
Saat ini Aishu sedang berlari menuju ke arah ruang kontrol kamera CCTV, dalam perjalanannya Aishu bertemu cukup banyak penjaga, meski mereka sedikit memperlambatnya, tapi dirinya berhasil mengalahkan setiap penjaga tersebut.
"Sigh... Para penjaga ini banyak sekali, aku harus mengalahkan mereka semua dengan cepat." Gumam Aishu yang saat ini sedang melihat ke arah banyaknya penjaga, yang mencoba untuk menghalanginya.
...
...
...
"Hei Emi jangan terlalu cepat, aku tidak dapat mengejarmu jika kau berari terlalu cepat!" Ucap Yuu yang berlari mengejar Emi, sambil terus menghajar setiap penjaga yang dirinya temui.
"Kau saja yang terlalu lambat Yuu!" Ucap Emi dengan tertawa kecil, sambil terus menghajar setiap penjaga yang dirinya temui, hingga tidak sadarkan diri.
"Ya ampun... Aku seharusnya tadi menolak hal ini..." Ucap Yuu yang menghela nafas, sambil terus mengejar Emi dari belakang.
...
...
...
"Rin, apakah kau lelah? Dari tadi kau sudah menggunakan Mantra sihir lebih dari yang biasanya, seperti merapalkan Mantra Sihir bola api?" Ucap Aoma yang terlihat khawatir kepada Rin, karena tidak seperti biasanya, Rin seharusnya sudah terlihat lelah jika terus merapalkan mantra sihir, tapi kali ini Rin terlihat tidak lelah sama sekali yang membuat Aoma bingung.
"Aku baik-baik saja Aoma, aku memiliki kolam Mana yang sangat besar sekarang! Karena sebelumnya aku berlatih di bagian kontrol Mana, yang membuat Mana milikku terkuras sampai habis, dan mengisinya kembali, lalu menghabiskannya kembali." Ucap Rin yang menjelaskan sambil tersenyum lembut kepada Aoma.
"Hal itu membuat Kolam Mana yang aku miliki menjadi meluas, oleh karena itu sekarang aku tidak akan kelelahan, jika hanya menggunakan dua ratus Mantra Sihir biasa." Ucap Rin yang menatap ke arah Aoma.
"Begitukah! Itu hebat, kalau begitu ayo kita bergerak dengan lebih cepat!" Ucap Aoma yang tersenyum mendengar kabar baik dari Rin, kemudian mereka berdua bergegas mencari keberadaan dari para manusia biasa, yang ditangkap di tempat tersebut.
...
...
...
"Sial apa yang harus kita lakukan sekarang, anak anak itu terus menghajar setiap orang kita!" Ucap seorang penjaga yang saat ini sedang berada di ruang kontrol kamera CCTV.
"Kita hanya harus mengirimkan lebih banyak orang-orang kita, suruh semuanya untuk menghabisi anak-anak tersebut, biarkan para VIP tanpa penjagaan!" Ucap seorang penjaga yang terlihat seperti pemimpin dari para penjaga, yang menjaga di ruang kontrol kamera CCTV.
"Baik pak!" Ucap dua penjaga yang sedang menjaga setiap monitor, mereka berdua kemudian menyalakan mikrofon.
"Perhatian kepada semua penjaga, segera pergi untuk menghadapi para penyusup, tinggalkan para VIP di dalam ruangan, segera pergi hadapi para penyusup, sekali lagi di ulangi segera tinggalkan para VIP dan pergi menghadapi para penyusup!" Terdengar suara dari pengeras suara yang bergema di seluruh Wilayah Mistis tersebut.
...
...
...
Sementara itu di tempat lain, di suatu tempat yang sangat-sangat jauh dari tempat Aishu dan teman-temannya berada, terdapat sekelompok perempuan yang terkurung di dalam jeruji besi, dan memiliki kalung dan gelang yang terbuat dari besi, di kedua kaki dan tangannya, yang juga terdapat rantai.
Entah bagaimana, apakah itu sebuah takdir atau hanya sebatas kebetulan, atau di direncanakan oleh seseorang.
