Rona

Rona
eps . 70



di saat Rona dan Vero saling berpelukan melepaskan rindu yang telah lama menggebuk serta rasa takut dan khawatir yang sudah memudar seketika kerena seseorang yang hati dan jiwa raga inginkan sudah berada dalam dekapan hangat . di saat itu lah , kehadiran sahabat Rona dan Vero berdatangan setelah mengetahui bila Rona sedang di rumah sakit .


" assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


" eh ... sepertinya kita datang terlambat yank " ucap Nura pada suaminya Evan setelah kaki melangkah masuk ke ruangan Rona bersama yang lainnya .


Namun semuanya juga ikut merasa sangat bahagia melihat sahabat mereka kembali bersama dan hanya doa yang terucap dalam hati mereka untuk kebahagiaan serta kebersamaan selamanya untuk Rona dan Vero . tapi Elsa , Nura dan Serly tak menyadari sepasang mata indah telah menatap mereka dengan rasa yang penuh arti , siapa lagi jika bukan Erlina yang sangat merindukan persahabatan mereka dulu . namun , dia juga sedih mengingat dia pergi tanpa memberitahu Sahabatnya .


" Elsa , Nura , Serly " panggil Erlina dengan mata yang berkaca-kaca karena rindu , senang , bahagia dan sedih yang menjadi satu menyelimuti hatinya


Elsa , Nura dan Serly pun menoleh ke arah kiri mereka yang mendengar suara yang tidak asing memanggil nama mereka dan betapa terkejutnya mereka melihat seorang sahabat yang telah lama pergi tanpa kabar dan kini sudah berada di dekat mereka . Elsa , Nura dan Serly langsung melangkahkan mendekati Erlina yang juga masih menatap mereka bertiga .


" kamu Erlina kan ? " tanya Elsa yang memulai bersuara untuk memastikan dengan yang dia lihat dengan matanya , karena dia masih tak yakin jika sahabat kecilnya ada di hadapannya setelah berapa tahun pergi dan tanpa kabar sama sekali


" iya ... ini aku Erlina " jawab Erlina dengan air mata yang sudah berderai membasahi pipinya menatap wajah-wajah Sahabatnya


" Erlina Purnamasari ? " sahut Nura


" dia... Erlina ! " teriak Serly yang langsung memeluk Erlina dan Elsa serta Nura juga ikut berpelukan bersama seperti Teletubbies


Jeki , Evan dan Roky yang melihat itu yang tersenyum . mereka para suami juga ikut senang dan bahagia dengan senyuman yang terukir sempurna di bibir mereka . karena Jeki , Evan dan Roky juga tau Erlina yang merupakan sahabat para istri mereka . karena mereka dulu sering melihat para istri mereka di jaman SMA yang sangat kompak yang kemana pun selalu bersama-sama .


" Serly sayang " panggil Roky sambil menarik tangan sang istri dengan lembut , karena melihat istrinya sangat erat memeluk dan dia takut dengan kandungan istrinya


" apa si yank ...? " sunggut Serly kesal , karena suaminya mengganggu suasana yang penuh rindu pada Sahabatnya


" kamu lagi hamil , aku gak ingin ... anak ku tertekan di dalam sini . karena ulah kamu " jawab Roky dengan nada lembutnya sambil tangan kanannya mengelus-elus perut istrinya yang membesar


" eehehhe maaf yank , aku rindu bangat ! " seru Serly jujur dengan senyuman manisnya karena melihat wajah suaminya yang memerah karena kesal , walau perlakuan suaminya berbanding terbalik . tapi Serly hanya bisa menampilkan senyum semanisnya mungkin dan Roky hanya menghembuskan nafas kasar dengan ulah ceroboh istrinya


" Nura ! " seru Evan


" Elsa Safira " pekik Jeki dingin


Elsa dan Nura pun melepaskan pelukannya terhadap Erlina , karena mendengar suara suami mereka yang tidaklah lembut . melainkan nada tajam dan dingin , karena mereka juga sedang hamil . namun , mau gimana lagi ... jika hati sudah rindu . maka , apa pun mereka tidak perduli . apa lagi dengan kandungan mereka yang mulai terlihat di perut mereka .


