Rona

Rona
eps . 38 Paket Misterius



" yank ! mana susunya " pekik Rona dari dalam kamar


" iya bentar ! " seru Vero yang juga ikut berteriak dari dapur


hari ini adalah hari libur untuk Vero . sehingga dia bisa meluangkan waktunya bersama istri dan anaknya . namun , penjaga untuk Rona terus dilakukan . walaupun belum ada tanda-tanda musuh mendekat .


kini Vero sudah menaiki tangga menuju kamar dengan ke dua tangannya memegang dua botol susu yang sudah di sajikan .


" ini yank ! " ucap Vero setiba di depan Rona yang duduk bersandar di sofa kamar


Rona langsung mengambil botol susu yang di berikan Vero , kemudian memberikan ke bibir mungil si kecil . sedangkan Vero duduk di samping Rona yang juga ikut memberi susu dari botol kepada anak laki-lakinya dan perempuan ada dalam Pakuan Rona .


" kamu belum ada pengen apa gitu yank ? " tanya Vero yang masih pada posisinya


" emmm aku pengen bakso yank , tapi penjualnya harus nenek dan di fotoin " jawab Rona sambil menatap Anggita kecil di Pakuannya


" huuu kenapa pake foto segala si yank ? emang harus nenek yabg jual ? kan bakso si ? " ujar Vero berturut-turut dengan rasa kesal , karena permintaan Rona yang sungguh aneh menurutnya


" pokoknya itu gak ada tapi-tapian ! " seru Rona


" iya sudah kamu disini , bentar lagi mama dan Kelin kemari "


" buat ? " tanya Rona polos


" Uda tunggu aja "


Vero pun kembali meletakkan Rangga kecil di dalam ranjang khusus anak-anak . karena anak mereka sudah mulai aktif berjalan . kemudian Vero melangkahkan kakinya keluar , tapi saat Vero membuka pintu mamanya dan Kelin adiknya serta juhan sudah berdiri di depan pintu rumahnya.


" assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


" mama ! " ucap Vero dengan senyuman dan langsung menyalami mamanya


" Rona di mana nak ? " tanya mama


" di kamarnya mah " jawab Vero yang masih dengan senyuman


" iya sudah mama , Kelin dan kau masuk aja . Vero mau beli bakso , Rona lagi ngidam mah " lanjut Vero dengan wajah datar , karena dia baru menyadari Juhan ada di samping adalah adiknya


juhan yang masih bisa merasakan Vero yang belum menerimanya pun , hanya bisa tersenyum tipis menanggapi perkataan Vero . sedangkan Kelin yang juga menyadari itu terus menggenggam erat tangan juhan dan juhan tau itu . bila Kelin memberikan dia keyakinan , bila Vero kakak tercintanya pasti perlahan akan mau menerima kehadiran juhan .


" iya Uda , kamu pergilah . jangan sampe cucu mama ileran " seru mamanya dengan senyuman bahagianya


" kalo gitu Vero pamit , assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam " serentak mama , Kelin dan juhan


Vero pun pergi dari perkarangan rumahnya , sedangkan mama , Kelin dan juhan sudah masuk ke rumah . namun , juhan duduk di sofa depan tv di temani ruangan yang sunyi . sedangkan mama dan Kelin menaiki tangga menuju kamar Rona .


" bagaimana ke adaan mu sekarang nak ? " tanya mama saat memasuki kamar yang melihat Rona baru selesai memberi susu botol kepada Anggita


" Alhamdulillah mah , Rona baik aja ko " jawab Rona dengan tersenyum manis


" kakak ngidam apa tadi ? " tanya Kelin penasaran yang kini sudah duduk di samping Rona


" emm bakso , terus penjualnya nenek dan di fotoin " jawab Rona jujur


" aneh banget ngidamnya kak , pasti anak kakak ini sangat merepotkan kak Vero bila Uda dewasa " ujar Kelin sambil menatap langit kamar dengan senyum


" biarkan saja " sahut Rona yang ikut tersenyum membayangkan Vero bila sedang mengurusi anaknya nanti


" Uda , jangan ledek terus Vero nya . bila Vero nanti kerepotan , mama yakin Vero akan lebih memanjakan anaknya seperti dia selalu memanjakan istrinya . iya kan Rona ? " jelas mama dengan senyuman yang selalu setia menghiasi wajah yang sedikit berkerut


Rona yang mendengar itu mengangguk setuju dan Kelin juga membenarkan itu . ke tiga wanita di kamar ini saling berbicara dan terkadang tersenyum dan juga tertawa di sela pembicaraan mereka


" eh Kelin ? Juhannya Dimana ? " tanya mama yang baru menyadari bila menantu lelakinya tak ada di antara mereka


" o..itu , dia lagi di bawah mah " Jawab Kelin kikuk yang melupakan kehadiran suaminya , karena terlalu asik dengan Rona dan mamanya


" Kelin suami sendiri ko ditinggal ? Uda ayo turun kebawah " tutur mama setelah menggelengkan kepalanya dengan tingkah laku anak perempuannya


kini mama , Rona dan Kelin turun ke bawah dengan pelan-pelan . kerena Rona sedang hamil . namun , saat mereka turun yang masih melangkah di tangga . mendengar teriakkan dari luar , sehingga mereka terkejut dan panik .


