Rona

Rona
eps . 45 Penjelasan Roky dan Serly



malam yang gelap , terlihat di langit ada bintang dan bulan yang bercahaya terang menyinari tiap sudut permukaan bumi . seakan alam tau , bila malam ini akan ada kabar baik . namun , ada hati yang masih ragu dan tak yakin . bila musuh telah berhenti mendekat dan perlahan akan menjauh . tetapi di karenakan teror yang kemarin belum menemukan titik terang , membuat hati seorang pria merasa sangat gelisah dan was-was .


" apa benar bukan Yanti yang meneror ? atau mungkinkah orang dari masa lalu ? tapi siapa ? apa mungkin Bella atau Erlin ? tapi gak mungkin juga ! aku saja belum mengenal mereka , mengingat diri ku sekolah di SMA pelita harapan hanya dengan waktu singkat ! " ujar Vero dengan masih mengemudi mobil


Vero pun kemudian ingat , saat Rona mengucapkan nama Erlin . wajah Rona langsung berubah sedih dan waktu itu Vero sempat merasa bingung . tapi karena mood Rona yang mudah berubah karena hamil . membuat Vero tak ingin terlalu mempertanyakan soal itu , karena Vero tak ingin memperkeruh suasana .


" aku harus tanyakan lagi dengan Rona ! tapi sebelum itu aku ingin dengar dulu apa yang akan di sampaikan Roky . tapi Serly .... ya benar ! Serly kan juga teman atau sahabat ratu ku dan pasti Serly tau sesuatu ! " seru Vero bersemangat , seakan baru menemukan harta Karun yang berlimpah di hadapannya


Vero langsung menambah kecepatan mobilnya menuju rumah Roky dan untungnya jalanan malam ini begitu lenggang . sehingga Vero sampai di rumah Roky setelah 5 menit . Vero kemudian membunyikan klakson mobilnya , sampai seorang penjaga gerbang membuka pintu gerbang penghalang mobilnya untuk masuk . kemudian Vero kembali menjalankan mobilnya memasuki perkarangan rumah Roky .


Vero memarkirkan mobilnya di teras rumah minimalis Roky , kemudian Vero turun dari mobil dan memerhatikan sekitarnya . terlihat dari pintu gerbang seorang penjaga berbaju atau berseragam hitam sedang menutup pintu gerbang . kemudian dia melihat di depan mobilnya sudah ada mobil Jeki dan Artinya Jeki sudah sampai .


" assalamualaikum " ucap Vero melangkah memasuki rumah Roky


" wa'alaikumsalam " sahut penghuni rumah


" Uda lama ? " tanya Vero dengan senyuman


" lumayan " jawab Jeki


" lama Banget si ? habis dari mana lagi ? " celutuk Roky dengan Tampang kesalnya


saat ini Jeki dan Roky serta Serly menunggu kedatangan Vero di ruang tamu , yang memang berdekatan dengan pintu masuk .


" sorry ! " seru Vero setelah duduk di samping Jeki , yang kini berhadapan dengan Roky dan Serly


" ok gue langsung to do point' aja ! "


***flash back on


pagi yang cerah Roky dan Serly pergi ke rumah sakit menggunakan mobil serta seorang sopir yang mengemudikannya .


tak butuh waktu lama , Roky dan Serly sudah sampai di rumah sakit pada jam 09 : 15 wib . namun , tanpa sengaja mata Roky menatap seorang dua pria paru baya , yang salah satunya Roky kenal . yaitu , ayah Ardi .


" sedang apa ayah Ardi di sini ? apa jangan-jangan Ardi kena kamar ? " ujar Roky Tampa sadar dirinya tersenyum senang membuat Serly merasa heran sendiri melihat ekspresi wajah sang suami


" kamu lihatin apa di pa ? " tanya Serly sambil mengikuti arah pandangan mata Roky


" itu , ayah si Ardi " jawab Roky acuh


mendengar itu awalnya Serly biasa aja . namun , dia teringat sesuatu dan tanpa berkata apa pun Serly langsung menarik tangan Roky .


" eh ma mau kemana ? Kitakan mau prisah kandungan kamu ? " tanya Roky yang masih di tarik oleh Serly sang istri


" cepat ikutin ayah Ardi ! awas ya kalo sampai kehilangan jejak , kamu tidur di luar ! " ancam Serly dengan tajam menatap Roky , yang kini mereka telah berhenti berjalan


mendengar itu , Roky langsung menggendong tubuh berisi Serly seperti seorang putri raja dan Roky langsung melangkah kakinya dengan cepat mengikuti ayah Ardi . tanpa mereka sadari , Roky dan Serly menjadi tontonan oleh para penghuni rumah sakit itu .


