
...maafkan aku yang telah melepas mu...
...tanpa ku tau bahwa kau adalah...
...pasangan hidup ku...
...~Rona pra Sanjaya~...
...tidak apa-apa bila kau melepas ku...
...tapi tolong janganlah kau pergi terlalu jauh...
...meninggalkan aku...
...dalam rasa sakit hati ku yang sembilu...
...~Vero Arga Pratama~...
...~let's play the reading story~...
" bang hari ini aku cuti ya ? " tanya rona pada abangnya
" emang kamu kenapa ? sakit ? " tanya Raka balik kepada rona
" gak sakit si bang , cuma rona lagi malas ke kantor . kali ini aja ko ? " pinta rona
" iya sudah " ucap Raka dan kemudian berdiri
rona pun merasa senang dan langsung ke kamarnya . kemudian tiba-tiba ada pesan dari nomor tidak iya kenal .
" assalamualaikum rona , ini aku Yanti . boleh ke temuan gak ? "
^^^" wa'alaikumsalam , emang mau ngapain "^^^
" aku mau cerita soal Vero "
^^^" ke temu dimana ? "^^^
" nanti ku kirim alamatnya "
^^^" kapan ? "^^^
" jam 4 sore ya "
^^^" ok "^^^
rona pun mematikan hp nya , dan kemudian dia pergi ke kolam renang yang ada dibelakang rumah . di kolam renang , rona hanya bersantai dengan kaki berendam di dalam kolam .
" Yanti mau cerita tentang Vero ? tapi cerita tentang apa ya ? apa dia mau bilang kalo dia pacaran dengan Vero gitu ? ah sudahlah ngapain ku pikiran , lihat dan dengar aja nanti apa yang mau Yanti katakan ? " dalam hati rona bertanya-tanya
**saat rona mendengar azan , rona pun memutuskan untuk shalat zhuhur di dalam kamar . selesai dia mengambil wudhu di kamar mandi dia pun segera melaksanakan shalat .
selesai rona shalat dia pun memilih untuk menonton film Drakor di laptopnya . sampai waktu azan ashar tiba dia pun shalat lagi . setelah dia pun segera bersiap-siap menemui Yanti sesuai jadwal .
rona juga izin kepada nenek dan Anjani . setelah Salim dan mengucap salam untuk pamit pergi. rona pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang . hingga sampai tujuan rona pun masuk ke sebuah restoran .
" mau ngomong apa** ? " tanya rona saat duduk di depan Yanti
" aku dengar kamu akan nikah " jawab Yanti to do point' nya
" dari mana kamu tau " tanya rona lagi yang merasa terkejut
" dari orang tua Vero , kamu dan Vero mau nikahkan " jawab Yanti dengan senyuman
**mendengar itu rona hanya diam dengan perasaan senang dan juga sedih . sedih karena dia sudah menyakiti hati Vero .
" bagaimana kalo kita pesan makan atau minum dulu** " saran Yanti
" ya sudah , pesankan saja " ucap rona tersenyum senang
**Yanti pun memanggil pelayan , dan setelah di pesan sesuai selera masing-masing . mereka kembali berbicara setelah kepergian pelayan .
" terima kasih** " ucap rona kepada Yanti
" buat apa " tanya Yanti merasa bingung
" atas infonya "
" o sama-sama , emang kamu gak tau ? " tanya Yanti menatap rona
" enggak , aku hanya di minta untuk menikah dan aku gak tau siapa pria yang akan aku nikahin " jelas rona dengan senyuman manisnya
" kalo gitu jaga Vero baik-baik " pinta Yanti tersenyum manis
" pasti , sekali lagi makasih " ucap rona sambil menggenggam tangan Yanti
**rona sangat merasa bahagia , mengetahui orang yang akan menikah dengannya nanti adalah orang yang dia lepaskan , yaitu Vero .
selang berapa waktu pun pelayan datang dengan membawa pesanan mereka berdua dan mereka makan tanpa ada yang berbicara .
" rona aku pulang duluan ya ? aku ada urusan** " kata Yanti selesai makan
" iya sudah , hati-hati ya " ucap rona tersenyum menatap Yanti
" kamu yang harus hati-hati " dalam hati Yanti menatap rona dengan senyuman palsu
**rona masih pada tempat , sedangkan disisi lain Yanti menghubungi Vero di dalam mobil . selesai Yanti menghubungi Vero , Yanti pun menunggu rona keluar dari restoran .
di sisi lain rona pun bersiap-siap untuk pulang , di karenakan mobil rona terparkir di seberang jalan . rona pun melangkahkan kakinya tanpa memperhatikan sebuah mobil kuning melaju kearahnya** .
