
" sayang kamu di rumah saja ya , jika perlu sesuatu panggil saja bibi atau mama . aku ingin keluar sebentar menemui Jeki ! " seru Vero Kepada Rona dengan suara lembut
" yakin menemui Jeki ? bukan yang lain ? " tanya Rona sambil memicingkan matanya menatap Vero di sampingnya
" ya sayang ku , ratu ku . aku hanya menemui Jeki dan bukan yang lain " jawab Vero meyakinkan Rona yang sangat sensitif semenjak hamil
" baiklah , tapi jangan pulang terlalu malam ! " seru Rona
" pasti dong ratu ku , kamu tenang saja . hamba akan segera pulang setelah selesai " ujar Vero sambil memegang ke dua tangan Rona
" iya sudah pergilah , dan ingat jangan menemui yang lainnya selain Jeki teman mu itu " tegas Rona menatap Vero tajam
" iya sayang , aku pergi dulu . tapi , apa kamu ingin sesuatu ? "
" aku ingin kelapa ! "
Vero yang tadinya tersenyum hangat kepada Rona , kini menjadi cemberut mendengar ke inginan Rona .
" kenapa harus kepala ? apa tak bisa yang lain sayang ? "
" gak , aku mau kelapa . kelapa yang kemarin dan gak boleh yang lain " pinta Rona
" baiklah , kalo begitu aku pamit dan kamu jangan kemana-mana . jika perlu sesuatu panggil mama atau .... "
" iya aku tau , Uda pigi sana . aku gak akan kemana-mana dan tetap berada di kamar ! " seru Rona memotong perkataan Vero
" emm baiklah ratu ku , hamba pamit . assalamualaikum " ucap Vero dengan sedikit berdramatis sambil kembali tersenyum hangat kepada Rona
" wa'alaikumsalam raja ku " sahut Rona dengan senyuman
Vero pun mencium kening Rona , dan Rona mencium punggung tangan Vero . kemudian Vero melangkah pergi , sampai akhirnya tak terlihat di pintu kamar itu .
" ku harap kau tak akan meninggalkan ku , karena tubuh ku yang sudah berisi ini " ucap Rona sedih sambil tetap menatap pintu kamar
semenjak hamil , Rona memang sangat sensitif . terkadang karena tubuhnya yang terlihat berisi . membuat kepercayaan dirinya luntur , takut bila Vero mencari wanita lain . namun , Vero memakluminya dan Vero selalu meyakinkan Rona . bila hanya ada satu wanita di hatinya dan tak akan terganti dan wanita itu adalah Rona . tetapi Rona tetap saja masih merasa takut , takut kehilangan .
sedangkan Vero melangkahkan kakinya menuju dapur menemui mamanya yang sibuk memasak untuk makan malam nanti .
" mah ! Vero pamit ingin ke luar dulu . Vero titip Rona ya mah " ujar Vero lembut pada wanita yang telah membesarkan serta yang melahirkannya itu
mama yang sibuk memasak , kini matanya teralihkan kepada Vero . menatap anak laki-lakinya dengan senyuman .
" emang kamu mau kemana nak ? " tanya mama sambil tetap mengaduk masakannya
" mau ke temu Jeki mah " jawab Vero Jujur
" OOO , terus Rona dimana ? "
" di kamar mah , iya Uda Vero pamit mah . Jeki Uda nungguin ni ! " seru Vero
Vero kemudian mencium pipi mamanya dan mama yang sedang sibuk memasak terkejut kemudian dia tersenyum mendapati Tingkah usil putranya .
" assalamualaikum mah " ucap Vero
" emm wa'alaikumsalam " sahut mama
Vero melangkahkan ke luar menuju pintu dan langsung memasuki mobil yang sudah setia menunggunya di depan teras rumah . Vero langsung menjalankan mobilnya menemui Jeki .
sementara di sisi lain . dua orang yang berlawanan jenis sedang merasakan hari pernikahan di sebuah villa .
" sekarang kamu istirahatlah dulu ! " pinta seorang pria dengan suara lembutnya kepada seorang wanita
wanita itu pun menuruti dengan tetap tersenyum senang mendapatkan perhatian yang begitu hangat dari seorang pria yang telah resmi menjadi suaminya .
