Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 100 - Kembali ke Bumi Part 11



Wick yang mendengarnya, hanya dapat menghela nafas dengan wajah lelah, dirinya melihat ke arah Kieru dan Angela dan menemukan bahwa mereka tidak terluka.


"Pokoknya mereka bukan bagian dari pemberontak, mereka adalah anak dan mantu dari temanku." Ucap Wick yang memberitahukan mengenai Kieru dan Angela kepada temannya yaitu Bob.


"Sriing!"


Merasakan suatu fluktuasi energi, Bob menjadi waspada, tapi Wick dan Kieru terlihat tenang, sementara Angela yang melihat Kieru sangat tenang, dirinya juga menjadi tenang.


"Wick!" Ucap Yami yang keluar dari portal, bersama dengan Takeshi.


"Yami! Sudah kukatakan jangan ikut campur, aku ingin menyelesaikan ini sendiri." Ucap Wick dengan wajah kesal.


"Bahas itu nanti saja! Istrimu akan melahirkan! Kau harus ikut denganku! Istrimu saat ini sedang membutuhkanmu! Ayo!" Ucap Yami yang berteriak dengan wajah cemas, mendengar perkataan Yami membuat Wick terkejut, dirinya segera menganggukkan kepalanya.


"Baiklah ayo!" Ucap Wick yang bergegas menuju ke arah Yami, tapi tepat saat Wick beberapa langkah menuju ke arah Yami, Bob tiba-tiba saja memunculkan sebuah pedang, dan mengarahkannya tepat ke punggung Wick, tapi Wick yang dilatih oleh banyak pengalaman segera menghindar, yang di mana Bob hanya berhasil menusuk pundak kirinya.


"Ada apa ini!" Ucap Wick dengan wajah tidak percaya, sebab Bob yamg dirinya kenal adalah seorang pria baik, yang sangat menjunjung tinggi sang Raja, oleh karena itu dirinya tidak menyangka dengan penghianatan Bob yang tiba-tiba.


"Bob? Haha orang itu sudah lama mati!" Ucap Bob dengan wajah geli, secara perlahan tubuh Bob mulai menggeliat dan bergerak layaknya sebuah adonan tepuk.


Lalu terlihat sosok Bob yang berubah menjadi seorang wanita, memakai pakaian yang kekurangan bahan, sebab memperlihatkan banyak sekali kulit tubuhnya, jika ini diperlihatkan kepada beberapa pria yang berpikir dengan otak bawah, pasti akan pingsan dalam sekejap karena kekurangan darah.


"Kau! Kau si Shaman bukan! Bagaimana mungkin! Apa maksudmu Bob telah tiada!" Ucap Wick dengan wajah terkejut, dan penuh ketidakberdayaan.


"Seperti yang aku katakan pria itu telah lama mati, aku membunuhnya dan berubah menjadi dirinya, untuk membunuhmu, tapi sekarang ada orang-orang asing, yang kau bawa dari luar, maka aku terpaksa harus membunuh mereka juga." Ucap Shaman perempuan tersebut dengan nada arogan.


"Heh kau sombong sekali, padahal kau hanya Shaman Tingkat Bawah." Ucap Yami dengan wajah kesal.


"Kau!" Perempuan itu menatap Yami dengan wajah kesal.


"Apa?" Ucap Yami dengan nada datar.


"Sriiing!"


Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara angin menderu, lalu kemudian muncul seorang pria memakai pakaian besi, yang mengkilap berwarna perak, pria itu menatap ke arah Wick dengan tatapan penuh kebencian.


"Jendral Rab!" Ucap Wick dengan tatapan marah, pria itulah yang menyebabkan pemberontak berhasil memulai semua ini, karena itu Wick menjadi sangat marah saat melihatnya.


"Hei Wick, bagaimana dengan begini, aku akan mengurus wanita itu untukmu, kau urus pria di sana, kalau bisa segera habisi dia, sebab kau harus segera menemui istrimu!" Ucap Yami sebelum akhirnya melesat menuju ke arah Shaman perempuan.


"Hari ini kau akan mati! Bersama dengan Putri Terkutuk itu! Dan aku akan menjadi Raja Bulan yang Baru! Serta menikahi istri masa depanku!" Ucap Jendral Rab dengan nada arogan, dan menatap ke arah Wick dengan tatapan membunuh.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu! Dan akan aku pastikan kau menerima hukuman berat yaitu kematian, karena berani berniat untuk menyentuh Anakku!" Ucap Wick yang sudah mengetahui rencana dari Jendral Rab, yaitu ingin membunuh dirinya dan istrinya, lalu merawat anaknya yang akan lahir, kemudian menikahinya.


