
Suasana pantai semakin terlihat indah di kala malam yang gelap dengan langit yang di hiasi gemerlap bintang dan sinar rembulan di langit biru gelap. Bahkan sepasang kekasih yang berstatus suami istri , kini sedang menikmati indahnya pemandangan pantai dengan berbaring di benda yang terbuat dari kayu dengan membentuk _ dalam kebahagiaan di hati.
" kamu lebih suka bintang atau bulan ? " tanya Diyan dengan tangannya yang melingkar di perut Dina dan Dina yang bersandar pada dada bidang Diyan
" bintang " jawab Dina dengan senyuman menatap langit gelap
" kenapa ? "
" dia lebih besar dari pada planet lainnya dan bintang mempunyai berapa nama dan warna "
" emm....kamu benar. Bintang ada biru, kuning, putih, dan... "
" uda jangan mikir warnanya ! "
" terus ? "
" maknanya , aku pernah dengar... Ada salah satu bintang yang sangat istimewa . Tapi, aku lupa yang mana dan warna apa " jelas Dina kesal , membuat Diyan terkekeh geli melihat wajah cemberut istrinya
" kamu tenang saja sayang. Aku sudah menemukan bintang yang sangat istimewa ! " seru Diyan dengan senyuman penuh arti
Dina yang mendengar itu langsung berbalik badan , sehingga kini wajahnya sudah berhadapan dengan wajah suaminya.
" yang mana ? " tanya Dina antusias dengan mata berbinar senang
" kamu. Kamu sangat istimewa dan kamu adalah bintang di hidup ku " jawab Diyan dengan langsung memeluk erat tubuh Dina , sehingga tak ada lagi jarak atau pun celana dan bahkan wajah keduanya sudah sangat dekat
Dina hanya diam , kemudian dia tersenyum malu dan debaran jantungnya yang sangat kencang. Diyan yang meneliti tiap inci wajah Dina dengan matanya sendiri dan perlahan dia memirimgkan kepalanya
Cup
Diyan mengecup bibir ranum yang sudah menempel sempurna dengan bibirnya. Sedangkan Dina terkejut dengan mata yang terbelalak.. Tapi , perlahan keduanya pun menikmati sentuhan benda kenyal dan mengecap rasa yang ada di dalamnya dengan saling berbagi dalam kelembutan akan benih cinta yang sudah benar tumbuh.
" aku sangat menyayangimu " ucap Diyan , setelah melepaskan pautan bibirnya dengan istrinya dan kemudian kembali memeluk erat dengan tangan kekarnya.
" aku juga menyayangi mu suami ku " sahut Dina dengan sangat lembut , selembut angin malam yang berhembus
Diyan dan Dina saling berpelukan saling memberikan kehangatan. Namun , tiba saja ada suara seseorang yang berteriak , sehingga dekapan hangat keduanya terlepas begitu mudah.
" Diyan ! " teriak seseorang dari pinggir pantai sambil berlari mendekat ke arah dua orang yang sedang di mabuk asmara. Orang itu adalah seorang wanita dengan rambut panjang dan hitam yang tergerai indah serta tertiup oleh semilir angin
" Diyan... Nama Lo Diyankan ? " tanya wanita yang sudah berdiri di dekat Dina dan Diyan. Tetapi wanita itu tidak menyadari tatapan tajam terhadapnya , karena dia hanya fokus terhadap wajah Diyan yang terlihat bingung menatapnya
" Lo lupa sama gue ? " tanya wanita itu lagi masih dengan senyuman menatap Diyan dan Diyan hanya diam masih dengan melihat wajah wanita yang memangil namanya
" ini gue Firna , kita dulu satu kuliah di bandung. Lo ingatkan ? " ujar wanita yang bernama Firna
Diyan diam dan mencoba mengingat masa kuliahnya. Sampai beberapa menit senyum tipis terbesit di bibirnya dan dia kembali menatap wajah Firna.
