Rona

Rona
eps . 13 rumah dan kehidupan baru



...bila aku meminta kau selalu turuti...


...tetapi diri mu...


...kenapa masih takut...


...untuk mendekat pada diri ku...


...~Rona Pra Sanjaya~...


...kau adalah ratu ku...


...kau bisa meminta ku untuk jadi apa pun...


...karena aku ingin membuat diri mu nyaman...


...dan aku tidak ingin melakukan kesalahan...


...~Vero Arga Pratama~...


...~life next Verona~...


" Abang langsung ke kantor dan Revan kau langsung pulang " pinta Raka menatap Revan disampingnya


" iya bang Raka " saut Revan malas


" hati-hati di jalan bang " kata rona tersenyum menatap Raka


" pasti dek , kamu jaga kesehatan dan aku titip adik ku ya Vero " pinta Raka lagi menatap Vero di depannya


saat ini mereka berada di depan pintu rumah baru Vero dan rona . setelah Raka dan Revan pergi serta tak lupa mengucapkan salam . rona dan Vero pun masuk ke rumah tak lupa Vero menutup pintu .


" di sini ada banyak kamar dan kamu bisa pilih yang mana saja . jika ada dekorasi rumahnya yang kurang kau sukai kau bisa mengubahnya " jelas Vero sambil mengangkat tas


" tidak perlu ini sudah bagus " ucap rona tersenyum menatap sekeliling isi rumah


" aku akan ke atas kamu istirahat aja dulu dan jangan mengakat barang apa pun biar aku saja " pinta Vero karena melihat rona memegang tas


" ya sudah baiklah "


Vero pun naik ke atas , sedangkan rona melihat-lihat setiap sudut rumah . rona melangkahkan kakinya ke belakang yang di sana ada kolam yang cukup luas .


~durr~


tanpa hati-hati rona terpeleset dan masuk ke dalam kolam . untung rona pandai berenang dan dia pun langsung menepi menaiki tangga yang ada di kolam .


" kamu kenapa " tanya Vero panik


" aku tidak apa-apa , tadi cuma terpeleset " jawab rona sambil memeluk dirinya karena merasa ke dinginan


" sekali lagi hati-hati " pinta Vero sambil menyelimuti tubuh rona dengan handuk yang ada di meja yang berdekatan dengan kolam


saat Vero menutup tubuh rona dengan handuk tanpa sengaja mata mereka bertemu . namun itu hanya terjadi selama 3 menit dan Vero langsung masuk ke dalam rumah .


" ada apa dengan Vero " tanya rona dalam hati yang melihat kepergian Vero


rona pun masuk dan naik ke atas . memasuki salah satu kamar . di sana tanpa sengaja dia melihat Vero tanpa baju di karena pintunya tidak terkunci , tapi masih memakai celananya .


dengan cepat rona menutup pintu tanpa suara dan memasuki kamar sebelah kemudian menutup pintu . sedangkan Vero tidak tau akan hal itu karena dia membelakangi pintu .


" ya ampun rona , kenapa kau jadi ceroboh si " dalam hati rona menggerutu dirinya


Vero keluar dari kamar kemudian di turun mencari rona , namun tidak jua ke temu.


" rona " teriak Vero


" aku di kamar " teriak rona


Vero yang mendengar suara rona diatas pun . dia langsung naik dan mendekat ke pintu .


" kamu dikamar ini " tanya Vero


" bawahkan barang ku , aku perlu ganti baju "


mendengar itu dengan cepat Vero ke bawah mengambil semua barang rona dengan terburu-buru menaiki tangga .


" rona buka pintunya " pinta Vero yang berdiri di depan pintu


" masuklah pintunya tidak di kunci " teriak rona dari dalam kamar


Vero pun membuka pintu dan melihat rona masih memakai pakaian basahnya . kemudian Vero meletakkan barang rona di dekat lemari yang berdekatan dengan pintu kamar mandi yang berada di sudut kamar .


