Rona

Rona
eps. 39 Dugaan



satu jam telah berlalu dan kini juhan berada di markas bersama Raka , Jeki , Evan , Roky dan Vero . mereka mulai saling berbicara hal serius di dalam ruangan yang bernuansa hitam dan coklat pada dinding cat di dalam ruangan.


setelah Vero menidurkan Rona di kamar . dia langsung pergi ke markas meninggalkan Rona bersama mamanya dan juga Kelin adiknya . namun , penjagaan tetap di lakukan di sekitar rumahnya dan seperti sekarang ini . Vero sudah di markas bersama teman serta Abang iparnya Raka .


" apa yang kau dapatkan ? " tanya Raka kepada Juhan yang kembali duduk di sofa di hadapannya , setelah juhan selesai menerima telpon dari seseorang


" aku hanya mengetahui bila kurir itu hanya orang yang di perintah melalui telpon . sehingga dia juga tidak tau siapa yang menyuruhnya melakukan itu dan dia meyakini bila yang menelponnya adalah seorang wanita . dia juga mendapat bayaran , tapi dengan cara yang luar biasa . sehingga kita dan mungkin akan sulit mengetahui siapa orang di bakiknya " jelas Juhan menjawab pertanyaan Raka


" wanita ? siapa ? dan dengan cara apa dia membayar kurir itu? " ujar Evan kebingungan yang kini duduk di samping Vero


" tempat sampah " jawab juhan singkat padat


" menurut paket itu tertulis pada kertas , bila orang itu pengagum masa lalu Rona . itu artinya Rona pernah dekat dengan wanita yang kemungkinan teman atau sahabat ? " tebak Roky yang duduk di samping Raka


" iya itu mungkin saja ! tapi siapa ? tak mungkin istri-istri kita ? istri kita saling dekat dan tak mungkinkan istri sekaligus sahabat Rona menyukai Vero ? " timpal Evan membuat Vero mendengus kesal , merasa tersindir


" Uda kita akan terus selidiki dan sepertinya kisah masa lalu cinta Vero dan Rona adik ku banyak yang tidak menginginkan kalian bersama " sindir Raka menatap Vero sekilas dan kembali meneguk kopi hitam yang ada di atas meja


" apa mungkin Yanti ? mungkin saja kan Yanti mencoba mengecoh kita melalui paket dan berkata di situ dia pengagum masa lalu ? " kata Jeki tiba saja yang semula diam di samping Juhan


semua mata pun tertuju kepada Jeki dan membenarkan apa yang di katakan Jeki dan kemungkinan memang ini ulah Yanti yang mencoba mencari celah atau apa pun , yang pasti akan sangat gawat untuk keselamatan Rona . pikiran mereka bersamaan


" baiklah , Abang akan terus menyelidiki dan mencari tau . karena berapa hari ini orang suruhan Abang belum menemukan tempat dimana Yanti dan Ardi menetap . jadi Vero , kamu harus tetap berhati-hati dan waspada . kemungkinan akan ada lagi yang akan terjadi " tutur Raka menatap Vero serius


" pasti bang , aku akan tetap menjaga Rona serta bayi yang sedang di kandungnya biar pun nyawa ku jadi taruhan. karena aku sangat mencintai Rona " jawab Vero dengan lantang


Raka yang mendengar itu tersenyum , kemudian dia berdiri . melihat Raka berdiri Vero dan yang lain pun ikut berdiri dan tiba saja Raka memeluk Vero .


" Abang yakin dan percaya pada mu . kau tidak akan pernah mengecewakan Abang ipar mu ini " ucap Raka dengan tetap memeluk Vero


" terima kasih bang "


" cieeee homo ni " cengir Roky mencairkan suasana yang tegang dan dapat tabokan dari Evan di kepalanya


" aw ! sakit bego " celutuk Roky mengusap kepalanya yang di tabok Evan


" emang enak ? rasain ! " ucap Evan dengan Entengnya membuat Roky kesal


" kalo gitu saya pamit duluan assalamualaikum" ucap juhan dengan senyuman dan langsung melangkahkan keluar ruangan


" aku juga pamit ya , bini gue ngidam ni . by assalamualaikum " timpal Roky berlalu pergi


" wa'alaikumsalam " serentak Vero dan Raka


" kalian gak ikut pulang ? " tanya Vero pada ke dua temannya yang masih berdiri mematung


" ok , gue juga pamit . karena sepertinya gue di usir ni " sindir Evan sambil cengengesan


" alaaaaa alasan . bilang aja bini nungguin elu " tebak Jeki dengan wajah datarnya


" Uda Uda , kalo mau pulang . pulang saja , Abang juga mau pulang . daaaa Abang duluan assalamualaikum " ujar Raka berlalu pergi meninggalkan Vero , Jeki dan Evan


" wa'alaikumsalam "


kini tinggal Vero menatap Jeki dan Evan . mereka berdua yang merasa ditatap oleh Vero pun mengerti dan mereka kembali duduk .