" iya " ketus Nura sambil melangkah mendekati suaminya


" emmm " deham Elsa yang juga langsung mendekati suaminya


Erlina yang melihat Tingkah menatap bingung dengan sikap Sahabatnya , tapi dia langsung menyadari melihat perut Serly dan Nura yang sudah terlihat membesar .


" perkenalkan ini suami aku Jeki Arisandi " ucap Elsa pada Erlina dengan senyuman , karena dia melihat tatapan Erlina yang bertanya dengan wajah bingungnya


" dan ini juga suami ku tercinta ... Roky Ananda Putrajaya " sahut Serly yang juga ikut memperkenal suaminya pada Erlina dengan senyuman manisnya


" aku juga Erlina ... ini suami aku Evan Sanderson dan pastinya kamu mengenal suami kita-kita kan ? " timpal Nura dengan senyuman menatap Erlina yang diam mematung karena terkejut , jika semua temannya sudah menikah dan bahkan akan segera punya anak


" Jeki si kutub Utara Elsa ! Evan musuh kamu Nura dan Serly ... " ujar Erlina dengan tatapan tak percaya menatap sahabatnya , sedangkan Jeki dan Evan hanya mendengus kesal mendengar perkataan Erlina . tapi itu memang benar dan itu masa lalu di jaman SMA mereka


" masa lalu " serentak Jeki , Evan dan Roky yang hampir bersamaan . membuat Erlina kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tidaklah gatal


" iya de ... jangan gitu dong . kalo gitu , aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian . semoga samawa ya dan tak terpisahkan "


" Amin ! " seru Jeki , Evan dan Roky lagi dengan nada tajam , membuat Erlina tak tau lagi harus apa . sedangkan Elsa , Nura dan Serly hanya tersenyum simpul melihat sahabatnya yang terdiam seribu bahasa


Rona yang mendengar suara Sahabatnya langsung melepaskan pelukannya dan Vero pun kembali berdiri dengan kedua kakinya yang tidaklah baik-baik saja .


" jangan ribut " ketus Vero menatap orang-orang yang ada di ruangan rawat Rona dan semua pun langsung diam . tapi tidak dengan Jeki yang menyadari keadaan Vero , dia pergi keluar tanpa berkata apa pun


" Er... Lina ! " seru Rona yang membuat ruangan kembali berbunyi dan tidak hening . setelah menyadari sebuah wajah yang sangat Rona kenal dan dia kembali meneteskan air mata menatap wajah wanita yang merupakan sahabat kecilnya yang telah lama pergi darinya


Erlina yang mendengar suara Rona memanggilnya pun mendekat dan kini dia sudah berdiri di sisi kiri Rona dengan berdiri . menatap wajah sahabat kecilnya dengan air mata yang kembali berderai membasahi pipinya


" Rona ... maafkan aku " ucap Erlina dan langsung memeluk Rona . Rona pun membalas pelukan Sahabatnya dengan senang hati , karena dia juga merindukan sahabat kecilnya


" aku sudah memaafkan Erlina ku tersayang "


Erlina yang mendengar itu semakin memeluk erat Rona , karena dia juga sangat merindukan sahabat serta perkataan Rona yang juga dirinya sangat menyayangi Rona .


" kamu minta maaf cuma sama Rona ni ? " tanya Elsa dengan wajah yang di buat kesal sambil melipat tangannya di atas perutnya


Erlin yang mendengar itu melepaskan pelukannya dari Rona dan kembali melangkahkan mendekati ketiga sahabatnya dengan air mata yang masih berderai .


" maaf ... maafkan aku ... aku "


" Uda . Elsa jangan di tanggapi , dia memang gitu dan kamu jangan nangis dong . jadi jelek " ujar Serly sambil mengusap lembut pundak sahabatnya dengan senyuman yang masih terukir indah di wajah cantiknya


" Serly Arpiansyah " ketus Elsa dan Serly hanya cengir kuda menanggapi Elsa . karena jika Elsa sudah memanggil nama lengkapnya , itu tandanya Elsa benar-benar kesal dan dia hanya tersenyum sebelum Elsa marah padanya


" aku dan sahabat kamu Uda maafin kamu Erlina , tapi dengan satu syarat " ujar Nura dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya


" katakan saja ! aku pasti turuti " sahut Erlina sambil menghapus kasar air matanya dengan lengannya


