Rona

Rona
eps . 34 Yanti dan Ardi



saat Yanti sudah sampai di depan sebuah vila , Yanti langsung turun dari mobil dan kemudian melangkah kakinya memasuki pintu yang terbuka lebar .


" bagaimana perkembangannya ? " ujar seorang pria dengan memakai ke meja merah dan celana hitam , yang kini duduk di ruang tamu yang berdekatan dengan pintu masuk


Yanti yang terkejut mendengar suara itu hanya mendengus kesal . dengan berat hati Yanti duduk di hadapan pria itu dengan berbatas meja kayu berwarna coklat dan di atas meja itu cuma ada sebotol alkohol serta 1 gelas kecil .


" lumayan " jawab Yanti dengan wajah datar


" emm kalo begitu , apa kamu sudah bisa untuk memulai rencana awal kita yang sempat tertunda ? " ujar pria itu lagi dengan santainya


" iya , tapi lebih bagus bila kita melakukannya secara perlahan . karena aku sangat ingin melihat bagaimana wajah Rona nanti " jawabnya dengan tersenyum sinis


" baiklah , yang penting rencana awal tetap di lakukan dan kita harus merayakannya " tutur pria itu lagi


" ayo " sahut Yanti dan langsung mengambil gelas kecil itu yang sudah berisi alkohol


" jangan kau minum " ujar pria itu kepada Yanti , tapi terlambat Yanti sudah meminum alkohol tersebut dengan sekali teguk


" Uda tahu tak bisa minum di tambah lagi penyakit jantung dan sekarang . ahhhhh sungguh merepotkan " sarkas pria itu dengan wajah padam yang merah karena marah


" apa peduli mu ha ? setelah aku selesai membalas dendam . aku akan pergi dengan suka rela dan aku tidak akan merepotkan mu lagi " ujar Yanti yang mulai mabuk , dengan perlahan ke dua tangannya sudah memegang kepalanya yang sakit . akibat alkohol


" sepertinya aku salah mengajak kau kemari " ujar pria itu dengan dingin


" tak masalah , aku punya info dan kamu harus mendengarkan . di saat aku di rumah sakit , aku melihat Rona bersama dengan Kelin dan mamanya keluar dari ruangan dokter kandungan " jelas Yanti yang sudah di pengaruhi oleh alkohol


" terus ? menurut mu Rona hamil lagi gitu ? " sarkas pria itu yang merasa terkejut


" entahlah , aku belum dapat mengetahuinya . tapi mereka akan membuat acara , dan mungkin acara ulang tahun Vero " tutur Yanti


" kalo begitu kita juga harus merayakannya dan kamu harus mau tidur dengan ku di malam ini " ujar pria itu berdiri dari duduknya dan langsung mendekati Yanti


" aku gak mau , aku gak suka kamu . jangan coba-coba menyentuh ku dengan tangan mu itu , aku gak Sudi bermalam dengan mu " bentak Yanti kepada pria yang sudah berdiri di hadapan dan mencoba untuk mendorong pria itu . namun , karena pengaruh alkohol tenaganya sia-sia


" harus mau sayang , dan kamu tidak boleh menolak diri ku lagi . aku sudah sangat lama menginginkan tubuh mu yang modis dan seksi ini " ujar pria itu dengan tatapan seperti seekor harimau yang kelaparan


pria itu langsung menggendong Yanti dan Yanti hanya terus memberontak .


" lepaskan aku tuan Ardi , jangan macam-macam dengan ku . aku tidak membiarkan siapa pun , selain Vero yang ku cintai . camkan itu " sarkas Yanti yang terus mencoba melepas dari dari gendongan pria yang bernama Ardi itu


" sudah terlambat sayang , sekarang kamu tidurlah di sini dan nikmati apa yang ku perbuat untuk tubuh mu " kata Ardi dengan lembut berbisik di telinga Yanti


" gak , jangan . aku ..." saat Yanti berucap , mulutnya sudah di bungkam dengan lembut oleh mulut Ardi


kini mereka berdua sudah ada di salah satu kamar tidur yang ada di vila tersebut . Vila ini berada di tempat sunyi yang hanya di temani oleh pepohonan dan juga ada bukit di sisi selatan .


Yanti terus memberontak dan mendorong Ardi dengan tenaga yang dia miliki . namun , karena pengaruh alkohol dan perlakuan Ardi yang lembut . membuat Yanti berhenti memberontak , bahkan kini ke dua tangannya sudah meremas rambut Ardi dan menekannya untuk lebih dalam


Yanti dan Ardi saling menginginkan serta juga menikmati hubungan penyatuan yang baru pertama kali mereka lakukan . sehingga kini tubuh Yanti bergetar hebat di bawah tubuh Ardi . Ardi yang adalah seorang pria , sudah membuat tubuh Yanti dan tubuhnya sama-sama polos .


sedangkan Yanti hanya menikmati setiap sensasi yang di berikan Ardi . Ardi yang sejak tadi menahan birahinya kini mulai memasuki tubuh Yanti dengan sekali hentakan .


" aaaaaaaa " teriak Yanti dengan keras yang mendapatkan rasa sakit di area sensitifnya


Ardi yang mendengar itu menghentikan pergerakan pinggulnya dan dia langsung memerhatikan wajah Yanti dengan sudut mata yang sudah mengeluarkan air mata .


