
sementara di tempat lain , lebih tepatnya dalam mobil . Calista dan Basri sedang dalam perjalanan menuju perkampungan sesuai rencana mereka kemarin malam . namun , perasaan Calista begitu gelisah dan tak percaya diri untuk menemui orang tua Basri . Basri yang menyadari sikap Calista yang merupakan kekasih hatinya hanya tersenyum geli .
" kamu tenang saja ... aku yakin ! orang tua ku pasti akan menyukai mu dan pasti merestui hubungan kita . karena aku sangat mengenal orang tua ku , orang tua ku tidak memandang apa pun . selain kepribadian seseorang , dan aku yakin kamu pasti bisa mendapatkan hati orang tua ku " ujar Basri menyakinkan kekasihnya yang duduk di sampingnya
" terus bagaimana ? jika aku tak mendapatkan ..." sahut Calista terpotong oleh Basri pria yang telah memasuki kehidupannya
" jika orang tua ku tak merestui hubungan kita . aku akan tetap menikahi mu , walau aku harus terpisah dari keluarga ku . karena ku tak ingin kehilangan wanita yang ku cintai untuk yang ke dua kalinya "
Calista yang mendengar perkataan Basri merasa senang dan sedih menjadi satu menyelimuti relung hatinya . sedih , jika nanti orang tua Basri tidak merestui hubungan dia dan Basri . dia pasti akan memilih untuk merelakan Basri , karena dia sudah merasakan kehilangan orang tua dan dia tak ingin jika Basri melakukan hal itu .
" sayang ! " panggil Basri pada Calista dengan berulang kali , karena Calista hanya diam dan menatap kosong kedepan
Basri yang melihat wajah wanita yang dia cintai pun , memilih untuk berhentikan mobilnya di pinggir jalan dan di sekitar jalanan itu sepi serta aspalnya yang lebar . mempermudah Basri untuk meminggirkan mobilnya tanpa ada gangguan dari kendaraan lain yang bila akan melewati mobilnya.
" sayang " bisik Basri di telinga Calista
Calista yang merasakan nafas hangat yang menerpa kulit mulusnya langsung tersadar dari lamunannya dan langsung menoleh ke sampingnya saat mendengar bisikan Basri .
Cup
namun , sebuah kecupan di bibir pun terjadi dengan tanpa sengaja . sehingga mata Basri langsung terbelalak kaget dan sama halnya dengan Calista yang juga bisa merasakan kehadiran benda kenyal yang menyentuh bibir ranumnya dan beberapa detik kemudian kecupan pun menjadi sebuah ciuman yang penuh dengan rasa manis yang terpaut dengan begitu menuntut .
Tittttt !
saat mendengar suara klekson kendaraan yang berada di belakang mobil mereka . membuat Basri dan Calista menghentikan ciuman mereka berdua dan Basri kembali melajukan mobilnya setelah memakai kembali sabuk pengamannya . sedangkan Calista tersenyum begitu manisnya dengan pipi yang memerah seperti kepiting rebus .
" yaaaaa tuhan ... aku dan Basri baru saja .... tak masalah jika Basri yang mendapatkan ciuman pertama ku . sungguh rasanya sangat aneh dan manis . pokoknya aku harus bisa mendapatkan hati orang tua Basri dan aku tidak akan ragu lagi " dalam hati Calista yang tersenyum menatap ke jendela mobil menyembunyikan pipinya yang memerah yang terasa panas
" untuk pertama kalinya aku melewati batas . aku sudah menciumnya dan merasakan yang teman ku rasakan . sungguh ... aku harus bisa mendapatkan restu orang tua ku dan aku tidak akan mau untuk melepaskan wanita yang ku cintai " dalam hati Basri yang fokus kedepan dengan tetap mengemudikan mobilnya
dalam perjalanan Calista dan Basri kembali terdiam . mereka sibuk dengan pemikiran mereka berdua untuk bisa mendapatkan restu dari orang tua yang berada di kampung . sampai 1 jam kemudian azan zhuhur pun terdengar dan Basri langsung menghentikan mobilnya di depan mesjid yang terlihat sederhana .
