
"Sebelumnya kau bilang bumi mengalami perang? Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Yami yang kembali bertanya mengenai keadaan bumi.
"Aku juga tidak tahu pasti, tapi aku mendapatkan banyak rumor, bahwa bumi mengalami perang, setiap faksi mulai berperang satu sama lain, bahkan para makhluk yang tidak ingin menarik perhatian selama jutaan tahun juga pada keluar."
"Untuk masalah apa alasan perang, itu karena ada orang gila, yang membeberkan semua hal rahasia di seluruh dunia ke publik, dari rahasia mengenai bahwa Dewa-Dewi itu sebenarnya ada, kemudian monster mitos dan lain-lainnya."
"Mungkin kalau hanya gambar atau video pasti tidak akan ada yang percaya, masalahnya orang itu membawa fakta itu sendiri ke publik."
"Dia menangkap beberapa Dewa-Dewi, serta makhluk mitos lainnya, serta membawa benda-benda Pusaka, karena melihat secara langsung manusia jadi mempercayai hal itu."
"Para manusia biasa akhirnya mulai mencoba bergabung ke suatu faksi, dan para faksi akhirnya memutuskan untuk menampakkan diri, karena itu beberapa perselisihan terjadi."
"Dan akhirnya karena gesekan terus-menerus perang akhirnya pecah, jika sebelumnya hanya perang yang diketahui oleh Dunia Supranatural, sekarang dunia manusia biasa juga ikut mengetahui dan terlibat."
"Aku tidak tahu kelanjutannya, apakah bumi hancur akibat perang, atau di mana sekarang letak orang yang memulai perang, dan apakah manusia musnah atau tidak, aku tidak tahu sebab aku keburu terhisap Black Hole." Ucap Wick yang menjelaskan semua hal yang dirinya ketahui.
"Begitu... Lalu bagaimana kau bisa terluka, aku tahu kau ini sangatlah kuat..." Ucap Yami sambil menatap ke arah Wick.
"Aku menikah dengan putri bulan, kau tahu mengenai Putri Kaguya?" Ucap Wick sambil tersenyum.
"Putri Kaguya? Dewi Kaguya?" Ucap Yami dengan wajah bingung.
"Bukan, meski memiliki nama yang sama, mereka dua hal yang berbeda! Putri Kaguya sosok bayi yang di kirim ke bumi dari bulan, masa kau tidak tahu?" Ucap Wick dengan wajah kesal.
"Tidak..." Ucap Yami dengan santai.
"Ugh... Lupakan, aku menikah dengan Putri Kaguya, kami tinggal di Negeri Bulan, di sana keadaan tentram tanpa hambatan, lalu kami akhirnya memiliki anak, Kaguya sedang mengandung anakku."
"Tapi dirinya jatuh sakit, entah sakit apa dan aku mendengar kabar bahwa ada obat, yang dapat menyembuhkan penyakit apapun di suatu planet, aku berniat untuk mengambilnya."
"Tapi sesampainya di sana aku ternyata dijebak, itu hanyalah rumor yang di buat oleh para pemberontak, yang ingin menggulingkan kekuasaan ayahnya Putri Kaguya."
"Aku bertarung habis-habisan dengan mereka, tapi mereka sangatlah banyak, aku terpaksa harus bersembunyi di suatu planet, akhirnya setelah aku cukup sembuh aku ingin segera kembali ke Negeri Bulan, nah pas pada saat itu Bajak Laut Ruang Angkasa datang."
"Jadi aku menggunakan mereka untuk mengantarku kembali ke Negeri Bulan, dan saat di perjalanan kami menemukan Pesawat Ruang Angkasa yang rusak itu, para Perompak ingin mengambil barang di pesawat itu jika masih ada yang tersisa, karena menurutku itu tidak masalah jika sudah tidak ada orang yang selamat."
"Eh aku malah berakhir bertemu kembali dengan kenalan lama, tapi aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu kembali denganmu, meski penampilanmu sudah banyak sekali berubah, tapi aku masih dapat melihat aura yang sama, seperti yang kau miliki dulu." Ucap Wick sambil tersenyum lebar kepada Yami.
"Begitukah... Kalau seperti itu maka aku juga akan ikut denganmu, Bulan yang kau maksud adalah Bulan milik Bumi bukan?" Ucap Yami kepada Wick yang menjelaskan hal yang dirinya pikirkan.
"Ya... Kau ingin ke bumi?" Ucap Wick dengan wajah bingung.
"Benar... Di sana aku memiliki orang-orang yang cukup penting bagiku, ah sekarang namaku Yami." Ucap Yami yang memberitahukan nama barunya.
