
...aku akan coba mengenal diri mu lebih jauh...
tapi ingat syarat yang telah ku katakan pada mu
...~Rona Pra Sanjaya~...
...sesuai dengan ke inginan mu ratu ku...
...walau tidak muda buat hati ku...
...tapi tidak masalah buat ku...
...~Vero Arga Pratama~...
...~Vero & Rona~...
semenjak ke jadian malam itu rona sudah menjadi seperti yang Vero kenal dulu dan itu membuat Vero sangat bahagia , namun terkadang dia juga merasa takut . takut bila mana saatnya akan ada seseorang yang menghancurkan ke bahagianya dengan rona .
" kamu kapan akan keluar dari rumah sakit , aku teman mu bentar lagi akan nikah dan ini undangannya " kata Serly sambil memberikan secarik kertas berlapis plastik kepada rona
" selamat ya kalo gitu Serly , tapi aku juga tidak tau . kapan aku akan keluar dari rumah sakit dan rasanya sungguh membosankan " keluh rona dengan senyuman tipis menatap temannya
" emangnya kapan si nikahnya " tanya Vero dengan dingin kepada temannya
" 3 Minggu lagi " seru Roky bersemangat yang berdiri dibelakang Serly
" iya sudah , nanti ku tanyakan dokter agar kamu bisa keluar dari sini " kata Vero tersenyum menatap rona
" bagus , kalo sudah begitu aku pulang . karena aku bentar lagi nikah " lebay Serly
" kami juga , aku dan Jeki ada urusan " saut Elsa disampingnya Serly
" urusan apa ? nikahan juga ya ? " goda Nura dengan senyuman
" iya " jawab Jeki santai di belakang Elsa
" seriusan ? berarti aku doang dong yang belum" gerutu Nura dengan wajah melas
" kalo gitu ayo kita ke KUA " pinta Evan menarik tangan Nura dan Nura nurut aja
" mau lomba ya , ayo gue ikutan " sergak Jeki sambil menarik tangan Elsa
" ko jadi gini si ! eh Jeki , Evan kalian seriusan " sedikit berteriak Roky menatap temannya yang sudah melangkah keluar , namun tak direspon
" uda biarin dan kamu juga pulang " pinta Vero menatap Roky
" ya sudah , kalo gitu assalamualaikum " ucap Serly tersenyum kecut dan berlalu keluar menarik tangan Roky
rona yang melihat sikap Vero pun hanya diam , karena dia juga gak tau mau berkata apa.
" kamu tak apa kan bila ku tinggalkan sebentar " kata Vero menatap rona dengan senyuman
" emang kamu mau kemana " tanya rona menatap Vero
" mau keluar "
" ngapain " tanya rona lagi
" menurut kamu " goda Vero
" mau ketemu orang ya " rona bertanya lagi
" iya "
" cewek atau cowok "
" menurut kamu " giliran Vero yang bertanya
" ya sudah sana pergi , jangan pedulikan aku " kesal rona memalingkan wajahnya
" ya sudah aku gak jadi ketemu dokternya "
" dokter , mau ngapain " tanya rona kembali menatap Vero
" katanya mau keluar dari sini " kata Vero yang masih dengan senyuman kepada rona
" kalo gitu pergilah " seru rona bersemangat dan kembali tersenyum menatap Vero
" gak jadi " ucap Vero berpura-pura
" kenapa "
" nanti kamu gak ada yang jagain "
" Uda pergi , aku tidak apa-apa " seru rona meyakinkan Vero sambil memegang tangan Vero
" jangan pernah meminta ku pergi dan jangan pernah berkata kau tidak apa-apa . sebelum azal menjemput ku " kata Vero sedih kembali mengingat masa lalu
rona yang mengerti hanya bisa mengangguk dengan senyuman kepada Vero , berharap Vero juga mengerti maksudnya .
" istirahatlah " pinta Vero " aku hanya sebentar " kata Vero dan keluar dari ruang rona
selang berapa waktu Vero pun datang dengan senyuman manisnya . rona yang melihat kedatangan Vero pun ikut tersenyum .