" kamu harus ceritakan semuanya , tanpa ada yang terlewatkan " kata Serly yang mengerti dengan syarat yang di ucapkan Nura . karena dia juga sangat ingin tahu tentang kehidupan Sahabatnya selama beberapa tahun belakangan


" cerita ? tentang apa ? " tanya Erlina dengan wajah polosnya , membaut seorang pria yang sejak tadi menatapnya dalam diam hanya tersenyum tipis


" ternyata kamu masih belum berubah , apakah aku masih bisa mendapatkan mu ? " dalam hati pria yang tak lain adalah Rio yang duduk di sofa bersama Juhan dan Kelin


" tentang kamu , semuanya ! " seru Elsa yang kembali bersuara . membuat Erlina kembali meneteskan air matanya , mengingat kenangan pahit yang telah lalu dan kini dia teringat kembali


" kenapa Erlina ? ko kamu nangis lagi ? apa ada yang terjadi dengan kamu ? " cecar Rona yang tadinya hanya diam mendengarkan perdebatan Sahabatnya yang kini posisinya sudah duduk bersandar dengan bantal dan tak berbaring dengan Vero yang masih setia berada di sampingnya


" aku kan ceritakan semuanya , tapi tidak sekarang . aku butuh waktu dan maaf " ujar Erlina dengan tertunduk kepala dan air mata yang sudah jatuh mengenai lantai ruang rawat Rona di rumah sakit


Rona , Elsa , Nura dan Serly hanya bisa diam . walau di benak Meraka masih bertanya dalam kebingungan yang mendalam . namun , mereka juga tak mungkin egois , karena mereka juga berpikir . pasti ada sesuatu terjadi , namun Erlina memilih untuk diam sementara waktu .


" Erlina ! kamu kenapa ? kenapa kamu sangat berantakan ? " cecar Serly yang baru menyadari penampilan Erlina yang sangat mengenaskan . karena beberapa sisi pakaian Erlina terlihat robek


" iya ...kamu kenapa ? dan kenapa kamu bisa ada disini ? " tanya Nura yang juga baru menyadari penampilan Sahabatnya


" katakan Erlina ! jangan bilang kamu juga korban pesawat yang sama dengan Vero " ujar timpal Elsa menatap wajah Erlina yang sudah kembali menegakkan kepalanya


" Erlina ... jangan diam aja " sahut Rona


Erlina pun menghembuskan nafas pasrah , walau berat mengatakan ini dan sedikit tak enak hati . karena dia sangat mengerti dengan sikap Sahabatnya , tapi dia juga tak bisa berbohong atau pun menutupinya dari Sahabatnya .


" iyaaaaa aku juga korban pesawat yang sama dengan pak Vero dan aku kembali ke Jakarta ingin melanjutkan tugas ku sebagai seorang dokter dan aku juga ingin bertemu kalian . namun , saat ke jadian pesawat itu ... aku mulai merasa ragu dan tak yakin . jika mungkin aku masih dapat bertemu kalian , dan saat itu aku pasrah jika aku pergi tanpa pamit lagi dari kalian . tapi ... aku bersyukur , aku masih di berikan kesempatan untuk hidup dan berada di antara kalian . aku sangat senang bila kalian masih mengingat ku dan tak melupakan ku " jelas Erlina mengucapkan semua isi hatinya yang beberapa waktu lalu yang pasrah akan takdir yang juga menginginkan dirinya pergi . tapi takdir berkata lain dalam kamus kehidupan , sehingga kini dia merasa senang , sedih , bahagia dan rindu yang menggebu di hatinya menjadi satu terhadap Sahabatnya


Elsa , Nura dan Serly yang mendengar itu kembali memeluk Erlina . sedangkan Rona dia pun berusaha untuk turun dari berangkas dengan bantuan sang suami . karena Vero mengerti dengan situasi yang dia lihat dan dia dengar dan karena itu lah Vero tidak melarang Rona untuk turun dari berangkas . namun , Vero langsung memegangi kantungan infus yang istri dan membiarkan Rona melangkahkan mendekati Sahabatnya .


" kamu jangan berpikir begitu dan kami sudah sangattttttttt memaafkan mu sahabat kecil ku " ujar Rona yang kini giliran berpelukan dengan Erlina


" makasih , makasih sahabat ku . kalian masih mengingat diri ku "


Rona dan Erlina berpelukan hanya 3 menit , karena Vero menarik tangan sang istri dan membawanya untuk kembali berbaring di atas berangkas . sedangkan Rona hanya diam dan menuruti kemauan suaminya . karena dia juga tak ingin anak dalam kandungannya kenapa-napa .


