Rona

Rona
eps . 29 Perminta Rona



saat ini Vero sedang mengemudikan mobilnya menuju rumah di malam yang gelap gulita , dengan bintang dan rembulan yang tak terlihat di atas sana serta dinginnya malam menyelimuti tubuh yang kelelahan di malam ini


Vero tetap fokus mengemudi mobilnya dan menahan dinginnya cuaca di malam ini . sampai waktu 5 menit hpnya berbunyi menandakan telpon masuk . Vero memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang sangat sunyi . kemudian Vero menekan tombol hijau , saat sudah melihat tag pada layar ponsel


" assalamualaikum sayang " ujar di seberang sana setelah Vero mengakat telponnya


" wa'alaikumsalam sayang , ada apa ? " tanya Vero Dengan satu tangan kanannya memegang hp sedangkan tangan kirinya berada pada setir mobil


" aku pengen makan bakso yang ada di pinggir jalan !! "


" ini Uda malam sayang , mana ada bakso jam segini "


" tapi aku pengen bakso ! titik gak pake koma "


" kalo gak ada gimana ? "


" *harus ada , kalo gak ada jangan pulang "


Tutt*


sambungan telepon pun terputus dari seberang sana , sementara Vero hanya memhembuskan nafas pasrah dan kemudian Vero menatap pergelangan tangan kirinya melihat jam 11 : 15 wib . Vero kembali melajukan mobilnya mencari tukang bakso di pinggir jalan .


selang waktu setengah jam , akhirnya Vero menemukan tukang bakso yang bersiap untuk pergi dari tempatnya berada tadi . Vero yang melihat itu memberhentikan mobilnya , tepat di depan gerobak bakso .


" masih ada baksonya mang ? , soalnya istri saya pengen bakso " tanya Vero dengan wajah lelah , setelah dia keluar dari mobil dan mendekat pada tukang bakso


" ada ko mas , tapi saya mau pulang mas " ujar tukang bakso menatap Vero dengan bingung


" saya mau baksonya mang , istri saya lagi pengen "


setelah tukang bakso mendengar penuturan Vero dan mengerti . tukang bakso mau membuat bakso tersebut .


" mau berapa porsi mas ? "


" 3 aja mang "


" bentar ya mas , kalo gitu duduk dulu atu " kata tukang bakso sambil meletakan kursi plastik yang dia ambil dari atas gerobaknya


Vero pun duduk di kursi plastik tersebut , kemudian memperhatikan tukang bakso itu yang terlihat masih muda .


" Uda berapa lama mang jualan bakso ? " tanya Vero dengan sopan sambil memperhatikan cara si tukang bakso yang lihai membuat bakso


" Uda sekitar 7 tahunlah , setelah tamat SMA mas " jawab tukang bakso yang masih sibuk dengan tugasnya


" emm berarti Uda nikah dong " seru Vero


" ehehheh belum mas " jawab tukang bakso itu lagi sambil tersenyum kecut


" serius ni mang ? belum ? "tanya Vero merasa terkejut


" iya sudah ini pesanannya mas " ujar tukang bakso sambil tersenyum dan menyodorkan sekantung plastik


" makasih mang " ucap Vero yang kemudian berdiri dari duduknya sambil memberikan secarik kertas 3 lembar berwarna merah yang dia ambil dari dompet dan memberikan kepada tukang bakso yang ada di depannya


" ini kebanyakan mas " kata tukang bakso tersebut yang merasa tak enak hati


" Uda gapapa mang , sisanya untuk mang aja " jawab Vero dengan senyuman


" terima kasih ya mas , semoga anaknya suka bakso saya " sahut tukang bakso


" eh , ini istri saya yang minta mang . bukan anak saya " ujar Vero yang merasa bingung mendengar perkataan tukang bakso , sedangkan tukang bakso hanya tersenyum menanggapinya menatap Vero


" ya Uda , kalo gitu saya balik mang . assalamualaikum " ucap Vero pamit kepada tukang bakso


Vero langsung menaiki mobilnya , kemudian menyalakan dan kembali mengemudikannya menuju rumah . selang berapa waktu , akhirnya Vero sampai tujuan dan saat Vero ingin mengetuk pintu . pintu sudah langsung terbuka , dan terlihatlah seorang wanita cantik yang sambil tersenyum kepadanya .


" assalamualaikum " ucap Vero sambil tersenyum melangkah masuk rumah


" wa'alaikumsalam " jawab Rona sambil menyalami tangan Vero dan Vero langsung mencium kening Rona


Rona kembali menutup pintu serta menguncinya . sementara Vero sudah masuk menuju ruang makan yang berdekatan dengan dapur dan kemudian meletakkan sekantung plastik di atas meja makan .


