Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 83 - Masa Lalu Part 8



"Wow kau dari tadi terus berjalan, tapi tidak tahu harus ke mana?" Ucap Hanobusho dengan nada sarkasme.


"Aku tahu! Aku hanya bingung mau pergi ke mana terlebih dahulu... Di dunia ini terdapat lima Kota besar: Ibukota Kekaisaran Star Plan Platinum Power, Utara Foshel, Selatan Granwit, Timur Tatakaruno, dan Barat Bacrogo."


"Sementara itu terdapat Sepuluh Kota Tingkat Menengah: di bagian Pusat di sekitar ibukota terdapat kota: Crusniso, Elomotosi, di Utara ada: Rejigonon, Scrihenil, di Selatan ada: Savubel, Qinotofo, di Timur ada: Honpojo, Janufrei, sementara di Barat ada: Unminol, Lonfobo."


"Juga terdapat Seratus Desa, yang di mana terdapat sepuluh desa di setiap penjuru, dari Pusat, Utara, Selatan, Timur, dan Barat." Ucap Yami yang mengelus dagunya.


"Lalu kalau begitu mari kita mulai dengan kota Lonfobo." Ucap Hanobusho yang mengajukan sebuah saran.


"Tapi kita lebih dekat dengan kota Bacrogo?" Ucap Yami yang menggaruk kepalanya.


"Kalau begitu Bacrogo saja, kau ini lama sekali dalam memilih." Ucap Hanobusho dengan nada kesal.


"Masalahnya kota Bacrogo itu tempatnya berada di dataran tinggi, yang di mana cukup merepotkan untuk melaluinya." Ucap Yami yang kembali berpikir.


"Sialan bilang saja kau mau meminjam kekuatanku?" Ucap Hanobusho dengan nada kesal, sebab Yami hanya memutar kata-kata saja.


"Hah? Tidak... Aku tidak membutuhkan kekuatanmu, aku hanya bilang bahwa membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai ke Lonfobo, sementara untuk ke Bacrogo harus melalui jalan yang sulit, karena itu aku sedang mempertimbangkan mau ke mana..." Ucap Yami yang menjawab dengan nada datar.


"..."


"Hem... Baiklah kalau begitu, aku memilih untuk pergi ke Bacrogo saja." Ucap Yami sebelum akhirnya mengeluarkan sepuluh kertas.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Hikō." Sepuluh kertas berubah menjadi cahaya, lalu Yami mulai melayang di udara, kemudian Yami pergi menuju ke arah barat.


...


...


...


"Hei nak! Mana pesananku!"


"Minumannya mana!"


"Aku mau pesan!"


"Hei kau tahu tidak! Katanya akhir-akhir ini terdapat seorang pemburu baru, yang sangat ahli loh, pemburu itu selalu bertarung menggunakan pedangnya, pedang itu terlihat seperti pedang biasa dari sekali pandang, tapi saat pemburu tersebut menebaskan pedangnya, pedang itu katanya dapat menebas apapun loh!"


"Benarkah? Apakah itu nyata!"


"Hei hei hei! Tidak mungkin ada pemburu sehebat itu! Jika memang ada seharusnya dia menjadi bagian dari kesatria!"


"Dia benar!"


"Aku tidak bohong, itu nyata, katanya dia menjadi pemburu sebab ingin mengelilingi berbagai tempat di dunia, sudah satu tahun sejak namanya eksis tahu, kalian saja yang ketinggalan berita!"


"Apa! Sudah satu tahun!"


"Katanya dia juga pernah ditawari untuk menjadi Kesatria seorang Duke!"


"Apa! Duke! Serius!"


"Benar! Dia juga katanya beberapa kali menolong Putri kelima dan ketujuh!"


"Benarkah itu! Kalau seperti itu bukankah dirinya seharusnya menjadi sangat terkenal!"


"Tentu saja dia menjadi sangat terkenal! Hanya saja yang mengetahui mengenai dirinya kebanyakan hanyalah para Pemburu dan Pedagang, dan hanya melalui mereka biasanya suatu informasi mengenai dirinya tersebar!"


"Dasar kalian orang-orang ketinggalan berita!"


"Dia sekarang sudah mengelilingi seluruh tempat di dunia! Dari seratus desa! Sepuluh kota tingkat menengah, dan empat kota besar! Saat ini yang belum dirinya kunjungi adalah ibukota Kekaisaran!"


"Benarkah!"


"Itu benar! Aku mendengar kabar bahwa dia sebenarnya sedang mencari sesuatu, dan bukan hanya mengelilingi dunia tanpa tujuan!"