" pakai dan ganti baju mu di kamar mandi " pinta Vero sambil memberikan baju rona yang telah di ambilnya dari dalam tas rona.


rona bukannya langsung nurut , tapi Mala diam duduk di ranjang menatap Vero .


" ada apa " tanya Vero menatap rona


" dingin " Jawab rona yang masih pada tempat


" iya sudah ganti bajunya " pinta Vero yang sudah kesal dengan tingkah rona


" gak mau " saut rona yang masih menggigil


" jadi mau apa ? selimut ? atau ku hidupkan AC penghangat ? " kata Vero yang masih kesal


" gak mau , aku butuh yang lain "


" apaan " tanya Vero yang melihat tingkah rona yang aneh atau manja


" mendekat kesini " pinta rona Dengan senyum


Vero pun menuruti dan berdiri di samping ranjang . rona yang melihat itu pun kesal .


" jadi cowok gak ada peka nya si " kesal rona dalam hati menatap Vero


" jangan bilang dia mau minta di peluk , ah gak mungkin . Vero posting dong " dalam hati Vero menatap rona


rona pun berdiri mendekat pada Vero . Vero yang merasa begitu dekat pun mundur . namun sebelum Vero mundur , rona langsung memeluk Vero dengan senyuman manisnya .


" rona apa kamu tau yang kamu lakukan " tanya Vero yang mematung


" ya , aku tau . emang kenapa " tanya rona balik menatap wajah Vero yang sedikit tinggi darinya


" gak apa-apa , tapi sekarang lepas " kata Vero mencoba melepas tangan rona


" gak akan ku lepas "


" kamu yakin " tanya Vero menatap mata rona


" aku yakin " jawab rona dengan senyuman


" terserah kamu " jawab Vero acuh


" kamu kenapa ? sejak tadi kamu sepertinya menghindari ku ? " tanya rona dengan wajah seriusnya menatap Vero


" aku tidak menghindari mu " elak Vero sambil memalingkan wajahnya menatap jendela


" bohong " ucap rona


" untuk apa aku bohong " kata Vero tanpa menatap rona


" aku tau kamu bohong "


" aku tidak bohong "


" kalo gitu tatap mata dan katakan kau tidak ingin di dekat ku " pinta rona yang masih menatap Vero


" itu tidak perlu "


" Vero tatap mata ku "


Vero pun akhirnya menuruti perkataan rona , namun saat mata mereka beradu . Vero tanpa sadar membalas pelukan rona kemudian dia memiringkan kepala dan rona mengerti hal itu dengan senyuman yang masih ada .


saat napas rona mengenai wajah Vero . Vero pun langsung tersadar dan dengan cepat melepas diri dari pelukan rona .


" maaf , sekarang ganti baju mu . aku akan membeli makanan untuk nanti malam " kata Vero dan langsung meninggalkan rona


rona yang di perlakukan begitu merasa terkejut , kesal dan marah terhadap Vero .


" kumat lagi rasa takutnya . masa aku harus bilang si " kesal rona dalam hati dan kemudian menutup pintu dengan kuat


rona melampiaskan rasa kesalnya pada pintu dan kemudian dia mengambil baju yang ada dilantai yang tanpa sengaja di jatuh Vero saat berpelukan tadi .


selesai rona mandi dan bergantian pakaian . rona langsung turun ke bawah dan di sana sudah ada Vero di dapur yang berdekatan dengan ruang tv . rona pun duduk dan tak mempedulikan Vero yang sibuk menyiapkan makan malam .


malam pun tiba , rona dan Vero sudah melaksanakan shalat Maghrib mau pun isya di kamar mereka masing-masing .


" rona makan lah " pinta Vero sambil meletakkan piring di depan rona di atas meja


rona hanya dia , namun juga menuruti perkataan Vero . mereka makan tanpa Tan berbicara , hanya dentuman piring dan sendok .


selesai mereka makan , rona langsung ke kamar setelah mencuci piringnya .


