
sementara di tempat lain , sepasang suami istri sedang berada di sebuah ruangan menikmati makan siang mereka . karena jam sudah menunjukkan pukul 12 : 30 wib , mereka berdua makan bersama dengan begitu mesra .
" yank , suapi dong " kata Jeki dengan nada manja pada Elsa
" malas " jawab Elsa acuh
" ya udah aku gak mau makan , cukup disini aja " sunggut Jeki yang bertingkah seperti anak kecil yang sedang merajuk
Elsa yang masih kesal akibat ulah semalam membuat dia mengacuhkan sang suaminya . namun , Jeki sudah melakukan segala cara untuk meluluhkan hati sang istri dan kini dia menyerah dengan tingkah anak kecil . membuat Elsa tersenyum , tapi tak dapat di lihat oleh Jeki .
" ya sudah sini aku suapi , awas aja bila di ulangi lagi tak akan aku kasih jatah 1 bulan ! " ancam Elsa pada Jeki
" iya , maaf dong yank . lain kali aku turut de apa aja mau kamu , tapi please jangan bikin junior aku puasa dong " ujar Jeki dengan wajah di bikin sesedih mungkin , membuat Elsa ingin tertawa . namun , Elsa coba menahannya
" buka mulutnya ! " pinta Elsa dengan nada kesal sambil menyodorkan sendok yang berisi nasi
Jeki langsung nyengir kuda , kemudian langsung memakan nasi dengan istrinya yang menyuapi .
" gitu dong , aku kan makin cinta " kata Jeki dengan senyuman menggoda kepada sang istri , karena Jeki sudah menelan habis makanan yang di suapkan sang istri
" Uda langsung minum aja , gak usah merayu " ketus Elsa , padahal dalam hati Elsa sudah berbunga-bunga
Jeki hanya tersenyum menanggapinya , karena dia tau istrinya seperti itu akibat dari hormon kehamilan dan Jeki tidak mempermasalahkan sikap Elsa yang berubah . Mala dia senang , karena Elsa mau mengandung anak untuknya .
" ya sudah aku lanjut kerja , kamu disini aja . jangan kemana-mana ! " pinta Jeki dengan lembut pada sang istri tercintanya
" emmm " jawab Elsa acuh
Jeki pun melakukan tugasnya di kantor perusahaan orang tuanya , karena papa nya sudah berhenti untuk berkerja dan hanya ingin menikmati masa tuanya bersama mamanya . Jeki yang tau itu tak mempermasalahkannya , karena dia juga harus menjalankan kewajiban sebagai seorang putra dan juga sebagai seorang suami .
terkadang jika Jeki keluar kota karena bisnis , Jeki menitipkan Elsa pada orang tuanya . karena di sana banyak yang akan menjaga sang istri dan itu bisa membuatnya lega . sedangkan Elsa juga mengerti dengan masalah suaminya yang seorang pengusaha muda . namun , dia terkadang merasa takut saat Jeki pergi keluar kota , takut bila nanti ada yang menggoda suaminya . mungkin karena kehamilan , rasa takut membuat Elsa sering menemani Jeki bila pergi kekantor .
" yank kita pulang yuk ? apa kamu belum selesai juga ? " rengek Elsa dengan nada manjanya , karena hari sudah sore dan Jeki terus berkutat pada laptopnya
" bentar sayang , sedikit lagi ! " jawab Jeki tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop di hadapannya dan tentunya beralas meja yang terbuat dari kaca putih
Elsa yang melihat suaminya sangat sibuk , membuatnya langsung bersandar pada sofa yang dia duduki sejak tadi menunggu sang suami . kini dan perlahan tanpa sadar Elsa tertidur , sedangkan Jeki baru saja menyelesaikan pekerjaannya .
" aahh ! ternyata menjadi direktur perusahaan itu sungguh melelahkan " ujar Jeki sambil merenggangkan otot-ototnya
kemudian Jeki menatap ke arah sofa yang disana berada seorang wanita cantik yang sudah tertidur lelah . membuat Jeki tersenyum dan langsung bangun dari kursi kebesaran . setelah itu berjalan mendekati sang istri yang tertidur lelap sendirian dengan posisi bersandar.