~Brakk~
**tubuh rona pun terpental , dan tergeletak di jalan bersimbah darah yang keluar dari kepalanya . kemudian rona masih dapat mendengar suara seseorang .
" rona , jangan tutup mata mu . ku mohon kuatlah** " ucap orang itu
" Vero maafkan aku " kata rona memegang pipi Vero dan seketika tangan rona pun tergeletak lemas dan mata yang mulai terpejam
" rona ku mohon , tetap buka mata mu " sergak Vero dengan linangan air mata
**Vero pun membawa rona ke rumah sakit terdekat dengan mengunakan motor ninja Merahnya . sesampainya di sana Vero langsung berteriak memanggil dokter dan suster .
suster dan dokter pun membawa rona menggunakan ranjang khusus pasien .
" Anda tetap di luar , kami akan berusaha menyelamatkan pasien . tolong di isi formulir di tempat administrasi** " ucap Suster tersebut dan meninggalkan Vero yang terus menangis
**Vero pun mengisi formulir pendaftaran rona dengan tangan yang bergetar . setelah selesai dia pun mencoba menghubungi keluarga rona dan semua temannya .
selang setengah jam Abang rona dan teman-temannya pun berdatang dengan tergesa-gesa dan air mata .
" bagaimana keadaan rona** " tanya Raka sambil menyadarkan Vero yang terduduk diam membisu
" bagaimana kejadiannya bang " tanya Revan panik , namun Vero tetap diam
**Vero hanya diam membisu dan tak bersuara , hingga sampai 5 jam dokter pun keluar dari ruang operasi rona .
" siapa keluarga pasien** " tanya dokter menatap orang bergantian yang ada di depannya .
" saya abangnya dok , bagaimana keadaan adik saya dok ? apakah adik saya baik-baik saja ? " tanya Raka dengan khawatir
" keadaan adik anda sekarang sedang koma , jadi butuh beberapa waktu untuk sadar " jelas dokter itu menatap Raka
Raka pun langsung terduduk diam , sedangkan teman rona hanya menangis .
waktu sudah berlalu , musim Seli berganti . Vero , keluarga rona dan teman-temannya bergiliran menemui rona yang tertidur lemas di ranjang rumah sakit .
" ini pasti karena janji Kitakan , kita tidak menepati janji sampai rona kembali lagi ke rumah sakit dengan keadaan yang lebih parah "
kata Serly sambil menangis dan langsung Elsa dan Nura memeluk Serly untuk saling menguatkan satu sama lain
" bukan ini pasti salah ku " ucap Vero sambil menampar ke dua pipi dengan kedua tangannya
" Uda Vero jangan menyakiti diri mu sendiri , aku sudah dapat selidiki melalui sisi tv di restoran . dan aku rasa aku tau siapa yang membuat rona seperti ini " jelas Evan sambil menghentikan perbuatan Vero
" siapa " serentak semua orang yang ada di depan ruang rona
" Yanti " jawab Jeki di belakang Evan
mendengar itu Vero sungguh tak menduga , orang yang dia anggap sebagai saudara menusuknya dari belakang melalui orang yang amat iya cinta .
Vero pun langsung pergi menemui Yanti . namun dihentikan oleh Raka , karena Raka tau apa yang akan dilakukan Vero.
" Vero lebih baik kita laporkan polisi saja , biarkan polisi yang mengatur masalah ini " kata Raka memegang pundak Vero dan Vero pun hanya mengangguk mengerti
Raka pun pergi ke kantor polisi di temani Revan , Jeki , Roky dan Evan . sedangkan kaum hawa dan juga Vero berdiam diri di ruang rona.
Raka menyembunyikan keadaan rona terhadap nenek mereka , karena mereka tau bagaimana jadinya kalo sampai nenek tau . sehingga Raka dan Revan berbohong mengatakan kalo Vero berliburan bersama temannya .
hingga hari nikah rona dan Vero pun tiba . namun rona belum juga sadar , hingga Raka tetap bersih keras menikahkan Vero dan rona di rumah sakit .
nenek pun akhirnya tau tentang kondisi rona yang dirawat di rumah , nenek tau dihari rona yang seharunya akan menikah.
saat ini Vero bersedia menikahi rona , dengan senyuman paksaan . disaat Vero mengucapkan kata-kata tersebut . mereka tidak menyadari jari rona sudah bergerak .
