Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 94 - Kembali ke Bumi Part 5



"Dan Diana kau ini dan yang lain sekarang sangatlah lemah, kalian sudah bukan seorang Bearer lagi jadi ingat, bahwa sekarang kalian tidak dapat lagi menggunakan kekuatan kalian." Ucap Yami yang menjatuhkan suatu fakta yang menyakitkan, yang membuat Diana, Kieru, Angela, Takeshi, Miruno, Silvia, Olcisa, Furutayusa, dan Karina yang baru saja kembali ke tempat Yami dan yang lainnya, menjadi terdiam sejenak.


"Benar... Maafkan saya Tuan Yami." Ucap Diana yang menundukkan kepalanya.


"Ah aku baru ingat, kenapa kau memanggilku Tuan Yami?" Ucap Yami dengan bibir berkedut-kedut.


"Haha karena sekarang kau menikahi Nona Karina, maka sekarang kau juga Tuan kami, yaitu aku, Silvia, Olcisa dan Furutayusa." Ucap Diana sambil tersenyum lebar.


"Dia benar, sekarang kami akan memanggil anda dengan sebutan kehormatan." Ucap Silvia yang menganggukkan kepalanya.


"Eh..." Yami yang mendengar itu hanya dapat tersenyum kecut.


"Hei Yami!" Ucap Hanobusho yang secara tiba-tiba, hal itu membuat Yami cukup terkejut.


"Ada apa?" Pikir Yami yang penasaran alasan dari Hanobusho yang memanggilnya.


"Kenapa kau tidak melatih mereka saja, yang di mana kau dapat membangunkan ulang kekuatan mereka, sebelumnya mereka memiliki kekuatan yang berasal dari roh masa lalu, tapi meski begitu mereka masih menyimpan memori otot yang mereka miliki."


"Jadi mengapa kau tidak melatih mereka saja, dengan begitu mereka dapat memiliki kekuatan mereka yang sebelumnya, meski dari cara yang berbeda." Ucap Hanobusho yang menyarankan suatu ide kepada Yami.


"Hem... Kau ada benarnya juga, baiklah ayo kita lakukan itu." Pikir Yami sambil menganggukkan kepalanya.


"Ada apa ayah?" Ucap Stella yang melihat Yami menganggukkan kepalanya.


"Nah, ada sebuah hal yang aku pikirkan, hei Merlin...! Bisakah kau ke sini sebentar?" Ucap Yami yang melihat Merlin, sedang berbicara dengan Angela dan Miruno.


"Ada apa? Apakah kau ingin mengatakan bahwa kau punya ide gila atau semacamnya hah?" Ucap Merlin dengan wajah kesal.


"Tenanglah, hei Mithein! Berapa lama sampai kita berada di dekat Bumi?" Ucap Yami yang bertanya kepada Mithein.


"336 jam lagi, kenapa?" Ucap Mithein dengan wajah bingung.


"336 jam kah? Jika mengikuti waktu rotasi bumi, maka 24 jam... Jadi empat belas hari...?" Gumam Yami sambil memperkirakan waktu, berapa lama lagi sampai mereka tiba di tempat tujuan.


"Baiklah semuanya dengarkan, Karina, Kieru, Angela, Takeshi, Miruno, Silvia, Olcisa, Diana, dan Furutayusa, kalian saat ini sudah tidak menjadi Bearer bukan?"


"Nah aku yakin sekali, tidak, aku sangat sangat yakin bahwa kekuatan sangat diperlukan di bumi, jadi selama dua Minggu dari sekarang, kalian semua akan berlatih, untuk setidaknya mendapatkan kembali lima puluh persen kekuatan kalian atau bahkan lebih."


"Di Alam Semesta yang luas ini, banyak sumber Energi, dari Mana, Qi, Energi Roh, dan lainnya, jadi kalian bisa berlatih dengan sumber energi lain, untuk mendapatkan kembali kekuatan kalian yang sebelumnya, atau bahkan lebih kuat dibandingkan sebelumnya."


"Nah karena Qi itu merepotkan, dan Energi Roh itu sangat melelahkan, maka aku mengambil keputusan bahwa sumber Energi yang akan di pakai adalah Mana, dan karena di tempat ini ada seseorang yang di sebut sebagai Penyihir Agung Merlin."


"Hei! Aku belum bilang akan setuju!" Ucap Merlin dengan wajah kesal.


