
pagi yang begitu cerah , terlihat matahari memancarkan cahaya di atas sana , di temani oleh awan putih dan langit biru selimut bumi .
di sebuah ruang seorang pria baru selesai menjalankan rutinitas sehari-hari di setiap pagi , yaitu mual dan terkadang dia juga menginginkan sesuatu yang sangat aneh . pria itu tak lain dan tak bukan adalah Vero . semenjak Rona hamil dan Vero mengalami gejala ke hamilan Sempati . membuat Vero ke sulitan untuk menjalankan aktivitasnya di saat pagi .
" yank ini minum dulu airnya ? " pinta Rona kepada Vero yang baru keluar dari kamar mandi
" Uda kamu duduk aja " pinta Vero dengan wajah pucatnya mengambil segelas susu jahe dan menarik tangan Rona untuk duduk disampingnya . sedangkan Rona menuruti perkataan sang suami dengan wajah cemasnya
" kamu ingin makan apa ? "
" jeruk dan apel " jawab Vero sambil membaringkan tubuhnya di ranjang
saat ini mereka berdua ada di ranjang , karena waktu masih pagi dan terletak pada jarum jam 06 : 25 wib yang berada di dinding kamar atas pintu kamar mandi .
" ada yang lain ? " tanya Rona lagi
" ada " jawab Vero dengan senyumnya yang penuh arti
" katakan ! "
Vero bukannya menjawab , tapi Mala memeluk Rona dan langsung menyembunyikan kepalanya di Curuk leher Rona . Rona yang awalnya di terkejut , kini merasa ke gelian dan sedikit menikmati mendapat sensasi yang di berikan Vero .
" aku ingin kamu sayang , bisakah kita mengulanginya " kata Vero setelah menjeda aksinya dan menatap Rona dengan mata sayu yang tersulut gairah
Rona yang sudah terbawah arus permainan Vero , membuatnya tak bisa berpikir jernih dan Rona hanya mengangguk . menyetujui permintaan Vero dan dengan senyuman menggoda Vero kembali menerkam Rona . tapi , semenjak Rona hamil , Vero melakukan hal itu secara perlahan dan berhati-hati . agar kandungan Rona tidak kenapa dan Rona tak masalah akan itu . namun , Rona juga terkadang bersikap sangat agresif , sehingga membuat Vero was-was dan mudah lelah .
waktu menunjukkan jam 08 : 45 wib pagi hari dan Vero sudah rapi dengan pakaian kantornya . karena memang Vero yang menjalankan perusahaan papanya dan Rona selalu mendukung apa pun yang di perbuat sang suami .
" ayo sarapan dulu , kamu belum makan apa pun Lo yank " pinta Rona dengan lembut sambil memberikan buah jeruk dan apel yang sudah terpisah dari kulitnya dan berukuran kecil agar mudah di makan oleh Vero
Vero pun langsung memakannya tampak menjawab Rona . karena memang benar dia sangat lapar , Vero makan dengan lahap sampai habis tak tersisa dalam piring putih tersebut . membuat Rona tersenyum geli melihat kelakuan Vero yang makan dengan lahap .
" makanya sayang , kalo mau gelut . kasih energi dulu , agar kamu tidak kelaparan " ujar Rona meledek sang suami
" ini juga karena kamu yank , aroma tubuh mu sangat menggoda " kilah Vero membela diri
" iya Uda terserah kamu de , kamu harus berangkat ke kantor sekarang ! " seru Rona
" eh yank ! anak kita mana ? " tanya Vero pada sang istri yang baru menyadari bila ke dua anaknya tak ada dikamar
" sama mama dan papa , waktu kamu mandi mama ngambil Anggita dan Rangga . katanya mau ngajak main di taman belakang rumah " jelas Rona memberitahu sang suami
" OOO gitu , iya Uda ayo ! " seru Vero mengajak Rona keluar kamar
Rona dan Vero kini sudah berada di taman belakang menemui dan dapat melihat kebahagiaan luar biasa disana . mama dan papa serta ke dua anaknya yang sibuk bermain dengan senyuman dan tawa yang menghiasi wajah mereka . membuat Vero dan Rona ikut merasa kebahagian luar biasa melihat hal itu .