" menurut kalian bagaimana ? " tanya Vero memulai pembicaraan dengan serius menatap ke dua temannya


" sepertinya bukan Yanti " jawab Evan menatap Vero sekilas kemudian dia bersandar dan menatap langit ruangan


" kenapa ? " tanya Jeki menatap wajah Evan dan Vero sama halnya juga menatap wajah Evan


" aku pernah melihat Ardi dan Yanti ke rumah sakit , tapi aku tidak tau siapa yang mereka kunjungi ? dan apa yang mereka lakukan ? dan aku yakin itu memang mereka berdua " jelas Evan yang masih menatap langit ruangan


" kapan ? " tanya Jeki lagi dan Vero hanya diam mendengarkan


" kemarin , saat ingin memeriksa kandungan Nura " jawab Evan jujur


" terus apa yang membuat mu yakin bila bukan Yanti ? " tanya Vero tiba saja yang tadi hanya diam


" entahlah , aku juga tidak tau . yang ku tau orangnya dari masa lalu , sedangkan Yanti bukan masa lalu dan seingat ku Yanti tak mungkin mengagumi Rona . sedangkan Yanti dan Rona bertemu hanya 2 atau 3 kali " jawab Evan panjang lebar , kemudian dia berdiri dan menatap satu persatu temannya


" aku mengatakan ini , karena aku melihat Ardi begitu lembut dengan Yanti di rumah sakit dan aku mengenal Ardi seperti apa dia " lanjut Evan


Vero dan Jeki pun tertegun mendengar itu . memang dulu sempat Evan dan Ardi dekat karena saat itu ada tugas kelompok dan mereka perlahan menjadi akrab dan mungkin menjadi teman.


" baiklah jika itu menurut mu " ucap Jeki


" berarti maksud mu ? Yanti sudah berubah karena Ardi ? dan kemungkinan mereka menjalin hubungan gitu ? " tanya Vero berturut-turut dengan terlihat santai namun ada penekanan di setiap katanya


" ku rasa begitu , tapi entahlah . aku juga masih ragu " jawab Evan dengan masih menatap Vero yang terlihat santai Duduk di sofa coklat itu


" baiklah kalo gitu aku pamit , tapi sebelumnya . aku melihat Ardi dan Yanti itu hanya berapa menit . karena aku juga sedang bersama Nura ku tercinta " tutur Evan dengan sedikit bercanda mendengar itu Vero dan Jeki tersenyum


" ya udah mari kita pulang " kata Vero sambil berdiri


mereka bertiga pun pulang menggunakan kendaraan masing-masing menuju rumah mereka . di dalam perjalanan Vero terus memikirkan perkataan Evan dan dugaan Jeki .


" apa benar Yanti ? atau ...aaaaa sudahlah kepala ku sungguh pusing " gumam Vero sambil mengemudi mobil dan menatap ke depan


Drrrt !!!


ponsel Vero berbunyi , menandakan pesan masuk dan anehnya nomor pengirim pesan adalah nomor yang tak di kenalnya . namun , Vero tetap membacanya setelah dia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan .


" *Hay tampang aku merindukan mu "


" apa kau tak merindukan ku ? o iya ! apa Rona sudah menerima hadiah dari ku* "


Vero yang membaca pesan tersebut pun merasa marah dan bertanya-tanya . namun , dengan berpikir cepat . Vero mengirim nomor yang tak di kenalnya ini , langsung dia kirim ke Jeki melalui pesan .


" Jeki cari tau pemilik nomor ini dan selidiki di mana ke beradaan nomor ini "


setelah Vero mengirim pesan singkat tersebut kepada Jeki . Vero membawa pesan dari Rona


" sayang kamu di mana ? aku ingin rujak dan sate Padang . cepat gak pake lama ! "


Vero yang membaca pesan singkat Rona kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya seakan beban pikirannya hilang seketika . merasa heran dengan perubahan sikap istrinya yang sedang hamil .


