
seminggu telah berlalu , dan teror atau paket misterius itu terus hadir menakuti Rona . Vero dan yang lainnya tidak tau harus berbuat apa , karena orang yang meneror sungguh sangat cerdik . sehingga mereka sulit untuk mengetahui siapa ? dan sulit untuk di temukan .
" sayang kita nginap di rumah mama saja ya ? " kata Vero
" baiklah , aku ikut kamu saja " jawab Rona
saat ini mereka berada di kamar , sedangkan ke dua anaknya berada di rumah mama Vero dan Vero sudah akan memutuskan , agar mereka menginap di rumah mamanya . untuk keselamatan Rona yang sedang hamil , dan memasuki bulan ke-3 .
" sekarang tidurlah , besok pagi kita berangkat dan aku sudah beritahu mama " ujar Vero sambil tetap memeluk Rona dengan erat
Rona perlahan memejamkan matanya memasuki alam mimpi , dan Vero melakukan hal yang sama . dia ikut menyusul Rona memasuki alam mimpi . namun , tanpa di minta dan tak teringinkan Vero bermimpi buruk .
di sebuah tempat yang di penuhi kabut asap yang sangat tipis membuat seorang pria itu kesulitan melihat sekitarnya . dengan masih ada secercah sinar mentari di sekelilingnya . namun , pria itu mendengar suara memanggil namanya dengan begitu jelas terdengar olehnya .
" Vero "
pria itu adalah Vero , Vero terus berjalan mengikuti arah keberadaan suara wanita yang memanggil namanya dengan berlari dan terkadang tampak sengaja dirinya menabrak pohon dan Vero menyakini bila dia berada di sebuah hutan yang sunyi . serta pohon menjulang tinggi ke atas , membuat Vero sering berpegangan pada pohon . karena kabut belum juga menghilang dari pandangannya .
" siapa disana ? bersuara lebih keras , agar aku bisa menemukan mu ? " teriak Vero agar dapat di dengar oleh wanita yang memanggil namanya , walau di dalam hati dia juga merasa bingung dan penasaran . namun , juga merasakan firasat buruk , tapi di mencoba menghilangkannya .
" Vero tolong aku "
Vero yang kembali mendengar suara wanita itu pun berusaha mencari lagi . Vero terus berlari mengikuti arah suara yang perlahan mulai tak terdengar lagi . tapi , perlahan kabut asap hilang akibat hujan yang tiba-tiba turun begitu deras . di susul petir dan angin yang saling menyambar membuat Vero memeluk dirinya dengan ke dua tangannya erat .
namun , dengan adanya hujan . membuat Vero terkejut dan mematung di tempat dia berdiri . tubuhnya terasa kaku melihat sesuatu yang tak dia inginkan hati dan pikirannya .
" Vero , raja ku tolong anak kita . aku takut ! " ujar Rona dengan linangan air mata yang tak terlihat karena deraian air hujan . namun , dapat terlihat dari matanya yang memerah dan sendu menatap Vero . Rona memegang perutnya dengan pisau yang sudah memasuki perut berisinya , yang dirinya bersandar pada pohon besar dan rindang
" Rona ? benarkah itu kamu ? " tanya Vero dengan suara bergetar menahan tangisnya melihat Rona yang tak berdaya bersandar pada pohon dengan perutnya yang sedikit besar . namun , di perut Rona . Vero melihat ada sebuah pisau yang memasuki perut Rona
" sayang tolong anak kita , aku takut " kata Rona lagi menyadarkan Vero yang diam mematung menatap dari jarak yang sedikit jauh
Vero yang kembali sadar mendengar suara Rona membuatnya berlari cepat mendekati Rona . kemudian Vero menjatuhkan lututnya pada rerumputan hijau dan berhadapan dengan Rona .
" siapa yang melakukan ini ? Rona , sayang kamu harus kuat ? aku akan menyelamatkan kamu dan anak kita ! aku mohon bertahanlah ? jangan membuat ku takut ? " tutur Vero dengan linangan air mata yang tak terlihat karena hujan yang deras , namun suaranya bergetar dan sesak terasa di dadanya
Vero langsung menggendong Rona . namun , saat Vero baru berjalan berapa langkah Rona sudah menutup matanya . membuat Vero sedih , takut dan marah menjadi satu . marah karena Rona telah di bunuh dan takut kehilangan Rona .