Vero yang melihat tingkah rona yang acuh padanya merasa bingung .


" apa rona marah karena aku hampir melakukan kesalahan yang tadi " dalam hati Vero merasa bersalah dan sedih


Vero pun naik ke atas setelah membereskan meja makan dan kini dia berada di depan pintu kamar rona .


" rona " panggil Vero


rona tidak memberi respon hingga membuat Vero merasa khawatir . tanpa pikir panjang lagi Vero pun membuka pintu kamar yang tidak terkunci . saat Vero sudah membuka pintu dan terlihat rona sudah tertidur di ranjang dengan posisi telentang .


Vero pun mendekati rona . dia pun berjongkok di lantai menusuri tiap inci wajah rona.


" kamu yang berubah atau aku yang terlalu takut mendekat . tolong katakan pada ku apa yang harus ku lakukan , agar aku tidak selalu melakukan kesalahan lagi " kata Vero sedih menatap wajah rona


" aku bisa melakukan apa pun asal kau bahagia , tapi terkadang aku takut pada diri ku yang akan melakukan sesuatu yang tidak kau sukai dan itu akan membuat mu pergi dan aku tak ingin itu terjadi " ucap Vero lagi


" ya aku ingin dekat sekali dengan mu , tapi mengikat syarat mu . aku sudah berjanji pada diri ku . sebelum kau bisa menerima aku dengan sepenuh hati mu , aku tidak akan mau mengambil hak ku terhadap mu " lanjut Vero dan kemudian dia berdiri


" rona kamu adalah cinta pertama dan terakhir bagi ku . jika kau merasa tidak nyaman dengan ku , aku rela melepas mu . walau aku harus merasakan sakit lagi , itu tidak masalah buat ku . karena yang ku inginkan kau , kau bisa merasa bahagia seperti rona yang dulu . andai saja aku tidak mendekat pada mu waktu itu . mungkin kau tidak akan selalu merasakan sakit" ucap Vero lagi yang masih menatap wajah rona dengan senyuman dan mata berkaca-kaca


" selamat malam dan mimpi indah lah ratu ku " kata Vero kemudian mencium kening rona dan tanpa Vero tau air matanya jatuh di pipi rona


Vero pun keluar dari kamar dan tak lupa menutup pintu , sedangkan rona membuka matanya kemudian menatap pintu sekilas dan kemudian menatap langit kamar .


" sepertinya Vero masih meragukan ku , padahal aku sudah memberi kode . tapi ini juga salah ku yang telah memberi syarat kepadanya . terus apa aku harus katakan , bahwa aku juga ingin selalu dekat dengan nya ? " ucap rona dengan air mata


" tapi apa yang terjadi pada ku dulu , sepertinya aku harus benar-benar cari tau dan tanpa sepengetahuan Vero " tegas rona sambil menghapus air mata


rona pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka . setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dan kemudian menatap jendela . dari jendela dia melihat hujan sedang turun deras .


" sepertinya seru main hujan , tapi inikan sudah malam . main hujan aja ah , lagian masih jam 9 ko** " seru rona kemudian berlari ke pintu


rona turun ke bawah tanpa suara , namun saat sampai di pintu dan membukanya dia sangat senang karena pintu tidak di kunci .


" Alhamdulillah " ucap rona tersenyum dan melangkah keluar


saat rona keluar dia merasa terkejut melihat Vero berdiri diam di bawah hujan yang deras . sedangkan Vero tidak tau rona sudah memperhatikannya di belakang .


saat kilatan petir saling bergemuruh Vero masih tetap berdiri . sedangkan rona sudah melangkah kakinya mendekati Vero dan mereka sama-sama basah akibat hujan yang amat deras .