" sah para saksi " ucap penghulunya yang masih bersalaman dengan Vero.
" sah " jawab orang yang ada di ruangan itu kecuali Vero , rona dan nenek yang terus menangis
" sekarang pakaikan cincin di jari manis pengantin mu " kata penghulunya lagi
Vero menuruti perkataan Vero , dan Vero juga memakai cincin di jari manisnya dengan mengunakan tangan rona dengan bantuan jari tangan Vero.
kemudian Vero pun mencium kening rona lama hingga meneteskan air mata . seketika rona pun membuka matanya .
" rona " ucap Vero menatap rona selepas mencium kening rona " dokter " teriak Vero
seketika dokter langsung datang dengan panik . semua orang pun mengucap syukur kepada Allah SWT atas keadaan rona yang sudah selama 2 bulan menutup mata kini telah terbuka lebar .
" baiklah , sekarang semua keluar " pinta dokter dan kemudian fokus memeriksa rona
semua orang pun keluar dan suster menutup pintu ruang rawat rona . selang berapa waktu dokter pun keluar
" Alhamdulillah keadaan rona membaik , dan kalian boleh melihatnya " ucap dokter itu dengan senyuman
" terima kasih dokter " ucap Raka dan masuk kedalam ruangan rona
" rona terima kasih kau sudah sadar kembali " ucap Vero menggenggam tangan rona
" kamu siapa " tanya rona " bang Raka dia siapa" tanya rona lagi menatap Raka
" dia suami kamu rona " setelah mengatakan itu Raka pun menarik Vero keluar menemui dokter
" dok ada apa dengan rona , kenapa dia tidak mengingat ku " tanya Vero menatap dokter
" mungkin rona kehilangan sebagian ingatannya dan kamu harus membantunya secara perlahan jangan terlalu di paksakan " jelas dokter yang merasa prihatin terhadap Vero
" sabarlah Vero , mungkin ini ujian buat kamu " ucap Raka menepuk pundak Vero
" baiklah dokter " kata Vero sedih
dokter pun pergi meninggalkan Raka dan Vero berdiri di depan ruang rawat rona . sedangkan disisi lain rona menatap temannya dan neneknya serta Revan dan seorang wanita dewasa yang dia tidak tau itu siapa .
nenek pun melihat arah pandang mata rona menatap Anjani .
" dia adalah Anjani , kakak ipar mu . istrinya Raka " ucap nenek memperkenalkan Anjani di depan rona
" kapan bang Raka nikah nek " tanya rona menatap Anjani dan nenek bergantian
" mungkin sekitar 4 bulan lebih " jawab Anjani jujur dengan senyuman menatap rona
" Elsa , Nura dan Serly kalian makin cantik ya " ucap rona menatap temannya bergantian
" jelas dong " kata Elsa dengan senyuman
" kamu cepat sembuh ya , setelah itu datanglah di acara nikahan aku " pinta Serly sambil menggenggam tangan rona
" sama siapa " tanya rona dengan dahi berkerut
" Roky , sini " pinta Serly memanggil Roky yang duduk di sofa ruang rawat rona
" Roky teman kelas sebelah dulu ya " tanya rona lagi
Serly yang mendengar pun terkejut dan dia hanya mengangguk pelan .
