
...aku tau kita sudah mengikat janji suci...
...tapi biarkan aku berbuat sesuka hati...
...dan jangan memaksa ku berbuat...
...sesuatu yang akan kau sesali nanti...
...~Rona Pra Sanjaya~...
...maaf...
...jika aku membuat kesal...
...tapi apa daya hati ku yang telah mencintai mu...
...tapi aku akan berusaha...
...untuk mendapatkan cinta ku kembali...
...~Vero Arga Pratama~...
...~story' next Verona~...
" Vero aku akan kasih kau sebuah rahasia " kata Nura sambil mengangkat jari telunjuknya ke Vero
" Rahasia ? apa ? " tanya Vero bingung
" iya , rahasia rona " jawab Elsa tersenyum manis menatap Vero
" masa si rona punya rahasia " ucap Evan gak percaya melihat kaum hawa
" ok , ku beritahu ya ? mau gak " usil Serly membuat kaum Adam penasaran
" dulu saat kami mengenal rona , rona itu tidak percaya akan sebuah yang namanya disebut cinta dan karena itu dulu juhan pernah nembak rona , tapi rona nolak " jelas Serly terpotong oleh Elsa .
" jadi kami aneh , bagaimana rona bisa dekat sama kamu . apa lagi rona itu tidak suka dekat cowok . karena ada kisah seorang wanita rela berkorban nyawa dan kehormatan hanya karena cinta terhadap seorang pria " lanjut Elsa sambil memutar otak nya
" jadi Vero kamu pasti punya sesuatu yang membuat rona mau bersama mu . jadi pertanyaannya , gimana kamu dan rona bisa dekat ? " saut Nura dan tersenyum di akhir kalimatnya
Vero yang mendengar pertanyaan Nura pun mematung , dan bingung . karena dia juga enggak tau apa yang disukai rona dari dirinya .
" aku juga gak tau , dulu saat aku nembak rona di taman . rona belum jawab , Mala dia membutuhkan waktu seminggu " jelas Vero dengan tenang menatap kaum hawa di depannya
saat ini mereka berada di kantin rumah sakit , sedangkan rona masih diruang rawat bersama orang tua Vero dan keluarga rona .
rona sudah dirawat di rumah sakit selama 5 bulan dan Alhamdulillah rona sudah mulai membaik .
di lain sisi rona masih merasa kesal terhadap keluarganya yang menikah dirinya tanpa persetujuannya .
" kamu masih marah atau kesal " tanya Raka yang berdiri di ujung ranjang rona
" menurut bang Raka " tanya rona acuh
" eh rona , cucu nenek gak boleh gitu sama Abang kamu . kami menikahkan mu , itu untuk kebaikan mu dan lagian kamu dulu sangat mencintai Vero " jelas nenek sambil menatap rona dan tersenyum di akhir kalimatnya
" benarkah begitu " tanya rona lagi
" iya princess " jawab Anjani dengan senyuman
" kakak si , gak hati-hati. tau gak , saat kakak kecelakaan . orang yang paling terpukul itu kak Vero , dia seakan seperti mayat hidup " jelas Revan di samping Raka sambil tersenyum
" dan rona , tolonglah Vero . coba buka hati mu dan terima Vero lagi dalam hidup mu . aku sangat mengenal anak ku " ucap mama Vero menatap rona
" papa yakin Vero tidak akan mendekati mu sebelum kau memintanya . karena Vero mengerti diri mu yang sedang sakit dan papa pastikan Vero tidak akan pernah berpaling walau kau memintanya menjauh " lanjut jelas papa Vero tersenyum kepada rona
mendengar setiap perkataan orang di sekitarnya . rona tidak tau lagi harus berkata apa , seakan lidah dan bibirnya lengket .
" baiklah aku akan coba untuk menerima Vero dalam hubungan ku saat ini " ucap rona tersenyum tipis
sesaat rona mengucapkan kata itu , Vero pun masuk bersama temannya. rona yang melihat itu pun terkejut .
" assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam** "
" apakah dia dengar , ku harap tidak " dalam hati rona menatap temannya tersenyum
" Vero sudah datang ni , kalo gitu kami pulang ya princess " ucap Anjani tersenyum dan mencium kening rona " cepat sembuh "
" jaga cucu nenek ya cu Vero " pinta nenek berdiri kemudian tersenyum menatap Vero
" pasti nek " Jawab Vero dengan senyuman
" kalo terjadi sesuatu peluk aja kak ronanya kak Vero . kan sudah halal " kata Revan lebay saat memeluk Vero
mendengar itu rona langsung memalingkan wajahnya , sedangkan yang lain yang tersenyum dan tertawa dan Vero hanya mengangguk .
setelah kepergian keluarga rona dan orang tua Vero . kini yang ada di dalam ruang cuma ada Vero dan teman-temannya.
" rona kamu cepat sembuhnya dong , aku Uda gak sabar ni mau ngundang pengantin baru " kata Serly
" iya rona , cepat sembuh dong . biar kita dapat pergi ke puncak lagi " ceplos Nura
Nura yang sadar pun langsung menutup mulutnya dan semua mata menatap Nura dengan ekspresi wajah berbeda-beda .
" Uda gak usah di dengarin , lebih bagus kamu istirahat " ucap Vero mencair suasana
" iya sudah , kalo gitu kamu pulang karena juga Uda malam " kata Elsa
" jaga kesehatan ya rona " pinta Roky dengan senyuman di samping Serly
" cepat sembuh " ucap Jeki dingin diantara Elsa dan Roky
" kami akan kesini , bila ada waktu " saut Evan disampingnya Nura
" iya teman-teman , makasih udah mau jenguk " kata rona tersenyum tulus menatap temannya
" Uda sekarang pulang-pulang " pinta Vero saat sudah berdiri membuka pintu
" kamu ngusir ni " tanya evan , namun Vero hanya diam
" awas kualat nanti , karena Uda ngusir tamu " saut Roky cengir
" assalamualaikum " ucap Jeki saat melangkah keluar
" wa'alaikumsalam " jawab Vero acuh
setelah kepergian temannya , sekarang yang ada di ruangan itu hanya rona dan Vero . kemudian rona merasa aneh **dengan sikap Vero yang terasa berbeda .
" kamu tidurlah , jangan begadang " pinta Vero saat duduk di sofa
" aku belum mengantuk " jawab rona menatap Vero
" terus kamu mau apa " tanya Vero kembali berdiri dan mendekati rona
" gak ada "
" iya sudah tidur ya , atau mau ku cium " canda Vero menatap rona dengan senyuman
mendengar itu rona tetap juga tidak mau menutup matanya , sehingga Vero mendekat lebih dekat kepada rona .
" kamu mau ngapain " tanya rona menatap Vero dengan perasaan dag Dig dug
" tidur atau enggak " tanya Vero lagi yang masih pada tempatnya
" enggak "
" jadi mau di cium "
tanpa sadar rona mengangguk dan itu membuat Vero tersenyum menatap rona .
" yakin " tanya Vero
" i...ya " jawab rona gugup
~Cup~
benda kenyal menyentuh pipi rona dan karena itu sukses membuat jantung rona berdetak lebih cepat sehingga pipi rona memerah seperti kepiting rebus .
" kenapa di cium segala si " gerutu rona kesal
" kan kamu bilang iya " ucap Vero tersenyum senang melihat wajah rona
" kapan " tanya rona menahan malu
" barusan"jawab Vero dengan masih tersenyum
" Uda ah " kesal rona menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya
" rona ? Uda tidur belum ? " tanya Vero menggoda rona
rona hanya menggelengkan kepalanya di dalam selimut dan itu sukses membuat Vero tertawa.
" Uda jangan dipaksa , kamu jadi seperti anak kucing yang butuh kasih sayang aja "
mendengar itu rona membuka selimutnya secara perlahan dan melihat Vero yang masih setia duduk disampingnya diatas kursi .
" kalo kamu gak bisa tidur , kita bikin permainan aja sampai kamu bisa tidur "
" permainan seperti apa " tanya rona menatap Vero dengan wajah datar
" kamu saja yang pikirkan " jawab Vero
" kenapa harus aku "
" ya karena ini demi kamu "
" apa hubungannya aku dengan permainan " tanya rona dengan polosnya
" gak ada hubungannya rona , Uda pikir aja permainan yang kamu suka " ucap Vero yang mulai kesal berdebat dengan rona
" aku gak mau pikirkan " jawab rona sambil menarik selimut menutupi mulutnya yang tersenyum karena melihat Vero yang sudah kesal
" Uda ah , aku nyerah . aku mau tidur " kesal Vero dan langsung menuju ke sofa
di saat Vero sudah menutup matanya , rona akhirnya pun tertawa merasa senang bisa membuat Vero kesal .
