
sementara di tempat lain , lebih tepatnya dalam mobil. Lisa dan Firna saling diam dalam pemikiran mereka masing-masing . Format yang masih terbakar api cemburu dan Lisa yang masih belum percaya dengan apa yang baru dia ketahui pada seorang wanita yang sangat mirip sekali dengan Rona.
" awas saja Dina ! aku akan merebut Diyan dari mu ! aku tau ... kamu dan Diyan hanya di paksakan untuk menikah dan aku juga tau ...jika Diyan hanya mengagap mu kakaknya ! " dalam hati Firna dengan perasaan bercampur adu di hatinya serta rencana yang telah dia bayangkan yang memungkinkan untuk berhasil dalam mendapatkan yang dia inginkan
Lisa yang kian menatap pada jendela mobil dan kini telah mengalihkan pandangannya terhadap wanita di sampingnya yang merupakan sepupu baginya , yaitu Firna . Firna terlihat sedang tersenyum licik yang terbesit di bibirnya dengan tatapan berbinar yang menyimpan sebuah siasat .
" Firna " panggil Lisa sambil menepuk pundak sepupunya dan menyadarkan Firna dari khayalannya
" apa ? " sahut Firna dengan menatap wajah Lisa yang merupakan sepupunya , anak dari adik papanya
" jangan berpikir ... untuk merusak rumah tangga orang lain " ujar Lisa yang seakan tau dengan apa yang di pikirkan oleh sepupunya
" emangnya kenapa ? mereka itu nikah karena paksaan dari papa Diyan dan menurut ku ...tak ada salahnya jika aku ingin merebut Diyan . karena ku yakin , dia tidak bahagia ! " jelas Firna dengan keyakinan . Lisa yang mendengarnya semakin terkejut , tapi seketika dia dengan cepat merubah ekspresi wajahnya
" dari mana kamu tau ? jika Diyan dan ... Dina menikah karena paksaan ? kamu mengenal mereka sudah berapa lama ? " cecar Lisa dengan perasaan ragu saat menyebut nama Dina dalam pertanyaannya
" kenapa kamu ingin tau ? " Firna Mala memberikan pertanyaan pada Lisa dengan tatapan curiga
" jelas saja aku ingin tau . bukankah kamu sangat terobsesi dengan pria yang bernama Diyan itu ? aku kan sepupunya , jadi aku ingin tau . bagaimana kamu bisa suka dengan Diyan mu itu ? " tutur Lisa menyakinkan Firna agar tidak merasa curiga dengan dirinya
" baiklah aku akan beritahu " jawab Firna , kemudian mengalihkan perhatian ke depan " aku mengenal Diyan ... 6 tahun lalu , di tempat kuliah ku di Bandung . awalnya kami tidak dekat , tapi karena sebuah pelajaran berkelompok . aku dan Diyan menjadi dekat layaknya seorang teman . tapi ... dengan seiring waktu aku memiliki perasaan yang berbeda-beda terhadap Diyan . awalnya aku mengira jika perasaan ku ini hanya sebatas sahabat dan tidak lebih . namun , entah mengapa aku sangat marah jika dia di dekati oleh wanita lain , aku seakan cemburu , dan saat beberapa hari aku pun menyadari jika aku mencintai Diyan bukan seperti teman atau sahabat . sampai suatu ketika aku ingin sekali mengungkapkan perasaan ku padanya , tapi aku takut dia menjauh dan mungkin saja aku bisa merusak persahabatan kami . jadi aku memilih diam dan memendam perasaan ku padanya . namun , aku sering mencoba untuk memberikan perhatian lebih terhadapnya . tapi , dia tidak peka dengan perhatian yang ku berikan dan aku terus melakukan itu . sampai suatu ketika aku , Diyan dan beberapa teman lainnya ngumpul di rumah orang tua Diyan yang sengaja tidak di jual dan rumah itu ada di Bandung dan saat itulah aku melihat foto Dina . saat ku tanya , Diyan bilang itu adalah kakaknya dan waktu itu aku cukup senang . namun , saat kuliah selesai ... Diyan pergi ke Jakarta dan menetap di sana dengan orang tuanya dan kami kehilangan kontak " jelas Firna menjeda ceritanya karena kini kristal bening tak dapat tertahan lagi oleh mata indahnya yang telah menganak sungai di kelopak matanya dan telah membasahi pipinya
Lisa hanya diam mendengarkan cerita sepupunya dengan sambil tangannya mengusap pundak serta lengan sepupunya untuk menenangkan dan memberikan kekuatan untuk melanjutkan ceritanya . karena Lisa sangat ingin tau tentang wanita yang menyerupai Rona dengan sifatnya yang bertolak belakang dengan Rona yang dia kenal .