" ayo turun , kita sholat zhuhur " ucap Basri pada Calista sambil dia membuka pintu dan keluar dari mobil
Basri Langsung memutari mobil dan membukakan untuk Calista . Calista hanya tersenyum senang melihat wajah Basri sambil turun dari mobil . Basri yang menyadari tatapan Calista hanya menampilkan senyumannya sambil kembali menutup pintu mobil .
Calista dan Basri melakukan shalat zhuhur . setelah selesai shalat , Calista dan Basri melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman Basri . dalam perjalanan keheningan terjadi di antara mereka , karena Basri merasa canggung dengan apa yang terjadi tadi . sedangkan Calista masih merasa malu untuk menatap Basri akibat kejadian yang tanpa terduga tadi .
sementara di tempat lain , lebih tepatnya di rumah sakit . mama dan papa datang dengan membawa Rangga dan Anggita dalam genggaman tangan mereka berdua . karena Rangga dan Anggita sudah bisa berjalan dan bahkan mereka lebih suka di gandeng dari pada di gendong oleh nenek dan kakek .
" assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam "
" bagaimana ke adaan mu Rona dan cucu mama ? dan kamu Vero ? " tanya mama dengan wajah yang terlihat khawatir sambil mendekat ke brangkas Rona dengan tetap mengandeng tangan mungil Anggita
" Alhamdulillah ma , aku baik-baik aja ko dan kandungan ku juga baik " jawab Rona dengan wajah yang terlihat begitu bahagia dan tidak menampilkan kesedihannya sama sekali
" aku juga gak kenapa-napa ma , aku kan kuat super Hero anak dan istri aku " sahut Vero dengan nada bercandanya , karena melihat mama berkaca-kaca dengan wajah yang terlihat khawatir
" syukurlah bila kamu selamat dari kecelakaan pesawat itu , kalo tidak papa akan sangat merasa bersalah . karena papa yang telah meminta mu untuk pergi ke sana " kata papa dengan perasaan yang begitu terluka dan bersedih yang terlihat di wajahnya yang tidaklah muda
" papa jangan berkata begitu , ini semua sudah takdir dan atas kehendak Tuhan . papa jangan menyalahkan diri sendiri dan aku tidak apa-apa . lihat ! aku saja masih bisa tersenyum " tutur Vero yang masih bercanda untuk menghilangkan rasa ke khawatiran orang tuanya dan menghilangkan rasa bersalah papanya
" iya om , om dan Tante tenang saja . Vero itu memang kuat dan apa lagi karakter yang dingin dan juga pastinya sebuah akan membeku bila ada bencana yang mendekati Vero " timpal Roky dengan cengir kudanya yang mengerti maksud dari cara bicara sahabatnya
semua yang mendengar itu mulai tersenyum geli , sedangkan Vero sudah kesal mendengar candaan sahabatnya dengan menyindir dirinya . Roky yang tanpa sengaja melihat tatapan tajam dan wajah kesal Vero hanya tersenyum geli . dia merasa senang melihat wajah sahabatnya itu .