" apa kamu menginginkan sesuatu ? " tanya pria itu yang kini duduk disisi ranjang di samping wanita yang telah resmi menjadi istrinya
" aku belum menginginkan apa pun Ardi , lebih baik kamu mandilah dulu ! " serunya pada pria yang bersamanya bernama Ardi
" baiklah sayang ku Yanti ! " seru Ardi kepada wanita yang bernama Yanti , istrinya
Ardi melangkah menuju kamar mandi membersihkan diri dengan tidak lupa menutup pintu . sedangkan Yanti memejamkan matanya di ranjang di kamar yang luas serta bernuansa mewah itu .
selang beberapa waktu Ardi keluar hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya . sedangkan Yanti terbangun dari tidurnya , karena mendengar suara azan isya dan tampak sengaja matanya menatap seorang pria yang sedang berdiri di depan sebuah lemari baju yang terbuka lebar .
melihat itu , semburat merah di pipinya muncul seketika . Yanti merasa malu melihat tubuh Ardi yang setengah telanjang itu , sehingga memperlihatkan tubuh sixpacknya Ardi .
Yanti kemudian turun dari ranjang memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya . selang waktu 15 menit Yanti keluar dari kamar mandi dengan memakai mantel menutupi tubuhnya . sedangkan Ardi sudah berbaring di ranjangnya dengan sebuah baju tidur yang melekat di tubuh kekarnya .
" sayang ! " panggil Ardi tiba saja , membuat Yanti terjinggat kaget
" i..ya ada apa " sahut Yanti dengan jantung yang tak berhenti berdetak kencang
" kemari lah " pinta Ardi dengan lembut
Yanti langsung nurut dan menaiki tempat tidur di sebelah kiri . Ardi yang terus memperhatikan wajah serta gerak-gerik Yanti , membuatnya ingin tertawa dalam hati . namun , dia harus menahannya . karena untuk pertama kali Ardi bisa melihat wajah malu Yanti .
" sungguh aneh ternyata , dulu ...aku dan dia berhubungan hanya karena ingin balas dendam . tapi kini , aku Mala jatuh cinta pada wanita yang keras kepala dan sekarang dia telah resmi menjadi istri ku " dalam hati Ardi
" ini seperti mimpi , rasanya baru kemarin aku sangat membencinya . tapi kini , dia telah resmi menjadi suami ku . sungguh aku tak menduga bila ini akan terjadi dalam kamus kehidupan ku " dalam hati Yanti
saat Yanti sudah membuat tubuhnya merasa nyaman , yaitu duduk bersandar pada kepala ranjang dengan kaki berselonjor memperlihatkan kaki mulusnya yang putih bersih itu . sedangkan Ardi dia berusaha menahan tawanya dan hanya memperlihatkan wajah datar tampak ekspresi .
" apa kamu lapar ? atau ingin makan sesuatu ? atau ada ngidam apa gitu ? " tanya Ardi untuk mencair suasana
" aku belum lapar dan belum ingin apa pun " jawab Yanti dengan kecanggungan
" ya sudah kamu tidurlah "
" katakan saja ! "
" aku ingin itu ..."
" iya , apa katakan saja "
" peluk ! " ucap Yanti dengan pelan , namun masih bisa di dengar Ardi
ahahhahha !!!
Ardi yang sejak tadi menahan tawa . kini tawanya pecah , melihat wajah Yanti yang memerah seperti kepiting rebus .
" apa yang lucu ? iya sudah aku mau tidur " kata Yanti kesal dan membelakangi Ardi
" o....sayang , aku hanya senang melihat wajah mu yang memerah itu dan untuk pertama kalinya kamu bersikap manja . ayo ke marilah ! " ujar Ardi dengan senyuman
Yanti yang mendengar itu merasa sangat malu . memang benar dia sangat manja , mungkin ini karena hormon kehamilan .pikir Yanti
Yanti pun membalikkan tubuhnya dan masuk dalam pelukan hangat Ardi . sedangkan Ardi dengan senang hati menerima Yanti dalam pelukannya dan Ardi sangat merasa senang . karena Yanti bagi Ardi adalah wanita yang unik dan tidak seperti wanita yang di luaran sana , yang hanya menginginkan uangnya .
sementara Jeki sedang berada di sebuah kafe mengunggu kehadiran seseorang . waktu sudah 10 menit berlalu , seorang pria memasuki pintu kafe dan Jeki tau itu . karena pandangan matanya selalu menatap ke arah pintu masuk .
