Rona

Rona
eps . 20 Terbongkarnya rahasia Kelin



saat ini rona dan Vero berada di rumah orangtuanya Vero . mereka berdua ingin mengambil Rangga buah hati kecil mereka .


" Hay anak mama . mama rindu banget Lo sama kamu " kata rona sambil dia memberi asi kepada bayinya


" eh jangan di habisin dong , tinggalin untuk papa " ujar Vero sambil memtoel-memtoel pipi si kecil yang ada dalam pangkuan rona


" ih jangan gitu , sama anak juga " sunggut rona merasa kesal menatap Vero


" ya mau gimana lagi , aku juga mau dong "


rona yang mendengar perkataan Vero , hanya mendengus kesal menatap sikap Vero yang absurd itu . namun , mau gimana lagi kalo itu suaminya . coba saja kalo itu bukan siapa-siapa pasti Uda rona cekik langsung lehernya .


saat ini rona dan Vero serta si buah hati berada di dalam kamar Vero dengan pintu tertutup .


" kita jadi nginap di rumah keluarga kamu " tanya Vero saat berbaring di ranjang dengan menggunakan kedua tangannya sebagai bantal


" jadi ko " jawab rona yang masih sibuk memberi asi kepada bayinya


" iya sudah , aku tunggu di ruang tamu ya "


Vero pun pergi keluar setelah menutup pintu kamarnya kembali dan duduk pada sofa di ruang tamu .


" kalian gak nginap disini " tanya papa Vero yang tetap fokus menatap koran tanpa menatap Vero anaknya


" gak pa , lain kali aja . aku dan rona nanti mau nginap di rumah keluarga rona " jawab Vero


" o ... terus rangganya mau di bawa juga " tanya mama Vero setelah duduk di samping suaminya


" iya mama , bolehkan " tanya Vero balik


" boleh si , tapi jangan sekarang " jawab papa Vero setelah menatap Vero dengan senyuman


" kenapa pa " tanya Vero lagi sambil mengernyitkan dahinya menatap orang tuanya


" biar kamu bisa puas-puasin sama istri kamu " jawab mama Vero sambil tersenyum manis


Vero yang mengerti maksud kemauan orang tuanya pun hanya tersenyum senang . hingga selang 20 menit rona datang dengan membawa Rangga anaknya dalam gendongannya dan kemudian duduk disampingnya Vero .


" ma pa , Rangga ku bawa ya " tanya rona menatap mertuanya dengan senyuman


" gak bisa rona , nanti mama kesepian dong kalo papa pagi-pagi Uda pergi kantor " jawab mama Vero dengan wajah memelas menatap rona


" o gitu ya ma , iya Uda deh . rona titip Rangga lagi ya , mudah-mudahan enggak merepotkan mama " ujar rona yang merasa tidak tega terhadap mertuanya dan bangkit dari duduknya memberikan rangga kepada mama Vero


" gak merepotkan , Mala mama sangat senang karena ada yang nemenin " kata mama Vero dengan perasaan senang


" iya ma , si Kelin mana " tanya Vero dengan entengnya


" dia liburan ke rumah temannya dan dia akan pulang di hati resepsi pernikahan kalian berdua nanti " jawab mama Vero panjang lebar


" kawan yang cewek ma " tanya Vero lagi


" gak tau pasti si , emang kenapa Vero " tanya mama Vero balik menatap Vero


" ko gitu si mama , ini Jakarta Lo mama " kata Vero merasa kesal


" kamu jangan khawatir , adik kamu bisa jaga diri ko dan dia kan Uda tau bela diri Vero " jawab mama Vero lagi dengan senyuman


" papa Uda selidiki belum " tanya Vero menatap papanya yang terus sibuk memain dengan cucu laki-lakinya anak Vero dan rona


" Uda , papa sudah suruh pengawal papa untuk awasin setiap langkah Kelin dan itu tanpa sepengetahuan Kelin . untuk sekarang papa masih menerima kabar bagus ko , belum ada masalah apa pun dan kamu fokus aja sama rencana kamu selanjutnya " jelas papa Vero dengan senyuman dan meyakinkan Vero untuk tidak khawatir


