Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 23 - Meminjam Beberapa Hal



Setelah selesai makan malam, Yami kembali ke kamarnya, dirinya melihat ke arah jam untuk memastikan waktu.


"Pukul 20.15 malam?" Gumam Yami lalu dirinya memeriksa Kertas Jimatnya, setelah melihat bahwa dirinya memiliki semua yang di butuhkan, Yami akhirnya siap untuk membuat sesuatu.


"Sulit untuk membawa ini semua mulai sekarang, jadi aku harus membuat Mantra Shaman yang dapat menyimpan semua barang, hem... Ini membutuhkan waktu yang cukup lama, yah bagaimanapun juga aku masih memiliki waktu beberapa jam, sebelum tepat jam dua belas malam, yang di mana aku akan pergi ke tempat para sampah itu berkumpul." Gumam Yami dengan tersenyum.


Lalu Yami mulai mencoba untuk membuat Mantra Shaman baru, yang dapat menyimpan banyak barang di dalamnya.


"Shāman jumon: Sutēji San: Sunpō shūnō."


(Note: Artinya, San \= Tiga, Sunpō shūnō \= Penyimpanan Dimensi)


"Hehe! Berhasil...!" Ucap Yami sebelum akhirnya pingsan karena terlalu banyak menghabiskan Energi Roh, untuk membuat Mantra Shaman tingkat tiga, yang seharusnya belum bisa digunakan oleh Yami dengan kekuatannya yang sekarang.


Pada dasarnya Yami mengetahui bahwa jika dirinya membuat Mantra yang tingkatannya lebih tinggi dari kekuatanya, dirinya akan langsung kehabisan Energi Roh, atau bahkan bisa sampai terkena Efek Samping, yang bisa membuatnya entah itu lumpuh, Inti Energi Roh rusak bahkan hancur, atau bisa juga membuat Yami mati seketika.


Tapi Mantra Shaman kali ini sangat dibutuhkan oleh Yami, untuk menyimpan banyak barang penting, yang akan menyelamatkan hidupnya, oleh karena itu meski sangat beresiko tapi dengan keuntungan yang akan didapat, Yami memilih untuk membuatnya.


Lagi pula di kehidupan sebelumnya, Yami sering menghadapi resiko, karena dirinya sering dikejar oleh banyak Roh Jahat Tingkat Tinggi.


...


...


...


"Uh Sial aku berhasil, hehe tapi ugh... Tubuhku terasa sangat sakit, aku merasa seperti akan mati jika terkena sedikit pukulan." Ucap Yami dengan nada pelan.


"Hem... Sudah jam 23.45 malam? Ya ampun aku hanya punya beberapa menit untuk memulihkan diri." Ucap Yami sambil tersenyum lirih, lalu Yami menggunakan Kertas Jimatnya.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: U~ōmuhīrā."


"Uh... Huff... Ini sedikit membaik." Ucap Yami yang merasakan perasaan hangat yang berada di sekitar tubuhnya.


"Nah sekarang sudah saatnya meram-Ahem meminjam beberapa uang kepada para sampah dan tikus selokan." Ucap Yami yang berdiri dan mulai menyimpan barang-barangnya, lalu dirinya pergi keluar dari rumah, menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh brosur yang dirinya temukan tadi sore.


...


...


...


Sesampainya di sana Yami melihat sebuah pintu yang di jaga oleh dua orang berbadan kekar, yang di mana di balik pintu Yami dapat merasakan jalan menuju ke arah bawah tanah.


"Hehe, menarik." Ucap Yami yang segera menggunakan Kertas Jimat yang belom pernah dirinya gunakan, karena ini merupakan Mantra yang cukup banyak menguras Energi Roh.


"Shāman jumon: Sutēji Ni: Tōmei."


(Note: Artinya, Tōmei \= Transparan)


Lalu Yami segera turun ke bawah tanah, karena tidak mau menghabiskan banyak Energi Roh, di bawah tanah Yami dapat melihat bahwa tempat itu sebenarnya merupakan sebuah gladiator, yang di mana akan ada banyak orang yang akan bermain permainan hidup mati, jika kalah maka akan dikeluarkan atau bahkan bisa mengalami kematian, dan jika menang akan mendapatkan uang yang sangat banyak.