" ada apa ? " tanya mama yang sudah berdiri di depan pintu


" maaf Bu , saya menemukan paket misterius " jawab seorang lelaki bertopi biru dan berbaju putih serta celana panjangnya yang juga berwarna biru


" maksudnya pak satpam apa ? " tanya Kelin yang baru muncul bersama Rona


" maksudnya pak satpam ini teror atau seseorang yang mencoba untu...."


" Kelin , hentikan . kita tunggu Vero pulang dulu dan bawah Rona ke dalam " pinta mama memotong perkataan Kelin , yang khawatir melihat Rona yang dia mematung di sampingnya


" baiklah mah " ucap Kelin yang menyadari kesalahannya dan langsung masuk ke dalam rumah sambil menggandeng tangan Rona , kak iparnya


" juhan ! " panggil mama sambil menatap juhan yang berdiri di depannya di samping satpam


" iya mah " jawab juhan serius


" coba kamu lihat isi di dalamnya " pinta mama


Juhan pun langsung menuruti perkataan mertuanya , dia langsung berjongkok dan kemudian perlahan membuka kotak tersebut .


saat Juhan membukanya , dia sedikit terkejut . karena isi kota itu sebuah tikus yang baru mati , terlihat darah yang masih basah dan berlumpur . kemudian Juhan juga melihat sebuah secarik kertas di bagian penutup kotak tersebut .


juhan mengambil kertas putih tersebut dan kembali berdiri . kemudian dia langsung membacanya di depan semua orang yang ada di sana , dengan suara yang bergetar dan keras.


...Rona jangan pernah lupa dengan aku...


...anggap ini sebagai hadiah dari ku...


...dan lihat hadiah selanjutnya...


...aku akan mengambil Vero dari mu...


...aku akan tetap membalas...


...setiap apa yang ku rasakan selama ini...


...pengagum masa lalu mu...


" siapa yang mengirimkan itu ? " tanya Vero yang tiba-tiba muncul


" mama tidak tau mah " jawab mama


" saya juga gak tahu pak , karena saya mengambil paket ini dari seorang pria dan saya yakini dia seorang kurir . tapi nama pengirim tidak ada sama sekali , hanya alamat tinggal pak Vero yang tertulis di paket itu " jelas pak satpam yang terlihat takut , karena Vero menatapnya dengan tajam . seakan ingin menerkamnya seperti harimau


" juhan " bentak Vero yang menahan emosinya


" baiklah akan saya selidiki " jawab Juhan yang mengerti maksud Vero , karena dia juga akan melakukan hal yang sama bila itu terjadi pada yang terdekatnya


Juhan pun pergi keluar menuju markas besar bang Raka dan dalam perjalanan menggunakan mobil dia juga menghubungi seseorang orang .


" segera cari tahu , waktu kamu hanya 1 jam " ujar Juhan dengan ponselnya yang menempel di daun telinganya sambil mengemudi mobilnya


" baiklah pak " jawab orang seberang telpon


Tutt !


sedangkan disisi lain Vero mencoba menenangkan Rona dalam pelukannya yang di temani Kelin dan mama didalam kamar .


" sayang Uda kamu jangan nangis , jangan takut . semua akan baik-baik saja , kamu harus kuat demi anak kita " ujar Vero meyakinkan Rona dalam pelukannya


" kak " ucap Kelin sambil memberikan segelas air putih dan vitamin pemberian dokter


" sayang , putri mama harus kuat . ingat kamu gak boleh stres , kamu harus tetap menjaga kesehatan dan anak dalam kandungan mu " kata mama cemas yang duduk di samping Rona sambil mengelus rambut dengan lembut Rona


Rona perlahan pun diam dan tak menangis lagi dalam pelukan Vero . sedangkan Vero berusaha menahan emosinya karena mendapat kejadian seperti ini dan mama serta Kelin hanya bisa menguatkan dan meyakinkan bila semua akan baik-baik saja


" aku harus temukan orang itu . tapi , apa mungkin paket misterius itu dari Yanti dan Ardi ? ya pasti dari mereka , karena hanya mereka berdua yang punya masalah dengan kami . tapi .... orang dari masa lalu ? siapa ? Yanti ? atau memang Ardi ? " batin Vero bertanya-tanya dengan berusaha meredakan emosinya , karena Rona masih ada dalam pelukannya


sedangkan di sisi lain ada seseorang memakai switer hitam di ruangan yang hanya di sinari lampu yang begitu redup .


" maaf sahabat ku Rona aku harus melakukan ini , karena dari dulu aku sungguh mencintai Vero dari sejak di memasuki sekolah kita dulu . ups ... memasuki hati ku ahhahhaha " ujarnya dengan tawa yang bergema di dalam ruangan sambil menatap tembok yang tertempel foto-foto Rona dan Vero


kemudian orang itu menyeringai dengan masih tetap pada posisinya , yaitu duduk di kursi kayu coklat sambil terus menatap foto yang tertempel rapi di tembok hitam itu .


...*Bersambung...


menurut teman-teman siapa orang tersebut ?


silahkan tulis di kolom komentar !


jangan lupa di vote 😅


assalamualaikum 🙏*