" syukurlah kalo gitu , baiklah ma pa Vero dan rona pamit dulu " ujar Vero setelah memhembuskan nafasnya merasa lega


" iya sudah , kalian hati-hati di jalan " kata mama Vero menatap rona dan Vero


" iya ma pa , assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


Vero pun pergi menuju keluar rumah sambil menggandeng tangan rona menuju mobil di teras depan rumah .


saat mereka berdua masuk mobil dan Vero langsung menjalankan mobilnya menuju rumah keluarga rona . di karenakan hari yang sudah sore , sehingga jalan sedikit macet . di karenakan banyak pekerja yang berpulangan .


saat lampu lalu lintas berwarna hijau jalanan pun mulai lengang kembali dan Vero kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang . dalam perjalanan Vero tanpa sengaja melihat Kelin berboncengan dengan seorang lelaki dan tanpa pikir panjang Vero mengikuti arah jalan motor yang di tumpangi Kelin .


" kita mau kemana sayang " tanya rona yang merasa bingung


" kamu tenang dulu ya , aku akan hati-hati ko "


Jawab Vero dengan tetap fokus menatap ke depan


selang berapa waktu motor yang di tumpangi oleh Kelin pun berhenti di sebuah kafe dan Vero memperhatikan itu dari jarak yang agak jauh tau sedang saat Vero sudah memberhentikan mobilnya . rona yang melihat arak tatapan Vero yang begitu tajam pun , ikut melihat apa yang di lihat oleh Vero dan rona hanya menutup mulutnya dengan tangannya .


" Kelin Uda punya pacar ? kenapa gak bilang-bilang dan di rahasiakan " dalam hati rona menatap Vero dan Kelin yang jauh disana bergantian


tanpa aba-aba Vero langsung turun menyusul Kelin memasuki kafe dan di ikuti oleh rona dari belakang dan saat mereka memasuki kafe . mereka sangat terkejut melihat seorang pria yang duduk berdua bersama Kelin .


" juhan " ucap Vero memukul meja sambil menahan amarahnya


" kak aku bisa jelasin " kata Kelin yang mulai takut melihat Vero


" Kelin diam " bentak Vero tanpa menatap Kelin dan tetap menatap juhan dengan tatapan menghunus seperti pedang yang siap menusuk


rona pun mendekati Kelin dan memeluknya tanpa menatap wajah juhan dan membelakangi juhan serta Vero.


pria itu adalah juhan , pria yang ada di masa lalu rona dan Vero . juhan seorang pria pemisah mereka , yang hampir membuat mereka berdua sulit untuk bersama . namun , takdir sekarang menguji mereka memang dunia begitu sangat sempit dan membuka luka lama mereka berdua


" jangan dekati adik gua , Lo gak puas apa Uda ngacurin hubungan gua dan rona dulu " gertak Vero yang masih menahan amarahnya


" Vero kita pulang aja , jangan jadi tontonan " pinta rona menarik tangan Vero sambil memeluk Kelin ditangan tangan kirinya


" awas aja , kalo Lo berani mendekat " ancam Vero menatap tajam juhan


setelah rona berhasil membawa Vero dan Kelin keluar dari kafe itu . Kelin tetap menangis dan Vero masih menahan amarahnya . sehingga Vero memukul-mukul tembok parkiran tersebut dengan berutal melampiaskan kemarahannya . rona yang melihat itu mencoba menghentikan Vero dengan tangisan yang mengalir di pipinya


" Kelin ! kamu sudah tau kan apa yang terjadi . karena kamu kakak jadi teringat hal itu lagi . kamu tau apa yang kakak rasakan saat ini " ujar Vero kepada Kelin


" maaf kak " hanya kata itu lah yang bisa Kelin ucapkan dengan deraan air mata dan bersandar pada mobil


" Kelin kamu masuklah mobil dulu , kata-kata tadi jangan kamu masukin ke hati . kakak kamu hanya sedang marah " kata rona menatap Kelin setelah menghapus air matanya dengan kasar


Kelin langsung nurut tanpa berkata apa pun . sedangkan rona berusaha menenangkan Vero dan mengikat sarung tangannya yang dia ambil pada saku celananya pada tangan Vero yang terluka .