" apa yang lucu " ucap Vero kembali duduk di sopa dengan wajah datar
" kamu " Jawab rona yang masih tertawa
" bisa geser gak " pinta Vero
" buat apa " tanya rona bingung
" Uda geser aja " pinta Vero lagi
rona pun menggeser tubuhnya dengan perlahan , Vero yang melihat itu pun tersenyum .
" kamu mau ngapain " tanya rona saat tau Vero naik ke ranjangnya
" menurut kamu apa " jawab Vero tersenyum senang saat sudah berbaring di samping rona
" turun gak " kesal rona
" enggak " jawab Vero saat menutup mata
disaat rona ingin mencoba mendorong Vero , tiba-tiba rona meringis .
" au sakit " ucap rona memegang tangannya yang terkena oleh infus
" apa yang sakit ? mana ? " tanya Vero terduduk menatap rona
" tangan ku " Jawab rona
" sus" teriak Vero tertahan karena ditutup oleh tangan rona yang satu lagi
" Uda jangan , tidur aja " pinta rona
setelah rona mengatakan itu dengan tangannya yang satu ada di depan mulut Vero. Vero pun mencium tapak tangan rona .
" iiiii modus " kata rona jengkel , sedangkan Vero tersenyum manis
" yakin tangannya gapapa " tanya Vero kembali ke topik memegang tangan rona
rona yang melihat wajah Vero yang berubah-ubah dengan cepat terhadapnya , membuat rona tersenyum senang dan juga bahagia . bahagia karena apa yang di katakan oleh orang terdekatnya itu benar.
" Uda gapapa ko " jawab rona dengan senyuman
" iya sudah , aku tidur di sopa aja lagi . agar kamu gak ada yang sakit lagi " cerocos Vero yang masih khawatir
saat Vero ingin turun dari ranjang , rona menggenggam lengan Vero dan itu membuat Vero semakin kuatir .
" kenapa masih ada yang sakit ya " tanya Vero
" bukan itu " Jawab rona menunduk malu
" terus apa ? kamu lapar ? atau mau minum ? o mau kamar mandi , bentar ku panggil suster " bawel Vero makin menjadi-jadi khawatirnya
saat Vero mau melangkahkan kakinya , rona masih setia menggenggam tangan Vero.
" Uda tidur ya Vero , Uda malam " ucap rona menatap Vero dengan senyuman
Vero yang melihat senyum rona pun , tanpa sadar meneteskan air mata .
" ko nangis " tanya rona bingung dan menghilangkan senyumannya
" rona aku boleh minta sesuatu gak " tanya Vero menatap rona
" minta apa " tanya rona balik dengan dahi berkerut
" aku hanya minta , kamu teruslah tersenyum seperti itu kepada ku " jawab Vero dengan wajah sedihnya
rona yang melihat pun merasa bersalah , karena selama Vero yang dia ketahui adalah suaminya. dia tidak pernah menunjukkan senyumnya kepada Vero .
" baiklah aku akan selalu tersenyum kepada mu , tapi ada syaratnya** " ucap rona yang kembali tersenyum menatap Vero
" apa ? katakan ? " tanya Vero kembali tersenyum
" jangan pernah memaksa ku melakukan sesuatu yang tidak ku setujui " jawab rona dengan tetap tersenyum
" sesuai perintah mu princess " ucap Vero tersenyum bahagia
mereka terus mematung bergandeng tangan dengan senyuman yang masih mereka.
" tidur sekarang " pinta rona setelah sadar
" lepas tangan ku dulu " kata Vero menatap tangan mereka yang masih terpaut
" kenapa harus ku lepas "
" kan aku mau tidur "
" dimana " tanya rona yang masih pada posisi
" di sopa " jawab Vero
" di sini " pinta rona setelah melepas tangannya dari Vero dan kemudian menepuk disampingnya
" kamu yakin "tanya Vero yang masih tersenyum
" yakin "
Vero pun naik ke ranjang dan berbaring di samping rona .