"Yami? Ouh apakah kau sekarang memiliki identitas sebagai orang Jepang? Menarik sekali..." Ucap Wick sambil tersenyum tipis.
"Lalu apakah kau membutuhkan bantuanku, untuk menbantumu menyelematkan istrimu kembali?" Ucap Yami kepada Wick sambil menggaruk kepalanya.
"Baik, tapi sebelum itu aku perlu membawa masuk orang-orangku." Ucap Yami yang segera turun kembali ke pesawat ruang angkasa, saat Yami sampai di dalam ruang kontrol dirinya terkejut, dengan semua orang yang saling waspada.
"Ada apa ini?" Ucap Yami dengan wajah bingung.
"Ayah... Perempuan itu tiba-tiba saja terbangun, dan berbicara bahasa yang tidak kami mengerti, dirinya tiba-tiba saja mengeluarkan senjata dan mengarahkannya kepada kami, meski kami sudah mencoba menenangkannya, tapi kami kesulitan berkomunikasi jadi berakhir seperti ini." Ucap Kieru yang menjelaskan semuanya.
"Begitukah...? Kalian tenang dulu, dan Stella lama tidak bertemu?" Ucap Yami kepada perempuan yang berada di hadapannya.
"Eh? Bagaimana kau tahu namaku! Dan kau bisa berbahasa Hrenkol?" Ucap Stella dengan wajah terkejut.
"Stella Caerulea... Kau melupakan ayahmu?" Ucap Yami sambil tersenyum tipis, hal ini seketika membuat Stella terdiam, dirinya bahkan sampai melepaskan senjatanya yang berupa sebuah pistol.
"A-ayah!" Ucap Stella yang segera berlari sambil mengeluarkan air mata, menuju ke arah Yami dengan sangat cepat, dirinya segera memeluk erat-erat Yami.
"Puk!" "Puk!"
Yami menempuk pundak Stella, lalu dirinya mengusap pelan kepala Stella, melihat pemandangan hal yang sangat mencengangkan, membuat semua orang menjadi sangat terkejut terutama Karina.
"Nah... Sudah baikan?" Ucap Yami sambil melepaskan pelukan dari Stella.
"Ya... Ayah... Selama ini kau ke mana saja?" Ucap Stella sambil menatap tajam ke arah mata Yami.
"Aku... Di pindahkan ke Univers paralel ini, karena itulah kenapa aku tidak dapat pergi menemuimu." Ucap Yami yang mengusap kepala Stella dengan lembut.
"Begitukah... Lalu kenapa wajahmu berubah?" Ucap Stella dengan wajah penasaran.
"Yah aku hanya mencoba menjalani kehidupan di tempat yang baru, oleh karena itu aku mengubah penampilanku." Ucap Yami sambil tersenyum kecut.
"Benarkah?" Ucap Stella yang menatap tajam ke arah mata Yami.
"Ya haha itu benar..." Ucap Yami yang menggaruk kepalanya.
"Benar, bagaimana... Kabar kedua ibumu?" Ucap Yami sambil menatap ke arah lantai.
"Mereka... Sudah tiada... Sudah berpuluh-puluh tahun sejak ayah menghilang..." Ucap Stella yang menundukkan kepalanya.
Yami di kehidupan sebelumnya memiliki tiga istri, yang pertama adalah ibu Stella yang meninggal sesaat setelah melahirkan Stella, kedua seorang ratu dari suatu planet, ketiga dan merupakan istri pertama Yami, yang merupakan seorang keturunan Malaikat dengan setengah Dewa, yang pada akhirnya menjadi membuatnya menjadi Goddess of Angels.
Dewi para malaikat, yap dia setengah Dewi dan setengah Malaikat, sungguh hal yang tidak terduga, meski dirinya merupakan sosok yang sangat luar biasa, dirinya masih tetap makhluk yang mencintai sesuatu, dan hal yang di cintainya adalah Yami.
"Bagaimana mereka mati?" Ucap Yami dengan suara serak.
"Melihat ibu kedua meninggal, karena usia tua, ibu pertama akhirnya memilih bunuh diri, sebab sudah tidak ada lagi orang yang dirinya kenal, yang masih hidup, oleh karena itu dirinya memilih untuk mengakhiri hidupnya." Ucap Stella dengan suara lirih, mendengar suara Stella Yami terdiam.
"Huff... Bagaimana dengan kakak-kakakmu?" Ucap Yami yang bertanya dengan wajah tetap tanpa ekspresi kepada Stella, dirinya tidak ingin putrinya melihat ayahnya menangis, oleh karena itu dirinya berusaha sekuat tenaga untuk tetap kuat.