" dokter kasih aku izinkan " tanya rona yang merasa penasaran
" gak ada izin " ucap Vero
" terus kamu kenapa tersenyum " tanya rona menghilangkan senyumnya
" kamu aku segera keluar dari sini " seru Vero bersemangat
" kapan " seru rona senang
" Minggu depan dan kemudian kita akan ke rumah baru "
mendengar itu rona tersenyum tipis dan Vero yang melihat itu pun mengerti .
" rona aku ingat syarat itu " ucap Vero dengan senyuman dan rona pun kembali tersenyum
" syarat apa Vero " tanya Raka yang masuk tanpa mengucapkan salam
mendengar suara bang Raka yang berdiri di pintu pun membuat rona dan Vero terkejut .
" bang Raka tenang aja ini masalah ku , biar aku selesaikan sendiri " kata Vero mendekati Raka
" baiklah , aku tidak akan ikut campur . karena rona sudah menjadi istri mu , tapi jika kau ingin berhenti . maka pergi lah " ucap Raka menatap Vero dengan memegang pundak Vero
" kenapa bang Raka berkata begitu " tanya rona yang mulai sedih
Vero yang melihat wajah rona yang mulai sedih pun merasa kesal dan juga marah . marah karena lagi-lagi senyuman rona hilang .
" aku tau bang , walau ingin . tapi itu tidak akan terjadi dan bila terjadi . hanya Tuhan lah yang akan putuskan takdir ku dan biarkan aku selesaikan sendiri " jelas Vero menatap Raka menahan amarahnya
" ambil ini dan aku pergi . assalamualaikum " ucap Raka saat melihat mata Vero
" segitu cintanya kau dengan adik ku , sungguh aku salah menilai mu dari awal dan aku menikahkan mu dengan adik ku , karena aku sudah berjanji ada diri ku dan ku harap Allah SWT akan selalu membuat kalian tetap bersama " dalam hati Raka tersenyum bahagia saat keluar dari ruangan rona
setelah kepergian Raka . rona pun akhirnya mengerti mendengar perkataan Vero tadi dan dia kembali tersenyum menatap Vero dengan menghilangkan perkata abangnya itu .
" jangan di ingat , lebih baik kamu tidur " pinta Vero dengan memaksa senyumnya
" Vero " panggil rona menatap Vero di samping
" apa " tanya Vero yang juga menatap rona
" kenapa kamu berkata begitu " tanya rona menghilangkan senyumnya
" karena aku tidak ingin melihat kau bersedih atau pun menangis " jawab Vero yang kembali bersedih
rona pun melihat tatapan mata Vero dan dia kembali berusaha tersenyum kepada Vero .
" sebenarnya apa yang terjadi pada diri ku yang dulu , sehingga Vero tidak ingin melihat ku sedih atau pun menangis . apakah dia merasa bersalah terhadap ku atau karena cinta yang dia miliki terhadap ku ? aku terpaksa harus mengembalikan ingatan ku agar aku tau . tapi Vero dulu juga lupa ingatan , pasti dia merasa takut bila aku merasakan sakit . aku harus cari tau dari temanku apa yang terjadi pada ku " dalam hati rona
rona tetap tersenyum menatap Vero yang diam di sampingnya . pandangan mata mereka terus beradu dan Vero perlahan mendekatkan wajahnya di wajah rona .
" Vero " kata rona menyadarkan Vero
Vero pun menjauhkan tubuhnya dari rona dan langsung duduk di sopa dengan menunduk wajahnya .
" hampir saja aku mencium bibir rona , bagaimana bisa aku seperti ini . ya Tuhan berikan lah aku lebih banyak ke kuatan " dalam hati Vero yang masih pada posisinya
" Vero " panggil rona menatap Vero dengan terduduk di ranjangnya
" apa " tanya Vero kembali menatap rona
rona yang melihat wajah Vero yang merah pun
dan mata yang berkaca-kaca .
" datang dan mendekat pada ku " pinta rona tersenyum menatap Vero
" sini aku ingin berbisik kepada mu " jawab rona
Vero pun menuruti kemauan rona . namun tanpa Vero duga ada benda kenyal dan basah menyentuh pipinya .
~Cup~
rona mencium pipi Vero dan dia dapat melihat wajah Vero yang mematung diam . tanpa berkata apa-apa Vero langsung memeluk rona dan rona Mala bergantian merasa terkejut .
belum ada 2 menit , Vero sudah melepas pelukannya terhadap rona . rona yang mengerti hanya tersenyum .