" Vero " panggil rona sambil menggenggam tangan Vero


" rona " ucap Vero saat berbalik ke belakang


namun tiba-tiba Vero langsung ambruk dalam pelukan rona . rona pun hanya menahan tubuh Vero dalam pelukannya dan membawa masuk dengan perasaan sedih . sedih karena melihat Vero yang tidak berdaya .


rona pun membawa Vero di kamar bawah dan kemudian menidurkan Vero di ranjang . namun saat rona ingin melangkah , tiba-tiba Vero menahan tangan rona .


" rona kamu jangan pergi lagi . tetaplah disini " pinta Vero dengan air mata


" aku akan selalu bersama mu Vero . aku tidak akan pernah meninggalkan mu " kata rona dan kemudian menekan Vero dengan pelukannya


" kamu janji " pinta Vero sambil menegakkan kepala menatap wajah rona


" iya aku janji " ucap rona


Vero pun berdiri dan kemudian memegang kedua pipi rona .


" bolehkah aku mencium mu " tanya Vero sambil mengusap lembut bibir rona


" boleh Vero " jawab rona dengan senyuman


Vero pun memiringkan kepalanya dengan tangannya berpegangan pada kepala rona .


~Cup~


rona pun menerima sentuhan Vero pada bibirnya yang terasa manis dan juga asin di karenakan air hujan .


namun ciuman itu hanya sebentar , karena Vero sudah langsung pingsan di ranjang . rona yang melihat Vero pingsan pun hanya tersenyum .


rona keluar dari kamar kemudian menuju ke atas untuk berganti baju . kemudian dia ke kamar Vero mengambil baju Vero . setelahnya dia menuju kamar keberadaan Vero .


" bagaimana cara ku mengganti bajunya . masa iya si aku yang harus membuka bajunya. tapi sepertinya memang harus aku kan , aku kan sudah sah jadi istrinya " kata rona menatap Vero yang berbaring


sebelum rona mengganti baju Vero , rona mematikan lampu kamar itu terlebih dahulu .


" ya Tuhan gelapnya , tapi kalo gelap gini apa aku bisa . Uda di coba aja "


jantung rona terus berdetak kencang membuka setiap helaian baju Vero dan kemudian dia memakaikan baju Vero yang diambilnya tadi . sedangkan baju yang basah , di lemparkan disembarang arah .


" akhirnya selesai , sekarang lampu nyalakan " kata rona yang merasa lega


saat lampu menyalah , rona langsung keluar kamar menuju dapur . mengambil alat untuk kompres , setelah dia menemukan semua keperluan itu . dia langsung menuju kamar dan tak lupa menutup pintu .


" Uda agak mendingan " kata rona saat menyentuh dahi Vero


rona pun tidur sambil memeluk Vero dengan senyuman dan rasa kehangatan .


malam yang tadi penuh dengan tangisan dan rasa bersalah . kini di ganti dengan senyuman dan kebahagiaan .


Vero membuka matanya dikarenakan sinar cahaya matahari masuk melalui jendela kaca di kamar itu . Vero merasa berbeda dengan pelukan yang di lakukan .


Vero pun membuka selimutnya dan terlihatlah rona tidur dalam pelukannya . awalnya Vero mengira yang dia peluk ada bantal guling , dan karena itu dia memeluk erat . tapi saat tau itu rona , dia sangat terkejut di tambah lagi melihat bajunya berserakan di lantai .


" semalam apa yang terjadi , Vero jangan neting .mana mungkin rona melakukan itu " kata Vero menatap langit kamar


setelah Vero mengingat yang terjadi tadi malam , membuatnya sangat bahagia . karena seperti rona sudah mulai mencintainya seperti dulu .


" terus siapa yang mengganti baju ku ? masa rona ? gak mungkin rona pasti satpam "


Vero pun mempererat pelukannya terhadap rona . sedangkan rona sudah terbangun saat Vero meraba badannya dan rona hanya tersenyum mendengar perkataan Vero .


