Rona

Rona
eps . 43 POV Ardi



nama ku Ardi Grawijaya seorang pengusaha muda , yang sedang menjalankan bisnis papa ku . awalnya dulu aku tidak mau menjalankan bisnis ini , mengingat saat itu tujuan ku hanyalah membalas dendam . namun , dengan kehadiran Yanti di hidup ku . membuat ku mau menjalankan perusahaan papa , mengingat Yanti sangat membutuhkan biaya untuk ke sembuhannya dan karena profesi ku ini . aku di gilai setiap wanita murahan yang membuat ku merasa jijih .


aku hanya punya papa ku , yang masih berusia 60 tahun , sedangkan mama ku sudah meninggal di saat melahirkan ku dan memang papa sangat menginginkan seorang anak , yaitu cucu dari ku . namun , terkadang aku mengelak dari itu . sampai suatu hari aku melihat Yanti yang mulai Sangat dekat dengan dokter pria yang merawatnya . membuat ku sangat kesal dan marah . tapi ku masih bisa menahan emosi ku , sehingga aku memutuskan akan melamar dirinya di malam ini juga dan ke betulan . malam ini aku memiliki waktu , sehingga aku membuat rencana untuk melamar Yanti .


dalam perjalan aku sibuk mengemudi , sekali-kali aku menatap sekilas Yanti yang juga diam menatap dengan bingung . namun , ku tak perduli apa yang sedang dia pikirkan . yang jelas diri ku tak ingin menundah lagi dan tak ingin kehilangan orang yang ku cintai .cukup bagi ku hanya sekali dan tak ingin terjadi ke dua kalinya .


kini aku memberhentikan mobil di sebuah tempat , yang memiliki cahaya yang cukup redup . kemudian aku menatap Yanti yang masih diam di samping ku , dan ku yakin dia sedang melamun .


" turunlah ! kita sudah sampai " ucap ku setelah lama terdiam


" i..ya " jawabnya tersadar dari lamunannya , membuat ku tersenyum dengan tingkahnya


kemudian aku pun turun dan langsung membukakan pintu mobil untuknya . setelah Yanti turun dari mobil dan kemudian aku kembali menutup pintunya . sedangkan Yanti masih melihat di sekelilingnya , mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat yang dapat di jangkau olehnya .


" ayo ! ikut dengan ku sayang ! " ucap ku sembari menarik tangannya lembut


" eemm baiklah , tapi sedang apa kita disini ? " tanya Yanti yang terlihat penasaran


aku pun langsung menarik tangan Yanti dengan lembut untuk mengikuti langkah ku . sampai akhirnya aku berhenti di bawah gemerlap bintang dan sinar rembulan yang terlihat indah . seakan tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya , kemudian aku pun langsung menjentikkan jari telunjuk dan jempol ku . sampai mengeluarkan bunyi memberi isyarat kepada orang yang sudah menunggu di tempat lain dan benar saja . sekali aku menyatukan ke dua jari ku , lampu langsung menyalak di sekeliling ku .


kemudian aku bisa menatap wajah Yanti yang terlihat senang dengan hasil rencana yang ku buat .kemudian aku menarik tangan Yanti lagi mengikuti langkah ku .


" ini baru awal kejutan dari rencana ku sayang ! dan ku harap kamu tak akan menolah kemauan ku ! " seru ku dalam hati dengan senyuman yang tak luput dari wajah ku


aku langsung mendudukkan Yanti di salah satu kursi yang berlapis kain putih serta meja sebagai pembatasnya yang juga ikut berlapis kain putih dan aku duduk di hadapan Yanti yang kursinya juga berlapis kain putih dengan senyuman menatap Yanti . namun , berlangsung aku jadi gelisah . merasa takut bila nanti diri ku akan patah hati lagi dan harus merasa kehilangan lagi .


" sekarang bisa kau katakan ? kita sedang apa disini ? plis jangan membuat ku penasaran ! " ujarnya lagi , membuat ku hanya tersenyum menatapnya yang mulai terlihat tak sabaran


" tenanglah , kau akan segera tau ! " jawab ku dengan santainya


PROK !!! PROK !!!


kemudian aku menepuk ke-dua tapak tangan ku sampai berbunyi merdu . sehingga dua wanita yang ku yakini seorang pelayan datang membawa makanan dan minuman . namun , diri ku terus merasa gelisah , sampai-sampai aku tak menyadari keringat di dahi yang sudah menumpuk dengan mudahnya .