" kemarin aku bertemu Diyan bersama dengan Dina . awalnya aku mengira bila mereka sedang berlibur , tapi ... Diyan bilang ... jika mereka lagi berbulan madu . saat itu aku tak percaya , yang ku tau mereka kakak beradik . tapi , kenyataan memang pahit ... aku pun pergi meninggalkan mereka di sana , karena Dina tak senang dengan kehadiran ku dan sehingga Diyan mengusir ku . Lisa ... aku tau , Diyan dan Dina menikah karena paksaan itu dari ayah Diyan . karena kemarin aku menyuruh orang untuk mencari tahu apa yang terjadi ? dan mengapa mereka bisa menikah . karena itu juga aku yakin untuk mendapatkan Diyan dengan cara ku sendiri " lanjutnya sambil menghapus kasar air matanya dan menatap tajam dan dingin kedepannya
" kamu berpisah dengan Diyan kapan ? dan kapan dia pergi ke Jakarta ? " tanya Lisa pada akhirnya , setelah lama terdiam dengan masih menatap wajah sepupunya
" 3 tahun lalu " jawab Firna singkat
" jadi apa rencana mu ? apa kamu benar-benar ingin merusak rumah tangga mereka berdua ? "
" pasti ! aku akan merusaknya dengan rencana ku sendiri dan cukup aku yang tau ! "
" terserah kamu . tapi , ingat ! jika kamu dalam masalah jangan libatkan aku dalam rencana konyol mu itu "
" aku tidak akan melibatkan mu . tapi ... kamu jangan beritahu siapa pun , jika aku ingin mencoba merusak rumah tangga bodoh itu ! "
" baiklah ... aku tidak akan kasih tau siapa pun . tapi sekarang antar aku ke rumah sahabat ku " pinta Lisa
" apa kamu akan menginap lagi ? " tanya Firna yang kini suasana hati sudah sedikit membaik , setelah berbagi beban hatinya pada sepupunya
" iya . karena bentar lagi dia akan menikah dan aku ingin menghabiskan waktu bersamanya " jawab Lisa jujur dengan senyuman senang mengingat Sahabatnya yang akan segera menikah
" ok. baiklah "
Firna pun mengemudikan mobilnya menuju rumah Calista , sahabat sepupunya . sedangkan Lisa kembali menatap jendela mobil dengan sibuk dalam pemikirannya .
" aku harus apa ? apa aku harus membiarkan dia melakukan hal itu ? dan sepertinya ... Calista harus tau hal ini . mungkin dia punya solusinya , tapi ... dia akan segera menikah . apa mungkin aku harus memberitahukannya ? ahhhh sudahlah ! aku akan beritahu setelah dia menikah nanti dan untuk sekarang aku harus mengawasi Firna " dalam hati Lisa
selang beberapa menit mobil Firna pun berhenti tepat di teras rumah depan pintu yang bernuansa mewah , setelah tadi melewati gerbang yang terbuat dari besi dengan warna gold . Lisa pun keluar dari mobil , setelah berpamitan dengan sepupunya yang kini sudah keluar dari perkarangan rumah mewah Calista . Lisa kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku jeket jeans dan mengotak-gatik ponselnya . kemudian dia dekatkan ponselnya pada telinga kanannya.