Cup Cup Cup
Jeki mengcium kening , kedua pipi sekilas dan berakhir pada bibir . namun , saat Jeki ingin menjauhkan wajahnya , tiba saja ada sebuah benda berat melingkar di lehernya dan tentunya adu mulut pun terjadi cukup lama . awalnya Jeki terkejut dan melihat mata sang istri masih tertutup dan dengan senang hati Jeki menerimanya .
sampai waktu 15 menit pautan bibir mereka terlepas dan Jeki menempel dahinya di dahi sang istri .
" bisa kah kita melakukan disini sayang ? " tanya Jeki dengan mata sayu sambil berusaha berburu nafas yang kian menipis dan Elsa juga melakukan hal yang sama
" di rumah di lanjutkan , sekarang pulang dulu " jawab Elsa menolak dengan halus sambil mengusap pipi suami tercintanya dengan senyuman
Jeki yang melihat senyum sang istri sambil menambah gairahnya , namun karena permintaan sang istri juga . Jeki mencoba menahannya gairah yang memberotak terus didirinya , Kemudian Jeki menjauh dari Elsa untuk menahan gelenjar aneh yang perlahan hilang .
" ayo kita pulang sayang , sebelum gelap " kata Jeki dengan lembut
" tentu saja sayang "
Jeki dan Elsa pun keluar dari ruangan kantor menuju kebawa dengan menggunakan lift . sampainya di lantai bawa Jeki dan Elsa langsung menuju parkiran untuk menaiki mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah .
dalam perjalanan Elsa kembali tertidur , mungkin karena hormon kehamilan Elsa mudah merasa lelah dan Jeki membiarkan sang istri tidur , sedangkan dia fokus mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen .
sesampainya di apartemen , Jeki tak lupa untuk memarkir mobilnya terlebih dulu . kemudian dia turun dari mobil dan langsung membuka pintu mobil untuk Elsa yang masih terlelap dan tentunya Jeki menggendong Elsa yang tidaklah ringan menurutnya , tapi Jeki tak masalah akan itu . karena dia rajin berolahraga setiap akhir pekan .
kini Elsa sudah terbaring di ranjang , sedangkan Jeki kembali turun kebawa untuk mengunci pintu utama . kemudian Jeki kembali menaiki tangga menuju kamarnya , tapi sebelum Jeki masuk kamar mandi . dia berkirim pesan pada Vero yang hampir terlupa olehnya .
" Lisa itu teman Rona juga , tapi kata Elsa dia akan ada di saat ada tugas matematika waktu jaman SMA dan apa kau sudah menemukan info tentang bella belum ? dari bang Raka gitu ! aku belum menemukan apa pun dari orang suruhan ku ! "
setelah selesai mengirimkan pesan singkat tersebut pada sahabatnya . Jeki langsung meletakkan ponsel serta yang lainnya pada tempatnya , kemudian memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa gerah.
selang 10 menit Jeki selesai mandi dan tentunya sudah menggunakan baju tidur lengan pendek dan celana panjang . namun , saat Jeki keluar kamar mandi . Elsa sudah terbangun , dan tanpa berkata apa pun langsung masuk kamar mandi .
" sepertinya suami ku sangat lelah , ya sudahlah . lebih baik aku masak dulu , untuk makan malam " kata Elsa dengan senyuman hangat melihat sang suami tertidur lelap dengan lengannya menutup matanya
Elsa langsung turun kebawah dengan jalan secara perlahan menuju dapur untuk masak makan malam . Elsa sibuk memasak tanpa mengetahui sang suami sudah berdiri di tangga menatap dirinya dengan senyuman .
" masak apa sayang ? " tanya Jeki pada akhirnya , sehingga perhatian mata Elsa pada pria yang sudah berjalan mendekat padanya
" soto ayam " jawab Elsa lembut sambil membalas senyuman sang suami
" humm sepertinya enak ni ! "
" pasti dong yank "
selesai masak , Elsa langsung memindahkan masakan pada mangkok kaca yang sudah dia sediakan . sedangkan Jeki sudah menunggunya di meja makan sambil menatap sang istri .
kini Elsa dan Jeki Kembali menikmati makan malam , setelahnya mereka shalat isya dan kemudian kembali berbaring di ranjang .