" segitu takutnya ya Vero " dalam hati rona
" lagi-lagi aku membuat kesalahan " dalam hati Vero membelakangi rona
" Vero "
" ya " setelah berpaling menatap rona
" sudah jam 10 malam dan kita sudah lama berbicara . sekarang tidurlah di samping ku " pinta rona sambil menepuk disampingnya dengan tetap tersenyum
Vero menuruti perkataan rona . namun dia hanya diam dengan tidur telentang dan menutup mata . rona yang melihat itu hanya tersenyum dan kemudian dia pun berusaha untuk kembali berbaring .
Vero yang merasa terganggu pun turun dari ranjang dan awalnya rona kesal . tapi kemudian digantikan dengan perasaan terkejut . karena Vero berdiri disisi kanannya , membantu dirinya untuk berbaring .
setelah Vero membantu rona berbaring dia kembali tidur disisi kiri Vero . saat Vero menutup mata , tiba-tiba saja rona memeluknya dan itu membuat Vero senang .
awalnya Vero merasa marah pada dirinya , namun karena perbuatan rona yang tiba-tiba . membuat kemarahan untuk dirinya di ganti dengan kebahagiaan .
" maaf " ucap Vero membalas pelukan rona.
" buat " tanya rona bingung
" gak , tidurlah " pinta Vero
mereka berdua pun tidur dengan kehangatan dalam pelukan itu .
waktu seminggu yang di tunggu-tunggu pun tiba . yaitu rona dan Vero akan kembali ke rumah , tapi ke rumah baru mereka .
saat subuh Vero pun terbangun mendengar alarm di hp nya . karena ruang rona ini kedap suara , sehingga bila ingin memanggil dokter dan suster menggunakan tombol alarm .
setelah Vero mematikan hp nya yang terletak di atas nakas . dia pun berusaha menyingkirkan tangan rona dari perutnya dengan perlahan .namun pelukan rona semakin erat , seakan tidak ingin lepas .
" ciuman dulu , baru ku lepas "
mendengar rona berkata begitu dengan masih menutup mata . Vero hanya tersenyum , dia mengira rona sedang bermimpi dalam tidurnya .
" ciuman dulu " pinta rona membuka mata dan melonggarkan pelukannya dan menatap mata Vero lekat
" rona kamu makan obat apa si " tanya Vero
" obat ? gak ada , aku sejak tadi tidur " jawab rona dengan mata sayup
" Uda lepas dulu , aku mau shalat " pinta Vero sambil berusaha melepaskan tangannya rona dengan lembut .
" gak mau , ciuman dulu "
mendengar itu lagi Vero benar-benar terkejut
" aku pasti mimpi , Vero bangun " kata Vero pada dirinya sendiri
rona yang mendengar itu pun tersenyum melihat tingkah Vero . karena seharusnya Vero senang , tapi Mala di kira mimpi.
rona pun mencubit perut Vero dengan tangannya yang masih menempel di tubuh Vero .
" ko di cubit si " kesal Vero menatap wajah rona
" agar kamu tau ini bukan mimpi " kata rona tersenyum menatap wajah Vero
" ya udah lepas tangan kamu " pinta Vero yang masih tidak percaya apa yang di katakan rona
" yakini gak mau ciuman "
" aku mau , tapi itu tidak perlu "
" kenapa " tanya rona yang masih pada posisinya
" Uda lepas ya ratu ku " ceplos Vero
" yakin gak mau ciuman "
Vero pun menatap lekat mata rona , di sana dia melihat mata rona memang telah sepenuhnya sadar . namun dia masih tetap teguh pada prinsipnya dan janjinya .
" yakin " tegas Vero
mendengar itu rona dengan cepat melepas pelukannya terhadap Vero dan Vero turun dari ranjang langsung menuju kamar mandi .
setelah Vero selesai mandi dan wudhu dia pun melaksanakan shalat dengan baju berwarna putih . sehingga terlihat lebih tampang , rona yang melihat Vero pun terpesona .
" apa yang terjadi pada ku " dalam hati rona dengan perasaan bergejolak
selesai Vero shalat subuh . Vero pun mendekati rona dan kemudian dia pun berkata .