Wick tidak akan membiarkan hal itu terjadi, bahkan jika itu harus membuatnya merasakan rasa sakit, yang paling mengerikan sekalipun, dirinya tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi.


Wick dan Jendral Rab saling berlari, dan akhirnya bertemu di tengah, lalu mereka berdua saling memberikan serangan satu sama lain, Wick dengan tinjunya, dan Jendral Rab dengan pedangnya.


"Hei siapa namamu?" Ucap Yami dengan wajah penasaran, sebab ini kedua kalinya, dirinya bertemu dengan Shaman dari Bumi Paralel yang dirinya tinggali.


"Hmph! Tidak akan aku beritahu!" Ucap Shaman perempuan itu dengan wajah kesal, dan mendengus secara arogan.


"Baiklah, jika kau tidak mau memberitahukannya kepadaku, maka aku hanya perlu mencari tahu secara paksa." Ucap Yami sambil tersenyum lebar.


"Shāman jumon: Sutēji San: Kōtta kōri no shuryō-gatana!"


Tiba-tiba saja sebuah serangan berbentuk bilah es muncul, dan bergegas menuju ke arah Shaman perempuan, merasakan bahwa itu bukan serangan yang dapat dirinya tahan, Shaman perempuan segera mencoba untuk menghindar, tapi serangan Yami begitu cepat.


"Argghh!"


Shaman perempuan itu tidak berhasil menghindar sepenuhnya, dan tangan kanannya terpotong seketika, karena dirinya saat ini berada di udara, tangan Shaman perempuan itu segera jatuh ke tanah, dan darah menetes menuju ke tanah.


"Kau telah membuat kesalahan besar, karena membuatku mengeluarkan begitu banyak darah!" Ucap Shaman perempuan dengan menahan rasa sakit, kemudian kejadian aneh terjadi, darah yang jatuh ke tanah mulai bergerak dan membentuk lingkaran, dengan berbagai tulisan aneh.


"Vječni život bez premca, koji donosi uništenje u svijetu, ova će krv biti potrebna, Krvno Tijelo!" Tepat setelah Shaman perempuan selesai mengucapkan mantra, tubuhnya mulai mengeluarkan banyak sekali darah, lalu darah itu secara perlahan mulai menutupi seluruh tubuhnya.


"Ouh menarik, sudah lama aku tidak melihat seseorang yang menggunakan teknik Darah seperti ini, biasanya hanya Vampir yang menggunakan teknik Darah..." Gumam Yami dengan tersenyum lebar, memperhatikan Shaman itu secara seksama.


"Haha! Dengan begini kau akan mati!" Ucap Shaman perempuan dengan tersenyum mengerikan.


"Hehe kau terlalu sombong, sepertinya kau belum pernah di pukul oleh seseorang ya?" Ucap Yami dengan mengeluarkan Kertas Jimat.


"Shāman jumon: Sutēji San: Shi no Futago no Ken."


Dua pedang transparan muncul di kedua tangan Yami, lalu dalam sekejap mata Yami muncul di depan Shaman perempuan, dan memberikan tebasan yang berbentuk X.


"Jangan berlagak di depanku!" Ucap Shaman perempuan yang meraung keras, meski hanya dengan satu tangan Shaman itu berhasil menahan serangan dari Yami, dengan mengayunkan tangan kirinya, serangan Yami berhasil dihentikan.


"Boom!"


"Ouh menarik, kalau begitu aku akan mencoba salah satu hal yang sudah lama belum aku gunakan, coba tahan ini." Ucap Yami yang menyeringai dengan cara menyeramkan.


"Brann vil brenne, vann vil bløte, vinden vil avkjøles, lynet vil ødelegge, jorden vil gi næring!" Saat Yami merapalkan Mantra, di sekitar mengalami hal aneh.


Api entah muncul dari mana, dan melayang di depan Yami, lalu diikuti dengan kemunculan Air, kemudian Angin mulai berkumpul menjadi satu, Petir mengalir keluar menuju ke arah Yami, lalu terakhir Tanah melayang menuju ke depan Yami.


Kelima elemen itu melayang, lalu mulai berputar dengan kecepatan yang luar biasa, langit tertutup oleh awan hitam, angin badai mulai bermunculan, hujan mulai meneteskan air hujan, diikuti dengan sambaran petir di mana, kemudian akhirnya tanah mulai bergerak secara tidak menentu yang mengakibatkan tanah menjadi retak, akhirnya api mulai bermunculan dan membakar sekitar.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...