" sorry. Gue lupa " kata Diyan pada akhirnya. , membuat Firna semakin merasa senang dengan senyuman lebarnya yang terukir sempurna di wajahnya yang terlihat cantik dan menawan
Sedangkan Dina semakin kesal dan marah karena ada orang ketiga diantaranya dengan suaminya . Bahkan tatapan tajam dan dingin di tunjukkan pada Diyan dan Firna pun tak di sadari.
" Is okay tak masalah kalo Lo lupa , tapi sekarang sudah ingatkan " ujar Firna dangan nada bicara yang penuh kelembutan , membuat Dina yang rasanya ingin muntah
" iya Fir " sahut Diyan singkat
" Lo masih gak berubah ya... Tetap dingin dan cuek. Pasti Lo masih sendiri ? " tebak Firna dengan senyuman meledek dan sorotan mata yang penuh harap
" enak aja , uda nikah wanita gatal " ketus Dina dalam hati masih dengan sorotan mata dinginnya
" uda nikah " jawab Diyan , setelah sekilas menatap wajah wanita di sampingnya yang sudah memendam emosi dan Diyan hanya tersenyum senang di dalam hati
" serius ? Kapan ? " cecar Firna dengan perasaan kecewa , sedangkan Dina tersenyum senang dan Diyan ikut tersenyum melihat wajah istrinya
" 6 bulan " jawab Diyan lagi dengan singkat
Firna yang mendengarnya sangat kecewa di dalam hatinya , tapi dia tetap berusaha tersenyum menanggapi setiap perkataan yang di lontarkan oleh Diyan. Pria yang merupakan teman kuliahnya dan pria yang telah membuatnya menyimpan perasaan cinta
" terlambat sudah... Usaha ku kesini uda pupus. Berharap masih sendiri dan ingin mendekatinya. Tapi , dia sudah di miliki oleh wanita lain " dalam hati Firna
" kacian... Sorry ya Firna. Gue ke duluan ehehheh " dalam hati Dina
Firna yang tiba menyadari wanita yang diam di samping Diyan pun langsung menatap inten wajah wanita yang dia kenal adalah Dina yang merupakan kakak Diyan.
" Lo Dina kan ? Kakaknya Diyan " kata Firna spontan dan langsung membuat tatapan tajam Dina terlepar terhadap Diyan
" bukan Fir. Ini istri gue dan kita lagi bulan madu " jelas Diyan dengan cepat sebelum harimau betina nya menerkam dirinya
" masa si ? Lo bercandakan ? Bukannya waktu itu... di rumah Lo bilang dia kakak Lo , pas gue tunjuk foto di rumah Lo itu ? " cecar Firna yang masih tak percaya
" itu dulu dan sekarang tidak lagi. Sekarang Firna tolong pergi dong... Gue lagi bulan madu ni " ujar Diyan memelas , saat melihat Dina yang kembali menatap tajam ke arahnya
" Lo ngusir gue ni. Tega banget Lo ya , kita kan baru ketemu. Ayo dong kita ngobrol bentar " tutur Firna dengan perasaan senang dihatinya dan menghiraukan tatapan tajam serta permintaan Diyan yang mengusirnya
" Lo yang pergi atau gue " tegas Diyan yang menyadari bila Firna sengaja ingin menghancurkan suasana bulan madunya dengan Dina
Firna yang mendengar suara tegas dan dingin Diyan sangat terkejut. Kemudian tanpa berkata lagi , dia langsung melangkah pergi dari tempatnya berdiri. Meninggalkan Dina dan Diyan yang menatap kepergiannya.
" uda pergi sayang , dan kamu jangan marah ya " kata Diyan lembut dengan langsung menggenggam tangan Dina , tapi Dina hanya diam dan menatap acuh kepada suaminya yang sedang memelas dengan memohon
Dina langsung berdiri dan menepis tangan Diyan pada tangannya. Kemudian melangkah pergi menunjuk pondoknya dan di ikuti oleh Diyan di belakangnya. Namun , ada sepasang mata yang menatap dirinya yang merupakan seorang wanita dengan memakai jeket tebal berwarna kuning.