" ini bakso yang aku minta tadikan ? " tanya Rona sambil membuka plastik yang ada di atas meja makan yang berwarna putih


" hemnm , makanlah dan aku mau mandi dulu "


Vero langsung menaiki tangga menuju kamarnya dan langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri . selesai Vero mandi dan memakai baju tidurnya , dia langsung kembali kebawah menuju meja makan .


" sayang kamu habiskan semua baksonya ? " tanya Vero yang begitu terkejut menatap Rona yang masih memakan bakso terakhir di mangkok yang ada di hadapannya Rona


" iya sayang , aku sangat lapar " jawab Rona dengan mulut yang penuh , sehingga tidak jelas apa yang di katakannya


" itu yang terakhir untuk aku dong ? " pinta Vero yang juga merasa selera sambil menatap bakso pada mangkok Rona


Rona yang melihat wajah memelas suami tercintanya pun merasa tak tega , sehingga dia menyuapi bakso yang tertinggal 3 butir lagi pada Vero dan Vero dengan senang hati menerimanya .


" besok aku beli lagi aja yang banyak " ujar Vero setelah meneguk minumnya yang ada dalam gelas dan meletakkan kembali di atas meja


" bagus " seru Rona merasa puas


" sekarang ayo tidur , ini sudah larut " perintah Vero dengan lembut kepada Rona


" tapi aku pengen kelapa muda yank " kata Rona sambil menggandeng lengan Vero dengan manja


" aku pengen sekarang " seru Rona yang mulai kesal dan melepaskan tangannya dari lengan Vero


" baiklah , aku akan Carikan "


setelahnya Vero keluar rumah dengan tubuh yang sangat lelah dan mata yang memerah serta berair menahan kantuknya . karena Vero tak ingin berdebat dengan Rona .


Vero terus mengemudi mobilnya yang sangat membela jalan yang sepi . namun , masih ada berapa mobil yang terlihat berkendara di malam ini . Vero terus menatap ke depan dan sekali-kali menatap ke kanan kiri untuk melihat pohon kelapa . karena Vero mengemudi mobilnya dengan kecepatan lambat .


beberapa waktu kemudian , akhirnya Vero menemukan pohon kelapa yang terletak di taman bunga yang sangat sunyi dan hanya di terangi beberapa lampu yang sangat redup .


Vero berhentikan mobilnya tepat di mana pohon kelapa itu berdiri , yang di pinggir taman dan hampir mendekati jalan aspal .


" yaaaa Allah , tinggi banget . kalo jatuh bisa patah tulang kali ya ? atau bisa juga geger otak dan kemungkinan mati ni ? " ujar Vero bergidik ngeri menatap pohon kelapa yang tinggi


tanpa pikir dan beropini lagi Vero mendekati pohon kelapa tersebut dan bersiap ingin memanjat . namun , terdengar suara dari kejauhan dan dengan cahaya kuning mengarak padanya . sehingga Vero mengundurkan niatnya ingin memanjat pohon kelapa .


" hei berhenti !!! " teriak seseorang sambil berlari mendekati Vero dan Vero yakini dia seorang satpam penjaga taman bunga dengan sambil memegang senter ditangannya


" maaf pak , saya ingin ambil pohon kelapa untuk istri saya yang ingin kelapa mudanya " tutur Vero dengan sopan


" o... waaaala mas-mas , bilang atu . jangan manjat , macam kayak maling aja dan saya kirain mau bunuh diri pula " ujar satpam tersebut dengan sambil menyenterkan lampu pada wajah Vero


Vero hanya bisa tersenyum kecut dengan sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal . karena dia juga tak tau mau bilang apa lagi .


" ikut saya aja mas " perintah satpam kepada Vero yang diam mematung


karena Vero tak punya pilihan , Vero langsung mengikuti satpam tersebut dari belakang . sampai akhirnya satpam itu berhenti pada pondok batu , yang tertulis pada tag di pintu " ruang penjaga " .


" duduk disini mas " pinta satpam sambil menunjuk kursi besi dengan tangan kanan yang memegang tongkat


Vero langsung duduk pada kursi besi yang di tunjuk satpam tadi yang membelakangi pohon beringin . sehingga membuat Vero merasa merinding , akibat angin yang bertiup kencang dan gelap serta sunyinya malam .


satpam yang tadi sudah masuk pondok tersebut , kini telah keluar setelah 5 menit Vero menunggu di luar .