" sayang aku mohon bertahanlah ? aku akan berusaha membawa kalian berdua ke rumah sakit , ku mohon bertahanlah ? " pinta Vero dengan suara yang bergetar
" sayang maafkan aku ? aku harus pergi , mungkin aku akan membawa anak ini bersama ku dan ku harap kamu selalu bahagia ? " ujar Rona dengan tersenyum manis , semanis mungkin seperti yang di sukai Vero dan walau pun dengan terpaksa
" tidak ! kamu harus kuat ? aku tidak akan bahagia bila kau pergi lagi dari ku ! aku sudah berjanji dan aku tak akan membiarkan mu pergi dari ku lagi ! " seru Vero mencoba untuk kuat dan meyakinkan hatinya dan Rona
langkah Vero melambat , saat Rona tak lagi bersuara dan sudah memejamkan matanya . membuat Vero meletakkan Rona di rerumputan hijau yang basah dengan hujan , petir dan angin yang menemaninya merasakan duka dan luka di hatinya .
" Rona " teriak Vero sambil memeluk erat tubuh Rona yang basah kuyup seperti dirinya
" ku mohon jangan pergi ? jangan tinggalkan aku lagi ? sayang , ratu ku bangunlah ? aku akan menyelamatkan mu dan anak kita ? " racau Vero sambil memejamkan mata memeluk tubuh Rona dengan sangat erat
hujan yang terus turun dengan deras , di temani gemuruh dan kilatan petir . seakan merasakan apa yang di rasa Vero yang menangis dengan terus memeluk tubuh Rona .
" ratu ku , aku juga mencintai mu . Sangat mencintai mu , tapi ku mohon jangan pergi ? " ujar Vero dengan suara bergetar dan tak terdengar karena suara gemuruh Langit
" Rona ! " teriak Vero dengan keras menegakkan kepalanya sambil memejamkan matanya , sehingga hujan menerpa wajah Vero yang pucat karena dinginnya suhu udara
Vero terus berteriak memanggil nama Rona dalam tidurnya . Rona yang tidur memeluk Vero pun terbangun , karena Vero terus memanggil namanya dengan mata yang masih terpejam dan keringat di seluruh wajahnya .
namun , Vero tak kunjung bangun dan Vero terus memanggil namanya dalam mimpi . karena Vero masih memejamkan matanya , membuat Rona kesal sendiri dan memiliki ide . yaitu mencium bibir Vero dan benar saja Vero bangun setelah merasakan sentuhan yang terasa masih di bibirnya .
Vero pun langsung duduk dan mengerjap-ngerjapkan matanya . untuk menetralisir radikal cahaya di ruang kamarnya . kemudian tiba-tiba Vero langsung memeluk Rona dengan tubuh bergetar . membuat Rona merasa iba dan bertanya-tanya .
" kamu mimpi apa ? apa mimpi itu sangat buruk ? ceritalah ? " ujar Rona berturut-turut setelah membalas pelukan Vero
Vero tak melepaskan pelukannya dan terus memeluk Rona dengan tubuh bergetar dan air mata yang berlinang membasahi pipinya . rasa takut kehilangan dan sakit yang di rasakan di hatinya membuat dia sulit melepaskan Rona dalam pelukannya .
" ya sudah sekarang kita lebih bagus shalat subuh , sudah waktunya " seru Rona mencoba menenangkan Vero
Rona dapat melihat pada nakas dan jam kecil di atasnya . memperlihatkan jam 05 : 10 wib , yang artinya menjelang subuh . untuk melakukan shalat subuh bersama .
" sayang ayo dong kita shalat ! kata kamu gak boleh tinggal " bujuk Rona dengan lembut dan penuh kasih sayang menenangkan Vero yang masih mendekapnya erat
perlahan Vero melepas pelukannya dari Rona dan Rona dapat melihat pipi yang basah , mata yang merah membuat Rona merasa tak tega dengan suami tercintanya .