" Uda , semua sudah berlalu . jangan di ingat lagi " kata rona mencoba menguatkan Vero dan dirinya sendiri


" kenapa ? kenapa harus dia ? kenapa bukan yang lain " tanya Vero menatap rona dengan air mata yang tumpah begitu saja tanpa bisa di bendungan lagi


" ini sudah takdir Vero dan kita pasti bisa lewatin ini bersama-sama " jawab rona meyakinkan Vero sambil memeluk Vero


" ya sudah sekarang kita pulang dan bicarakan ini dengan Kelin "


setelah berkata begitu Vero langsung mobil dan rona juga memasuki mobil . di dalam mobil itu Kelin masih tetap menangis dengan tertunduk .


" Uda berapa lama kau dekat dengannya ? jawab Kelin " tanya Vero dengan tenang tapi ada tekanan pada kata itu


" sudah sebulan kak " jawab Kelin dengan tersedu-sedu


" sudah apa saja yang kau lakukan dengan si br**gs*k itu " tanya Vero lagi


" Uda Vero kamu fokus nyetir , biar aku " ujar rona menenangkan Vero sambil memegang tangan Vero pada setir mobil .


Vero pun nurut karena dia bisa saja membuat masalah makin runyam karena amarah . Vero pun menjalankan mobilnya menuju rumah orang tuanya dengan kecepatan sedang .


saat sudah sampai Vero langsung keluar dari mobil begitu saja dan rona membawa Kelin dalam pelukannya memasuki rumah .


" rona bawah Kelin ke kamar " pinta Vero menatap Kelin dengan amarah menunjuk pada sofa di ruang tamu


rona pun membawa Kelin menuju kamar Vero yang ada di atas , sedangkan Vero menuju ke atas memanggil orang tuanya . saat orang tua Vero sudah ada dihadapannya , Vero langsung memulai pembicaraan dengan sedikit tenang .


" apa saja yang papa selidiki " tanya Vero yang langsung pada intinya


papa Vero yang sudah menebak ini akan terjadi setelah melihat kondisi Kelin tadi pun langsung menceritakan semua yang dia selidiki dari yang dia dapatkan . karena orang tua Vero juga tau kisah masa lalu Vero dan rona .


" ayah tau bila juhan sudah keluar dari penjara 3 bulan yang lalu dan Kelin tanpa sengaja bertemu juhan di mall yang saat itu dia pergi bersama beberapa teman SMA nya . tidak itu kebetulan atau apa papa gak tau , tapi yang pasti Kelin makin dekat dengan juhan akibat pada suatu malam Kelin hampir di lecehkan oleh preman dan untungnya ada juhan yang sedang mengemudi motor dan menyelamatkan Kelin tempat waktu . soal papa dan mama bilang bila Kelin sedang liburan dan nginap itu hanya bohong . karena papa maupun mama tidak ingin merusak kebahagiaan kalian yang baru saja di mulai kembali . jadi papa memutuskan untuk tetap merahasiakan ini dari kamu dan biar papa yang mengerjakan semua untuk kebahagiaan rumah tangga kamu dan untuk kebaikan Kelin . karena papa sangat mengenal kamu , sehingga papa memilih untuk tutup mulut soal hubungan Kelin dan juhan yang sudah terjalin dan serta merahasiakannya s


dari mu " jelas papa Vero panjang lebar menatap Vero dengan serius


" jika itu bisa membuat Kelin bahagia " jawab Papa Vero dengan entengnya


sedangkan disisi lain rona menatap Kelin yang sudah meredakan tangisnya .