" assalamualaikum bro " sapa pria itu sambil menduduki kursi yang berhadapan dengan Jeki
" eem wa'alaikumsalam " jawab Jeki dengan sikap khas nya
" ada apa kau memanggilku ? " tanya pria itu
" apa sudah lupa ? " tanya Jeki balik
pria itu nampak berpikir , kemudian dia langsung tersenyum senang dan kembali menatap Jeki yang duduk santai di depannya .
" jadi bagaimana ? apa kamu sudah menemukan orang yang mengirimkan pesan itu ? " tanya pria itu tidak sabaran
" iya "
" katakan ! "
" saat aku selidiki tempat terakhir nomor itu aktif , terletak di sebuah jalan raya dan sepertinya di pinggir jalan " jelas Jeki menjeda Kalimatnya
" di pinggir jalan ? terus ? " tanya pria itu semakin tidak sabaran
" saat aku ke sana , aku tidak menemukan apa pun dan aku sudah menghubungi nomor yang kau berikan . tapi , nomor tersebut sudah tidak aktif " lanjut Jeki
" jadi menurut dugaan mu ? "
" sepertinya memang benar yang di katakan Evan , memang bukan Yanti . tetapi orang lain , atau seseorang yang berhubungan dengan masa lalu " kata Jeki dengan serius menatap ke arah pria yang duduk di hadapan
" apa kamu yakin dengan dugaan mu jek ? " tanya pria itu lagi yang merasa tak percaya dan Jeki hanya mengangguk , membenarkan hal yang telah dia katakan
" emang apa yang membuat mu tak yakin Vero ? " tanya Jeki balik
pria yang tersebut adalah Vero . Vero merasa tak yakin dengan yang diungkapkan Jeki kepada dirinya mengenai pesan singkat itu . serta dugaan seseorang dari masa lalu yang membuat Vero semakin merasa was-was .
Drrrt !!!
saat Vero dan Jeki saling diam . mereka mendapat pesan yang sama dari Roky teman mereka .
" datang ke rumah ku , aku ingin menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan Yanti dan Ardi "
Jeki serta Vero saling pandang . kemudian mereka berdiri dari duduknya dan langsung melangkahkan keluar dari kafe setelah membayar biaya makan serta minuman yang mereka pesan .
kini Vero dan Jeki sudah berada di mobil masing-masing . mereka akan langsung menuju ke rumah Roky , tapi sebelum itu di dalam mobil Vero menelpon sang istri yang menunggunya di rumah .
" assalamualaikum sayang " ucap Vero setelah telpon tersambung
" wa'alaikumsalam sayang , kamu kapan pulang ? "
" iya bentar lagi , tapi aku ingin ke rumah Roky dulu "
" buat apa ? "
" kata Roky dia ingin menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan Yanti dan Ardi "
" apa tidak bisa besok saja , aku ingin kau cepat pulang "
" tidak sayang , hanya sebentar ko . janji de , setelah selesai nanti . aku langsung pulang ! "
" iya sudah , pokoknya jangan kemalaman ! "
" iya sayang , kalo gitu aku tutup dulu ya . assalamualaikum ratu ku "
" emmm wa'alaikumsalam "
Tutt !!!
setelah sambung telpon terputus . Vero langsung menyusul Jeki ke rumah Roky sambil tersenyum tipis memikirkan wajah kesal sang istri di rumah .
...*Bersambung ...
menurut kalian apa yang akan di sampaikan Roky ?
kalo gitu sayang pamit dulu dan sampai jumpa di eps selanjutnya !!!
by ... assalamualaikum*