Lalu Yami membuat dirinya terlihat, yang muncul di tengah-tengah tempat duduk para penonton, yang membuat banyak orang menjadi terkejut.


"Hehe sekarang cepat kalian berikan semua uang kalian, jika tidak ingin aku buat tempat ini menjadi bubur." Ucap Yami yang sedang mengenakan topeng polos berwarna putih, dan memiliki nada suara yang menakutkan.


"Siapa kau!" Ucap salah satu penonton, yang berada tepat di sebelah kanan Yami.


Tapi Yami tidak memperdulikannya, dan menunggu jawaban, setelah menunggu selama satu menit, dan belum mendapatkan apa yang diinginkan, Yami segera membuat tempat itu menjadi berantakan, dengan menghajar setiap orang yang berada di sana, bahkan saat para peserta gladiator di suruh menghajar Yami, semuanya di pukul habis-habisan oleh Yami.


Setelah menghajar orang di sana sini, dan meram-Ahem meminjam uang ke beberapa orang, Yami akhirnya mendapatkan banyak uang, meski uang segitu tidak akan cukup untuk dirinya langsung membuat Faksi, tapi itu cukup untuk beberapa hal yang ingin Yami lakukan.


"Kumohon ini semua adalah uang yang kami semua miliki..." Ucap para penonton dan juga pemilik dari tempat gladiator tersebut, yang berlutut dan memohon ampun kepada Yami.


"Heh, kalian membuat banyak orang menderita, tapi kalian takut menderita hah! Sungguh ini memang tempat para sampah!" Ucap Yami yang tersenyum dari balik topengnya, sambil mengejek mereka semua.


Para penonton dan pemilik gladiator hanya terdiam, mendengar ejekan dari Yami.


"Jika kalian tidak ingin aku pukuli, segera pergi dari tempat ini, dan jika aku melihat kalian lagi di tempat ini besok, maka pada hari itu aku akan membuat kalian membayar dengan lebih mahal, dengan cara menjual organ-organ tubuh kalian, dengan begitu aku akan mendapatkan lebih banyak uang, aku akan melakukannya sampai tidak ada lagi bagian dari organ tubuh kalian yang dapat dijual." Ucap Yami dengan nada mengancam, yang membuat mereka semua ketakutan, lalu berlari keluar secepat yang mereka bisa.


Yami yang melihat itu tersenyum lebar, lalu dirinya juga berjalan keluar, setelah melihat bahwa masih ada cukup waktu, Yami pergi mencari tempat gladiator lainnya.


...


...


...


Yami menemukan dua tempat gladiator, dan mendapatkan banyak uang dari meram-Ahem meminjam beberapa maksudnya, karena merasa masih belum puas, Yami akhirnya pergi ke berbagai tempat di kota Sakura, yang memiliki banyak aktivitas gelap.


Dari tempat perdagangan manusia, tempat casino ilegal, tempat peminjam uang yang tidak adil, dan berbagai tempat yang memiliki aktivitas gelap lainnya, Yami juga tidak lupa untuk memanggil para polisi, yang membuat seluruh kota Sakura menjadi kacau, karena terus-menerus terdengar suara sirene polisi di mana-mana.


"Ini pemandangan yang indah, hem... bukankah itu tempat untuk membeli senjata api, apakah aku perlu meram-Ahem meminjam maksudnya, yah kurasa itu tidak perlu, lagi pula senjata api tidak banyak berguna, kecuali senjata tersebut dilapisi atau dibuat dengan bahan Spritual tertentu." Ucap Yami yang saat ini sedang berada di sebuah gedung tinggi.


"Tunggu jika dipikir-pikir aku seperti pahlawan bertopeng saja haha! Tapi aku tidak memiliki kompleks pahlawan, aku melakukan ini hanya untuk mendapatkan uang saja, juga dengan melakukan ini, kota Sakura akan menjadi lebih baik." Ucap Yami sambil tersenyum lebar, yang memandang ke arah langit malam.


"Haaah kurasa cukup sampai di sini saja." Ucap Yami yang merasa cukup lelah, lalu Yami segera kembali ke rumahnya.


...


...


...


Keesokan harinya, Yami terbangun dan segera pergi mandi, setelah itu Yami segera keluar dari rumah, karena hari itu hari libur maka Yami tidak perlu pergi ke sekolah.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...