" Rona " teriak wanita itu dengan keras , tapi yang di panggil tak menoleh sama sekali
" sayang " panggil seorang pria yang memakai topi hitam serta jekat hitam sambil berjalan mendekat pada wanita yang ada di depannya
" kamu ngapain manggil Rona , bukannya dia di rumah kak Raka " ujarnya yang sudah berdiri di samping wanitanya
" entahlah. Tadi tu aku lihat Rona dengan seorang pria yang mengikutinya dari belakang. Lihat sana ! " jelas wanita dengan keyakinan sambil menunjuk ke arah dimana dia melihat Dina yang dia kata adalah Rona
" ya uda ayo kita ke sana Elsa ku sayang " sahut pria mengalah karena istrinya yang sedang hamil , yang tak lain adalah Jeki
Elsa dan Jeki pun mengikuti langkah Dina dan Diyan yang sudah sangat jauh. Jeki yang merupakan suami siaga harus memperhatikan langkah istrinya dengan tangannya yang terpaut sempurna di sela jemari sang istri tercintanya. Sedangkan Elsa sedikit kesal karena Jeki yang memintanya untuk jalan pelan agar tidak jatuh.
Namun , tiba saja ada beberapa orang yang menutupi pemandangan Elsa. Sehingga Elsa kehilangan bayangan Dina yang di kira adalah Rona.
" tu kan jadi hilang ! Gara kamu si. Masa jalan harus pelan-pelan si. Lihat ! Aku kehilangan Rona jadinya " Gerutu Elsa dengan sangat kesal membuat Jeki harus ekstra sabar yang menghadapi istrinya yang sedang mengandung anaknya
" iya maaf sayang. Kalo apa kamu telpon aja dan kamu tanya dia di mana? Biar langsung kita jumpain " ujar Jeki dengan memberikan saran
" ya uda , kamu diam " ketus Elsa sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya dengan menatap wajah tampang suaminya yang masih setia berdiri di sampingnya dan Jeki hanya mengangguk
Elsa langsung mengeluarkan ponselnya dari saku jaketnya dan kemudian mencari kontak sahabatnya.
" assalamualaikum Ron " ucap Elsa ketika sambungan telponnya terangkat oleh sahabatnya
" kamu sekarang di mana ? "
" di rumah El "
" serius ? Gak lagi keluarkan ? Ke pantai misalnya ? "
" uda malam. Aku aja habis sholat isya dan pastinya kak Raka gak akan izin aku pergi ke pantai. Emang kamu ada di pantai ? "
" emmm iya aku di pantai sama Jeki. Ya uda kalo gitu aku tutup telponnya ya ? Aku mau nikmati suasana pantai malam ni. Seru dan dingin ahahah "
" ok dan kamu hati-hati El di pantai. Ingat anak mu "
" pastinya dong , aku pasti hati-hati. Kalo gitu Good nigth Rona ku , assalamualaikum "
" Good nigth too Elsa ku. Wa'alaikumsalam "
Tut !
Sambungan telpon pun berakhir. Kemudian Elsa menatap bingung kedepannya , menyadari ada yang aneh atau janggal. Karena jelas-jelas tadi dia melihat wajah mirip Rona , sehingga tadi dia langsung berteriak memanggil sahabatnya. Jeki yang sejak tadi di samping istri dan mendengarkan serta memerhatikan wajah istrinya pun merasa heran melihat yang kini wajah bingung istrinya yang nampak seperti memikirkan sesuatu yang lain.
