
di tempat lain Nura dan Evan sedang menikmati bakso di pinggir jalan . awalnya Evan tak mengijinkan Nura untuk makan di pinggir jalan . namun , karena Nura yang mengidamkan hal ini membuat Evan pasrah dan mau tak mau dia harus mengizinkan Nura makan di pinggir jalan serta Evan juga menemani Nura .
" sayang jangan terlalu banyak menggunakan saos atau pun cabai ! " pinta Evan lembut dengan nada peringatan
" tapi gak akan enak Lo yank " rengek Nura dengan manja
Evan yang sudah tau sifat jengkel Nura hanya tersenyum senang , karena Nura wanita tomboi . tapi semenjak menikah Nura sedikit mengubah penampilannya dan sifat tetap sama . tapi , di karenakan hamil , Nura menjadi wanita yang sangat manja . membuat Evan merasa senang dan gemas melihat itu .
" Uda cepat habiskan , jangan membantah " perintah Evan dengan tegas
Nura langsung mendengus kesal mendengar dan mendapatkan sikap posesif Evan yang selalu merintahnya . namun , di sisi lain Nura juga sangat senang merasakan hal itu . karena dia menjadi merasa aman dan nyaman .
selesai mereka menikmati bakso tersebut . mereka memutuskan untuk nonton bioskop malam di sebuah mall . namun , mereka tidak menyadari bila ada dua pasang mata mengintai mereka berdua .
kini Evan dan Nura sudah berada di mobil berwarna silver . mereka akan pergi ke mall dan di ikuti oleh dua kendaraan lainnya yang tanpa Evan dan Nura sadari . sesampainya di parkiran mall , Evan langsung turun dari mobil .
" silahkan turun sayang ku ! " seru Evan membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya
" terima kasih " kata Nura dengan senyuman merekah di bibir ranumnya
Evan kembali menutup pintu mobil dan langsung menggenggam tangan Nura memasuki mall dengan dua pasang mata masih mengikuti mereka dari Belakang .
" kamu duduk disini dulu ya sayang ! aku mau beli tiket nontonnya dan membeli sesuatu yang lain yang bisa kau makan " ujar Evan dengan lembut di susul di mengerlingkan matanya membuat Nura bersemu merah di pipinya
Evan pun pergi meninggalkan Nura di kursi panjang khusus untuk umum yang ada di mall . sedangkan Nura kini sibuk bermain ponselnya sambil menunggu Evan .
" Hay Nura apa kabar ? apa kau masih mengingat ku ? " kata seorang wanita dengan senyum sinisnya menatap Nura
Nura yang tadinya menatap ponsel kini telah berganti menatap wajah seorang wanita yang berdiri dengan angkuh serta senyum sinis yang dapat terlihat di depannya .
" kamu siapa ? " tanya Nura acuk dengan wajah datarnya
" ok gue akan perkenalkan diri , gue adalah pacar Evan dan nama gue Nadia Vega Darwanti . pasti kamu mengenal keluarga Darwanti ! " jelas wanita yang bernama Nadia itu dengan angkuhnya memperkenalkan diri
" terus gue harus bilang apa gitu ! " hardik Nura acuh tak acuh
" what ! " ucapnya Nadia terkejut melihat sikap cuek Nura " Nura kamu ingat gue kan ? " tanya Nadia lagi yang masih berdiri di depan Nura
Nura pun langsung berdiri dan langsung menatap tajam wanita angkuh dan sombong di depannya ini . karena memang waktu masa sekolah Nura tidak pernah menunjukkan kekayaannya . Nura selalu memakai pakaian sederhana bermodel tomboi dan yang mengetahui siapa Nura sebenarnya . hanyalah teman atau sahabat terdekatnya .
" keluarga Darwanti aja Lo sombongin , terus mau Lo apa ? ah ! " sarkas Nura menatap Nadia di hadapannya
" mau gue ? Lo ! " katanya sambil menunjuk wajah Nura dengan jari telunjuknya " jauhi Evan ! " lanjutnya menatap nanar Nura
" hak Lo nyuruh gue menjauhi Evan apa ? emang Lo bininya ? Lo siapa Evan ah ? " hardik Nura lagi manatap Nadia dengan senyum sinis
" gue kan Uda bilang ! gue pacarnya ! " seru Nadia dengan tatapan tajamnya kepada Nura
" oooo Lo pacarnya atau mantannya ? " tanya Nura sambil melipat tangannya di depan dada
Nadia yang tadinya begitu angkuh dan sombong nya . kini menjadi kaku , dan membenarkan perkataan Nura , sehingga dia kehilangan seribu kata-kata dan memang benar dirinya adalah mantan Evan waktu SMA dulu mereka pacaran dan putus pada saat semester 3 di salah satu universitas di Bandung . namun , Nadia tidak tau bila Nura juga kuliah di universitas yang sama dengan mereka .