" kalo Elsa dan Nura** " tanya rona lagi
" aku belum mau nikah , masih pacaran . karena si cowok belum siap katanya " gerutu kesal Nura
" emang kamu mau nikah cepat " tanya evan di belakang Nura
" dia pacar kamu Nura " tanya rona kepada Nura
" iya " jawab Nura dengan pipi merah
" kalo di ingat dulu , kalian musuh . karena berebut untuk jadi ketua bela diri , iya kan ? " tanya rona sambil memutar otak
" iya gitu lah rona , dunia memang sempit . orang yang dianggap musuh kini jadi pacar " jawab Elsa tersenyum menatap Nura dan Evan
" kalo kamu El " tanya rona menatap Elsa
" belum tau kapan nikahnya " jawab Elsa acuh
" emang kamu maunya kapan " tanya Jeki di samping Elsa
" dia pacar kamu Elsa , si kutub es " ucap rona yang merasa terkejut , sedangkan Elsa mengangguk malu-malu
" iya sudahlah , karena kabar kamu sudah membaik kamu pulang dulu ya " ucap Serly
" besok kami kesini lagi " kata Nura
" kamu tetap jaga kesehatan ya rona , jangan sakit terus " pinta Elsa sedih
" baiklah , aku akan jaga kesehatan " saut rona dengan senyuman dan temannya juga senyum
setelah kepergian teman rona , Vero dan Raka pun masuk . rona pun menatap Vero
" aku kapan menikah dengan dia nek " tanya rona menatap nenek sambil menunjuk Vero
" tadi , saat kamu sebelum sadar dan saat Vero menikah dengan mu . kamu pun sadar " jawab nenek sambil mengelus rambut rona
" sekarang kamu Uda jadi menantu ku rona " ucap mama Vero dengan senyuman yang ada di kiri rona
" Vero jaga baik-baik menantu papa ya " pinta papa Vero menatap Vero yang berdiri di sisi ranjang rona
" pasti pa , Vero akan jaga rona dengan segenap jiwa dan raga Vero " jawab Vero tersenyum menatap rona
rona terkejut mengetahui dirinya sudah menjadi istri orang lain . di tambah lagi mendengar perkataan Vero yang rona tau Vero mengucapkan kalimat itu dengan tulus melalui tatapan mata Vero .
" iya sudah sekarang rona istirahat dulu , biarkan Vero yang menjaga rona** " pinta Raka " nenek dan istri ayo kita pulang " lanjutnya
" kami juga ingin pulangkan pa " saut mama Vero tersenyum menatap papa Vero
setelah kepergian orang tua Vero dan keluarga rona . keadaan di ruangan rawat rona pun jadi hening dengan rasa ke canggungan.
" kamu istirahatlah , aku mau shalat isya dulu " kata Vero tersenyum menatap rona , dan rona hanya mengangguk
Vero pun pergi ke kamar mandi di ruang rawat rona . setelah Vero keluar dan melaksanakan shalat . sedangkan rona terus memperhatikan aktivitas Vero .
" kenapa jantung ku terus berdetak kencang , hanya karena memperhatikan dirinya saja " dalam hati rona dengan senyuman mereka
rona pun pura-pura tidur di karenakan Vero sudah selesai shalat . Vero pun memperhatikan wajah rona dengan senyuman kemudian Vero mendekat kepada rona .
~Cup~
" selamat malam istri , bermimpi indah lah " kata Vero setelah mencium kening rona dan membelai rambut rona
" kenapa harus di cium segala si , ini jantung kenapa juga si berdisco " dalam hati rona yang merasa kesal dan terkejut
Vero pun tidur di sopa menyamping sambil menatap rona , hingga perlahan Vero pun tertidur dan rona membuka matanya dan melihat Vero tidur .
" tampan , juga Sholeh . tapi kenapa aku harus nikah dengan keadaan seperti ini si** " kata rona sambil menatap Vero
pagi pun tiba , dan rona terbangun tanpa ada kehadiran Vero di dekatnya.
" dimana dia " tanya rona sambil menelusuri ruangan rawatnya
dari arah pintu terlihatlah Vero memasuki ruangan dengan membawa 2 tas rangsel .
" kamu kapan bangun " tanya Vero menatap rona dengan tersenyum manis
" baru aja dan apa isi tas itu " kata rona
" ini isinya baju mu dan yang ini baju ku " jelas Vero menuju satu persatu tas
" kalo gitu tolong panggilkan suster " pinta rona kepada Vero
" buat apa ? kamu perlu sesuatu , aku akan buatkan bila perlu " kata Vero sambil mendekat kepada rona
rona Mala malu mendengar penuturan Vero .
" panggilkan saja susternya " pinta rona lagi
" katakan dulu perlu apa " kata Vero
" itu mau ke kamar mandi " ucap rona
" iya sudah aku gendong saja " kata Vero dan menggendong rona
rona yang di gendong Vero , sontak saja dia mengalungkan tangannya di leher Vero dan Vero hanya tersenyum senang . sesampainya di kamar mandi , Vero pun mendudukkan rona di kloset .
