Rona

Rona
eps . 44 Dugaan Jeki



" sayang kamu di rumah saja ya , jika perlu sesuatu panggil saja bibi atau mama . aku ingin keluar sebentar menemui Jeki ! " seru Vero Kepada Rona dengan suara lembut


" yakin menemui Jeki ? bukan yang lain ? " tanya Rona sambil memicingkan matanya menatap Vero di sampingnya


" ya sayang ku , ratu ku . aku hanya menemui Jeki dan bukan yang lain " jawab Vero meyakinkan Rona yang sangat sensitif semenjak hamil


" baiklah , tapi jangan pulang terlalu malam ! " seru Rona


" pasti dong ratu ku , kamu tenang saja . hamba akan segera pulang setelah selesai " ujar Vero sambil memegang ke dua tangan Rona


" iya sudah pergilah , dan ingat jangan menemui yang lainnya selain Jeki teman mu itu " tegas Rona menatap Vero tajam


" iya sayang , aku pergi dulu . tapi , apa kamu ingin sesuatu ? "


" aku ingin kelapa ! "


Vero yang tadinya tersenyum hangat kepada Rona , kini menjadi cemberut mendengar ke inginan Rona .


" kenapa harus kepala ? apa tak bisa yang lain sayang ? "


" gak , aku mau kelapa . kelapa yang kemarin dan gak boleh yang lain " pinta Rona


" baiklah , kalo begitu aku pamit dan kamu jangan kemana-mana . jika perlu sesuatu panggil mama atau .... "


" iya aku tau , Uda pigi sana . aku gak akan kemana-mana dan tetap berada di kamar ! " seru Rona memotong perkataan Vero


" emm baiklah ratu ku , hamba pamit . assalamualaikum " ucap Vero dengan sedikit berdramatis sambil kembali tersenyum hangat kepada Rona


" wa'alaikumsalam raja ku " sahut Rona dengan senyuman


Vero pun mencium kening Rona , dan Rona mencium punggung tangan Vero . kemudian Vero melangkah pergi , sampai akhirnya tak terlihat di pintu kamar itu .


" ku harap kau tak akan meninggalkan ku , karena tubuh ku yang sudah berisi ini " ucap Rona sedih sambil tetap menatap pintu kamar


semenjak hamil , Rona memang sangat sensitif . terkadang karena tubuhnya yang terlihat berisi . membuat kepercayaan dirinya luntur , takut bila Vero mencari wanita lain . namun , Vero memakluminya dan Vero selalu meyakinkan Rona . bila hanya ada satu wanita di hatinya dan tak akan terganti dan wanita itu adalah Rona . tetapi Rona tetap saja masih merasa takut , takut kehilangan .


sedangkan Vero melangkahkan kakinya menuju dapur menemui mamanya yang sibuk memasak untuk makan malam nanti .


" mah ! Vero pamit ingin ke luar dulu . Vero titip Rona ya mah " ujar Vero lembut pada wanita yang telah membesarkan serta yang melahirkannya itu


mama yang sibuk memasak , kini matanya teralihkan kepada Vero . menatap anak laki-lakinya dengan senyuman .


" emang kamu mau kemana nak ? " tanya mama sambil tetap mengaduk masakannya


" mau ke temu Jeki mah " jawab Vero Jujur


" OOO , terus Rona dimana ? "


" di kamar mah , iya Uda Vero pamit mah . Jeki Uda nungguin ni ! " seru Vero


Vero kemudian mencium pipi mamanya dan mama yang sedang sibuk memasak terkejut kemudian dia tersenyum mendapati Tingkah usil putranya .


" assalamualaikum mah " ucap Vero


" emm wa'alaikumsalam " sahut mama


Vero melangkahkan ke luar menuju pintu dan langsung memasuki mobil yang sudah setia menunggunya di depan teras rumah . Vero langsung menjalankan mobilnya menemui Jeki .


sementara di sisi lain . dua orang yang berlawanan jenis sedang merasakan hari pernikahan di sebuah villa .