" Lo cari semua kehidupan tentang wanita dalam foto yang gue kirim barusan dan gue kasih Lo waktu dua hari " kata Lisa dengan nada tajam saat sambungan telponnya terangkat di seberang telpon
" baiklah bos " jawab seseorang dengan suara pria di seberang telpon
Tut !
Lisa langsung mematikan ponselnya dengan sepihak dan kemudian dia pun melangkahkan kakinya mendekati pintu yang tertutup rapat di depannya.
Tok tok tok
" Assalamualaikum " ucap Lisa sambil mengetuk pintu berulangkali
" wa'alaikumsalam " terdengar sahutan dari dalam , setelah lama menunggu akhirnya Lisa kini dapat melihat pemandangan pintu di depannya terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik yang tersenyum padanya
" Lisa ! ayo masuk " ajak wanita cantik sang pemilik rumah , yaitu Calista
" siapa aja di dalam ? " tanya Lisa sambil melangkah masuk pintu
" camer dan adik ku " jawab Calista yang membuat bingung Sahabatnya
" adik ? " ucap Lisa dengan dahi berkerut menatap wajah Sahabatnya
" iya adik . adik ipar ku " jelas Calista yang seakan mengerti dengan kebingungan Lisa
" adik ipar ya ... masih calon kali " ledek Lisa
" biarin . tinggal nunggu dua hari lagi , akan sudah jadi adik "
" emmm awas aja sampai lupa sama aku "
" ehehhe iya . kalo gitu ayo ! " seru Lisa sambil merangkul pundak Sahabatnya sambil melangkah berjalan bersama Calista
Lisa dan Calista pun melangkahkan kakinya sampai ruang TV yang di sana sudah ada sepasang suami-istri paru baya serta dua anak gadis yang asik menonton TV yang di siarkan di dalamnya berupa film romantis .
" o... nak Lisa toh nak " kata wanita paru baya yang merupakan ibu Basri , calon mertua Calista
" iya ma . Lisa masih ingin menginap katanya , ingin sama aku lebih lama lagi " jawab Calista dengan nada bercanda , meledek Sahabatnya
" ge'er banget kamu . aku hanya bosan di rumah nenek terus di tambah lagi si tuyul yang banyak tingkah " kilah Lisa membela dirinya
" tuyul ! " seru dua anak gadis hampir bersamaan mendengar perkataan Lisa , dengan wajah terkejut dan ketakutan
" eh . maksudnya keponakan dek " sahut Lisa dengan tersenyum kikuk
mendengar itu , kedua anak gadis pun bernafas lega dan kembali menatap pada TV . sedangkan Sepasang suami-istri paru baya hanya tersenyum menanggapinya .
" nak Lisa Uda ada pacar ? kalo belum mau mama jodohin ? " tanya mama Basri , membuat Lisa dan Calista terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba dari wanita paru baya di depan mereka
" ma ... jangan gitu . ini jaman modern , jadi biarkan nak Lisa memilih dan Jangan di jodoh- jodohin " sahut papa Basri dengan serius
" biarinlah pa . lagian aku nanya sama nak Lisa ko , bukan sama papa " ketus mama Basri kesal
" gak usah ma . Lisa bisa cari sendiri dan lagian kalo jodoh gak akan kemana ko ma " tolak Lisa dengan halus agar tidak menyingung hati calon mertua Sahabatnya
" iya juga si . jodoh gak ada yang tau ya " kata camer Calista
" itu mama tau ! Uda sekarang nonton aja . gak lihat tu gimana cowoknya merayu ceweknya " sahut papa Basri dan di sambut dengan tawa ke dua anak gadisnya
" papa mau kayak gitu lagi " canda Jira
" pasti mau dong Jira ! papa lagian kan masih mudah " celutuk Jura polos dan semakin mengudang tawa di ruang TV
" anak gadis papa pintar juga ternyata . ma ? " kata papa Basri yang kini telah mengalihkan pandangannya ke samping menatap wanita paru yang merupakan istrinya
" apaan ? ingat umur pa , kita Uda tua . jangan aneh-aneh " ketus mama Basri
" emang papa mau ngapain sama mama ? " tanya papa dengan pura-pura bingung
" tau ah . mending nonton dan diam " sahut mama acuh dan kembali memerhatikan TV
semua pun diam mendengarkan perintah dari wanita paru baya di depan mereka , sampai akhirnya Calista pun pamit untuk ke kamar bersama Lisa . karena langit juga sudah sangat Gelap dengan jam pada dinding yang berbentuk rumah kecil yang menyatakan sudah jam 9 malam . camer dan calon adik ipar Calista pun mengizinkan , bila Lisa dan Calista lebih dulu untuk memasuki kamar .