" yank " panggil Jeki menghilangkan keheningan
" apa yank " jawab Elsa sambil menatap suami di sampingnya
" rencana ke puncak di tunda aja ya ? aku takut kamu kenapa ? " ujar Jeki dengan lembut sambil menatap langit kamar
" kenapa di tunda ? kan sudah di rencanakan sejak kemarin si , dan Tinggal nunggu hari Lo ! " jawab Elsa kesal pada suaminya
" terserah kamu aja de "
Elsa yang mendengar suara dari suaminya seperti itu , membuatnya menangis . Jeki yang mendengar suara tangis merasa heran , Kemudian Jeki menatap sang istri di sampingnya dan ternyata yang nangis istrinya .
" ko nangis yank ? kamu kenapa ? ada yang sakit ? " tanya Jeki yang merasa cemas dan khawatir melihat istrinya menangis
" kamu jahat " jawab Elsa dengan suara yang sedikit meninggi
Jeki yang mengerti maksud sang istri hanya bisa tersenyum dan geleng kepala . kemudian dia langsung memeluk sang istri , walau awalnya Elsa menolak . namun , Jeki tak peduli dia tetap memeluk istrinya dengan erat .
" gini amat si bumil , tapi tak apa lah . kalo Uda cinta apa aja de , aku lakukan untuk mu istri ku tercinta " dalam hati Jeki , kemudian langsung mencium kening Elsa cukup lama
Elsa perlahan berhenti menangis dan membalas pelukan sang suami dengan erat . kemudian dia mendongakkan kepalanya menatap wajah Jeki dengan sedikit melonggarkan pelukannya . sehingga wajah sang suami terlihat jelas oleh matanya yang sembab .
" jangan lepas , tetap seperti ini " ucap Elsa dengan manja , membuat Jeki tersenyum geli
" baiklah , sekarang kembali tidur sayang . ini sudah malam , dan baiklah aku tidak akan lagi melarang mu untuk ke puncak " tutur Jeki dengan lembut sambil membelai rambut sang istri tercintanya
" tapi aku belum mengantuk sayang dan terima kasih sudah mengijinkan ku " kata Elsa sambil mengeratkan pelukannya , kemudian menelusup wajahnya di Curuk leher sang suami
Jeki tersenyum nakal mendapatkan lampu hijau dari sang istri . namun , dia membiarkan Elsa melakukan apa yang dia mau terlebih dulu dan sekarang Jeki sudah merasa desiran di seluruh tubuhnya menikmati sentuhan dari sang istri .
" Elsa jangan membangun dia " kata Jeki di tengah kenikmatan yang dia rasakan
" baiklah " jawab Elsa setelah menghentikan aksinya dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Jeki
Jeki yang tadinya sudah terlanjur terbang ke awan , kini jatuh kembali dengan rasa kesal karena sang istri menghentikan kegiatannya .
" kenapa berhenti hmm ? " tanya Jeki
" kamu yang minta ! " jawab Elsa cepat sambil menatap wajah suaminya dengan senyuman
" sayang ! kau sudah menggodanya , sekarang kau harus bertanggung jawab " pinta Jeki dengan tatapan mendambakan
" dengan senang hati suami ku " jawab Elsa dengan senyuman
" tapi kau yang mulai "
Elsa tidak menjawab , tapi Elsa langsung menuruti permintaan sang suami tercintanya dan tentu saja Jeki merasa sangat senang .
malam kini begitu indah , seakan semesta alam tau bila tidak ada yang terluka di hari ini dan hanya ada kebahagiaan serta rasa lega . bila bahaya perlahan menjauh dari mereka yang saling di bendung karena rasa takut dan khawatir setiap hari . tapi kini rasa itu benar-benar hilang seketika di bawa oleh angin sejuk pada hari ini .
sedangkan Rona tak menceritakan apa pun pada suami tercintanya , tentang pertemuannya dengan Yanti . namun , mereka berdua sudah melakukan kegiatan olahraga malam
...Bersambung...