" ma pa , Juhan dan Kelin mau pamit dulu . Juhan ada keperluan di kantor " ujar Juhan yang sejak tadi hanya diam terduduk bersama istrinya Kelin di sofa
" iya sudah , tapi hati-hati di jalan nak . jangan ngebut-ngebut ya " sahut mama menasehati menantu prianya yang tak lain adalah Juhan suami Kelin anak perempuannya
" dan kalian berdua segeralah menyusul untuk punya anak . papa sangat ingin melihat putri papa yang cantik dan manja ini menjadi seorang ibu " timpal papa , membuat Kelin langsung cemberut mendengar hal itu dari papanya
" ma ! papa meledek ku ma . aku kan bukan anak manja lagi tau , aku Uda dewasa ko " sunggut Kelin kesal sambil melipat kedua tangannya di perut
" pa ... Uda . Kelin Uda dewasa dan dia pasti sebenar lagi punya anak dan orang pertama yang paling heboh pasti papa " tutur mama dengan senyuman manisnya
" kita lihat aja nanti " ucap papa dengan santainya dan semua orang yang ada di situ hanya tersenyum - senyum mendengar hal itu
suasana di ruangan itu hanya ada rasa senang dan kebahagiaan dan tak ada lagi rasa takut , cemas dan khawatir . hanya rasa untuk selalu bersama seperti saat ini , saat dimana semua orang yang di sayangi saling tersenyum dan tertawa bersama . berbagi kebahagiaan yang nyata dan bukan khayalan atau pun ilusi dalam mimpi . hanya ada kenyataan yang begitu murni dalam sebuah cinta dan kasih sayang yang menyelimuti hati .
" sayang " panggil Juhan pada sang istri tercintanya yang kini mereka duduk bersebelahan dalam mobil
" iya yank " sahut Kelin sambil menatap sang suami tercintanya yang berada di sampingnya
" apa kamu sudah siap untuk mengandung ? dan menjadi seorang ibu ? "
" siap gak siap ... aku harus siap . karena anak yang bila nanti tumbuh di rahim ku , aku harus menjaganya . karena seorang anak adalah sebuah titipan dari Allah dan aku pasti bisa menjadi seorang ibu . seperti mama dan kak Rona "
" jika begitu kita harus melakukannya tiap hari , bila perlu 3 sampai 5 ronde sehari ! "
Kelin yang mendengar itu langsung lemas , dan sempat membayangkannya . sehingga dia mulai ragu untuk mengandung , karena Juhan sangat perkasa bila sudah berolahraga ranjang . kadang Kelin sampe tak bisa mengimbangi permainan Juhan . namun , jika sudah Tuhan menakdirkan seorang anak Kelin hanya bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu yang sesungguhnya .
" aku pasti bisa ! nak ... jika engkau hadir di rahim ku . aku akan berusaha untuk menjaga mu dan merawat mu dengan kasih sayang dan cinta ku . ku harap hari itu akan tiba " dalam hati Kelin tersenyum sambil menatap perutnya dengan tangannya mengelus perutnya yang masih datar
" jika sudah tiba saatnya nanti , aku harus bisa menjadi suami dan ayah yang siap siaga . aku tak ingin kehilangan harga berharga ku , aku berharap semoga seorang anak hadir di antara aku dan Kelin . agar para pria yang mengincar istri ku mundur dan tak mencoba lagi untuk mendekati istri ku " dalam hati Juhan dengan senyum kemenangan yang terukir di wajah tampannya
Juhan dengan semangat mengendarai mobilnya menuju rumah dan dalam perjalanan pulang tidak ada pembicaraan . bahkan Kelin tanpa sengaja sudah tertidur dan Juhan hanya tersenyum melihat sekilas istri tercintanya tertidur . Juhan pun kembali fokus menyetir menuju rumahnya dengan senyuman yang masih setia di bibirnya .
sementara di tempat lain , Rona , Vero dan serta yang lainnya masih berbincang . membicarakan rencana mereka untuk liburan ke puncak yang waktunya tinggal hitung hari dan bahkan Raka sudah menyewa dua helikopter dan berarti ada tiga helikopter yang akan di gunakan .