" sekarang kamu istirahatlah dulu ! " pinta seorang pria dengan suara lembutnya kepada seorang wanita


wanita itu pun menuruti dengan tetap tersenyum senang mendapatkan perhatian yang begitu hangat dari seorang pria yang telah resmi menjadi suaminya .


" apa kamu menginginkan sesuatu ? " tanya pria itu yang kini duduk disisi ranjang di samping wanita yang telah resmi menjadi istrinya


" aku belum menginginkan apa pun Ardi , lebih baik kamu mandilah dulu ! " serunya pada pria yang bersamanya bernama Ardi


" baiklah sayang ku Yanti ! " seru Ardi kepada wanita yang bernama Yanti , istrinya


Ardi melangkah menuju kamar mandi membersihkan diri dengan tidak lupa menutup pintu . sedangkan Yanti memejamkan matanya di ranjang di kamar yang luas serta bernuansa mewah itu .


selang beberapa waktu Ardi keluar hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya . sedangkan Yanti terbangun dari tidurnya , karena mendengar suara azan isya dan tampak sengaja matanya menatap seorang pria yang sedang berdiri di depan sebuah lemari baju yang terbuka lebar .


melihat itu , semburat merah di pipinya muncul seketika . Yanti merasa malu melihat tubuh Ardi yang setengah telanjang itu , sehingga memperlihatkan tubuh sixpacknya Ardi .


Yanti kemudian turun dari ranjang memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya . selang waktu 15 menit Yanti keluar dari kamar mandi dengan memakai mantel menutupi tubuhnya . sedangkan Ardi sudah berbaring di ranjangnya dengan sebuah baju tidur yang melekat di tubuh kekarnya .


" sayang ! " panggil Ardi tiba saja , membuat Yanti terjinggat kaget


" i..ya ada apa " sahut Yanti dengan jantung yang tak berhenti berdetak kencang


" kemari lah " pinta Ardi dengan lembut


Yanti langsung nurut dan menaiki tempat tidur di sebelah kiri . Ardi yang terus memperhatikan wajah serta gerak-gerik Yanti , membuatnya ingin tertawa dalam hati . namun , dia harus menahannya . karena untuk pertama kali Ardi bisa melihat wajah malu Yanti .


" sungguh aneh ternyata , dulu ...aku dan dia berhubungan hanya karena ingin balas dendam . tapi kini , aku Mala jatuh cinta pada wanita yang keras kepala dan sekarang dia telah resmi menjadi istri ku " dalam hati Ardi


" ini seperti mimpi , rasanya baru kemarin aku sangat membencinya . tapi kini , dia telah resmi menjadi suami ku . sungguh aku tak menduga bila ini akan terjadi dalam kamus kehidupan ku " dalam hati Yanti


saat Yanti sudah membuat tubuhnya merasa nyaman , yaitu duduk bersandar pada kepala ranjang dengan kaki berselonjor memperlihatkan kaki mulusnya yang putih bersih itu . sedangkan Ardi dia berusaha menahan tawanya dan hanya memperlihatkan wajah datar tampak ekspresi .


" apa kamu lapar ? atau ingin makan sesuatu ? atau ada ngidam apa gitu ? " tanya Ardi untuk mencair suasana


" aku belum lapar dan belum ingin apa pun " jawab Yanti dengan kecanggungan


" ya sudah kamu tidurlah "


" katakan saja ! "


" aku ingin itu ..."


" iya , apa katakan saja "


" peluk ! " ucap Yanti dengan pelan , namun masih bisa di dengar Ardi


ahahhahha !!!


Ardi yang sejak tadi menahan tawa . kini tawanya pecah , melihat wajah Yanti yang memerah seperti kepiting rebus .