" jangan sampai aku tidur di luar ! ya Tuhan , ya Allah hamba mohon jangan hilangkan jejak ayah Ardi itu ! " seru Roky dalam hati


Serly yang di gendong , hanya tersenyum menanggapi perlakuan sang suami dan dengan senang hati Serly melingkarkan tangannya di leher Roky , sang suami tercintanya .


" ko berhenti si pa ? " tanya Serly , yang merasakan bila Roky menghentikan langkahnya


" lihatlah di sana ! " pinta Roky dengan menggunakan dagunya


Serly pun menuruti apa perkataan Roky dan betapa terkejutnya Serly melihat Yanti berbaring di ranjang pasien dan Ardi memakai baju pengantin di ruang rawat . karena saat ini Roky masih menggendong Serly dan berdiri di depan pintu yang terbuka , yaitu tepat di depan pintu masuk . namun , sepertinya Ardi dan Yanti serta yang lainnya tak menyadari kehadiran mereka berdua .


" pa sembunyi ! " seru Serly setelah menyadari sesuatu , bila mereka terlalu menampakkan diri


Roky pun langsung menghindari pintu masuk ruang rawat itu dan bersandar pada tembok rumah sakit di samping pintu . kemudian mereka dapat mendengar suara dari dalam ruangan yang bernuansa serba putih .


" apa sudah siap ? dan bisa kita mulai ? " tanya seorang pria dengan suara parahnya " baiklah , kali begitu mari kita mulai pernikahannya " lanjut pria itu lagi


mendengar itu Roky dan Serly saling pandang dan betapa sungguh terkejut mereka . bila Yanti dan Ardi akan menikah hari ini . tapi , Serly dan Roky tetap diam sampai acara selesai .


" sah ! " seru dengan jelas terdengar di telinga Serly dan Roky dari ruangan yang telah mereka intip itu


tanpa menunggu-nunggu lagi , Roky langsung pergi dari sana sebelum ke Tahuan oleh Ardi atau yang lainnya dan tentu saja Roky masih setia menggendong Serly dalam pelukannya .


" apa ini nyata ? " ucap Roky dengan perasaan tak percaya


" ini nyata Lo pa ! kalo begitu masalah Rona ku tercinta sudah selesai dan Vero pasti akan bahagia selalu bersama Rona ! " seru Serly dengan rasa haru menyelimuti hati , sampai tanpa sadar dia mengeluarkan air di sudut matanya


" tak semudah itu ma ! mungkin aja kan itu cuma akal-akalan Meraka berdua dan satu lagi Rona juga di teror ! " tutur Roky menatap wajah sang istri


" o ya ! kirain sudah selesai " kata Serly dengan wajah sedihnya , merasa prihatin terhadap teman atau sahabat tercintanya


" Uda kita doain aja , semoga masalah Rona dan Vero selesai dan sekarang mama harus prisah kandungan dulu . ingat Dede masih di dalam dan jangan terlalu memikirkan apa pun ! " pinta Roky dengan tegas di akhir perkataannya sambil menatap lekat mata sang istri


mendengar itu Serly hanya mengangguk mengerti dan tak ingin membantah perkataan sang suami yang kini masih menggendongnya . Roky pun langsung membawa Serly pada dokter kandungan yang tentunya ini sudah jadwal sang istri untuk di prisah .


flash back off***


" jadi Lo gak cari tau ? apa yang membuat Ardi menikahi Yanti ? " tanya Vero


" gak , karena saat itu gue takut ke Tahuan " jawab Roky jujur


" apa Lo Uda tanya sama repsionis rumah sakit ? Yanti sedang sakit apa ? atau Ardi sakit apa ? " tanya Vero lagi berturut-turut


" Yanti hamil dan dia juga punya penyakit jantung " jawab Roky seadanya


" hamil ! bagus kalo gitu " sahut Jeki yang sejak tadi diam mendengarkan


" hamil ? penyakit jantung apa ? " kali ini yang bertanya bukan Vero tapi Serly , karena saat pemeriksaan Roky pergi meninggalkan Serly di rawat oleh dokter dan pergi ke repsionis untuk menanyakan tentang Ardi dan Yanti .