" silahkan di nikmati tuan dan nyonya ! " seru salah satu pelayan tersebut dengan sopan


" terima kasih " saut Yanti dengan senyuman tipisnya kepada pelayan tadi


" apa yang kau pikirkan Ar ? " tanya Yanti pada ku setelah kepergian ke dua pelayan itu


" ti...dak , tidak ada . ayo kita makan , sebelum keburu dingin ! " ujar ku dengan langsung melahap makanan yang sudah di hidangkan oleh pelayan tadi


aku dan Yanti hanya diam menikmati hidangan , dan setelah selesai makan kami sebentar menikmati pemandangan malam yang sangat indah di malam ini . namun , itu hanya sekilas , terlihat Yanti menatap mu dengan bingung dan rasa kesal .


" makanan mu pedas ? " tanyanya pada ku


" gak " jawab ku seadanya


" terus ? kenapa dahi mu berkeringat seperti itu ? apa yang sedang kamu pikirkan ? dan kenapa kamu terlihat gelisah ? " tanya Yanti berturut-turut Kepada ku


" emm baiklah " jawab ku dengan seketika aku berdiri di samping Yanti


aku pun langsung bersujud dengan lutut ku menyentuh kain merah yang melapisi lantai . kemudian aku mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jas ku dan langsung membukanya di hadapan Yanti . memperlihatkan sebuah cincin berlian di dalam kotak yang ada di genggaman ku .


" Ardi apa yang sedang kamu lakukan ? berdirilah ! jangan membuat ku malu ! " ujar Yanti yang terlihat terkejut dari wajahnya dengan suara pelan yang masih mampu ku dengar , namun ku menghiraukan perkataan itu


" Yanti ! diam lah . jangan membuat ku sulit untuk berucap ! aku sudah lama menunggu hal ini ! dan ku harap kau tak akan menolah ku ! " kata ku dengan serius menatap ke atas pada wajah cantiknya


" menunggu ? menolah ? apa maksudmu Ar ? " tanya Yanti yang masih belum mengerti


" sungguh polosnya diri mu sayang , sejak tadi aku gelisah hanya untuk menyampaikan ini . tapi wajah mu yang polos itu memberikan ku lebih banyak ke beranian . untuk tetap melamar mu " dalam hati Ardi


" Yanti ! " seru ku yang mulai jengah dengan tingkahnya yang terus bertanya , membuat ku sedikit kesal


" baiklah " ucapnya yang terlihat pasrah , membiarkan apa yang ku mau


" Yanti Permatasari , aku tau kita mengenal sudah lama dan aku tau , kau masih mencintai dia . tapi izinkan aku untuk berdiri di samping mu dan menjadi pelindung mu . aku serius ingin menjalin hubungan bersama mu , dan aku ingin kita memulai kehidupan baru di masa depan . aku ini kau melupakan masa lalu dan membangun rumah tangga yang baru bersama ku . Yanti Permatasari , mau kah kau berbahagia dengan ku dan menua hidup sampai akhir hidup ku . aku janji aku selalu membahagiakan mu dan tidak apa bila kau tak bisa mencintai ku . cukup aku yang mencintai mu , ku mohon . izin kan ku memiliki mu sepenuhnya untuk ku ? Will you marry me ? " ujar ku dengan tulus dari hati ku , dan Alhamdulillah aku berhasil melamarnya . aku merasa sangat senang , namun aku memendam dulu perasaan ku . karena Yanti belum menjawab perkataan ku


aku dapat melihat Yanti meneteskan air matanya membasahi pipi mulusnya itu membuat ku bingung harus berbuat apa dan akhirnya ku memilih tetap pada posisi ku yang masih bersujud menatap wajahnya yang sendu karena rasa haru pikir ku .


" Ardi apa kamu yakin ? " tanya Yanti masih dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya


" tapi ...aku tidak tau ? apakah ku masih bisa bertahan atau tidak ? aku takut kau pasti akan pergi dari ku ! bila kau menyerah menjaga ku ! " ujar Yanti yang masih belum bisa mempercayai ini semua


" aku tak peduli kamu berpikir apa tentang ku ! yang ku inginkan ...kau ada untuk ku ! dan ku tak akan meninggalkan mu , sebelum azal menjemput ku . karena ku sungguh mencintai mu dan ku sudah melupakan masa lalu " kata ku meyakinkan Yanti akan perasaan ku yang sesungguhnya dan bukan karena rasa kasian terhadapnya


" aku ...."


belum sempat Yanti mengucapkan perkataannya , Yanti sudah pingsan . membuat ku dengan sigap menopang tubuhnya dan dengan panik aku langsung membawa Yanti ke dalam mobil . kemudian melajukan mobil menuju rumah sakit terdekat . sesampai di rumah sakit yang memakan waktu 5 menit itu membuat ku semakin panik membawa masuk Yanti dalam pelukan ku .