" kamu tadi dari mana ? " tanya Calista dengan menatap wajah Sahabatnya yang kini berbaring dengan posisi telentang bersama di atas ranjangnya dengan pintu kamar yang sudah tertutup rapat
" dari cafe sama sepupu ku Firna " jawab Lisa dengan ragu , karena di sisi lain dia sangat ingin memberitahu pada Sahabatnya dengan apa yang baru dia ketahui
" terus ? kemana lagi ? dan kenapa tidak mengajak ku tadi ? " cecar Calista
" langsung kesini , aku sengaja tidak mengajak kamu . kamu bilang ... kamu lagi di pingit "
" emm iya si . tapi ... sangat membosankan di rumah terus . ini saja baru 2 hari , belum lagi besok . pasti aku akan sangat merasa bosan "
" tenang saja ! sahabat kamu sudah di sini dan lihat saja besok aku akan menghilangkan rasa bosan mu "
" kenapa gak sekarang saja " ketus Calista
" malas . aku capek mau tidur " tolak Lisa acuh
" Lisa ! " seru Calista
" tidur ! kata orang ya ... pengantinnya gak boleh kurang tidur , nanti pernikahannya batal " ujar Lisa menakut-nakuti Sahabatnya
" masa si ? bohong ya ? " tanya Calista tidak percaya Dengan ujaran dari Sahabatnya
" terserah . aku mau tidur " sahut Lisa acuh dengan tidur yang berganti posisi , yang kini miring membelakangi Calista
" iya de . aku tidur , awas aja besok jika rasa bosan ku gak ilang " ketus Calista kesal
Calista mencoba untuk tidur dengan mata yang sudah terpejam rapat . sedangkan Lisa kembali membuka mata dan kemudian mengubah posisi tidurnya menghadap Calista .
" maaf sahabat ku . untuk sekarang cukup aku yang tau , aku akan memberitahu mu suatu hari nanti , jika waktunya sudah tepat . aku akan sudah meminta orang untuk mencari tahu kehidupan keluarga Rona . agar dugaan ku tidak salah ... aku menduga jika Rona mungkin punya kembaran atau hanya orang yang kebetulan mirip dengan Rona . semoga kamu selalu bahagia dengan pernikahan mu nanti ! " dalam hati Lisa
Lisa pun ikut memejamkan matanya memasuki alam mimpi menyusul Sahabatnya , Calista .
Lisa tak ingin merusak kebahagiaan Sahabatnya . karena baginya , kebahagiaan Calista adalah kebahagiaannya juga . Lisa sudah mengagap Calista seperti saudaranya sama halnya dengan Calista .
persahabatan Lisa dan Calista mungkin tidak akan terpisahkan oleh apa pun . karena terkadang Lisa sering mengalah demi kebahagiaan Calista . karena Calista tidak memiliki siapa pun selain dirinya dan Calista selalu hidup dalam kemewahan . namun , tak ada kehangatan dan kebahagiaan dalam hidupnya , selain kehadiran Lisa yang selalu menemani dan mendukung dirinya untuk melakukan apa pun asalkan itu bisa membuat Calista bahagia .
...Bersambung...