" dari mana Nura tau ? apa mungkin benar bila Nura dan Evan punya hubungan khusus ? tapi apa ? gak , aku gak akan biarkan Evan lepas lagi dari genggaman ku ! " dalam hati Nadia
Nura pun kembali duduk , mengingat dirinya yang sedang hamil dan harus berhati-hati terhadap wanita yang ada di hadapannya .
" ku harap kau tak akan jadi gila Nadia . bila kau mengetahui sebenarnya ! tapi selama ini kau kemana saja ? sampai soal pernikahan Evan pun kau tak tau ! " dalam hati Nura yang masih menatap Nadia yang membisu di hadapannya
saat Nura dan Nadia masih sama-sama diam . terdengarlah suara seorang lelaki yang sangat familiar di telinga mereka berdua dan mengejutkan serta menyakitkan buat hati Nadia .
" sayang ! aku sudah mendapatkan tiketnya , sekarang ayo kita nonton film nya ! " seru Evan dengan nada lembut berjalan mendekati Nura dan tanpa menyadari kehadiran wanita di sampingnya
" Evan ! " panggil Nadia dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca
Evan yang tadinya menatap wajah Nura yang terlihat acuh padanya , kini berpaling menatap wanita yang menyebut namanya dan seketika membuat Evan terkejut dan langsung ciut mendapati mantan pacarnya berhadapan langsung dengan istrinya .
" Nadia ! kau sedang apa disini ? Nura kamu jangan percaya apa yang di katakan Nadia ! " ujar Evan menatap Nadia dan berakhir menatap sang istri yang terlihat dingin padanya
" kenapa jadi begini si ? ya Allah weekend hari ini kenapa harus begini si ? baru manis-manisnya dan kini Mala ada rasa asam segala " gerutu Evan dalam hati
" aku rindu kamu Evan ! " seru Nadia sambil bergelayut di lengan Evan , membuat Nura manatap tajam tangan yang melingkar di lengan suaminya . Evan yang menyadari tatapan tajam Nura langsung menghempas dengan kasar tangan Nadia
" menjauh dari ku , aku sudah menikah dan kamu jangan ikut campur dalam rumah tangga ku " hardik Evan dengan tenang , tapi penuh penekanan dalam kalimatnya
" menikah ? rumah tangga ? kamu pasti bohongkan Evan ? aku yakin kamu gak mungkin sudah nikah " kata Nadia dengan air mata yang berhasil meluncur dan menetes perlahan . menatap nanar Evan dan Nura dengan tidak percaya , bahwa Evan sudah menikah
" jangan bilang Nura lah yang kau nikahi ? " tanya Nadia lagi
mendengar itu Nadia terdiam seribu bahasa , dia sungguh merasa hancur . bila pria yang dulu sangat mencintainya kini sudah menikah dengan orang lain , padahal hatinya masih menyimpan nama Evan . namun , takdir selalu menguji hatinya . dulu dia putus dengan Evan , karena ada orang ke tiga di antaranya dan Evan dan Sekarang dia benar-benar merasa hancur . mengira Evan masih mencintainya dan menunggunya .
" sayang kita jadi nonton ? atau kita pulang aja ? " tanya Evan dengan lembut menatap Nura di hadapannya , yang terduduk diam
" pulang " jawab Nura singkat , padat dan dingin membuat Evan menghembuskan nafas kasar
Evan dan Nura pun pergi meninggalkan Nadia yang masih berdiri mematung di tempat . sementara di kursi panjang yang tadi di belakangi Nura , ada juga seorang pria yang ikut mendengarkan semua yang mereka katakan . sehingga pria itu mengepal tangannya sampai terlihat urat-urat yang bermunculan di balik kulit putihnya .
pria itu pun berdiri dari duduknya , kemudian berjalan mendekati Nadia yang masih diam mematung sambil menunduk dengan air mata yang terus menetes tanpa henti .
" Nadia perkenalkan nama ku Ridwan , bila kamu ingin kembali mendapatkan Evan . aku akan membantu , tapi bila kau melepas Evan . aku siap menjadi obat untuk hati mu yang terluka " ujar pria itu dengan sopan kepada Nadia sambil memegang pundak Nadia
" Ridwan ? maksud kamu apa ? " tanya Nadia setelah menghapus dengan kasar air matanya dan menatap pria yang bernama Ridwan itu di hadapannya
" ku rasa , aku tak perlu menjelaskan apa maksud ku dan ku tau kau mengerti apa yang ku katakan tadi " jawab Ridwan dengan entengnya menatap lekat mata Nadia , sehingga mata mereka berdua terkunci selama beberapa detik seketika Nadia memutuskannya terlebih dahulu
" baiklah aku terima , tapi kamu siapa ? " tanya Nadia dengan suara parau , karena terlalu banyak menangis tadi
" Ridwan Kamil Pasteur "
" apa untungnya buat mu ? "
" Untungnya bukan cuma buat ku saja , tapi kamu juga . karena kamu patah hati dan aku sama halnya . mungkin kita jodoh , tapi bila kamu tak mau . ya sudah aku terima perjodohan mama ku saja " ujar Ridwan panjang lebar kepada Nadia
Nadia yang mendengar itu langsung tersenyum penuh arti . merasa sedih juga senang , senang karena Langsung mendapatkan pria lain setelah hatinya hancur . kini perlahan menyatu kembali dan membuatnya mau menerima kehadiran pria di hadapannya saat ini .