" dasar " dalam hati rona


" masih jam 8 , apa aku tidur lagi aja ? ah lebih baik aku bangun bikin sarapan buat ratu ku " kata Vero tersenyum kemudian mencium kepala rona


saat Vero melepas pelukannya , rona Mala tak melepas tangannya dari tubuh Vero .


" bagaimana aku mau masak , kalo ratu ku ini menahan ku " tanya Vero pada diri sendiri


Vero pun berusaha melepaskan tangan rona dengan lembut , namun tidak juga bisa . membuat Vero menyerah , hingga akhirnya dia diam dan menunggu rona melepaskannya .


namun Vero jadi tertidur lagi di karenakan rona yang tidak juga melepasnya .


" Vero kamu itu lelaki bodoh atau karena kamu terlalu cinta kepada ku " kata rona menatap wajah Vero dengan tersenyum


" teruslah seperti ini , aku menyukai mu " ucap rona tersenyum dan perlahan melepaskan tangannya dari tubuh Vero


saat rona ingin turun dari ranjang , tiba-tiba Vero menarik tangannya dan kini rona berada di atas tubuh Vero dan itu membuat pipi rona merah seperti kepiting rebus .


" terima kasih ratu ku " ucap Vero tersenyum menatap wajah rona


" sama-sama " saut rona


rona diam di atas tubuh Vero . mereka berdua terus bertatapan , sampai akhirnya terdengar


~kruuuh~


sungguh rona merasa malu , karena perutnya tak sabar meminta jatah . sedangkan Vero hanya tersenyum mendengar itu .


" kamu mandilah aku akan memasak untuk mu " kata Vero


rona pun turun dari ranjang dan kemudian menuju pintu dengan cepat .


" ahhhhhahah " ketawa Vero yang melihat tingkah rona yang seperti anak kecil


sedangkan rona hanya merasa malu dan langsung ke kamarnya . setelah rona keluar dari kamar dan turun kebawah menuju dapur . di sana sudah ada Vero yang selesai membuat sarapan .


" enak ? " tanya Vero kepada rona


" lumayan " jawab rona dengan senyuman memakan nasi goreng


" serius "


" iya Vero "


" aku pengen rasain kalo gitu " pinta Vero


" silahkan "


" aku gak mau di piring " ucap Vero


" terus ? mau di suapi ? " tanya rona menatap Vero yang berdiri disampingnya


" di suapi , tapi jangan sendok " pinta Vero tersenyum manis


rona yang mengerti langsung melanjutkan makannya dengan pipi merah . sedangkan Vero hanya tersenyum senang .


" bercanda ratu ku " kata Vero setelah mencium pipi kanan rona


Vero pun naik ke atas untuk mandi . sedangkan rona hanya tersenyum dengan perasaan yang amat sangat bahagia . di tambah lagi rona mengingat kejadian konyol semalam .


" ku harap itu tidak terulang lagi " dalam hati rona dengan senyuman


selesai rona sarapan dan mencuci piringnya . Vero pun ke luar dengan berpakaian rapi . yaitu setelan jas yang membuatnya terlihat lebih tampang dan pesona yang mampu membuat kaum hawa pingsan . tapi berbeda dengan rona , baginya itu biasa saja .


" mau kemana " tanya rona


" aku mau kantor . kalo kamu mau ikut kita pergi sekarang " jawab Vero tersenyum


" apa tidak masalah " tanya rona lagi


" Uda ikut aja itu pun kalo mau "


" mau "


mereka pun keluar rumah menuju mobil yang sudah tersedia di bagasi dan Vero tidak lupa mengunci pintu dan gerbang . setelahnya mobil pun jalan dengan ke cepatan sedang .