"Ayolah, kau tahu Merlin, aku tidak ahli dalam melatih seseorang, dan kau sangat hebat dalam hal ini, bagaimanapun juga hanya kau saja yang saat ini sangat ahli dalam mengontrol Mana." Ucap Yami yang memohon bantuan kepada Merlin.


"Cih! Baiklah akan aku lakukan!" Ucap Merlin dengan wajah kesal.


Semenjak saat itu, Merlin dan Stella mulai melatih yang lainnya, sementara itu Yami bermalas-malasan sambil memikirkan banyak hal, dirinya terus-menerus merenungi semua hal yang telah dirinya lakukan.


Yami masih terpukul atas informasi kematian kedua istrinya, terutama istri pertamanya, dia adalah cinta pertama Yami, perempuan itu satu-satunya yang tidak menolaknya, meski dirinya memiliki banyak kekurangan.


Tapi Yami bahkan tidak dapat membahagiakannya, sebab dirinya terlalu sibuk mengurusi banyak hal, ada kala Yami memikirkan untuk membawa semua istri dan anak-anaknya pergi dari bumi, dan tinggal dengan tenang di suatu planet.


Ide itu segera Yami buang, sebab dirinya yakin bahwa istri-istrinya tidak akan setuju mengenai hal itu, Yami tidak tahu apakah mereka juga akan mengalami Reinkarnasi seperti dirinya, dan jika mereka mengalaminya lalu jatuh cinta kepada orang lain, apakah dirinya dapat menerima hal itu atau tidak, Yami tidak tahu.


Sebab dirinya masih mencintai mereka, tapi jika hal itu membuat mereka bahagia, maka dirinya akan menerimanya, Yami tidak tahu bahwa dirinya tanpa sadar mengeluarkan air mata, dan hal itu dilihat dengan jelas oleh Karina.


Yami yang segera sadar bahwa dirinya menangis, segera menghapus air matanya, Yami akhirnya sadar bahwa dirinya di tatap oleh Karina.


"Aku... Sudah dengar dari Stella, jika kau ingin menangis, lakukanlah aku sekarang akan selalu berada di sisimu, jadi menangis dan keluarkan semua emosi yang kau miliki." Ucap Karina yang duduk di sebelah Yami, lalu menaruh kepala Yami di pundaknya, kemudian menepuk pundak Yami, dilanjutkan dengan mengusap pelan kepala Yami.


"Huaaa... Hiks... Hiks... Aku... Aku tidak dapat menemani mereka, di saat-saat terakhir mereka... Hiks... aku tidak dapat berada di sisi mereka di saat mereka sedih dan lelah... Aku... Aku sangat tidak berguna...!" Ucap Yami yang memeluk erat-erat Karina, dan mengeluarkan semua hal yang dirinya pendam.


"Tidak... Itu bukan salahmu karena tidak dapat bersama mereka pada saat itu, kau hanya kurang beruntung saja... Bagaimanapun juga kau sudah berusaha dengan keras... Terimakasih karena sudah bekerja keras ayah..." Ucap Karina yang memeluk kembali Yami, sambil mengusap punggung Yami secara perlahan.


"..." Stella yang mendengarkan dari luar kamar Yami hanya terdiam, sebelum akhirnya tersenyum tipis, sebab akhirnya ayahnya yaitu Yami menunjukkan sisi lemahnya, Stella bahagia karena Yami sekarang sudah mengeluarkan semua hal yang dirinya pendam, Stella kemudian mulai berjalan pergi dari sana.


"Seperti apa mereka?" Ucap Karina yang bertanya kepada Yami, yang saat ini sudah sedikit tenang.


"Istri pertamaku bernama Nur, istri keduaku bernama Zila, dan istri ketigaku sekaligus ibu dari Stella bernama Skarlla, masing-masing dari mereka memiliki ciri khas yang berbeda-beda, tapi jika mereka berkumpul mereka terlihat seperti saudara kandung... Mereka baik dan lembut, tapi tegas jika ada yang berbuat salah."


"Mereka... Sosok yang tangguh, dan wanita yang kucintai..." Ucap Yami sambil tersenyum memikirkan semua hal mengenai ketiga istrinya.


"Kau sangat mencintai mereka ya?" Ucap Karina sambil tersenyum, melihat Yami yang sudah sedikit tenang.


"Ya... Mereka bertiga sangat kucintai, lebih dari pada aku mencintai hidupku sendiri..." Ucap Yami sambil tersenyum lebar kepada Karina.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...