" kamu mau apa " tanya Vero menatap rona
" tolong panggilkan suster Ve " pekik rona terpotong karena mulutnya ditutup oleh tangan Vero
" baiklah aku akan panggil suster , tapi jangan menjerit lagi. kalo menjerit ke makan mau " kata Vero tersenyum manis menatap rona
rona yang mendengar pun terkejut dan kemudian dia mengangguk dengan pipi merah seperti kepiting rebus .
" jangan bergerak nanti jatuh " pinta Vero setelah melepas tangannya dari mulut rona
saat Vero sudah keluar dari kamar mandi , rona pun menghembuskan nafasnya yang terasa Sulit bernafas di karenakan Vero yang terlalu dekat dengan dirinya .
" ini orang mau nya apa si , kalo orang sakit meminta langsung di turuti ke , ini Mala di bikin kesal dan malu juga si " kata rona
selang berapa waktu pun suster masuk bersama dengan Vero .
" ada apa ibu , ada yang bisa saya bantu " tanya Suster itu
" bantu saya mandi dan kamu Vero keluar " pinta rona
mendengar itu Vero pun baru mengerti dan kemudian dia keluar menahan tawa . di saat suster sibuk memandikan rona dengan pintu tertutup . Vero pun mengeluarkan berapa helaian pakaian dari tas rangsel .
" suster ini bajunya , tolong di pakaian dengan pelan-pelan " tegas Vero dari balik pintu
" baiklah pak " jawab suster kemudian keluar dari kamar mandi dan mengambil baju dari tangan Vero
setelah Vero memberikan bajunya , rona sungguh terkejut mengetahui bajunya dipilihkan oleh Vero .
" ibu bersyukur banget ya punya suami perhatian seperti itu , saya aja punya pacar yang cueknya minta ampun . tapi orangnya ngangenin si** " kata suster sambil membawa rona keluar kamar mandi dan rona hanya tersenyum mengagapinya
setelah suster mendudukkan rona di ranjang dengan sandaran bantal . suster tersebut pun undur diri kepada rona dan Vero .
" aku mandi dulu , kamu kalo perlu apa pun tekan saja tombol ini " kata Vero sambil menunjukan tombol di atas nakas
" iya , makasih "
Vero pun masuk kamar mandi dengan membawa handuk dan bajunya . setelah Vero keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah , rona Mala terpaku menatap Vero yang begitu tampan .
" jangan gitu kali lihatnya , nanti kalo kita uda dirumah . kamu bisa puas lihatin aku " kata Vero tersenyum menatap rona
" siapa juga yang lihatin kamu . narsis bangat si " ucap rona yang kembali sadar dan memalingkan wajahnya
" iya sudah sekarang kamu makan ya " pinta Vero saat mengambil semangkok bubur ayam di atas nakas .
Vero pun menyuapi bubur itu dengan talenta dan penuh kasih sayang kepada rona . rona pun merasa senang mendapat perlakuan dari Vero yang begitu sabar menghadapinya .
setelah selesai makan , rona pun istirahat di temani Vero . selang berapa waktu nenek , Anjani , Revan dan Raka pun datang dengan membawa rantang makanan .
" assalamualaikum " ucap Anjani memasuki ruangan rona
" wa'alaikumsalam " jawab rona dan Vero bersama menatap ke arah pintu
" Vero Uda sarapan belum " tanya nenek mendekati rona dan Vero
" belum nek " jawab Vero dengan senyuman
rona yang mendengar pun terkejut , padahal ini sudah mau siang dan Vero belum sarapan .
" ya sudah kamu makanlah , semalam kamu juga belum makankan " kata Anjani tersenyum manis kepada Vero dan rona
rona yang mendengar makin terkejut lagi , sedangkan Vero pun memakan isi rantang yang di letakan oleh Anjani di meja dekat sopa . Vero makan begitu lahap dan rona menjadi merasa bersalah dan dia juga bersyukur memiliki seorang suami seperti Vero .
rona di rawat di ruang VVIP , sehingga ruangan rona begitu lengkap dan nyaman .
...Bersambung...
sampai sini dulu ya teman2 dan mungkin aku agak terlambat untuk mengarang cerita .
sekedar saran : bila cinta maka kejarlah , asalkan kau dan dia bahagia . tapi bila kau mengejarnya dan dia merasa tidak bahagia . maka lepaskanlah , sebelum kau menyesalinya.
karena mencintai adalah pilihan untuk menjalani kehidupan yang nyata .
jangan seperti Yanti dan juhan ya teman2
see you , in season next friends
sekian , assalamualaikum