" tadi kamu belum sarapan kan? " tanya rona menatap Vero di sampingnya


" di kantor aku akan sarapan " jawab Vero yang fokus menyetir


" sejak kapan kamu kerja di kantor " tanya rona lagi


" sejak aku pulang dari Australia " jawab Vero tanpa sadar dan seketika senyum Vero pudar


" kenapa " tanya rona dikarenakan ekspresi wajah Vero yang kembali sedih


" gak apa-apa " jawab Vero tersenyum paksa


rona pun tak mempertanyakan apa lagi , sehingga sampai di kantor Vero .


saat Vero dan rona memasuki area kantor semua mata menatap mereka . tetapi rona maupun Vero memilih menghiraukan tatapan mata di sekeliling mereka .


rona dan Vero memasuki lift hingga menuju lantai 8 tempat ruangan Vero . mereka berdua masuk ruang CEO yang tertulis pada tag di pintu.


" kenapa semua mata menatap kita** " tanya rona menatap Vero yang duduk di kursi


" mungkin karena mereka tidak pernah melihat mu " jawab Vero menatap rona yang duduk didepan nya


" berarti selain aku yang baru datang kekantor mu , pasti pernah ada yang datang ke sini kan " tanya rona mencurigai Vero


" pasti ada dong " jawab Vero tersenyum gemas menatap rona


" siapa saja "


" karyawan , orang tua dan adik ku "


" yang lain "


" Yanti " ceplos Vero


Vero yang mendengar yang dia katakan pun langsung merubah ekspresi wajahnya.


rona yang melihat wajah dan mata Vero yang terlihat kesedihan dan amarah di sana membuat rona mengerti dan dia juga masih ingat isi hati Vero waktu malam itu.


...dia yang ku anggap sebagai saudara ku...


...telah menusuk ku dari belakang...


...melalui orang yang aku cintai...


rona hanya tersenyum mengingat kata itu , kemudian dia berdiri dan memeluk Vero dari samping . Vero yang mendapat pelukan dari rona pun kembali tersenyum dan merasa sangat tenang .


lama rona memeluk Vero dalam keheningan , hingga akhirnya rona mencairkan suasana dan mengembali ke sedihan Vero .


" apa yang kamu pikirkan " tanya rona dan mampu membuat Vero diam


" Vero , jangan menyimpan apa pun dari ku . walau ku tau itu akan menyakiti ku , tapi bila kamu terus seperti ini . itu sama saja kau menyakiti perasaan ku dan perasaan mu . ku harap kamu mau berbagi suka dan duka mu kepada ku . tidak masalah bila aku merasakan sakit , asalkan itu bisa mengurangi beban hati mu " pinta rona yang masih memeluk Vero


~tok tok ~


suara ketukan pintu dari luar membuat Vero mengurungkan niatnya untuk berkata pada rona . sedangkan rona langsung melepaskan pelukannya dan langsung duduk di sofa yang berdekatan dengan pintu .


" masuk "pinta Vero setelah melihat rona duduk


" pak ini ada berkas yang perlu tanda tangan bapak " kata karyawan wanita saat memasuki ruangan Vero dan berdiri didepan meja Vero


" bawah kemari " pinta Vero dingin


sekretaris itu pun mendekat di samping Vero dengan pakaian seksi nya yang mencoba menggoda Vero .


rona yang melihat tingkah karyawan itu pun hanya diam dan wajah yang merah karena cemburu . sedangkan Vero tidak memperhatikan sekitarnya dia hanya fokus pada berkas ditangannya .


" ada lagi " tanya Vero menatap berkas di tangannya


" tidak pak , terima kasih " jawab karyawan wanita itu dengan sedikit mencondongkan tubuhnya saat mengambil berkas di depan Vero


" sayang aku lapar " ucap rona tersenyum menatap Vero


Vero yang mendengar rona memanggilnya begitu pun merasa senang dan tersenyum .