"Apa yang sebenarnya sedang dirinya cari?"


"Aku tidak tahu! Tapi yang pasti bahwa dia berasal dari bagian Barat Kekaisaran Alvatarona! Dan namanya adalah Yami Tanaka!"


...


...


...


"Sudah setahun kita mencari orang yang belum pasti ada? Kau yakin bahwa dia kemungkinan besar berada di ibukota Kekaisaran Alvatarona?" Ucap Hanobusho dengan nada lelah dan malas.


"Siapa tahu? Lagi pula jika aku tidak berhasil menemukannya, maka aku akan segera pergi dari dunia ini." Ucap Yami yang mengangkat bahunya, sambil terus melayang di udara, di atas banyaknya pepohonan di hutan yang dekat dengan Ibukota.


Selama setahun Yami menyebarkan namanya, layaknya api yang membakar habis sekitarnya, Yami memilih untuk menjadi Pemburu, sebab itu salah satu profesi yang paling mudah untuk bepergian dan mendapatkan informasi.


Dalam setahun Yami juga telah banyak bertemu berbagai macam orang, melihat berbagai budaya, tempat, makanan, tradisi, profesi, dan lainnya.


Yami juga sudah pergi ke seratus desa, sepuluh kota tingkat menengah dan empat kota di setiap arah mata angin, sekarang hanya ibukota Kekaisaran Alvatarona yang belum pernah Yami kunjungi.


Yami sekarang juga hampir memiliki kekuatanya, yang sama dengan di kehidupan sebelumnya, karena hal itu Yami telah menciptakan lebih banyak mantra, yang sangat membantunya.


...


...


...


"Jadi... Kau... Merlin? Seperti Merlin sang penyihir, yang merupakan teman Raja Arthur?" Ucap Yami dengan wajah bingung, sambil menatap heran kepada sesosok perempuan yang berada di depannya.


Kembali ke sepuluh menit yang lalu, tepat saat Yami sedang melayang dan sampai di udara ibukota Kekaisaran Alvatarona, tiba-tiba saja sebuah lingkaran sihir muncul, dan Yami tidak berhasil menghindar tepat waktu.


Yang membuatnya terbawa ke sebuah ruangan gelap, yang hanya terdapat sebuah meja, dua kursi, yang salah satu kursi sudah ditempati oleh seorang perempuan, yang memakai topi ala penyihir, yaitu topi bundar yang atasnya runcing berwarna putih, dengan gaun berlengan panjang, dan memakai jubah yang disertai rumbai-rumbai di bagian bawah jubah, dan di bagian sekitar leher berwarna biru muda, serta sepatu berwarna biru muda.


Perempuan itu mempersilahkan Yami untuk duduk, lalu memunculkan segelas teh, kemudian meletakkannya didepan Yami, lalu perempuan itu mengaku sebagai Merlin yang berasal dari bumi.


"Benar, aku Merlin Penyihir Agung Kerajaan Inggris, dan merupakan teman baik Raja Arthur." Ucap perempuan tersebut dengan nada penuh keanggunan dan kebijaksanaan.


"... Bukankah kau seorang pria?" Ucap Yami dengan nada ragu-ragu, dan wajah penuh kebingungan total, sebab di kehidupan sebelumnya, di bumi tempat Yami berasal sebelumnya, yang dirinya merupakan orang Indonesia, dirinya pernah bertemu dengan Merlin sang penyihir, dan dia merupakan seorang pria, bukan seorang perempuan.


Karena hal itulah, Yami saat ini menjadi sangat bingung sekaligus sangat terkejut, dirinya ingin mengatakan kau palsu, tapi sepertinya itu akan membuatnya menjadi sangat malu, oleh karena itu Yami hanya diam sambil menunggu penjelasan.


"...! Sejarah terkadang tidak sesuai dengan kenyataan, aku seorang perempuan yang lahir dari ayah manusia dan ibu succubus." Ucap Merlin dengan menggelengkan kepalanya, lalu berbicara mengenai dirinya.


"...? Begitukah... Lalu kenapa kau bisa berada di dunia ini? Apakah kau yang menciptakan lingkaran sihir skala besar di Segitiga Bermuda?" Ucap Yami dengan wajah tegas.


"Sayangnya itu bukan perbuatanku..." Ucap Merlin dengan tersenyum lembut.


"Jika bukan dirimu lalu siapa? Dan mengapa kau bisa berada di dunia ini?" Ucap Yami dengan mengkerutkan keningnya.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...