelan Saliva nya susah payah


Vero pun mencium dan mengisap di Curuk leher rona , karena Vero tau . rona sangat sensitif di bagian lehernya , namun rona hanya mengigit bibirnya menahan suara desakannya agar tidak mengeluarkan suara yang memalukan . Vero yang melihat itu membungkam mulut rona dengan mulutnya dan mencium bibir rona dengan lembut . sehingga akhirnya rona bergetar hebat dan meremas rambut Vero dan menekankan dengan erat seakan meminta lebih untuk masuk dan Menganti napas serta Saliva . Vero pun semakin menikmati dan dengan senang hati dia mengerayangi dan menjamah tubuh rona dengan lembut dan penuh kasih sayang dan cinta kasih .


hingga subuh tiba mereka baru mencapai pelepasan dan mengerang bersamaan dengan sama-sama saling muaskan . karena ronakan sudah menyelesaikan hari datang bulannya , karena sudah seminggu . jadi dengan memuaskan hasrat satu sama lain , saling memberi dan menerima .


Vero pun bangun untuk mandi dan melaksanakan shalat subuh bersama rona . selepas mereka tidur lagi , karena mereka masih merasa lelah akibat pertempuran yang begitu lama di ranjang . mereka berdua memilih untuk tidur lagi .


matahari pun menyelinap masuk melalui celah-celah jendela kamar dan membangunkan sepasang kekasih yang masih merasa kelelahan itu , namun karena pagi dan bentar lagi akan siang . mereka memilih untuk bangun dan mencuci muka . kemudian turun kebawah .


saat sepasang kekasih itu turun , mereka disambut dengan senyuman dan tawa ringan . mereka yang melihat itu nampak biasa saja .


" bagaimana malam pertamanya rona , Vero " tanya Raka sambil menggendong anaknya yang duduk di sofa depan tv


" bukan malam pertama , tapi malam penuh gairah . kan mereka sudah berapa kali bermalam pengantin , yang selalu merasa baru nikah " timpal Anjani menjawab perkata suami yang ada di sampingnya sambil Menganti cancel siaran TV


" sepertinya bentar lagi nenek akan nambah cucu " kata nenek yang sedang duduk memangku Anggita , bayi mungil rona dan Vero


rona hanya menunduk malu dengan pipi yang memerah mengingat malam yang dia jalani dengan begitu bergairahnya . sedangkan Vero nampak biasa saja dan menanggapi perkataan itu hanya dengan senyuman khasnya .


rona dan Vero pun ikut bergabung menonton tv bersama Raka , Anjani dan nenek serta kedua bayi mungil yang tersenyum dan sekali-kali tertawa senang .


jam menunjukkan jam 12:35 wib mereka kedatangan tamu , yaitu juhan dan Kelin . datang dengan senyuman manis mereka dan tak lupa mengucapkan salam . penghuni rumah pun menjawab salam mereka dengan suka cita .


" jadi bagaimana soal kemarin " tanya juhan duduk disampingnya Kelin menghadap Vero dan rona dan bergantian menatap Raka


" masih belum tau siapa pelaku di balik semua ini , entah itu orang masa lalu Vero atau rona dan mungkin juga orang yang punya masalah dengan kalian " ujar Raka panjang lebar menjawab pertanyaan juhan dengan serius


" aku si belum tau pasti bang , karena aku juga tidak mungkin menebak " kata rona Dengan wajah seriusnya


" emang menurut kamu siapa " tanya Vero menatap rona serius yang duduk disampingnya


" Yanti atau Ardi . atau mungkin juga orang dari luar negeri , tempat kamu tinggal dulu " jawab rona kepada Vero


mereka pun mengaguk setuju , membenarkan apa yang di katakan rona . karena ada kemukinan itu benar . karena mengingat Ardi yang sangat ingin mendapatkan rona . sedangkan Yanti yang sangat mencintai Vero , tapi mereka masih ragu . karena ke dua orang itu di penjara .


" baiklah Abang akan pergi ke kantor polisi untuk melihat ke adaan Ardi dan Yanti . apakah mereka sudah lolos dari penjara ? atau belum " ujar Raka Abang rona dengan serius


mereka pun menyetujui perkataan Raka , sedangkan neneknya merasa sangat kasihan dengan takdir cucu-cucunya . namun , nenek hanya menghembuskan nafas dan membiarkan cucunya melakukan apa pun yang menurut mereka benar dan nenek hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk ke selamatan cucu nenek itu lah yang batin nenek katakan .


hari telah berganti , waktu terus berlalu dan acara honeymoon pun di batalkan . karena mereka tidak ingin mengambil resiko yang mungkin saja akan mereka sesali nantinya.