" baiklah aku akan menerima mu dan ku harap kau tak akan meninggalkan ku juga ! " seru nya dengan wajah lesu dan mata yang memerah karena bekas menangis
" dengan senang hati , dan saya harap kau tak menduakan saya dan saya juga gak suka di khianati dan di bohongi . kau mengerti kan ? " hardik Ridwan dengan lembut kemudian langsung mengacak rambut Nadia
Nadia yang mendengar itu hanya tersenyum kikuk , dan dia akan berusaha membuka hatinya lagi untuk pria di hadapannya ini . sedangkan Ridwan juga melakukan hal yang sama , dia akan mencoba membuka hati untuk wanita yang baru memasuki kehidupannya .
" ok kita mulia besok saja pacarannya ! atau kamu mau langsung nikah saja " goda Ridwan kepada Nadia untuk mencair suasana yang terasa canggung
" emang kamu mau ? " tanya Nadia dengan perasaan ragu
" kenapa tidak ? "
" masa ? "
" iya , kalo mau kita pacaran setelah nikah dan aku akan melamar besok "
mendengar itu Nadia langsung terkejut dengan masih menatap mata Ridwan , untuk mencari ke bohongan . namun , Nadia hanya menemukan ketulusan dan ke jujuran di dalam mata Ridwan .
" terserah kamu saja , menurut ku memang lebih bagus bila kita pacaran setelah menikah . jadi rasa pengenalan tak perlu sungkan lagi bukan !" ujar Nadia di akhiri dengan mengerlingkan mata nakal kepada Ridwan
Ridwan yang mendengar serta mendapati sikap Nadia , membuatnya tersenyum senang .
" sepertinya kita harus berterima kasih pada Nura dan Evan ! " seru Ridwan dengan senyuman hangatnya
" tentu saja dan bolehkah kita sekarang keluar . sepertinya sejak tadi kita jadi tontonan , seakan kita sedang bermain dalam film romansa dan sedih " kata Nadia yang ikut tersenyum hangat kepada Ridwan
memang benar , sejak ke hadiran Nadia mendekati Nura sampai Evan datang dan Ridwan yang mendekati Nadia menjadi tontonan . jadinya para tamu di mall , mendapatkan tontonan gratis tanpa harus membeli tiket .
Ridwan dan Nadia pergi dari mall menuju rumah Nadia . sekalian Ridwan juga ingin menyampaikan lamarannya untuk besok . karena Nadia juga sudah menyetujui hal itu dan dengan senang hati Ridwan akan mengabulkannya . karena dirinya dan Nadia juga tak ingin merasakan sakit hati akan cinta yang tak terbalaskan dan mereka akan mencoba saling terbuka untuk memperkuat hubungan mereka yang akan segera terjalin resmi .
dalam perjalanan ke rumah menggunakan mobil Ridwan , Nadia dan Ridwan saling menceritakan tentang mereka serta tak ada yang di tutupin . sedangkan di tempat lain Nura dan Evan masih berdebat tentang masa lalu dan untuk pertama kalinya Nura serta Evan saling terbuka satu sama lain setelah lama menikah .
" benar ni ! kamu gak ada rasa lagi dengan Nadia ? mantan kamu itu ? " tanya Serly yang duduk di atas ranjang kamar mereka
" iya sayang , aku gak bohong . di hati ku cuma kamu seorang ! " seru Evan meyakinkan sang istrinya
" awas saja jika tidak ! " tegas Nura mendelik tajam menatap suaminya yang duduk disampingnya
" sekarang kamu , kamu masih ada rasa sama si mantan kamu itu ? siapa namanya RI .."
" Ridwan Kamil Pasteur , dia kan masa lalu aku dan masa depan aku kamu yank . jadi jangan mikir yang enggak - enggak ya ! " hardik Nura
" asal kamu menuruti semau ke inginan ku dan tak membantah ! " seru Evan dengan senyuman penuh arti menatap Nura
Nura yang sudah mengerti maksud suaminya , hanya bisa mendengus kesal dan mengangguk pasrah . menyetujui permintaan sang suami tercintanya dan Nura juga tau maksud dari senyuman Evan yang penuh arti itu , yaitu berolahraga ranjang .
...Bersambung ...