" kamu mau apa " tanya Vero sambil berjalan mendekat pada rona


" aku mau pizza " jawab rona tersenyum senang


" kamu tolong atur yang lainnya , aku ada keperluan dengan istri ku . bila ada masalah hubungi saja " pinta Vero menatap sekretarisnya itu dengan tatapan dingin


sekretaris Vero pun merasa sangat terkejut , saat tau atasannya sudah menikah dan di tambah lagi perlakuan Vero yang begitu lembut terhadap istrinya . karena Vero terkenal pria dingin , berwibawa dan karismanya .


" baiklah pak , saya permisi undur diri "


setelah sekretaris Vero keluar . Vero Langsung duduk di sopa dan kemudian memeluk rona. rona yang tadinya terus memperhatikan sekretaris Vero yang sudah keluar , kini rona merasa terkejut karena Vero yang tiba-tiba memeluknya.


" apa kamu selalu bersikap begitu kepada setiap karyawan mu " tanya rona


" ya tentu saja "


" kenapa ? bukankah itu ke sempatan mu untuk bermain wanita " canda rona


mendengar rona berkata begitu , Vero tanpa aba-aba mendorong rona hingga tertidur di sopa dan rona sangat merasa terkejut .


" apa yang mau kau lakukan** " tanya rona yang mulai cemas


" menurut mu " tanya Vero balik dengan senyuman kepada rona


" nanti ada yang masuk Vero " kata rona yang masih di tindih oleh Vero


" aku sudah menguncinya sayang ku "


Vero pun mencium tiap inci wajah rona hingga berakhir di bibir dan ********** . rona yang merasakan sensasi yang di berikan Vero menikmatinya .


selang 15 menit Mereka bercumbu mesra , rona pun langsung sadar saat organ sensitifnya merasakan junior Vero menegang .


" Vero " pekik rona kemudian mendorong Vero hingga jatuh ke lantai


" maaf " kata Vero yang sadar dengan apa yang telah dia lakukan


" ayo kita pulang dulu " pinta rona sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan


" baiklah "


Vero pun bangkit dan merapikan kemejanya serta rambutnya yang acak-acakan . mereka pun keluar berdua menaiki lift untuk turun ke bawah dan menuju mobil .


di dalam perjalan tidak ada yang memulai pembicaraan hanya keningan dan ributnya lalu lintas kendaraan di kota Jakarta .


di karenakan sore keadaan Jakarta cukup macet , hingga rona memilih untuk tidur . sedangkan Vero fokus menatap ke depan .


sesampainya di rumah . Vero tidak tega membangunkan rona , jadi dia menggendong rona menuju kamar rona dan setelah Vero meletakkan rona di ranjang . Vero pun keluar dan menutup pintu .


kemudian Vero mengunci pintu rumah dan setelah itu menuju kamarnya .


" lagi dan lagi . Vero bodoh . bodoh bodoh " pekik Vero di dalam kamar , memarahi dirinya sambil memukul tembok kamarnya .


teriakan Vero dari dalam kamar tidak akan ada yang mendengar , kecuali hanya tembok membisu yang menyaksikan rasa sakit Vero .


" aku masak dulu untuk makan malam dan pizzanya ku pesan online aja "


Vero pun buru-buru ke bawah menyiapkan makan malam setelah dia sudah memesan pizza , sedangkan tangannya kanan yang memukul tembok tadi di lapisi dengan sarung tangannya . selang berapa waktu pizza pun datang sesuai alamat yang Vero berikan .


Vero pun kembali fokus memasak , setelah selesai dia masuk lagi ke kamar dan menulis sesuatu di dalam kertas .


...maaf...


...aku tidak akan menunjukkan diri ku...


...sebelum kau memaafkan ku...


kertas itu dia letakan di meja makan , hingga terdengar azan Maghrib dia pun buru-buru masuk kamar lagi . sebelum rona melihatnya .


...Bersambung...


**sampai sini dulu


salam dari ku


...assalamualaikum wr.wb**...