" apa saja yang kamu lakukan dengan dia " tanya rona dengan tersenyum paksa untuk menenangkan Kelin


" tidak banyak kak , kami hanya berpegangan tangan , berpelukan dan pernah juga sekali berciuman "


" yakin cuma sekali " tanya rona dengan perasaan terkejut mendengar pengakuan Kelin dan menatap wajah Kelin yang memerah karena malu


" iya kak , sumpah " jawab Kelin cepat sambil menunjuk dua jarinya berbentuk V


" benar ni cuma sebatas itu " tanya rona lagi dengan senyuman manisnya


" iya kak , aku jujur gak bohong . sumpah deh " jawab Kelin cepat dengan tetap membuat huruf V dengan ke dua tangannya ke atas


" kamu bahagia dengannya "


" sangat bahagia "


" apa kamu mau menjalin hubungan yang lebih jauh dengannya " tanya rona lagi menatap Kelin dengan senyuman manisnya


Kelin tidak menjawab , namun rona sudah mengerti dengan melihat mata dan ekspresi wajah Kelin dan itu membuat rona memhembuskan nafasnya kemudian kembali tersenyum kepada Kelin .


" sekarang ikut kakak turun ke bawah " pinta rona sambil mengulurkan tangannya kepada Kelin dengan masih tetap tersenyum


" jangan takut , kakak akan menyakinkan kakak mu untuk merestui hubungan mu dengan dia " kata rona lagi menyakinkan Kelin , hingga akhirnya Kelin menerima uluran tangan rona


kedua wanita untuk pun turun kebawa menuju ruang tamu dan di sana sudah ada mertua rona serta Vero yang sudah selesai berbicara .


" bagaimana " tanya Vero menatap rona dengan perasaan kesal yang tadinya marah


" sudah ijinkan saja " jawab rona saat duduk disamping Vero dengan menggenggam tangan Vero untuk menenangkan Vero .


Kelin pun duduk di samping mamanya dan di peluk oleh mamanya . sedangkan Vero memhembuskan nafasnya setelah melihat wajah Kelin .


" besok suruh dia kesini " pinta Vero dengan dinginnya menatap Kelin


" untuk apa kak " tanya Kelin yang mulai merasa takut dan membayangkan sesuatu yang akan terjadi .


" aku mau kasih dia pelajaran karena sudah berani mendekati adik ku " jawab Vero


" sudah bawah saja dia ke sini " ujar mamanya dengan senyuman


Kelin pun menatap rona untuk meminta persetujuan dan rona mengangguk sambil tersenyum . kemudian Kelin ragu untuk menatap papanya , namun tanpa ditatap . papanya sudah berkata .


" sudah bawah saja kesini , kami aku putuskan untuk masa depan kamu dan suruh juga dia bawah orang tua dia" kata papa Vero dengan senyuman menatap anak gadisnya


Kelin pun kembali tersenyum dan mengangguk serta memeluk mama dan rona .


" makasih ya kakak ipar " kata Kelin selepas memeluk rona


" iya sama-sama " jawab rona dengan senyuman


Kelin pun menatap Vero . Vero yang merasa di tatap oleh Kelin pun hanya mendengus .


" apa " tanya Vero


tiba-tiba saja rona mencubit paha Vero dengan kesal dan itu membuat Vero meringis kesakitan


" ko di cubit si " sunggut Vero menatap rona sambil mengusap pahanya akibat cubitan rona


" jangan sok kesal deh , adik sendiri aja pun " sinis rona kesal dengan tingkah Vero


melihat itu orang tua Vero tertawa ringan , sedangkan Kelin hanya tersenyum menatap tingkah ke dua kakaknya itu .


" Kelin " panggil Vero sambil merentangkan tangannya


Kelin yang melihat itu merasa sangat bahagia dan langsung memeluk Vero dengan sangat erat . Vero hanya tersenyum mendapatkan pelukan dari adik tercintanya .


" maaf ya kak " ucap Kelin dengan tetesan air matanya dalam pelukan Vero kakak tercintanya


" Hem , sekali lagi bila ada apa pun beritahu kakak . kamu jangan buat kakak marah dan bersalah karena sudah memarahi kamu . karena kakak tau ini bukan salah kamu dan kakak minta maaf karena itu . ini memang sudah takdir dan dunia yang sempit dan kakak harap kau selalu bahagia " kata Vero panjang lebar sambil mengelus rambut Kelin dalam pelukannya


" pasti kak dan makasih uda maafin aku dan aku aku turut apa yang kakak minta " ujar Kelin saat melepaskan pelukannya dengan Vero


" yakin mau turutin " tanya Vero sambil menaikkan alisnya menatap Kelin


" yakin kak " jawab Kelin dengan senyuman dan punya perasaan aneh di hatinya , tapi dia tetap meyakinkan kalo semuanya akan baik saja


" ceritakan apa yang kamu katakan kepada kakak ipar kamu " tanya Vero


rona pun kembali mencubit paha Vero lagi dan itu membuat Vero mendengus kesal .