" jika kau sudah benar siap , aku yang akan memintanya " kata Vero dengan senyuman menatap rona
rona yang mendengar pun langsung menarik selimut , sehingga menutupi seluruh tubuhnya .
" apa menurut kamu aku belum siap " tanya rona di balik selimut yang merasa malu
" entah lah , tapi untuk sekarang aku belum inginkan itu "
rona pun perlahan menurunkan selimutnya dengan kedua tangannya . mengitip Vero , saat seluruh wajah rona terlihat .
~Cup~
Vero mencium kening dan kedua pipi rona . rona yang mendapatkan itu pun mematung dengan detak jantung yang terus berdegup .
" tinggal ini kan , nanti saat hati kamu siap " kata Vero tersenyum sambil menyentuh bibir rona dengan jari jempol
Vero pun mengelus kedua pipi rona dengan lembut . rona yang merasakan sensasi dari sentuhan tangan Vero , membuat bulu kuduknya merinding dan jantung berdetak kencang .
" sekarang aku akan mengemasi barang kita , dan kamu mau mandikan ? aku akan panggil suster " kata Vero selepas menjauhi tangannya dari wajah rona
setelah Vero keluar rona pun menghembuskan nafasnya yang terasa tercegat di kerongkongan dan saat Vero kembali membawa suster . Vero sekali pun tidak memandang rona .
" Uda kembali lagi sikap anehnya " dalam hati rona tersenyum menatap Vero
" ibu gak Napa-napa kan " tanya suster itu yang melihat rona tersenyum-senyum
" gak apa-apa , sekarang bantu saya mandi " kata rona dengan wajah sebalnya
Vero yang mendengar hanya tersenyum senang sambil dia membereskan barang Meraka . rona di rawat sudah hampir 7 bulan dan sekarang rona akan keluar dari tempat yang membosankan ini , menurut rona begitu.
" assalamualaikum " ucap Raka dan Revan bersamaan memasuki ruangan rona
" wa'alaikumsalam " jawab Vero Dan rona
" Uda siap kan ? " tanya Raka menatap Vero di sopa
"'uda ko bang " jawab Vero tersenyum
" ya sudah ayo Abang antar , kalo soal administrasi sudah Abang selesaikan " jelas Raka tersenyum tipis kepada Vero
" sini kak ku bantu angkat tasnya " tawar Revan mendekat kepada rona
saat ini sudah jam 11 siang dan rona di bawah menggunakan kursi roda . awalnya rona tidak mau , karena menurutnya dia sudah bisa jalan . tapi karena permintaan Vero yang tegas pun membuat rona mau dengan perasaan bahagia .
rona bahagia karena Vero selalu perhatian lebih terhadapnya dan Raka yang melihat itu merasa sedikit lega . sedangkan Revan merasa lebih bahagia lagi , karena kakaknya mendapatkan seorang pria seperti Vero.
" bang Raka tau dimana rumahnya kan " tanya Vero yang berada di kursi belakang Raka
" tau " jawab Raka singkat dengan tetap fokus mengemudikan mobil
" kak rona ? kakak nanti pasti terkejut melihat rumahnya yang lumayan mewah si " kata Revan yang duduk di samping Raka
" emang kamu Uda melihat-lihat isi rumahnya " tanya rona yang duduk di samping Vero
" sudah dong kak " Jawab Revan dengan senyuman manisnya menatap rona dibelakang
" Uda diam " pinta Raka
semua pun diam tidak ada yang berbicara selain keributan lalu lintas dan kendaraan di jalan kota Jakarta yang terkenal macet . namun di karenakan hari Selasa membuat jalan raya sedikit mudah untuk ditelusuri hingga sampai dengan selamat di tujuan .
...Bersambung...
sekedar saran ; jika rasa takut yang kau miliki membuat mu sulit untuk hidup , maka lawan saja rasa takut itu . walau sulit dan sakit bila mengingat , tapi kau harus tetap hidup dan buatlah kehidupan mu yang baru . belajarlah dari pengalaman mu dan dari rasa takut mu . karena setiap orang memiliki sesuatu dalam takdir mereka dan setiap orang mempunyai masalah dan deritanya masing-masing .
jika ada kesalahan perkataan ku dalam setiap kalimat akhir penutup ku yang menyigung perasaan teman2 maka maaf 🙏
sekian dan sampai jumpa , assalamualaikum