Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 79 - Masa Lalu Part 4



"Apa maksudmu putriku akan menjadi boneka orang lain!" Ucap pria tua yang segera mengeluarkan kekuatanya yang sangat besar, orang-orang yang berada di dalam ruangan seketika merasakan beban berat di pundak mereka, mereka menjadi tidak dapat bergerak.


"Yah... Seperti yang kutakan itu akan berhasil, jika racunnya menyebar, untungnya jiwa yang berada di dalam putrimu, menghentikan racun menyebar lebih jauh, dan hanya berada di bagian pergelangan tangan kanannya." Ucap Yami yang menunjukkan ke arah tangan kanan yang di perban.


"... Lalu apakah ada cara untuk menyembuhkan putriku?" Ucap perempuan yang terlihat berumur dua puluhan yang bertanya kepada Yami.


"Yah... Ada... Tapi... Barang-barang untuk menyembuhkannya susah sekali untuk di dapatkan." Ucap Yami yang menghela nafas berat.


"... Katakan saja barang-barangnya aku pasti akan memberikannya." Ucap pria tua yang berbicara dengan nada berat.


"Baiklah... Pertama... Air mata Amaterasu, kedua Air mata Kaguya, dan yang ketiga sekaligus yang terakhir setetes api milik Amaterasu." Ucap Yami yang menjawab dengan wajah lelah.


"Barang-barang tersebut sulit didapatkan karena itu milik para dewa-dewi Jepang, dan biasanya para dewi itu sangat pelit terhadap barang-barang yang mereka miliki..." Ucap Yami dengan nada datar.


Tapi semua orang yang berada di dalam ruangan itu malah tidak bereaksi, hal ini membuat Yami bingung dan menatap ke arah semua orang.


"Kenapa perlu air mata Dewi Amaterasu dan Dewi Kaguya, serta setetes api milik Dewi Amaterasu?" Ucap perempuan yang terlihat berumur dua puluhan.


"Air mata Kaguya akan membuat Racun tidak menyebar, air mata Amaterasu akan membuat Racun terbakar, sementara setetes api akan memurnikan tubuh yang sebelumnya sudah terkena racun, hanya barang milik dewa-dewi yang dapat memusnahkan barang milik para dewa-dewi lainnya pula." Ucap Yami dengan nada datar.


"Barang-barang tersebut sangat sulit untuk didapatkan, karena aku bahkan tidak mendapatkan satu barang bagus milik para dewa-dewi di pasar gelap, dan di pelelangan pasar gelap internasional." Ucap Yami yang menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


"Aku bisa mendapatkannya dalam sehari." Ucap pria tua kepada Yami, yang membuat Yami mengkerutkan keningnya.


"Itu sulit kau harus memiliki hubungan yang baik dengan mere-! Benar kalian klan yang melayani para dewa-dewi Jepang bukan? Sialan kau seharusnya mengatakan itu lebih awal." Ucap Yami dengan nada kesal, yang membuat semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut tersenyum tipis.


"Benar siapa namamu pak tua dan nona cantik di sana?" Ucap Yami yang bertanya dengan menatap ke arah mereka.


"... Namaku Ren Sukainaito yang merupakan pemimpin klan Sukainaito, lalu ini istriku Hanabi Sukainaito, dan aku tidaklah tua, juga berani sekali kau main mata dengan istriku!" Ucap pria tua yang merupakan pemimpin klan Sukainaito yang bernama Ren.


"Fufu terimakasih atas pujiannya..." Ucap Hanabi sambil tersenyum tipis, Yami yang melihat hal itu hanya tersenyum balik.


"Ah aku harus berhenti di sini, melakukan pembicaraan seperti ini terlalu banyak menguras tenaga, hubungi aku lagi di saat kalian sudah mendapatkan barang-barang tersebut." Ucap Yami yang kemudian sudut pandang Yami, kembali ke dunia asing.


"Aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu dengan masalah, yang disebabkan oleh Gorjion lagi..." Gumam Yami dengan wajah tidak berdaya.


"Yah kau benar, kau mengalami banyak hal merepotkan karena dia bukan?" Ucap Hanobusho yang teringat mengenai hubungan Yami dengan Gorjion di masa lalu.