" rona " panggil Vero dengan tidur telentang
" apa " tanya rona yang juga sama telentang
" aku boleh boleh peluk kamu " tanya Vero
mendengar itu jantung rona semakin berdetak kencang dan kemudian dia pun langsung saja memeluk Vero .
Vero yang mendapat pergerakan rona yang tanpa dia duga mampu membuat jantung berdebar lebih kencang .
" terima kasih " ucap Vero dengan suara bergetar dan menyampingkan badan memeluk rona
" ya Allah terima kasih , kau sudah kembalikan rona yang dulu kepada ku " dalam hati Vero dengan air mata yang terus berlinang
" apa Vero menangis , kenapa . apa kau pernah menyakitinya " dalam hati rona bertanya-tanya
tubuh Vero bergetar menahan suara tangisnya dan rona merasakan itu . tanpa sadar tangan rona mempererat pelukannya dengan Vero .
Vero pun menyembunyikan wajahnya di atas kepala rona dan rona juga tau itu .
" Vero jika kamu ingin menangis , menangis lah " pinta rona dengan mencoba menatap wajah Vero dan melonggarkan pelukannya
akhirnya Vero pun menangis keras , karena Vero sudah menahan sakit dihatinya selama setengah tahun . rona yang mendengar tangis Vero pun , dia juga ikut meneteskan air mata . karena dia juga tidak tau mengapa dia juga ikut menangis melihat Vero yang seperti ini .
" rona ku mohon jangan pernah tinggalkan aku , aku janji , aku akan menuruti semua kemauan kamu . asal kamu selalu ada untuk ku dan ku harap kita tidak akan berpisah lagi " ucap Vero tanpa sadar dengan tangisnya
" aku akan selalu ada untuk mu Vero " kata rona menatap wajah Vero
Vero yang mendengar perkataan rona , dia langsung menatap rona dengan air mata yang terus berlinang dan perlahan-lahan dia mulai sadar apa yang telah dia lakukan.
" maaf jangan pikirkan soal yang tadi " pinta Vero sambil menghapus air matanya
" aku mengerti , aku tidak akan memikirkan apa pun agar kamu tidak kuatir lagi " jawab rona sambil menghapus air mata Vero
rona dan Vero saling menghapus air mata mereka dan kemudian Vero tersenyum .
" kamu itu aneh ya** " kata rona menatap Vero
" aneh ? apanya ? " tanya Vero bingung
" ya aneh , di suatu waktu kamu begitu cepat berubah ekspresi dan itu membuat ku merasa lucu " jelas rona tersenyum
" itu karena kamu " ucap Vero tanpa sadar dengan pandangan kosong
" kenapa karena aku " tanya rona
" Uda tidur jangan di pikirkan , aku gak mau kamu sakit lagi " pinta Vero yang kembali sadar
rona pun mempererat pelukannya dengan Vero , sedangkan Vero hanya menerima dengan perasaan senang .
" apakah jantung mu terus seperti ini atau kamu punya penyakit jantung " tanya rona polos yang masih berpelukan dengan Vero
" ya aku punya penyakit jantung " jawab Vero
" sejak kapan " tanya rona yang terkejut dan kemudian melonggarkan lagi pelukannya
" sejak 6 tahun " jawab Vero menatap rona dengan senyuman
" apa penyebabnya " tanya rona yang mulai khawatir
" kamu , dan ingat jangan di pikirkan. sekarang tidurlah dan bermimpi indah princess " kata Vero sambil mencium kening rona
" ya sudah , selamat malam "
rona pun tidur dalam pelukannya Vero dengan kepalanya yang menelusup di dada bidang Vero dan rona bisa mencium aroma tubuh Vero .
rona pun mempererat pelukannya lagi dan Vero juga sangat merasa bahagia .
jam sudah menunjukkan jam 10 , tapi Vero belum juga tidur . sedangkan rona menutup matanya dalam pelukan Vero.
