
"Emang ini apaan kek?" Ucap Takeshi yang di mana hal itu seketika membuat Yami berbalik arah, dirinya melihat ke arah Takeshi dengan tatapan tajam.
"Eh... Apakah aku mengatakan hal yang salah?" Ucap Takeshi dengan wajah takut.
"Fufu kau lihat ini Takeshi, kakekmu ini tidak mau dipanggil dengan sebutan kakek, oleh karena itu dirinya berbalik arah menatapmu..." Ucap Karina sambil terkekeh geli, melihat Yami yang berbalik arah, karena tidak mau di panggil dengan sebutan kakek.
"Hah? Siapa bilang, aku tidak peduli akan hal itu, hanya saja... Ini pertama kalinya aku di panggil seperti itu oleh cucuku... Sebelumnya aku belum pernah di panggil seperti itu oleh cucuku, sebab mereka masih seorang bayi kecil, jadi aku cukup terkejut dengan kau mengatakan hal seperti itu..." Ucap Yami yang membuat suasana menjadi hening.
"Ah lupakan, sekarang Magic Three Color Crystal lebih penting, atau biasanya sering di sebut dengan nama Magre Cotal, sebuah mata uang yang sangat luar biasa di Alam Semesta yang berbeda, di sana Magre Cotal adalah mata uang yang di pergunakan di sana."
"Mungkin bagi alam semesta lain, batu ini cuman Kristal tiga warna yang bercahaya saja, tapi di sana ini adalah mata uang yang sangat diperlukan."
"Pertama dari Kristal berwarna biru, ini yang paling rendah nilai tukarnya, satu Kristal seperti ini yang berwarna biru, dapat membeli dua roti dan sekotak susu."
"Kedua dari Kristal berwarna merah, satu Kristal warna merah, nilai tukarnya setara dengan seribu warna biru, dan biasanya seratus Kristal warna merah, dapat membeli sebuah kota sedang."
"Ketiga dan sekaligus yang terakhir, Kristal warna kuning, satu Kristal warna kuning setara dengan sepuluh ribu Kristal warna merah, atau bisa dikatakan sepuluh dari Kristal warna kuning, setidaknya dapat membeli sebuah planet kecil." Ucap Yami yang menjelaskan mengenai Magre Cotal.
"Begitukah... Bukankah itu berarti, ruang Harta ini sangat menakjubkan!" Karina tidak menyangka bahwa ruang harta milik Negeri Bulan begitu luar biasa, sebab memiliki banyak sekali Magre Cotal, yang bahkan menumpuk layaknya sebuah bukit kecil.
"Itu benar, tapi itu hanya berlaku di alam semesta itu saja, dan mungkin di beberapa alam semesta lainnya, tapi di alam semesta ini Magre Cotal sangatlah tidak berharga, kecuali untuk menjadi hiasan semata saja." Ucap Yami yang menggelengkan kepalanya.
"Tapi setidaknya kita dapat menyimpannya, dan jika suatu saat kita berada di alam semesta itu, maka kita sudah memiliki uang yang sangat banyak." Ucap Karina melontarkan sebuah saran, mendengar perkataan dari Karina, Yami berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Kau benar, ini akan berguna di masa depan, baiklah ayo kita simpan semua harta ini! Kalian simpan harta dengan kertas jimat ini, yang perlu kalian lakukan hanyalah menaruh kertas jimat ini, di tumpukan harta itu." Ucap Yami yang mengeluarkan beberapa kertas jimat yang terlihat sama.
"Shāman jumon: Sutēji San: Sunpō shūnō."
"Kertas jimat ini dapat menyimpan suatu barang, yang perlu kalian lakukan hanya menempelkannya saja, ke barang yang ingin kalian simpan." Ucap Yami yang selesai memberikan masing-masing satu kertas jimat.
Lalu mereka mulai meram- Ahem menyimpan beberapa barang berharga tentunya, selesai melakukan hal itu, Yami dan yang lainnya akhirnya selesai.
"Huff... Selesai juga akhirnya..." Gumam Miruno dengan wajah lelah.