"Ya... Dia pembawa banyak masalah, sigh... Aku harap mereka akan baik-baik saja." Ucap Yami yang menggaruk kepalanya.


"Sebaiknya kau urus dirimu terlebih dahulu, kau harus segera memulihkan tubuhmu, lalu mencoba untuk keluar dari dunia ini." Ucap Hanobusho yang mengingatkan Yami mengenai keadaan mereka sekarang.


"... Kau benar juga... Dunia ini juga harus aku selidiki..." Gumam Yami sebelum akhirnya mulai melakukan meditasi.


...


...


...


Lalu enam jam terlewati, selama enam jam tersebut, yang dilakukan Yami hanya mencoba untuk menyembuhkan luka, yang di deritanya karena melewati lorong ruang dan waktu.


Yami kemudian memutuskan untuk kembali ke kamarnya, dirinya berniat untuk bermeditasi lagi, tapi sebuah suara kembali terdengar di dalam benaknya.


"Yami?"


"... Nana? Apakah ada masalah?" Ucap Yami yang mengkerutkan keningnya.


"Tidak... Hanya saja aku ingin berbicara denganmu..."


"Uh... Aku tidak dapat sering berbicara denganmu, sebab dunia kita terlalu jauh, oleh karena itu setiap kali kau menghubungiku, energiku akan cepat habis, sebab karena itulah aku memutuskan untuk tidak menghubungimu." Ucap Yami yang menggaruk kepalanya.


"Benarkah! Maaf..."


"Sigh... Tidak apa-apa, jadi apa yang ingin kau katakan?" Ucap Yami dengan nada ragu-ragu.


"Aku tidak tahu bahwa kau memiliki murid selain diriku..." Suara ragu Nana terdengar begitu jelas di benak Yami.


Yami yang mendengar hal itu hanya dapat tersenyum kecut, lalu menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjawab.


"Yah tidak mungkin aku mengatakan semua hal mengenai diriku kepadamu bukan, juga tidak ada salahnya memiliki seorang murid bukan." Ucap Yami yang menjawab dengan menggaruk kepalanya.


"... Benar-benar... Kau benar!" Ucap Nana dalam benak Yami, dengan nada sarkasme.


"Oh iya apakah pelayanku sudah kau temui?" Ucap Yami yang pura-pura tidak tahu, kemudian Yami baru teringat bahwa sebelumnya dirinya menyuruh pelayanannya untuk menjaga Nana, dan membantu yang lainnya.


"Kuso-san? Ya aku sudah bertemu dengannya, dirinya memang datang dan mengatakan pelayanmu, dan di suruh olehmu untuk menjagaku dan membantu yang kami." Ucap Nana yang teringat seorang perempuan cantik berpakaian maid, yang tiba-tiba saja muncul dan mengatakan akan melindungi Nana.


"Benar dia, ehm... Nana." Ucap Yami yang merasakan keberadaan seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Ya?" Ucap Nana dengan wajah bingung.


"Kita hentikan dulu pembicaraannya, ada hal yang harus aku lakukan sampai jumpa Nana!" Ucap Yami sebelum akhirnya memutuskan sambungan.


Lalu Yami segera keluar dari kamar, dan menemukan Karina yang membawa barang belajaan di depan pintu masuk rumah.


"Sini ku bawakan." Ucap Yami segera mengambil belanjaan dari pangkuan Karina.


"Terimakasih..." Ucap Karina dengan tersenyum sebelum akhirnya menutup pintu.


Kemudian Yami membawakan barang belanjaan ke dapur, di sana Yami segera memasukan barang belajaan ke arah kulkas, dan rak lemari penyimpanan bumbu rempah-rempah.


Lalu Karina melihat bahwa hari hampir menjelang sore hari, oleh karena itu dirinya berniat beristirahat sejenak, Karina bilang kepada Yami bahwa dirinya akan beristirahat sejenak di kamarnya, Yami yang mendengar hal itu, menganggukkan kepalanya lalu kembali ke kamarnya sendiri.


Di kamar Yami memilih untuk melanjutkan meditasinya, dirinya mulai memasuki alam bawah sadarnya, lalu mulai melakukan kontrol energi roh ke seluruh tubuhnya.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...