" ma ! pa ! Vero pamit ya ? mau berangkat ke kantor " kata Vero Kepada ke dua orang tuanya dengan senyuman tentunya
" o...ya Uda , hati -hati di jalan ya nak . jangan ngebut-ngebut ! " seru mama yang kini menggendong Rangga sambil membalas senyuman sang putra
" kalo ada apa-apa , hubungi aja papa ya ! " pinta papa menatap putranya yang kini dirinya sendang menggendong Anggita
" pasti dong pa , ma . kalo gitu Vero pergi dulu " ujar Vero pada orang tuanya , kemudian menatap Rona " aku pigi dulu ya sayang , kamu di sini aja . jangan banyak gerak ! " pinta Vero pada sang istri
" gak mau di antar sampai depan yank ? " tanya Rona memastikan sambil menatap wajah tampang sang suami
" gak kamu duduk disini aja , emang gak bosan di kamar ? "
" bosan dong "
" iya Uda ku pergi dulu sayang , assalamualaikum ! " seru Vero pamit meninggalkan orang tercintanya di taman belakang rumah
" wa'alaikumsalam "
Vero pun pergi menuju pintu utama dan langsung memasuki mobil Hitamnya yang setia menunggunya di depan teras rumah . Vero kini sudah berada di jalan mengemudikan mobil mewahnya menuju kantor , perusahaan sang papa tercintanya .
namun , tanpa sengaja mata Vero menatap seseorang wanita yang tak asing menurutnya . membuat dirinya memperlambat laju mobilnya dan mencoba mengingat sesuatu .
" dia bukannya Bella ? Bella temannya Rona yang saat di kafe itu ! " gumam Vero mengingat ke jadian waktu silang , saat dimana dirinya dan Rona bertemu Bella . namun , saat itu Bella hanya sebentar , karena ada urusan katanya setelah Bella menerima telepon waktu itu
Vero langsung mengambil foto wanita dengan ponselnya yang tak jauh dari depan mobilnya dan walau pun terhalangi oleh kaca depan mobilnya . namun , masih dapat terlihat dengan jelas oleh ponsel mahalnya itu . kemudian dia kembali menyimpan ponsel ke saku jasnya dan kembali melajukan mobilnya menuju kantor .
sedangkan di tempat lain sepasang suami istri yang belum lama menikah sedang berlibur ke pantai Bali dengan ke bahagian yang begitu terpancar di wajah mereka .
" sayang hati - hati ! " seru Ardi pada Yanti yang berjalan di pinggir pantai
" iya sayang , Uda kamu tenang saja " sahut Yanti sambil menikmati pemandangan pantai yang terlihat indah dan memanjakan mata
Ardi langsung memeluk Yanti dari belakang , saat tubuh Yanti menghadap pantai . Ardi sungguh sangat senang , karena untuk pertama kalinya Yanti mau memanggilnya dengan sebutan sayang .
" buat apa ? " tanya Yanti setelah membuka matanya yang terpejam karena menerima serta menikmati tiupan angin pantai
" kamu mau memanggil ku dengan sebutan sayang ! " seru Ardi dengan hati yang berbunga-bunga yang begitu bahagia
Yanti hanya tersenyum senang dengan pipi yang memerah seperti kepiting rebus . dia merasa malu telah mengatakan itu , namun Yanti juga merasa sangat senang dan bahagia yang begitu luar biasa . karena Ardi selalu ada untuknya , dan walaupun awal hubungan mereka adalah untuk membalas dendam . tetapi , Mala berakhir dengan timbulnya rasa cinta yang begitu luar biasa .