" iya ma , Yanti hamil dan dia punya penyakit jantung . tapi aku tidak tau sejenis apa ? " ujar Roky dengan tetap menggenggam tangan Serly


" emmm kalo begitu soal Ardi dan Yanti kita tetap selidiki dan tetap jaga-jaga . mana tau Yanti masih bersikukuh untuk balas dendam , sebelum dia tiada " hardik Serly kesal


" Serly ? sejak temanan dengan Rona , kami kenal yang namanya Bella dan Erlin gak ? " tanya Vero to do point' sambil menatap Serly dengan serius sampai akhirnya semua mata menatap Serly


" jelaskan ! " pinta Jeki dengan serius


" Erlin adalah teman Rona sejak kecil bersama dengan Elsa dan aku serta Nura baru berteman dengan mereka sejak SMP . kami berteman sangat akrab , sampai kami menjadi sahabat dan memutuskan melanjutkan sekolah SMA yang sama . namun , entah karena apa Erlin di bawah pergi oleh orang tuanya ke luar kota dan saat itu kami masih kelas 2 SMA . sampai-sampai kami kehilangan kontak dan tentunya yang paling bersedih adalah Rona serta Elsa . aku dan Nura hanya selalu mencoba menghibur Rona dan Elsa " jelas Serly menjeda Kalimatnya sebentar


" Bella , kami mengenalnya saat kami memasuki SMA dan perlahan kami berteman dengannya . dan Bella juga yang mengganti ke beradaan Erlin di dekat Rona , dia juga mencoba menghibur Rona dan kami tetap bersahabat . saat kuliah saja , aku dan Bella sama kuliah dengan Rona . karena kami memutuskan untuk tetap berada di dekat Rona . namun , aku dulu sempat bertanya padanya . saat dulu Vero dekat dengan Rona , Bella Mala hilang entah kemana dan itu membuat ku tak lagi mempertanyakannya . sampai suatu hari penerimaan raport dan perpisahan sekolah dia juga gak ada . tapi Mala muncul saat kuliah , dan berkata dia akan berada di dekat Rona dimana pun Rona berada di situ ada dia " lanjut Serly menceritakan secara detail dan jelas


" itu berarti orang pengagum masa lalu Rona adalah Bella ! " seru Vero setelah mendengar cerita dari Serly dan menyimpulkan sendiri


" ke mungkinan " sahut Jeki dengan sikap khasnya , membuat Roky dan Serly menghembuskan nafas kasar


" iya sudah , aku pulang dulu . Rona ngidam kelapa dan terima kasih ya Roky dan Serly . berkat kalian masalah ku akan segera selesai " tutur Vero dengan mata berbinar


" dengan senang hati bro ! " seru Roky dengan senyuman khasnya


" asal kau selalu berada di dekat Rona , aku Serly dengan senang hati bisa membantu sahabat tercinta ku ! " seru Serly yang ikut merasa sangat senang


" kalo gitu aku juga pamit , bini gue juga ngidam ni ! " kata Jeki tiba saja


" ngidam ? kapan hamilnya ? Lo ko gak ngabarin si ? " gerutu Roky yang sudah merasa sangat kesal dengan sikap dingin dan acuh temanya yang satu ini


" sorry , assalamualaikum ! " ucap Jeki sambil berdiri dan berlalu pergi menuju pintu


" gue juga pamit , sekali lagi makasih . assalamualaikum " timpal Vero dengan senyuman senangnya menatap ke arah Sepasang orang di hadapannya


" iya , hati-hati bro jangan ngebut-ngebut . ingat istri dan anak elo ! " seru Roky sambil melihat Vero yang juga pergi menuju pintu


" wa'alaikumsalam " serentak Serly dan Roky


setelah Vero serta Jeki pergi dari perkarangan rumah Roky . Roky dan Serly kembali ke kamar Meraka dan langsung berbaring di ranjang .