" lanjutkan jangan berhenti " ujar Yanti dengan mata sayu yang di selimuti oleh gairah menatap mata Ardi


" kelamaan , lebih bagus aku yang melanjutkan " ujar Yanti dan langsung menggerakkan pinggulnya maju mundur di atas tubuh Ardi


Ardi yang melihat serta mendapat perlakuan dadakan dari Yanti begitu terkejut . namun , dia juga menikmatinya dengan senang hati .


selang berapa waktu Yanti akhirnya berhenti , karena dia sudah mencapai pelepasan dan tubuhnya terasa sangat berat . sehingga tubuh Yanti Langsung berbaring di samping tubuh Ardi . Ardi yang belum merasa puas dan belum mencapai klimaksnya , membuat dia kembali menindih Yanti lagi .


" ahhhhhhhhh su...dahhhhhhhhh aku lelahhhhh " desahan Yanti bergema di telinga Ardi


" sebentar sayang " ujar Ardi di tengah aksi nya


Yanti yang sudah sangat lelah , kini merasakan kenikmatan lagi dan terus berdesak . membuat Ardi semakin bersemangat , sampai akhirnya mereka mengerang nikmat bersamaan .


" terima kasih sayang " kata Ardi lembut mencium kening dan langsung memeluk tubuh polos Yanti


Yanti yang sudah tidur karena merasakan kelelahan tak dapat mendengar kata Ardi . sehingga kini mereka berdua tidur dengan berpelukan .


malam yang awalnya di mulai dengan rasa kesal dan amarah . kini berakhir dengan rasa lelah , akibat gairah dan nafsu yang memuncak


perlahan pagi pun datang , dengan sinar mentari memasuki sela jendela kamar . sehingga membangunkan seorang wanita yang merasakan silau di matanya .


wanita itu adalah Yanti , Yanti perlahan membuka matanya dan langsung mendapatkan Kilauan cahaya matahari . namun , sekarang dia nampak terkejut . saat melihat tubuh seorang pria yang tak lain adalah Ardi . memeluk dirinya dan dengan mudah Yanti merasakan deru nafas Ardi . karena wajah Ardi sangat dekat dengan wajahnya . Yanti pun langsung mendorong tubuh Ardi dengan ke dua tangannya .


kemudian Yanti turun dari ranjang dengan berbalut selimut dan langsung berlari menuju kamar mandi dengan tak lupa dia mengambil pakaiannya yang berada di lantai . sedangkan Ardi sudah terbangun di saat Yanti sudah masuk kamar mandi.


Yanti terus dan berulang kali membersihkan dirinya dengan air yang terus membasahi tubuhnya dari atas .


" sungguh menjijikkan , bagaimana bisa aku melakukan itu dengan dia ? kenapa harus dia ? aaaaaaaaaa " ujar Yanti dengan amarahnya


Yanti tetap berada di bawah air yang terus membasahi tubuhnya . sampai tubuhnya menggigil karena merasa kedinginan . Yanti sudah 1 jam di kamar mandi , membuat Ardi merasa kesal .


" apa yang sedang wanita ini lakukan ? apa mungkin dia ? " kata Ardi yang sejak tadi berjalan bolak-balik di depan pintu kamar mandi


saat ini Ardi hanya Makai celana pendek sebatas lutut dan tanpa memakai baju . tanpa pikir panjang lagi , Ardi langsung memdopra pintu kamar mandi . kemudian Ardi langsung masuk dan dapat melihat Yanti duduk bersandar di bawah air yang terus mengalir sambil memeluk dirinya yang menggigil karena kedinginan .


" dasar wanita bodoh " maki Ardi dan langsung menggendong Yanti


Ardi langsung membawa tubuh polos Yanti yang meringkuk di gendongannya menuju ranjang dan meletakkannya secara perlahan .


" pakai baju mu , atau mau ku pakaikan " bentak Ardi menyodorkan sebuah pakaian yang dia ambil dari lemari di depan ranjang yang berdekatan dengan pintu kamar mandi


Yanti langsung mengambil baju tersebut dengan diam , setelah selesai dia langsung meringkuk di dalam selimut . Ardi yang melihat itu hanya memhembuskan nafas kasar , kemudian dia melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi membersihkan tubuhnya .


selang 10 menit Ardi sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk . sehingga tubuh sixpack nya terlihat sempurna , Yanti yang melihat roti sobek milik Ardi merasa panas di pipinya . kemudian Yanti memilih untuk tidur dan berharap ini hanya mimpi .


Ardi yang baru selesai memakai baju dan langsung mendekati ranjang . Ardi tanpa sadar tersenyum hangat melihat Yanti yang meringkuk di bawah selimut seperti bayi .


" cantik dan manis . tapi , sayangnya dia hanya mencintai suami orang lain . padahal waktu sudah sangat berlalu , dan aku sudah tidak merasakan apa pun terhadap Rona . tetapi mengapa aku merasa tertarik dengan wanita ini ? apa mungkin aku mempunyai rasa terhadapnya ? atau karena misi yang sama ? ah sudahlah , yang ku inginkan sekarang hanya kebahagiaan . jika dia merubah rencananya , dan tak ingin lagi membalas dendam . mungkin itu lebih bagus " ujar Ardi sambil tetap menatap wajah Yanti dengan suara pelan agar tidak di ketahui oleh Yanti


Yanti yang memang sudah tertidur dan tak dapat mendengarkan ujarannya Ardi yang panjang lebar membuat dia tidak mengetahui itu dan kini Ardi pelan-pelan menyikap selimut . sehingga dia dapat melihat cat merah pada tengah ranjang .


" sepertinya dendam itu akan hilang " ucap Ardi dengan senyuman manisnya


...Bersambung ...