" andai dulu aku bertemu dengan Ardi , dan bukan dengan Vero . pasti rasa benci dan terluka tak kan ku rasakan dan rasa balas dendam tak ku lakukan . namun , sang penulis takdir , Tuhan ku . selalu memiliki kejutan yang membuat ku terkadang merasa tersiksa , terluka dan derita . tapi , ya sudahlah . biar lah masa lalu , menjadi masa lalu . aku dan Ardi , suami ku akan membangun kehidupan baru dan tak akan menengok ke belakang lagi . Rona dan Vero maaf dan terima kasih . karena kalian aku menemukan kebahagiaan ku sendiri , walau awal dan akhir kita tidak bisa menjadi teman . aku takut dan aku tak sanggup bila harus menatap wajah kalian , karena ku sangat merasa bersalah . telah pernah mencoba memisahkan kalian , maaf Rona , maaf Vero dan terima kasih kau dulu mau menemani ku Vero . sampai jumpa , semoga di kemudian hari kita bisa bertemu lagi " dalam hati Yanti dengan senyuman dan tanpa sadar air matanya tumpah dari mata indahnya
Ardi yang sejak tadi memeluk Yanti dengan begitu erat dari belakang , dan menyadari Yanti menangis menatap pemandangan pantai . membuatnya merasa bingung , tapi dia juga memakluminya . karena saat ini Yanti sedang hamil dan mudah sensitif .
" tapi apa yang di pikirkan Yanti ? dan apa yang membuatnya menangis ? apa dia merindukan seseorang ? atau apa ? " dalam hati Ardi
Ardi pun melepaskan pelukannya dan membuat Yanti sedikit terkejut . karena Yanti masih mengingat kenangan buruk yang masa yang lalu .
" sayang ? kamu kenapa menangis ? " tanya Ardi dengan lembut setelah memutar tubuh Yanti dan langsung menghapus air bening yang membasahi pipi mulus wanita tercintanya
" aku hanya teringat masa lalu bodoh dulu , masa dimana diri ku mencoba menjauh Rona dengan Vero " jawab Yanti dengan sendu
" jadi kamu mau apa ? apa kita menemui Meraka saja ? agar beban hati kamu berkurang ? " tanya Ardi dengan lembut
" aku sangat ingin minta maaf dengan Meraka . tapi , aku tak punya ke beranian untuk menampakkan wajah ku pada Meraka " jelas Yanti menjawab pertanyaan Ardi dengan mata yang berkaca-kaca
" kenapa tidak berani ? kamu kan belum mencoba ! aku yakin Meraka mau memaafkan kita dan walau aku juga sedikit ragu si " ujar Ardi dengan senyum kikuknya sambil menggaruk lehernya
" tu kan ! kamu juga sama , tapi sok ngajakin ! " seru Yanti mulai kesal dengan pria yang ada di hadapannya , suaminya
" iya Uda , kita akan minta maaf . bila kamu sudah yakin dengan hati mu dan aku juga akan melakukan hal yang sama " tutur Ardi dengan sangat lembut dan Yanti hanya mengangguk menyetujui saran suaminya
" sayang aku lapar " ucap Yanti tiba saja , membuat Ardi tersenyum hangat
" iya sudah ayo kita makan ! " seru Ardi
Yanti dan Ardi pun kembali ke apartemen yang di miliki oleh keluarga Grawijaya . karena papa Ardi memang sengaja membeli apartemen disana . jadi setiap liburan Meraka hanya akan pergi ke Bali untuk mencari ke tebangan dan sekarang apartemen itu di gunakan untuk Ardi dan Yanti yang sedang berbulan madu serta juga bisa di sebut liburan .
