
"Heh ini sangat mudah..." Gumam Yami dengan suara pelan.
"Hei? Apakah kau sudah selesai?" Ucap pria yang telah di tolong oleh Yami, pria itu adalah iblis yang sedang menjadi pembicara hangat di Underworld, dan merupakan buronan yang sangat di cari.
"Ya aku telah selesai, nah bagaimana keadaan kalian?" Ucap Yami sambil melirik ke pakaian yang mereka berdua kenakan, keduanya memakai pakaian usang dan kotor, yang ditutupi oleh debu dan tanah.
"Kami baik-baik saja... Bolehkah aku tahu siapa kau?" Ucap sang pria dengan wajah waspada.
"Yami Tanaka, Shaman yang baik hati, mudah berbagi, dan sering membantu orang lain tanpa meminta balasan..." Ucap Yami dengan tersenyum sombong, yang tentu saja tidak semua kata-kata Yami benar, sebab dirinya memiliki tujuan untuk mendapatkan penolong masa depannya.
"... Seperti itukah, kalau begitu perkenalkan namaku Crin Basako, dan ini kekasihku bernama Natalina Jia, kami sebelumnya sedang berpergian menuju ke kota... Logh! Yap ke kota Logh! Tapi tiba-tiba saja sepuluh ekor Hell Bulldog datang dan menyerang kami, jadi kami pada akhirnya terpaksa harus bertarung." Tentu saja itu nama palsu, sebab nama asli pria itu adalah Crey Vasago, sementara sang wanita bernama Natalia Cia.
"Sayangnya karena kami kalah jumlah, kami berakhir hampir di mangsa, untung anda datang dan menyelamatkan kami." Ucap Crey yang tersenyum sopan, Yami yang ahli berbicara dengan orang licik, juga tersenyum tipis, sebab untuk menghadapi orang yang licik, maka kau juga harus menjadi seseorang yang licik.
"Karena kau ingin pergi ke kota Logh, maka kita akan bersama selama beberapa saat, sebab aku juga akan ke sana." Ucap Yami sambil tersenyum, dan menatap mereka berdua dengan tatapan lembut.
"Begitukah... Kurasa kita akan bersama di perjalanan..." Ucap Crey sambil tersenyum, meski di dalam hatinya dirinya merasa kesal, sebab pria itu memiliki tujuan yang sama dengan mereka, hal ini bisa saja membuat dirinya dan Natalia berada di dalam masalah.
"Apakah anda berniat untuk pergi ke kota Logh juga?" Ucap Crey dengan wajah bingung.
"Yap, aku akan pergi ke kota Logh, karena ada beberapa hal yang perlu aku urus di sana." Ucap Yami dengan santai, padahal sebenarnya tidak ada yang perlu Yami lakukan di sana, alasan Yami sebenarnya adalah dirinya ingin memiliki hubungan yang lebih akrab, dengan Crey dan juga kekasihnya yaitu Natalia.
Karena Yami memiliki tujuan yang sama dengan mereka, mau tidak mau Crey terpaksa membiarkan Yami ikut dengan mereka.
Dalam perjalanan Crey akan sesekali melirik ke sekitar, hanya untuk memastikan mereka berada di dalam situasi yang aman.
Yami yang mengetahui hal itu, hanya membiarkan Crey melakukan sesukanya, sebab bagaimanapun juga dirinya pasti juga akan melakukan hal yang sama, jika sedang di buru oleh banyak orang
Mereka berjalan selama beberapa jam, hingga akhirnya Crey memutuskan untuk beristirahat, sebab kekasihnya yaitu Natalia sudah kelelahan, berjalan terus-menerus selama berjam-jam.
"Hei kau juga manusia bukan?" Ucap Natalia dengan nada penasaran.
"Ya?" Ucap Yami dengan menganggukkan kepalanya.
"Apa alasanmu datang ke Underworld?" Ucap Natalia dengan wajah bingung.
"Alasanku yang sebenarnya adalah ke Neraka, ada seseorang yang penting bagiku, tapi aku tidak dapat menyelamatkannya, jadi karena itu aku datang ke Underworld untuk menggunakan jalan khusus menuju ke Neraka, agar aku dapat mengambil kembali jiwanya." Ucap Yami dengan wajah sedih, yang seketika membuat keduanya menjadi terdiam.
Mereka tidak menyangka bahwa Yami akan melakukan hal paling nekad, hanya untuk mengambil kembali jiwa seseorang yang kemungkinan besar seorang gadis, keduanya saling memandang dan berpikir bahwa yang dilakukan oleh Yami, sangat mengagumkan demi orang yang penting baginya dirinya rela nekad datang ke Neraka.