" jadi kamu tinggal dimana sekarang ? " tanya Elsa pada akhirnya membuat semua orang yang berada dalam ruangan itu menatap Erlina


" aku gak tau " jawab Erlina dengan santainya dengan senyuman yang sudah terukir di wajahnya . Rona yang mendengar itu langsung teringat sesuatu dan dia seketika tersenyum


" sayang " panggil Rona kepada suaminya sambil menarik tangan Vero yang ada di atas perutnya


" ada apa sayang ? apa kamu ingin sesuatu ? " cecer Vero menatap wajah istrinya dengan cemas


" gak , aku gak kenapa-napa . aku cuma mau nanya "


" nanya apa ? "


" rumah kita dulu itu masih kosongkan ? "


" iya lah sayang , tak mungkin ku jual . rumah itu kan tersimpan kenangan kita " jawab Vero dengan senyuman manisnya menatap istri tercintanya , sedangkan Rona langsung bersemu kemerahan mendengar itu


" aku ingin Erlina menginap di sana , bolehkan ? " tanya Rona pada akhirnya dengan perasaan was-was , karena wajah Vero sudah berubah


" gak , aku gak ingin orang lain selain kita yang menepati rumah kita " tegas Vero tajam tanpa menatap wajah istrinya dan memalingkan muka menatap jendela rumah sakit


" tapi ..." ucap Rona terjeda karena langsung di potong oleh Rio


" uda , Erlina biar jadi urusan kak Rio . kamu istirahat aja jaga kesehatan dan kandungan kamu " ujar Rio menatap Rona dan Vero yang juga menatapnya


" iya de kalo gitu . tapi ... erlinanya mau gak ? "


" aku mau aja , dari pada tidur di jalanan . kan aku seorang dokter "


" eleeeee PD nya tingkat berape Nona ? atau jangan-jangan Nona suka ni sama kak Rio ? " tanya Roky yang kini ikut bersuara dengan senyum gelinya . karena dia melihat tatapan mata Rio yang memiliki sesuatu terhadap Erlina


" tingkat berapa tak penting yang penting kesehatan terjaga dan soal suka hanya sebatas kakak ada adik " jelas Erlina dengan mantap tanpa menyadari tatapan mata yang sangat tajam dan dingin Rio yang mengarah padanya . karena Erlina membelakangi arah sofa , sehingga tak mengetahui tatapan Rio padanya


Erlina seketika merasa ke dingin , dan dia tidak tau . Jeki , Evan dan Roky yang menyadari sikap Rio serta kini melihat Erlina mulai terlihat kedinginan hanya tersenyum penuh arti . sedangkan ruangan yang sudah kembali Henning di hidupkan kembali oleh kehadiran seorang dokter pria yang memasuki ruangan rawat Rona.


"assalamualaikum " ucap dokter pria memasuki ruangan dengan sopan


" wa'alaikumsalam "


" pak Jeki ... ada apa memanggil saya ? "


" Vero " satu nama yang terucap dari bibir Jeki membuat dokter itu mengerti , setelah diliriknya Vero yang berantakan dan kaki yang terlihat bengkak


" pak Vero kemari ikut saya ke ruangan sebelah , agar saya bisa memeriksa ke adaan pak Vero dan Nona ini apa perlu juga saya prisah ? "


" saya tak perlu pak , saya juga seorang dokter dan saya baik-baik saja " jawab Erlina yang tau maksud perkataan dokter pria terhadapnya


" baiklah , pak Vero ? "


" di sini aja , atau tambahkan saja ranjangnya " ketus Vero yang tidak mau jauh dari istrinya dan yang lainnya hanya tersenyum mendengar itu


" sebentar ya pak " sahut seorang suster yang sejak tadi hanya diam berdiri di belakang dokter


selang berapa waktu , ranjang yang tak lain adalah berangkas yang di inginkan Vero pun sudah berada di samping kanan Rona dan dengan senang hati Vero berbaring disana dan dia pun mendapatkan perawatan medis . istrinya Rona , sahabatnya , adiknya Kelin dan Juhan serta Rio yang memerhatikan itu hanya tersenyum simpul dan geleng kepala melihat kelakuan Vero . namun , disisi itu mereka juga mengerti dengan ke inginan Rona yang tidak mau jauh dari istri tercintanya .


setelah mendapat perawatan medis , dokter dan suster pergi meninggalkan ruang rawat Rona . di kesempatan itulah sahabat mereka kembali bercerita tentang apa yang terjadi terhadap Vero dan Erlina mengenai pesawat .