" andai kau wanita pertama yang ku temui , andai kau wanita pertama yang ku cintai . namun , apa daya takdir dan hati yang salah di mengerti . tapi , ya sudahlah semua menjadi masa lalu dan ku harap Tuhan ku , Allah SWT tak akan membawa mu pergi dari ku . cukup aku merasa kehilangan sekali , cukup aku merasa kesepian seperti kemarin . sejak ku lahir aku hanya punya papa disisi ku dan saat ini ada kamu di dekat ku dan ku akan selalu ada untuk mu . membahagiakan mu , menyayangi mu dan ku kan selalu memanjakan mu dengan cinta yang ku miliki . walau maut mencoba menjemput mu , aku akan selalu membawa mu kembali dalam pelukan ku " dalam hati Ardi sambil memeluk Yanti secara tiba-tiba , saat mereka sudah sampai di apartemen
Yanti membiarkan Ardi memeluknya , dan dengan senang hati Yanti membalas pelukan Ardi .
" I Love you Yanti Permatasari " ucap Ardi
" I Love you too Ardi Grawijaya " sahut Yanti
kebahagiaan luar biasa pun terjalin dengan indah dan akhirnya Ardi mendapatkan balasan dari wanita yang dia cintai . Ardi sungguh sangat bahagia , tanpa sadar dia meneteskan air mata .
" kita jadi makan gak yank , aku lapar " rengek Yanti , karena Ardi tak kunjung melepaskan pelukannya
Ardi pun melepaskan pelukannya dan langsung menghapus dengan kasar air matanya . Yanti yang melihat itu hanya tersenyum geli , karena untuk pertama kali Ardi meneteskan air mata di dekatnya . biasanya Ardi bersikap percaya diri dan berwibawa serta juga berkarisma dengan wajah tampannya .
" kenapa menangis ? " tanya Yanti pada akhirnya
" senang aja , kamu mau menerima cinta ku " jawab Ardi dengan senyuman
Yanti pun ikut merasa senang dan kembali memeluk Ardi . sedangkan Ardi awalnya terkejut dan juga menerima pelukan hangatnya dari sang istri tercintanya .
sedangkan disisi lain seorang wanita kembali ketempat redup itu lagi , tempat di mana banyak foto Rona dan Vero tertempel pada tembok .
" sepertinya kalian sangat bahagia ya ? sedangkan aku masih merasa terluka ! baiklah aku akan membuat sebuah sandiwara yang akan membawa teman ku tersayang masuk dalam ke gelapan ! " ujar wanita itu dengan diakhiri dengan tawa yang bergema di ruangan itu , seperti orang gila membuat seorang pria yang berdiri di pintu masuk merinding
" nona saya menemukan informasi , bila Yanti dan Ardi sudah berhenti membalas dendam . bahkan kini mereka sudah menikah dan berbulan madu di Bali " ujar pria berjeket hitam yang tadi berada di pintu dan kini sudah berada di samping sofa tempat wanita itu duduk
" berhenti ? luar biasa ! aku mengira Mereka akan terus mencoba memisahkan Rona dan Vero . tapi , Mala bahagia luar biasa bersama dan aku belum mendapatkan apa yang ku inginkan ! ya sudah kamu pergilah , bila aku ingin sesuatu ! aku akan kembali memanggil mu " ujar wanita itu dengan amarah , dengan nada yang sedikit meninggi
" baiklah Nona , saya permisi " ujar pria tadi dan langsung pergi meninggalkan ruangan yang menyeramkan itu
" sepertinya aku memang harus bersandiwara , untuk mendapatkan apa yang ku inginkan . agar aku bisa mendapatkan kebahagiaan luar biasa ! " seru wanita itu lagi sambil tetap menatap foto pada tembok yang tertempel . kemudian dia tersenyum dengan licik
saat wanita itu berkutik pada ke inginannya dan ke putusnya di ruangan yang redup itu . terlihat matanya memerah karena marah , karena dirinya belum mendapatkan kebahagiaan yang nyata . hanya angan dan hayalan . melihat orang sekitarnya bahagia dan orang yang dia cinta ikut bahagia dengan temannya dulu .
" aku akan mendapatkan mu Vero Arga Pratama dan ku tak akan membiarkan mu lepas ! " serunya dengan masih menatap foto di tembok tersebut
...Bersambung...
menurut kalian apa yang akan terjadi selanjutnya ?
assalamualaikum