" kenapa yank ? Apa kata Rona ? Dan dimana dia ? " cecar Jeki sehingga membuyarkan lamunannya Elsa
" tadi aku benar-benar melihat Rona , tapi saat ku telpon katanya dia di rumah kak Raka " jawab Elsa sambil menatap wajah tampan suaminya
" udahlah. Mungkin kamu salah lihat dan mungkin sajakan sayang. Kamu merindukan sahabat mu itu , sehingga kamu seperti melihat dirinya di sini " tutur Jeki dengan lembut sambil memegang kedua sisi pundak istrinya
" emm mungkin saja , yang sudah kita pulang aja lah "
" lah ! Kenapa ? Kan kamu minta ke sini dan kita baru sampai sayang "
" uda malas. Sekarang kita pulang aja , aku mau makan mie ayam " pinta Elsa manja
" baiklah nyonya " ucap Jeki pasrah menuruti saja kemauan sang istri tercinta
Elsa dan Jeki pun pergi menuju mobil serta langsung meninggalkan pantai yang memang telah sunyi. Sementara di tempat lain Diyan sibuk membujuk harimau betinanya yang kini sudah bersikap dingin lagi padanya.
" plis sayang , aku gak ada apa - apa dengan. Cuma teman ko dan soal foto dan tau dia kamu itu kakak ku. Itu cuma waktu itu , saat kami ada tugas kelompok dari dosen " jelas Diyan panjang lebar
" terserah , sekarang aku mau pulang " ketus Dina acuh sambil meneten tas tangannya dan kemudian melangkah menuju pintu
Diyan pun pasrah mengikuti kemauan istrinya , karena dia tak ingin sampai memperkeruh masalah dalam rumah tangganya. Kini di dalam mobil Diyan sibuk menyetir dan sekali-kali melirik sekilas Dina yang acuh padanya. Sedangkan Dina menyadari bila Diyan yang sekali-kali menatap dirinya dan dia hanya fokus menatap kedepannya dengan wajah datarnya.
Saat mobil telah berhenti tepat di depan rumah. Dina langsung turun dan membanting pintu mobil dengan sedikit keras. Diyan yang mendengar dan melihat tingkah Dina yang sudah memasuki rumahnya. Hanya bisa menghela nafas kasar dan kemudian dia ikut keluar dari mobil serta langsung melangkah memasuki rumah dengan tak lupa menutup pintunya dan menguncinya.
Tok tok tok
" Dina " panggil Diyan sambil mengetuk pintu kamar Dina yang terkunci dari dalam , tapi tak ada respon sama sekali dari dalam
Diyan lagi-lagi menghela nafas dan memilih menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Dina masih melakukan ritual membersihkan tubuhnya dan setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju tidurnya.
Dina memilih untuk tidur , mengistirahatkan hati dan pikirannya yang terasa lelah dengan apa yang terjadi tadi. Tak nunggu berapa lama Dina sudah memasuki alam mimpi , sedangkan Diyan kembali datang menuju kamar Dina dengan membawa kunci kamar cadangan.
" untungnya masih ku ingat di mana ku letak dan sekarang sangat berguna " gumam Diyan tersenyum senang mendapatkan kunci cadangannya
Diyan membuka pintu kamar Dina dengan perlahan dan kemudian dia masuk kedalam kamar dengan tak lupa menutup kembali pintunya. Diyan kemudian naik dengan merangkak pelan-pelan agar Dina tak terbangun. Namun , usahanya gagal , Dina tetap terbangun dengan membuka matanya perlahan untuk menyesuaikan sinar lampu kamar. Dina benar sudah terbangun akibat ulah Diyan yang membuat pergerakan di ranjang dan Dina yang merasa terganggu. Mata yang kian terpejam dan kini telah terbuka lebar.
" kenapa Ke sini ? " tanya Dina dengan suara paraunya dan kemudian menguap dan tentunya Dina menutup mulutnya dengan satu tangan
" aku ingin tidur sama kamu " jawab Diyan manja
" terserah dan jangan ganggu ! "
Dina kembali memejamkan matanya dengan berbaring menyamping membelakangi Diyan. Sedangkan Diyan hanya tersenyum dan dia tidak ke habiskan ide. Diyan menggeser tubuhnya untuk mendekati Dina , kemudian dia melingkarkan tangannya di perut Dina dan menyembunyikan wajahnya di curuk leher Dina.