" bang Raka memang luar biasa ! " seru Evan bersemangat
" jadi gak sabar rasanya ingin cepat-cepat liburan kepuncak " timpal Nura yang juga sangat senang
" aku juga , tapi kita yang lagi hamil ini pasti akan sangat kesulitan untuk melakukan yang kita suka " tutur Serly yang merasa kurang bersemangat menyadari perutnya yang sangat membuncit karena usia kandungannya sudah mendekati bulan ke sembilan
kaum hawa yang mendengar perkataan Serly pun menjadi tak bersemangat . karena mereka membenarkan hal itu , di tambah dengan sikap suami mereka yang memungkinkan mereka yang lagi hamil sulit untuk melakukan sesuatu . tapi , beda lagi dengan mama dan Erlina mereka hanya tersenyum melihat ekspresi wajah para ibu hamil .
" Erlina ! kamu ikut gak ? " tanya Elsa menatap Erlina sahabat kecilnya dengan senyuman
" bila aku ada waktu , aku akan berusaha untuk ikut ko " jawab Erlina yang juga ikut tersenyum
" emang kamu jadi dokter di rumah sakit mana si ? dan dokter spesialis apa ? " tanya Nura dengan tatapan yang begitu penasaran
" spesialis jantung dan di rumah sakit permata bunda " jawab Erlina
" berarti kamu luar biasa dong , karenakan rumah sakit itu sangat terkenal dan bahkan sangat sulit untuk bekerja di sana " sahut Serly yang kembali bersemangat
semua yang ada di ruangan itu merasa senang dan takjub dengan Erlina yang berprofesi sebagai dokter spesialis jantung di rumah sakit yang sangat terkenal di Jakarta .
" tapi ... aku mulai ragu untuk masuk ke sana " ucap Erlina dengan senyum getirnya , sehingga membuat orang di sekitarnya menatap bingung dirinya
" kenapa ? apa ada sesuatu ? " tanya Rona yang sejak tadi mendengar pembicaraan sahabatnya
" iya , akibat kecelakaan pesawat kemarin . aku ke indentitas ku dan sepertinya aku harus kembali ke tempat ku memulai semuanya . untuk memproses semuanya " jelas Erlina , membuat semua orang pun mengerti
" ya sudah , Abang akan bantu kamu untuk mengurus semuanya " kata Raka tiba saja
" benarkah bang Raka ? " tanya Erlina yang kembali tersenyum senang menatap Raka
" pastinya dan Abang akan minta bantuan Rio " jawab Raka dengan santainya , tapi mampu membuat Rio kesal . karena dia tak ingin lagi melakukan apa pun yang berhubungan dengan Erlina . cukup hanya membantu mendapatkan tempat tinggal Erlina
" makasih bang ! " seru Erlina yang merasa bahagia dan Raka hanya mengangguk . sedangkan Rio hanya tetap fokus pada ponselnya tanpa memedulikan apa pun
" ya sudah , sekarang kalian makan dulu . mama bawah makanan banyak ni " kata mama dengan senyuman manisnya sambil membuka rantang makanan yang dia bawa tadi yang sejak tadi berada di atas meja depan sofa
" bagus ma , dari kemarin aku ingin sekali makan masakan mama ! " seru Vero yang langsung terduduk dan tak berbaring lagi di berangkasnya
semua yang mendengar perkataan Vero tersenyum geli , dan juga ada tersenyum getir . terutama pada Rona , mama dan papa yang mengetahui bila Vero mengalami kehamilan Sempati dan pastinya Vero tersiksa selama dua hari ini , akibat kecelakaan pesawat yang menimpah dirinya .
" iya sudah , sekarang kamu makan dan harus habis " ujar mama pada Vero sambil memberikan satu piring penuh makanan
" dengan senang hati "
Vero pun memakan dengan lahap tanpa menyadari tatapan mata yang berbeda-beda dari orang di sekitarnya . Rona hanya bisa tersenyum tipis melihat suami tercintanya makan dengan begitu lahapnya . sedangkan mama dan yang lainnya hanya bisa menatap dengan perasaan senang dan juga sedih . senang karena Vero telah berada di hadapan mereka dan sedih bila membayangkan keadaan Vero yang terjebak di hutan .
...Bersambung...