" baiklah ratu ku , Baginda raja akan menuruti kemauan mu " seru Vero bersemangat


Vero pun langsung mencari pesanan Rona yaitu rujak dan sate . saat Vero sudah membeli sate dan kemudian pergi membeli rujak di pinggir jalan . tanpa sengaja Vero melihat Ardi juga membeli rujak . namun , Vero mendiamkan dan mungkin Ardi tidak mengetahui ke hadiran Vero . karena memang banyak pembeli rujak dan sangat padat .


saat Vero ingin mendekat pada Ardi , tiba-tiba Vero menabrak seorang wanita . namun , Vero tak memperdulikan wanita itu . tapi Vero juga sudah terlambat menemui Ardi , karena Ardi sudah menaiki mobilnya serta pergi meninggalkan area pinggir jalan .


Vero kemudian pergi menaiki mobilnya mengejar Ardi , tapi Vero kehilangan jejak karena lampu merah membuat Vero meremas rambutnya merasa frustasi . sedangkan di sisi lain seorang wanita yang di tabrak Vero tadi hanya tersenyum senang .


" tampang maaf aku telah menghalangi mu , tapi sayangnya kamu tidak mengenal ku " ujar wanita itu dengan senyum manisnya menatap ke arah laju mobil Vero tadi dan walau pun sudah tak terlihat lagi


sementara Vero sudah kembali ke rumah dengan wajah lelah dan pakaian yang lesu serta rambutnya acak-acakan . Vero di sambut oleh mamanya di pintu dengan senyuman hangat .


" assalamualaikum " ucap Vero memasuki rumah dan kemudian menyalami mamanya . kemudian melangkahkan menuju dapur


" wa'alaikumsalam . kamu kenapa nak ? berantakan Banget " ujar mamanya menatap iba kepada anaknya setelah kembali menutup pintu


" Vero gak apa-apa mah . Vero naik ke atas dulu mah , mau ngasi ini untuk Rona " kata Vero berlalu pergi menaiki tangga sambil membawa nampan meninggalkan mamanya yang diam menatap punggungnya


mama Vero pun langsung menutup pintu , kemudian memhembuskan nafas melihat anak dan menantunya yang selalu mendapat masalah . sedangkan Vero sudah memasuki kamar dan melihat Rona bersandar pada sopa . Vero pun duduk di samping Rona setelah meletakkan nampan yang berisi sate dan rujak di meja.


" sayang ini pesanan kamu " seru Vero memberikan 1 piring sate dan 1 mangkok rujak


" makasih sayang " seru Rona senang dan langsung menerima makanan yang di bawah Vero serta memakannya sampai tuntas


Vero yang melihat itu menelan ludahnya . merasa takjub melihat Rona yang lahap makan dan menghabiskan semuanya .


" ini minum dulu " pinta Vero yang masih berdiri di hadapan Rona sambil memberi segelas air yang sejak tadi ada di nampan


Rona menerima gelas air putih tersebut dan meminumnya hingga habis . kemudian Rona meletakkan gelas tersebut di meja dan langsung bersandar di pundak Vero .


" apa kau ingin sesuatu lagi ? " tanya Vero sambil memegang tangan Rona


" ya aku ingin sesuatu " Jawab Rona sambil tersenyum


" katakan saja akan aku turuti ! " seru Vero


Rona langsung bangun dari duduknya , kemudian dia menuju pintu kamar dan menutupnya . Vero yang memperlihatkan tingkah Rona sudah menebak dan dia hanya tersenyum .


sedangkan di sisi lain mamanya , Kelin dan juhan mengurus ke dua anak Rona dan Vero yang sudah sangat aktif . mereka bermain di sebuah ruangan yang sangat luas serta barang mainan yang ada di mana-mana berserakan dilantai .mama sangat senang bermain dengan anak kecil dengan senyuman dan tawa bersama Kelin serta juhan .


" kapan kita punya anak sayang ? " ucap Kelin yang duduk di samping Juhan , yang saat ini Kelin sedang memangku Anggita sambil menatap wajah kecilnya


" entahlah " jawab juhan sambil mengedipkan bahunya acuh , Kelin pun langsung mencubit perut juhan dengan perasaan kesal


" ko di cubit si yank ? sakit Lo . ini KDRT namanya " celutuk juhan kesal


" biarin " ucap Kelin acuh kepada Juhan


" mama doain semoga kamu segera punya momongan " ujar mama tiba saja sambil tersenyum menatap anak dan menantunya


Kelin hanya tersipu malu , sedangkan juhan hanya tersenyum menanggapinya .


...Bersambung...