(Note: Saya maksudnya:) hehe)
Tiba-tiba saja pintu besi yang tertutup, tiba-tiba saja terhempas terbang, yang untungnya tidak mengenai siapapun, lalu muncullah sesosok pria yang sedang menatap ke sekitar ruangan.
"Sial, aku malah menemukan para manusia biasa yang akan di jual, bukan Shaman itu..." Ucap pria tersebut dengan wajah kesal, yap pria tersebut adalah Yami, yang sedang mencari keberadaan dari Shaman, yang membuat tempat tersebut.
"Sigh..." Ucap Yami yang menghela nafas lalu dirinya mengeluarkan banyak Kertas Jimat, lalu melemparkannya ke arah setiap sel jeruji besi, yang mengurung setiap manusia biasa.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Seinaru hi."
Kemudian api mulai membakar sel jeruji besi, yang membuatnya meleleh, para perempuan yang dikurung sebelumnya melihat hal tersebut dengan wajah tidak percaya, mereka menatap Yami dengan wajah bingung sekaligus menatapnya dengan tatapan hormat, dan penuh dengan ekspresi penyembahan dari setiap perempuan tersebut.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: U~ōmuhīrā."
Kemudian Yami mengeluarkan Kertas Jimat lagi, lalu melemparkannya ke setiap para manusia biasa, yang secara perlahan tapi pasti mulai menyembuhkan setiap luka yang mereka alami, lalu Yami mengeluarkan Kertas Jimat lainnya.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Kami no fuku."
(Note: Artinya, Kami no fuku \= Pakaian Kertas)
Kemudian muncullah banyak kertas, yang mulai secara perlahan tapi pasti menuju ke arah setiap perempuan, lalu mulai menempel ke tubuh mereka, kemudian secara perlahan kertas-kertas tersebut mulai membentuk pakaian yang layak, yang cocok dengan tubuh dari setiap perempuan tersebut.
"Aku harus pergi mencari Shaman yang menjalankan tempat ini, oleh karena itu kalian harus tetap di sini untuk sementara waktu, nanti aku akan kembali lagi, sementara itu kalian dapat menungguku sambil makan dan minum." Ucap Yami yang mengeluarkan berbagai macam makanan dan minuman, lalu semua makanan dan minuman tersebut melayang ke arah setiap perempuan.
Lalu Yami melihat ke arah mereka untuk terakhir kalinya, sebelum dirinya segera bergegas pergi dari sana, untuk mencari keberadaan dari Shaman yang membuat tempat tersebut.
...
...
...
Aishu yang sebelumnya mencari keberadaan dari ruang kontrol kamera CCTV, saat ini dirinya sudah menemukan tempat tersebut, di sana Aishu melihat ke arah tiga penjaga, satu terlihat layaknya pemimpin dari kedua penjaga tersebut.
"Apa yang kalian tunggu! Serang anak itu!" Ucap pemimpin dari kedua penjaga, kedua penjaga yang mendengar perintah dari pemimpin mereka, segera berlari menuju ke arah Aishu dan mencoba untuk menghajar Aishu.
Tapi dalam kurun waktu lima detik Aishu sudah membuat mereka tumbang, dengan memukul terus-menerus mereka hingga tidak sadarkan diri.
Lalu Aishu berjalan secara perlahan ke arah pemimpin penjaga, yang hanya tersisa seorang diri, dan terlihat ketakutan, dirinya mengambil bangku lalu menggunakannya sebagai senjata, untuk menghajar Aishu.
"Itu tidak akan cukup..." Ucap Aishu dengan nada suara tenang, lalu dirinya segera muncul di depan pemimpin penjaga, lalu memukul wajahnya, kemudian dilanjutkan dengan memukul perut, kaki, tangan, bahu, hingga akhirnya Aishu mengakhiri dengan memukul wajah pemimpin penjaga ke arah lantai.
Kemudian Aishu melihat ke arah monitor, sebelum menghancurkan mereka Aishu menyalin beberapa video, untuk dijadikan barang bukti, lalu dirinya kemudian segera menghancurkan setiap monitor, yang ada hingga benar-benar hancur tidak tersisa sedikitpun.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...