" pa , sebelum melahirkan nanti aku ingin refreshing dong ! " seru Serly kepada sang suami yang tidur di sampingnya


" mau kemana emangnya ma ? " tanya Roky sambil menatap wajah sang istri yang kini juga menatapnya


" pundak " jawab Serly pelan , karena Serly tau Roky pasti tak mengijinkan melakukan perjalanan jauh . namun , entah mengapa dia sangat , sangat ingin ke puncak


" emm baiklah " ucap Roky setelah memhembuskan nafas berat , karena dengan berat hati harus menuruti ke inginan istrinya


" tapi aku ingin mengajak Elsa , Nura dan Rona juga . aku ingin kita seperti waktu SMA , ya pa . please " bujuk Serly dengan mengandalkan jurus rayuannya


" tapi aku gak bisa janji ya , kamu tau sendiri bagaimana suami sahabat-sahabat mu itu ! " ujar Roky mengingat Serly


mendengar itu Serly yang tadinya berbinar bahagia , kini langsung cemberut dan membuat Roky sangat gemas melihat wajah lucu sang istri tercintanya .


" aku akan usahakan ya , sekarang tidurlah . ini sudah malam atau kamu ingin makan sesuatu ? " tanya Roky dengan lembut


" aku hanya ingin itu dan tak yang lainnya ! " jawab Serly yang kembali senang


" iya de iya . sekarang mama tidur dan Dede juga tidur ya . biarkan mamanya istirahat ! " pinta Roky dengan lembut dan penuh kasih sayang mengelus perut Serly . sehingga dapat pergerakan dari dalam perut Serly


Serly dan Roky pun sangat senang mendapat respon dari calon bayi mereka , yang tak lama lagi akan hadir di Antara Meraka berdua . sedangkan di sisi lain Vero mendatangi pos atau pondok batu di dekat taman .


" assalamualaikum " ucap Vero berulang kali , namun tak kunjung ada sautan . tapi , tiba saja dari belakangnya sebuah tangan berkulit hitam menyentuh pundaknya dan perlahan Vero mulai merasa sedikit merinding


" wa'alaikumsalam " jawab orang yang berdiri di belakang Vero , mendengar itu Vero mencoba membalikkan tubuhnya dengan perlahan dan terlihatlah seorang pria paru baya dengan cahaya mengarah ke wajahnya yang terlihat menyeramkan di mata Vero


" setan ! " teriak Vero dengan keras mendorong pria yang di hadapannya sekarang


" setan , setan . kepala kamu tu setannya , ganteng gini di bilangin setan ! " seru pria itu tak terima dengan nada ketusnya


" eh pak satpam toh , maaf pak . bapak satpam di ngapain kejutin saya , eh sorry ya pak Uda dorong bapak " kata Vero dengan senyum kikuk menatap pak satpam yang mencoba berdiri dari terduduk di rumput hijau di halaman pondok


" iya sudah , gak apa-apa . kamu ke sini pasti karena istri ngidam ya ? " tanya pak satpam setelah berdiri dengan ke dua kakinya


" ehehhe iya pak " jawab Vero sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal


" 10 menit yang lalu juga ada tadi minta kelapa " ucap pak satpam membuat Vero menjadi ciut


" tapi masih adakan pak ? kelapanya ? " tanya Vero dengan harapan menatap pak satpam yang masih berdiri di hadapannya


" ada ko , kamu kan orang pertama ! " seru pak satpam sambil menepuk pundak Vero dan melangkah membuka pintu pondok serta masuk ke dalamnya


Vero pun langsung menghembuskan nafas lega , hampir saja dia berpikir untuk memanjat pohon kelapa lagi . membayangkan saja membuat Vero merinding mengingat ke jadian bodohnya yang menuruti kata hati dan kata sang istri .


" nak ini kelapanya ! " ucap pak satpam membuyarkan lamunan Vero


" eh makasih pak " jawab Vero menerima dua buah kelapa


" sama - sama "


" kalo gitu saya pamit pak , assalamualaikum ! "


" wa'alaikumsalam "


Vero pun pergi menuju rumah , tanpa mempertanyakan siapa yang juga mengambil kelapa dari pak satpam dan Vero hanya fokus menyetir menuju rumah di dalam ke gelapan gulitanya malam dengan di temani angin serta cahaya bintang dan sinar rembulan yang terlihat sangat indah di atas sana . seakan semesta juga ikut merasakan bahagia bersama para penghuni bumi .


...*Bersambung...


menurut kalian siapa yang mengambil kelapa sebelum Vero ?


mungkin kah orang di balik semua teror Bella atau orang lain ?


dan apa kabar semuanya ? ada yang rindu gak ?


ok teman-teman silahkan di jawah di kolom komentar dan di like ya ! aku juga membuat bonus ceritanya . karena mungkin aku akan sulit untuk update , tapi aku akan selalu usahain kok dan te


assalamualaikum*