" apa yang lucu ? iya sudah aku mau tidur " kata Yanti kesal dan membelakangi Ardi


" o....sayang , aku hanya senang melihat wajah mu yang memerah itu dan untuk pertama kalinya kamu bersikap manja . ayo ke marilah ! " ujar Ardi dengan senyuman


Yanti yang mendengar itu merasa sangat malu . memang benar dia sangat manja , mungkin ini karena hormon kehamilan .pikir Yanti


Yanti pun membalikkan tubuhnya dan masuk dalam pelukan hangat Ardi . sedangkan Ardi dengan senang hati menerima Yanti dalam pelukannya dan Ardi sangat merasa senang . karena Yanti bagi Ardi adalah wanita yang unik dan tidak seperti wanita yang di luaran sana , yang hanya menginginkan uangnya .


sementara Jeki sedang berada di sebuah kafe mengunggu kehadiran seseorang . waktu sudah 10 menit berlalu , seorang pria memasuki pintu kafe dan Jeki tau itu . karena pandangan matanya selalu menatap ke arah pintu masuk .


" assalamualaikum bro " sapa pria itu sambil menduduki kursi yang berhadapan dengan Jeki


" eem wa'alaikumsalam " jawab Jeki dengan sikap khas nya


" ada apa kau memanggilku ? " tanya pria itu


" apa sudah lupa ? " tanya Jeki balik


pria itu nampak berpikir , kemudian dia langsung tersenyum senang dan kembali menatap Jeki yang duduk santai di depannya .


" jadi bagaimana ? apa kamu sudah menemukan orang yang mengirimkan pesan itu ? " tanya pria itu tidak sabaran


" iya "


" katakan ! "


" saat aku selidiki tempat terakhir nomor itu aktif , terletak di sebuah jalan raya dan sepertinya di pinggir jalan " jelas Jeki menjeda Kalimatnya


" di pinggir jalan ? terus ? " tanya pria itu semakin tidak sabaran


" saat aku ke sana , aku tidak menemukan apa pun dan aku sudah menghubungi nomor yang kau berikan . tapi , nomor tersebut sudah tidak aktif " lanjut Jeki


" jadi menurut dugaan mu ? "


" sepertinya memang benar yang di katakan Evan , memang bukan Yanti . tetapi orang lain , atau seseorang yang berhubungan dengan masa lalu " kata Jeki dengan serius menatap ke arah pria yang duduk di hadapan


" apa kamu yakin dengan dugaan mu jek ? " tanya pria itu lagi yang merasa tak percaya dan Jeki hanya mengangguk , membenarkan hal yang telah dia katakan


" emang apa yang membuat mu tak yakin Vero ? " tanya Jeki balik


pria yang tersebut adalah Vero . Vero merasa tak yakin dengan yang diungkapkan Jeki kepada dirinya mengenai pesan singkat itu . serta dugaan seseorang dari masa lalu yang membuat Vero semakin merasa was-was .


Drrrt !!!


saat Vero dan Jeki saling diam . mereka mendapat pesan yang sama dari Roky teman mereka .


" datang ke rumah ku , aku ingin menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan Yanti dan Ardi "


Jeki serta Vero saling pandang . kemudian mereka berdiri dari duduknya dan langsung melangkahkan keluar dari kafe setelah membayar biaya makan serta minuman yang mereka pesan .


kini Vero dan Jeki sudah berada di mobil masing-masing . mereka akan langsung menuju ke rumah Roky , tapi sebelum itu di dalam mobil Vero menelpon sang istri yang menunggunya di rumah .


" assalamualaikum sayang " ucap Vero setelah telpon tersambung


" wa'alaikumsalam sayang , kamu kapan pulang ? "


" iya bentar lagi , tapi aku ingin ke rumah Roky dulu "


" buat apa ? "


" kata Roky dia ingin menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan Yanti dan Ardi "


" apa tidak bisa besok saja , aku ingin kau cepat pulang "


" tidak sayang , hanya sebentar ko . janji de , setelah selesai nanti . aku langsung pulang ! "


" iya sudah , pokoknya jangan kemalaman ! "


" iya sayang , kalo gitu aku tutup dulu ya . assalamualaikum ratu ku "


" emmm wa'alaikumsalam "


Tutt !!!


setelah sambung telpon terputus . Vero langsung menyusul Jeki ke rumah Roky sambil tersenyum tipis memikirkan wajah kesal sang istri di rumah .


...*Bersambung ...


menurut kalian apa yang akan di sampaikan Roky ?


kalo gitu sayang pamit dulu dan sampai jumpa di eps selanjutnya !!!


by ... assalamualaikum*