" mulai dari sekarang aku tak ingin lagi pergi ke luar negeri " tegas Vero dengan lantangnya , dan membuatnya tertawa dan ada juga tersenyum tipis melihat ekspresi dan tingkah Vero


" bagus , dan kamu harus siap-siap mendapatkan hukuman dari Raka " ucap Rio pada akhirnya dengan dia kembali tertawa , sedangkan Vero langsung ciut . dia teringat dengan janjinya dan kini dia memang harus menerima hukuman apa yang akan di berikan Raka


" jangan khawatir sayang , aku yakin . kak Raka pasti tidak akan menghukum kamu " tutur Rona lembut menyakinkan hati sang suami tercintanya Vero


" siapa bilang aku tidak menghukumnya ? " tanya Raka yang tiba saja muncul di pintu yang memang tidak tertutup , seketika semua langsung diam seperti patung dan keheningan kembali terjadi lagi dengan ke hadiran Raka


" kak Raka ... jangan gitu , kasian Vero " Rajuk Rona pada kak Raka , dan Raka hanya tersenyum melihat tingkah Rona


" aku merindukan adik perempuan ku yang manja pada ku , andai waktu bisa ku ubah . tapi ... ya sudahlah . semua sudah di atur oleh Tuhan , Allah SWT dengan suratan takdir dan aku hanya bisa memberikan kebahagiaan pada adik -adik ku " dalam hati Raka tersenyum , namun senyuman itu membuat yang lainnya merinding . karena Raka sangat jarang sekali tersenyum , dan Mereka hanya memilih diam melihat adegan selanjutnya


" Rona kamu harus tinggal di rumah , nenek merindukan mu dan sore nanti kamu sudah bisa pulang " ujar Raka dengan senyuman menatap Vero yang juga menatapnya , sedangkan Vero mengerti dengan maksud Raka dan dia hanya diam serta pasrah


" baiklah kak , aku juga sangat rindu nenek " sahut Rona yang semakin membuat Vero lemas tak berdaya


" bagus , sekarang kamu istirahatlah . kakak akan kembali ke rumah untuk memberikan kabar tentang Vero yang selamat "


Kelin yang sejak tadi hanya diam , langsung teringat sesuatu dan dia langsung mengambil ponselnya yang berada dalam tas sampingnya untuk mengabari orang tuanya yang sangat bersedih hati karena memikirkan kakaknya .


" assalamualaikum ma " ucap Kelin setelah tersambung dengan telpon mamanya


" wa'alaikumsalam nak , gimana ke adaan Rona ? dan cucu mama ? "


" Alhamdulillah baik ma dan kak Vero juga sudah ada di sini ma "


" Alhamdulillah , kalo gitu mama ke sana sama papa dan juga Anggi dan Rangga "


" baiklah ma , hati-hati di jalan ma "


" pasti nak , kalo gitu mama tutup telponnya ya ... assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


Tut !


ponsel Kelin pun mati , dan dia kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas . kemudian dia menatap kakak dan kakak iparnya yang masih berdebat dengan Raka tentang hukuman Vero .


" kak ! mama dan papa akan ke sini " kata Kelin yang menghentikan perdebatan kakaknya


" mama dan papa . yaaaaa ampun ... aku sangat merindukan mereka . sayang aku mau pelukan " ujar Vero menatap Rona di sampingnya


" gak boleh , kamu harus di hukum dan sebelum kita ke puncak ... kamu gak boleh ketemu adik ku . ngerti ! " kata Raka dengan dingin dan tajam


Vero yang mendengar hal itu hanya mengangguk lemas . sedangkan Rona hanya diam , karena dia juga takut terhadap kakaknya yang tegas . sedangkan Sahabat-sahabatnya serta Kelin , Juhan dan Rio menahan tawa melihat reaksi Vero yang seperti seorang anak ku kucing .


...Bersambung...