" dokter ! suster ! " pekik ku dengan kerasa , karena rasa panik menyelimuti ku


menggendong Yanti menuju salah satu ruangan dengan suster yang menunjukkan ruangan tersebut . sesampainya di ruang itu , aku langsung membaringkan Yanti dengan lembut di ranjang pasien . kemudian terlihat seorang dokter wanita masuk ke ruangan ini .


" apakah anda suaminya tuan ? " tanya dokter itu dengan sopan setelah memeriksa Yanti


" iya , saya suami " jawab ku


" biarin aja aku berbohong , yang terpenting aku akan menikahi mu Yatin dan ku tak akan membiarkan mu lepas dan menjauh dari ku . karena ku terlanjur amat mencintai mu " dalam hati ku tersenyum getir dengan rasa takut kehilangan ke dua kalinya , aku tak inginkan itu terjadi lagi


" selamat pak ! istri bapak hamil 2 bulan ! " seru dokter itu dengan semangat , seketika aku tersadar dari lamunanku


" benarkah dok ? " tanya ku memastikan sambil mengguncang ke dua pundak dokter itu , untuk mengulangi perkataannya


" benar tuan , istri bapak telah hamil 2 bulan . istri tuan pingsang , mungkin di karenakan kelelahan dan kurangnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya . sehingga menyebabkan fisik istri tuan lemah dan ini ada vitamin . serta jangan lupa tuan untuk menulis pendaftaran di administrasi ! " seru dokter wanita itu menjelaskan dan mengingat ku


" baiklah dok terima kasih , saya akan menulis pendaftaran istri saya dok . tapi , apa istri saya perlu di rawat dok ? " tanya ku akhirnya


" di rawat selama 2 hari saja tuan " jawab dokter itu yang masih dengan senyuman di wajah cantiknya dan memang dokter itu masih terlihat muda .


aku pun pergi dari ruang rawat Yanti , dan meninggalkannya yang di temani suster di sana . aku pun langsung menghubungi papa dan penghulu untuk menanyakan tanggal nikah ku dengan Yanti .


aku tak perduli jika Yanti menolak , tapi ku yakin dia pasti mau menikah dengan ku . karena dia sedang mengandung anak ku dan sungguh aku sangat bahagia .


" aku bahagia !!! terima kasih ya Allah ! " teriak ku dalam hati


setelah selesai mendaftar Yanti di administrasi rumah sakit , aku pun kembali ke ruangan Yanti dan terlihat Yanti sudah sadar di saat ku memasuki ruangannya . aku pun kembali menutup pintu ruangan , kemudian suster yang menjaga Yanti keluar .


" sayang ! apa kau tau ? kau saat ini sedang hamil ! " ujar ku dengan semangat dan langsung memeluknya serta mencium bertubi-tubi wajah Yanti yang masih berbaring dengan infus di tangannya


" aku hamil ? kamu gak bohongkan ? " tanya Yanti masih belum mempercayainya


" iya kamu hamil , itu pasti anak ku kan ! " seru ku dengan masih memeluk Yanti


" dan aku akan segera menikah dengan mu ! besok akan ada penghulu datang , dan papa juga akan datang ! " ujar ku dengan semangat


" menikah ? besok ? " tanya Yanti dengan wajah pucatnya


" kenapa ? kamu gak mau menikah dengan ku ? " tanya ku yang seketika menjadi lemas , tapi aku mendudukkan tubuhnya di kursi samping ranjang Yanti


" siapa bilang aku gak mau ? " tanyanya balik dengan senyuman yang tercetak sempurna di wajah pucatnya


" benarkah sayang ! terima kasih ! " seru ku lagi dengan kembali memeluk Yanti dengan kebahagiaan yang menyelimuti hati


" aku juga berterima kasih pada mu Ardi Grawijaya , kamu selalu ada untuk ku . terima kasih ! " ujar Yanti membalas pelukan ku dengan erat


kebahagiaan sungguh sederhana ini , aku harap wanita yang ku cintai saat ini tidak akan pergi dan ku kan terus berusaha untuk menyembuhkan mu Yanti Permatasari . karena ku sangat , sangat mencintai mu !


...*Bersambung...


akhirnya ....


satu masa lalu rona dan Vero berakhir !


tapi ? ada yang tau gak ? siapa orang di balik paket misterius tersebut ?


sorry ya gys , baru update !


karena belakangan ini , aku ada urusan


jadi nunda untuk ngarang , dan sekarang izin pamit . sampai jumpa di eps selanjutnya , salken saya GRASELLA . assalamualaikum* !!!