" ini kelapanya mas , semoga anaknya keras seperti batok kelapa mudanya mas " canda satpam dengan tersenyum jengkel sambil memberikan dua kelapa yang terletak pada ke dua tapak tangannya pada Vero


" eh , makasih pak . makasih banget , kalo gak ada bapak . saya pasti Uda masuk surga kali ya pak " ujar Vero yang juga ikut bercanda , setelah mengambil kelapa dari satpam


" iya Uda , mas pulang sekarang . jangan sampai tu anak marah " kata satpam sambil tersenyum kepada Vero , sedangkan Vero hanya tersenyum dan mengangguk dengan perasaan bingung


" kalo gitu saya pamit pak dan sekali lagi terima kasih banyak . assalamualaikum " ucap Vero dengan senyuman khasnya


" iya sama-sama , wa'alaikumsalam " jawab satpam itu dengan senyuman


Vero pun pergi dari tempat dia berada tadi menuju mobilnya yang sedang menanti . Vero langsung memasuki mobilnya dan meletakkan buah kelapa pada kursi di sampingnya . kemudian Vero melajukan mobilnya kembali ke rumah dengan kecepatan sedang .


sesampainya di rumah dan langsung membuka pintu tanpa mengetuk atau memencet bel yang kebetulan pintu tidak di kunci . Vero masuk dan kembali menutup pintu serta tak lupa menguncinya , setelahnya Vero menuju dapur . karena Vero yakini Rona menunggu dirinya di kamar mereka.


Vero langsung mengupas satu buah kelapa muda , kemudian membawanya menuju kamar dan sesampainya di kamar . Vero kembali menutup pintu dan meletakkan kelapa pada nakas di samping ranjang di sebelah kanan .


" Rona , bangun sayang . ini kelapanya " kata Vero membangunkan Rona yang tertidur di ranjang


Rona pun terbangun , karena Vero menggoyangkan pundaknya . sehingga tidurnya Sangat terganggu , kemudian Rona menggeliatkan tubuhnya yang terasa berat .


" ada apa si sayang , aku mengantuk " ujar Rona dengan mata sayunya karena mengantuk


" ini kelapanya " ucap Vero sambil memberikan kelapa di depan wajah Rona


mendengar kata kelapa , Rona langsung duduk di atas ranjang dan kemudian meminum air kelapa dari pipa yang disodorkan Vero padanya dengan mata yang masih sayu . namun , Rona hanya meminum sedikit dan membuat Vero merasa kesal.


" aku sudah minum dan sekarang kamu yang habiskan semua sayang " pinta Rona menatap Vero di depannya yang sedang berjongkok sambil memegang kelapa


" gak mau , aku gak suka kelapa sayang " tutur Vero yang mulai kesal


" harus kamu habisin , cepat " kata Rona dengan mata merah melotot pada Vero


Vero yang melihat Rona yang sudah marah dengan mata merah yang melotot padanya . membuat Vero ke sulitan menelan salivanya , dan mau tidak mau Vero pun mau menghabiskan isi kelapa tersebut . sementara Rona terus memperhatikan Vero sambil berbaring di ranjang .


sehabis Vero selesai kembali air kelapa tersebut , Vero rasanya ingin muntah . namun , Vero tak jadi muntah . karena Rona membungkam mulut Vero dengan mulutnya.


Vero yang sudah terbawah dalam permainan Rona , langsung menindih Rona dengan bibir yang masih terpaut dan mata yang terpejam rapat . menikmati sensasi dari sentuhan masing-masing . tangan Vero sudah mulai nakal mengerayangi tubuh Rona , sedangkan Rona hanya meremas rambut Vero .


sehingga olahraga ranjang pun di mulai lagi dengan gairah dan gelora yang sudah sampai di ubun-ubun . sehingga pikiran Rona dan Vero tak bisa berpikir jernih dan Vero langsung kehilangan rasa kantuk dan lelahnya .


" sayannnnggg teruuuuusss , yaaaa uuuhhh aaaaahhahhhhhhh " racau Rona


" dengan senang hati sayang ku " ujar Vero di sela aksinya


Vero dan Rona terus bergelut di atas ranjang , tanpa mereka sadari tubuh mereka benar-benar polos dan hanya tertutup oleh selimut tebal . sedangkan bantal , guling dan pakaian mereka berantakan di lantai kamar .


jam 02 : 20 wib dini hari , olahraga ranjang pun berakhir sampai akhirnya mereka tidur lelap memasuki alam mimpi dengan sambil berpelukan dalam rasa yang sangat lelah .


...*Bersambung...


sampai sini dulu gys 😅


sampai ke temu di cerita selanjutnya !!!


assalamualaikum*