Vero langsung turun dari ranjang dalam diam menuju kamar mandi , sedangkan Rona menuju lemari untuk mengemas koper . kemudian Rona menyediakan kebutuhan shalat dan meletakkan di lantai . selesai Rona mengemas koper , Vero pun keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di pinggangnya dan Rona Langsung memasuki kamar mandi sambil membawa baju gantinya .
selang 10 menit Rona keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidur yang baru dan langsung memakai telukungnya . mereka berdua melaksanakan shalat bersama . selesai shalat Rona turun ke bawah dengan perlahan menyediakan sarapan di temani Vero di sampingnya .
" mau sarapan apa ? nasi goreng atau roti isi ? " tanya Rona yang sudah berdiri di dapur membuka kulkas melihat isinya
" sudah , aku saja yang bikin sarapannya . kamu duduk saja " pinta Vero tanpa senyuman membuat Rona hanya menurutnya saja
Rona duduk di kursi meja makan menatap Vero yang sudah berkutat di depan kompor memasak nasi goreng .
" mimpi buruk apa yang di dapat Vero ? sampai-sampai dia menangis seperti tadi ? apa ada hubungannya dengan ke jadian belakang ini ? atau sesuatu yang lain ? tapi apa ? " batin Rona bertanya-tanya
selang berapa waktu Vero selesai membuat sarapan dan meletakkan dua piring di meja makan . namun , kini Vero duduk di hadapan Rona dan anehnya wajah Vero terlihat berbeda dari biasanya . membuat Rona hanya diam menyantap makanan yang sudah di masak oleh sang suaminya .
" mimpi buruk apa ? jelaskan dan jangan di simpang ? " pinta Rona selesai memakan sarapannya dan menatap Vero dengan serius
" tidak , bukan mimpi buruk . mungkin aku hanya lelah " kilah Vero dengan mencoba tersenyum terpaksa
" Jangan bohong ! " seru Rona yang masih pada posisinya menatap Vero tajam
" baiklah , tapi aku bersihin dulu ini dan kamu tunggu aja di kamar " pinta Vero dengan lembut dan senyuman hangat
Rona yang melihat ekspresi wajah Vero serta mendengar itu menurutinya . Rona naik tangga dengan perlahan menuju kamar , sedangkan Vero mencuci piring dan peralatan dapur yang kotor . selesai Vero di dapur , Vero menyusul Rona di kamar dan terlihatlah Rona bersandar pada kepala ranjang sambil bermain ponsel .
Rona yang menyadari Vero duduk di sampingnya sambil bersandar di kepala ranjang menatap langit kamar pun . menghentikan kegiatannya pada ponsel dan kemudian memutar tubuhnya menghadap Vero . Vero yang merasakan pergerakan di ranjangnya pun langsung menatap Rona yang duduk menyilang kaki sambil menatapnya dengan serius .
Vero pun langsung memhembuskan nafas pasrah sebelum menceritakan mimpinya . di sela cerita tentang mimpinya , Vero kembali menangis . Rona yang melihat serta mendengarnya ikut menangis dan kini Rona bertindak duluan memeluk Vero . dengan tubuh yang saling bergetar karena tangisan yang ada .
" sudahlah , aku tidak akan meninggalkan mu " ujar Rona meyakinkan Vero
" janji ! " seru Vero semakin mempererat pelukannya terhadap Rona
Rona hanya tersenyum dan mengangguk berkata " iya " . namun Rona juga merasa ragu di dalam lubuk hati yang paling dalam . tapi ya sudahlah , Rona hanya bisa berdoa dan berserah diri kepada Tuhan , yaitu Allah SWT . sang pencipta langit dan bumi , yang mengetahui apa pun yang terjadi .
" maaf Vero ku sayang , aku juga ragu . tapi aku usahakan , semoga Allah SWT mendengarkan mu dan membiarkan ku tetap disisi mu . karena aku juga merasa takut , sangat takut . namun , dengan adanya diri mu . rasa takut ku berkurang dan aku yakin semua akan baik-baik saja dan aku harap kita selalu bersama . karena cinta ku padamu tak akan berkurang " batin Rona tersenyum miris meneteskan air matanya dengan masih memeluk Vero
...Bersambung...