Diyan memulia melakukan aksinya dengan mencium leher Dina dengan lembut. Sedangkan Dina sudah memegang dan bahkan posisi tidurnya sudah telentang membiarkan apa yang Diyan lakukan.
" mas... Aku ngantuk " racau Dina yang sudah mulai merasakan gelenjar aneh pada dirinya
" nikmati saja sayang " ucap Diyan dan kembali memulai aksinya
" aku capek mas dan aku lagi datang tamu bulanan " ujar Dina sambil menangkup wajah Diyan dengan kedua tangannya
" kenapa baru kamu bilang sekarang ? " tanya Diyan dengan tatapan matanya yang sayu menatap wajah Dina
" maaf , baru tadi tau nya " jawab Dina dan Diyan langsung menghembuskan nafas ke , memendam hawa panas dalam dirinya dan dia langsung menjauh dari tubuh Dina. Sedangkan Dina dapat melihat guratan kecewa dari wajah suaminya
Diyan melangkahkan memasuki kamar mandi . Karena sudah ada yang merontak di bawahnya , dan mau tau mau. Diyan harus menuntaskannya sendiri di kamar mandi sampai selang beberapa waktu dengan mengerang dalam mencapai pelepasannya.
" akhirnya. Berarti pas di pantai itu karena dia PMS rupanya dan bukan cuma karena cemburu. Uuu... Nasib-nasib " dalam hati Diyan
Diyan pun keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Dina yang sejak tadi yang memang belum jadi tidur karena melihat suaminya pergi begitu saja ke dalam kamar mandi.
" kamu tadi belum jadi mandi ? " tanya Dina yang kini duduk bersandar pada kepala ranjang
" mandi " jawab Diyan singkat sambil terus menggosok kepalanya dengan handuk
" terus kenapa mandi lagi ? Emang gak dingin ? Nanti masuk angin " cecar Dina dengan tampan polosnya
" tidur lah " perintah Diyan sambil melempar handuk kecil di tangannya ke kursi duduk di meja rias
Dina pun langsung diam mendengar nada suara Diyan yang tak lagi lembut pada. Dina mengubah posisinya menjadi berbaring dengan posisi menyamping membelakangi Diyan. Sedangkan Diyan sudah berbaring dengan tidur menyamping menghadap Dina.
" Dina " panggil Diyan dengan nada suaranya sudah kembali lembut , Karena Diyan menyadari bila dia sudah berbuat salah lagi. Karena saat ini sang istri sedang sangat sensitif
" berbalik lah " ucap Diyan lagi , tapi Dina masih juga diam dan tak merespon apa pun
Diyan pun mendekat pada tubuh Dina dan melingkarkan tangannya di perut istrinya. Mendekap erat tubuh sang istri tersayang dengan kehangatan yang dia miliki.
" maaf " satu kata terucap oleh Diyan di telinga Dina
Dina yang memang belum tidur dan hanya memejamkan matanya. Dia dapat merasakan nafas hangat yang menerpah kulit mulusnya dan dapat mendengar suara lembut suaminya di pendengarnya.
Dina pun membalikkan tubuhnya dan membalas dekapan hangat dari suaminya dengan meletakkan kepalanya di dada bidang Diyan . Diyan hanya tersenyum mendapatkan tingkah laku istrinya.
" selamat malam istri ku tersayang , mimpi indah ya " tutur Diyan lembut
" selamat malam juga suami ku " balas Dina dengan mulai memejamkan matanya
Dina dan Diyan pun memasuki alam mimpi dengan saling memberikan kehangatan dalam dekapan. Dengan hari ini yang di awali dengan datangnya masa lalu serta ke salah paham di tengah kebahagiaan mereka berdua dan di akhir dengan kehangatan dalam dekapan mereka berdua pada malam gelap yang di saksikan oleh gemerlap bintang dan sinar rembulan malam di langit biru gelap atas sana.
...Bersambung ...