"Karena itu, kemungkinan besar aku akan mendapatkan masalah nantinya, jadi aku memutuskan untuk datang dan mencarimu Crey Vasago." Ucap Yami dengan tatapan tegas menatap Crey.
"Jadi kau bermaksud meminta bantuanku, ketika kau mendapatkan masalah di Neraka?" Ucap Crey dengan mengangkat alisnya, dirinya tahu bahwa kemungkinan besar Yami sudah mengetahui identitasnya, tapi dirinya tidak menyangka bahwa Yami sebenarnya memiliki suatu tujuan terhadapnya, yaitu meminta bantuannya.
"Yap, tapi aku tidak menyangka bahwa aku akan bertemu denganmu dalam waktu yang begitu cepat, karena itu aku sangat beruntung." Ucap Yami sambil tersenyum lebar.
"Haha apakah aku mengatakan hal seperti itu? Kurasa tidak, jadi apakah kau mau membantuku?" Ucap Yami sambil tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya, untuk mendapatkan kesepakatan.
"Baik, aku menerimanya." Ucap Crey yang tersenyum lebar, dan menjawab uluran tangan Yami, mereka berdua akhirnya bersalaman dan menyetujui kesepakatan tersebut.
"Lalu apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?" Ucap Yami sambil menatap ke arah keduanya.
"Aku ingin hidup dengan tenang bersama dengan kekasihku, dan... Memiliki anak yang imut tentu saja!" Ucap Crey sambil menyeringai, mendengar kata anak membuat Natalia tersipu malu, dirinya segera memukul kepala Crey dengan lembut, dan memperingatkan untuk tidak mengatakan hal-hal yang memalukan.
"Haha kalau seperti itu, maka aku dapat membantu kalian, ada sebuah tempat yang cocok untuk di tinggali, itu berada di bumi, apakah kalian mau ke sana?" Ucap Yami yang memberikan sebuah saran.
"Di mana tempat itu? Dan bagaimana situasi Supranatural di sana?" Ucap Crey dengan wajah penasaran.
"Itu adalah Jakarta, di Negara Indonesia, untuk masalah Supranatural di sana jauh tertinggal di bandingkan negara-negara lainnya, kecuali beberapa Esper, jarang sekali terdapat Penyihir atau Seniman beladiri di Jakarta." Ucap Yami yang tersenyum menyarankan sebuah tempat, yang sudah lama tidak dirinya datangi.
Meski dunia tersebut hampir identik, dan hanya berbeda di beberapa hal, tapi sebagian besar hal sama, contohnya Jakarta di negara Indonesia, karena dulunya Yami sering pergi ke sana untuk bersantai.
Karena itu Yami sangat mengenal Jakarta lebih dari siapapun, jadi Yami sangat menyarankan Jakarta dibandingkan tempat manapun.
"Hem... Aku melihat-lihat terlebih dahulu." Ucap Crey yang masih ragu-ragu, tapi Yami tidak memaksanya, lagi pula yang membuat pilihan adalah Crey dan Natalia, dirinya tidak pantas membuat keputusan untuk mereka.
"Kalau seperti itu ayo kita lanjutkan perjalanan." Ajak Yami dengan nada santai.
"Tunggu! Bukankah akan masalah jika kita masuk ke kota Logh, dengan penampilan seperti ini?" Ucap Natalia yang mengingatkan keduanya, Crey dan Yami saling memandang lalu tersenyum kecut.
"Kau benar, aku hampir lupa bahwa kalian saat ini buronan." Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya, dirinya kemudian mengeluarkan empat kertas jimat.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Sheipuchenjā."
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Koe no henka."
Setelah memperlihatkan dua mantra Shaman, Yami memberikan keduanya masing-masing dua kertas jimat.
"Yang ini akan mengubah penampilanmu, sementara yang ini akan mengubah suaramu, dengan begini kalian dapat bersembunyi di antara kerumunan." Ucap Yami yang menjelaskan kemampuan dari kedua kertas jimat tersebut.
"Apa? Aku tidak tahu bahwa ada barang praktis seperti ini?" Ucap Crey dengan wajah terkejut.
"Nah ini mantra Shaman, dan sudah sangat lama tidak muncul seorang Shaman, yang tentunya banyak hal yang di miliki oleh para Shaman, tidak banyak diketahui oleh orang lain." Ucap Yami yang menjelaskan dengan santai.
"Kau ada benarnya juga." Ucap Crey yang menganggukkan kepalanya.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...