"Yah kau, Hem... Ada satu yang tersisa di sini?" Ucap Takeshi yang menemukan sebuah benda, Yami yang mendengar hal itu melihat ke benda yang Takeshi maksud, melihat benda itu Yami seketika berteriak.
"Jangan sentuh benda itu!" Ucap Yami dengan segera berlari ke arah Takeshi, dan menahan Takeshi dari menyentuh barang tersebut.
"Kenapa sayang? Apakah benda itu sangat berbahaya?" Ucap Karina dengan wajah khawatir.
"Benda ini merupakan alat yang sangat berbahaya, sebab sekali di pakai, maka orang tersebut akan mengalami rasa sakit yang luar biasa, dan akhirnya tubuh orang tersebut akan terbakar, yang akhirnya hanya menyisakan tulang-belulang."
"Kemudian tubuhnya akan di kendalikan oleh Kalung itu, dan menyebabkan kekacauan, semakin banyak orang yang dirinya bunuh, maka akan semakin kuat pula dirinya." Ucap Yami yang seketika membuat semua orang menjadi terdiam.
...
...
...
Di suatu tempat di kota, Negeri Bulan, di dalam sebuah bar yang masih buka, dan dipenuhi oleh banyak pria yang saling minum, dengan wajah bersemangat dan saling tertawa.
Kieru dan Angela saat ini berada di sana, tapi mereka saat itu sedang menjadi tidak terlihat, mereka pergi mengekstrak kenangan setiap orang yang berada di dalam bar, tepat saat Kieru akan menempelkan kertas jimat ke seorang pria, tiba-tiba saja pria itu melihat ke arahnya.
Kieru menjadi terdiam, dirinya melihat ke arah Angela apakah dirinya menjadi terlihat, tapi melihat Angela yang menggelengkan kepalanya, membuat Kieru menjadi bingung, bagaimana pria yang berada di depannya dapat melihatnya.
Setelah berpikir sejenak, Kieru memutuskan untuk mencoba beberapa hal, dirinya mengarahkan tangannya ke depan pria itu, tapi pria itu tidak menimbulkan reaksi apapun, yang di mana hal ini membuat Kieru menjadi bingung.
Dirinya segera mengajak Angela untuk pergi dari bar, mereka berdua pergi ke sebuah gang gelap, dan pria yang sebelumnya Kieru kira dapat melihatnya, juga pergi ke tempat mereka berada.
"Siapa kalian? Apakah kalian anggota pemberontak yang ahli dalam menjadi tidak terlihat?" Ucap pria tersebut dengan nada dingin, mendengar pertanyaan dari pria tersebut, Kieru dan Angela saling berpandangan.
"Ouh kalian tidak mau menjawab ya? Maka aku akan memaksa kalian untuk menjawab pertanyaanku, meski kalian menjadi tidak terlihat, dan bau kalian juga tidak dapat dicium, tapi kalian tidak dapat menghilangkan hawa keberadaan kalian." Ucap pria tersebut yang bersiap dalam posisi bertarung.
Kieru yang tahu bahwa dirinya dan Angela tidak dapat bertarung, karena akan menimbulkan keributan, maka memutuskan untuk segera melarikan diri, mereka segera berlari dengan cepat meninggalkan pria tersebut di Gang tersebut.
Pria itu segera menyadari hawa keberadaan Kieru dan Angela menghilang, dirinya tahu bahwa Kieru dan Angela melarikan diri, pria itu segera berlari juga menuju ke arah Kieru dan Angela berada, sesuai instingnya yang menuntun menuju ke arah hawa keberadaan dari Kieru dan Angela.
Kieru yang melihat bahwa mereka di kejar, merasa tertekan dirinya terus berpikir apa yang harus dilakukan, dan akhirnya Kieru memutuskan berlari secara berbelok, antara satu gang ke gang yang lainnya.
Meski begitu pria itu masih terus mengejar mereka berdua, yang melihat bahwa mereka tidak akan dapat pergi dari pria itu, Kieru akhirnya memutuskan untuk membuat sesuatu hal yang besar.
Tapi sebelum itu sempat terjadi, pria itu sudah mengeluarkan kekuatanya, yang menuju ke arah Kieru dan Angela.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...