" ini sudah 2 bulan dan kalian belum menemukan apa pun , jejak atau pun pentunjuk " gertak Raka dengan amarah menatap dengan tajam ke pada beberapa orang yang bertubuh tegap yang berdiri di depannya dengan setelan jeket kulit berwarna coklat dan hitam


" maaf bos , kami sudah mencari pembawa acara waktu itu . tapi kami kehilangan dia dan kami sudah pergi ke kampung dan tetap saja kami belum menemukan dia " jawab salah satu pria tegap mewakili yang lain dengan lantang namun , juga takut dengan tangan dan kakinya bergetar dan kepala yang menunduk


" ke luar negeri " tanya Raka saat mendekat pada orang lelaki yang membuka suara menjawab pertanyaan Raka


" saya sudah meminta teman yang lain juga menyelidiki di sana dan saya belum mendapatkan berita apa pun bos " jawabnya lagi yang masih menunduk


" baiklah , sekarang keluar dan usahakan untuk mendapatkan kabar baik . aku tidak ingin kabar buruk lagi dan aku akan kasih kalian waktu sebulan untuk menyelidiki lebih menyeluruh dan pasti harus memberitahu ku apa aja yang kalian temukan . mengerti " sarkas Raka menatap satu bersatu orang-orang itu


Mereka pun menunduk memberi hormat dan keluar dari ruangan Raka yang bercorak dengan cat hitam dan coklat . Raka saat ini ada di markas , tempat para pengawalnya . Raka serta yang lainnya sudah tau bila Ardi dan Yanti lepas dengan jaminan uang , sehingga mereka hanya berapa bulan berada di penjara . sedangkan disisi lain rona dan Vero berada di taman mengajak ke dua anaknya bermain dengan tawa dan senyuman dalam kebahagiaan yang mereka syukuri dan mereka miliki .


" anak mama jangan jauh-jauh nak " kata rona mengejar anak perempuannya


" Rangga jangan main tanah , itu jorok " ujar Vero memperingati anak laki-lakinya


mereka pun mengakat ke dua anak mereka dalam gendongan mereka . karena anak mereka yang sebentar lagi akan berumur 1 tahun dan anak mungil mereka hanya bisa merangkak .


Rangga dan Anggita sekali-kali mengomel tidak jelas dengan sambil menepuk ke dua pipi orang tua mereka.


" aduh nak , kenapa di pukuli si papanya " sunggut Vero yang merasa gemas dengan tingkah bayi kecinya


" Anggita jangan gitu , sakit ni pipi mama di cubitin Mulu " gerutu rona kesal dengan tingkah anaknya


" kayak kamu sayang , main cubit aja " ujar Vero dengan cengir kuda kepada rona


rona pun langsung mencubit pinggang Vero dan Vero yang tetap cengir karena dia sudah kebal di cubit rona .


" Uda gak Mampang ya di cubit " celutuk rona yang sangat merasa sangat kesal


" di cubit jangan pake jari kamu dong , cubit bibir aku aja . tapi pake bibir manis kamu " kata Vero menggoda rona dengan mengerlingkan matanya


rona yang melihat itu bergidik geli dan langsung pergi menjauh dari Vero sambil membawa Anggita dalam gendongannya dan Vero mengikuti rona dari belakang sebelum jauh yang juga sedang menggendong Rangga .


saat mereka pergi meninggalkan taman , mereka tidak memperhatikan seorang wanita dengan memakai kacamata hitam dengan pakaian modis yang sedang duduk di bangku taman itu yang tadinya terus memperhatikan keluarga kecil Vero .


" mungkin saat ini kalian bahagia , tapi nanti kalian akan ku buat menderita " ujar wanita itu dengan tersenyum sinis menatap kepergian keluarga kecil Vero hingga tak terlihat lagi . dia pun juga memutuskan untuk pergi.


wanita itu menaiki mobil yang sama dengan yang di pakai oleh orang yang berjeket dan bertopi hitam di acara resepsi pernikahan yang sebulan lalu .


" nona Yanti kita sekarang akan kemana " tanya seorang lelaki di tempat setir mobil yang di yakini seorang sopir


" kita pergi menemui tuan Ardi " jawab wanita itu yang adalah Yanti yang duduk di tempat penumpang tampah melepas kacamatanya


sang sopir menyalahkan mobilnya dan menjalankannya menuju ke tempat yang Yanti katakan tadi .


...Bersambung...