" kenapa lagi si ? kan aku cuma nya si ? jangan di cubitin mulu , KDRT ini " gerutu Vero kesal sambil mengusap pahanya yang sakit


" biarin , Uda tau adik perempuan . emang kamu laki-laki gampang tinggal plin-plan aja " sunggut rona yang juga kesal


" iya Uda , aku diam aja deh " ujar Vero dengan kesal dan jengkel


" bagus " kata rona tersenyum senang


sedangkan Kelin dan ke dua orang tua Vero hanya tertawa melihat apa yang ada di depan mereka .


" iya sudah , ma pa Kelin kakak pamit dulu ya " kata rona menatap mertuanya dan adik iparnya dengan senyuman


" iya kak , sekali lagi makasih ya " ujar Kelin dengan senyuman senang


" iya hati-hati " saut mama dengan tersenyum dan memeluk rona


" assalamualaikum " ucap rona selepas berpelukan dengan mama dan Kelin serta salin pada papa Vero


rona pun melangkahkan kakinya keluar rumah dan di ikuti oleh Vero . mereka pun menuju ke rumah keluarga rona dengan keheningan tidak ada pembicaraan . hanya musik di mobil dan keributan lalu lintas memecahkan keheningan malam ini .


setelah sampai rumah keluarga rona , mereka berdua di sambut dengan suka cinta dan pelukan serta senyuman .


" ayo masuk , kita makan malam bersama " pinta nenek rona dengan tersenyum menarik tangan Vero dan rona


rona dan Vero yang mengikuti langkah nenek dengan senyuman dan duduk di meja makan dengan bersebelahan .


" ko lama " tanya Raka menatap wajah Vero dan rona bergantian


" tadi ada masalah bang di rumah , tapi sudah selesai ko " jawab Vero dengan sopan


" iya , besok kami mau ke ke sana " ujar rona sambil menyendokan nasi di piring Vero


" ngapain " tanya Raka dengan tenang


" itu Kelin , mungkin mau di lamar " jawab rona tanpa menatap Raka yang masih sibuk memhidangkan makanan untuk Vero dan dia


" besok kamu juga ikut kalo gitu " kata Anjani tiba-tiba muncul dari belakang rona


" iya sudah , sekarang makan dan jangan berbicara lagi . tapi sebelum itu berdoa " pinta nenek rona menatap cucunya


" Vero pimpin doa " kata Raka


Vero pun nurut dan memimpin doa makan . setelah selesai mereka pun makan tanpa pembicaraan dan hanya dentingan piring dan sendok serta suara jam


setelah selesai makan rona menuju kamar nenek melihat bayi perempuannya . sedangkan Raka , nenek dan Vero berada di ruang tamu . sedangkan Anjani tidur di kamarnya menemani buah hati kecilnya .


Vero dan Raka serta nenek pun mengobrol ringan dan selesai itu Vero menuju kamar nenek menemui rona yang sedang memberi asi pada anaknya yang perempuan .


setelahnya mereka berdua pun naik ke atas menuju kamar rona . setelah masuk kamar Vero mengunci pintu kamar .rona yang mendengar pintu di kunci langsung menatap Vero .


" kenapa di kunci segala si " tanya rona sambil mengernyitkan keningnya


" kan mau tidur " jawab Vero dengan senyuman


" iya lah tu , jangan macam-macam aku lagi dapat ni " kata rona mengingatkan Vero


Vero yang mendengar itu langsung lemas dan ambruk di ranjang rona yang empu . sedangkan rona hanya cengir kuda melihat Vero yang langsung ambruk di ranjang . karena Juniornya akan berpuasa lagi .


...Bersambung...