" waktu yang berlalu , aku dan diri mu selalu saja mendapatkan masalah . rasanya lelah bila terus begitu , tapi dengan adanya diri mu yang mulai menerima ku . membuat ku kembali hidup . kamu tau rona , saat kau menutup mata mu yang begitu lama . aku ingin sekali pergi meninggalkan bumi ini . karena hidup tanpa mu sangat terasa tersiksa di dada . dulu saat aku kecelakaan dan lupa ingatan aku terus menetap di Australia hingga aku mengenal seorang wanita yang bernama Yanti. sudah lima tahun aku meninggalkan kota Jakarta dan diri mu . membuat ku sangat tersiksa disaat ku mengingat mu . dulu saat aku masih lupa ingatan dan bertemu dengan mu di acara pernikahan Abang mu . di saat itu aku mulai merasakan sesuatu , tapi aku tidak tau apa dan mengapa . hingga saat malam kita pulang dari taman Temat kita mulai menjalin sebuah hubungan , saat malam orang tua ku menjodohkan mu . tapi kamu pergi di saat kau belum mendengar persetujuan ku . memang saat itu aku belum menyetujui , aku Mala keluar dan langsung memasuki kamar mu dari balkon dan saat aku berada di kamar mu , aku mendapatkan sebuah pentunjuk yaitu juhan . kamu pasti waktu itu bermimpi mengucapkan nama juhan dan memanggil nama ku untuk tidak pergi meninggalkan mu . selama sebulan aku terus menyelidiki dan 1 Minggu aku mencoba mengingat mu dan Alhamdulillah Allah memberi ku sebuah kehidupan yang telah lama ku tinggalkan . namun saat aku menyamar sebagai Randi dengan bantuan teman-teman kita , di situ aku mendapatkan rasa sakit yang amat sakit . karena aku mendengar kau yang langsung berkata mengudang kami ke acara nikahan mu . namun rasa sakit itu hanya sebentar , karena saat aku pulang ke rumah . orang tua ku mengatakan aku akan menikah dengan mu , itu sungguh membuat ku bahagia banget . tapi esok nya kau menimbulkan rasa sakit yang tak mampu ku bendung . di karenakan Yanti yang ku anggap sebagai saudara ku telah membuat koma hingga berbulan-bulan dan aku hanya ingin melihat diri mu tersenyum . hingga aku suatu hari bermimpi kau akan pergi meninggalkan ku dan saat aku terbangun dari tidur ku , Abang mu Raka meminta ku untuk menikahi mu dan aku langsung setuju Dengan harapan kau akan ada disisi ku selamanya hingga hembusan napas terakhir ku . namun rencana hanya rencana , karena kamu sudah bangun dari koma mu . hingga aku merasa sangat bahagia , tapi lagi-lagi kau menyakiti hati ku . karena kau tidak mengingat , awalnya aku sabar menghadapi . namun di pertengahan langkah hidup ku , aku ingin mengakhiri kehidupan ku ini . tapi kemudian aku berpikir dan mengikuti kata hati ku . berkata mungkin suatu hari rona akan mengingat mu seperti kau mengingat dirinya . hingga sekarang aku terus berpegangan pada harapan untuk diri mu bisa kembali seperti dulu kepada ku . mungkin ingatan mu tidak akan kembali rona , tapi aku yang sudah mencintai mu selama 6 tahun . aku rela bila kita memulainya dari awal lagi dan mudah-mudahan kita tidak akan terpisahkan lagi "
setelah Vero menceritakan isi hatinya , tanpa Vero sadari rona mendengarnya bercerita semuanya dari awal hingga akhir . karena rona sejak tadi hanya bersembunyi di dada bidang Vero , menunggu Vero tidur . namun yang rona dapat adalah isi hati Vero .
" baiklah Vero , kita akan memulainya dari awal dan aku menyetujui itu dan aku tidak akan memaksa kepala untuk mengingat masa lalu , walau aku sangat ingin . namun melihat diri mu yang selalu merasa takut , membuat ku tidak tega melakukan itu " dalam hati rona sambil memperat pelukannya dengan Vero
Vero yang di peluk erat oleh rona , menjadi terkejut dengan detak jantung yang berdegup .
" rona " panggil Vero , namun tidak ada respon dari rona
" huuu syukurlah , ku kira diri mu masih bangun . kalo kamu masih bangun bisa gawat " kata Vero bernafas lega
" lebih bagus aku tidur , nanti princess ku bangun . eh bukan princess lagi , tapi ratu , yaitu ratu di hidup ku " ucap Vero membalas pelukan rona dengan lebih erat .
" baguslah , mimpi indah raja ku " dalam hati rona tersenyum bahagia
...Bersambung...
*see you again in ending next friends 🙏😅
bagaimana itu eps kali ini , baper gak ?
gue akhir dulu , assalamualaikum 🥰*