
Hal itu membuat Ai merasa tenang, lalu akhirnya Ai tertidur lelap, kemudian Yami membawa Ai masuk ke dalam rumah, dan kemudian menyuruh Aishu, dan teman-temannya untuk keluar dari rumah dan menunggunya di luar saja, karena Ai telah tertidur maka mereka dapat pergi ke sana dengan tenang.
Lalu Yami akhirnya keluar dari dalam rumah, dan melihat ke lima orang yang menunggunya.
"Aku akan mengajari kalian beberapa hal, dengan ini kalian tidak akan terlihat layaknya karung tinju." Ucap Yami dengan tersenyum, lalu Yami membawa mereka ke sebuah lapangan luas.
"Aoma karena kau seorang Spesialis maka kau lebih ke pengendalian kekuatan Spesial yang kau miliki, dan karena kekuatanmu berbasis elemen seperti petir, yang dapat kau aliri ke kakimu, maka aku ingin kau untuk mengalirinya hanya di bagian seluruh bawah kaki, dari mata kaki, dan punggung kaki, hingga telapak kaki, dari ujung jari kaki sampai ke ujung kaki bagian tumit." Ucap Yami yang mengintruksikan kepada Aoma.
"Tapi mengapa begitu?" Ucap Aoma dengan bingung.
"Kau terlalu boros energi, dan jika hanya di bagian itu saja yang dialiri, dan listrik yang kau aliri lebih kuat, maka kau dapat bergerak lebih cepat, pada awalnya hanya di bagian itu saja, tapi lama-kelamaan kau harus dapat mengaliri listrik ke seluruh kakimu, tapi saat ini karena kita tidak memiliki banyak waktu, dan kau hanya dapat berlatih dalam kurun waktu satu jam tiga puluh menit, maka itu harusnya cukup." Ucap Yami yang melihat ke arah jam, dan melihat bahwa hari sudah jam dua belas malam lewat sepuluh menit.
"Baiklah aku mengerti!" Ucap Aoma yang menganggukkan kepalanya.
"Yuu karena kau Seniman Beladiri, maka kau lebih ke pertarungan jarak dekat bukan? Karena itu ambil sepuluh kertas warna merah ini, dan juga ini sepuluh kertas warna hijau, yang warna merah akan dapat membuat gravitasi di sekitarmu meningkatkan, jadi kau akan merasakan berat, aku ingin kau melatih tubuhmu, dengan menggunakan kertas pemberat ini."
"Yang hijau dapat memulihkan semua rasa lelahmu, jadi kau dapat terus berlatih tanpa kenal lelah, tapi sebagai gantinya kepalamu akan mulai terasa sakit, karena terlalu membebani otak." Ucap Yami yang menyerahkan kertas dari dua warna yang berbeda kepada Yuu.
"Baiklah." Ucap Yuu yang mengambil kertas tersebut.
"Rin karena kau seorang penyihir, maka aku ingin kau berlatih kontrol Mana Ekstrim, aku ingin kau mengosongkan Kolam Mana milikmu sampai tidak tersisa sedikitpun, tenang saja kertas biru ini dapat memulihkan Mana, jadi kau dapat terus berlatih." Ucap Yami yang melihat ke arah Rin.
"Emi, karena kau seorang Shaman bertipe Mantra tubuh, maka aku memberikan kertas ini kepadamu, kertas ini dapat memperkuat Stamina dengan cara yang Ekstrim, tapi sebagai gantinya kau akan mendapatkan Stamina yang sangat banyak, yang di mana kau dapat menggunakan terus menerus Mantra Shaman pemberian dari Kakekmu." Ucap Yami yang memberikan sebuah kertas.
Selama ini Yami telah banyak menyimpan dan menyiapkan banyak hal, tapi dirinya selalu sibuk, dan tidak pernah sempat untuk berlatih dengan hal-hal yang dirinya buat, oleh karena itu Yami berniat untuk menggunakannya sekarang, karena mereka berempat sangatlah lemah, dan jika menggunakan kertas pemberiannya, maka mereka dapat menjadi cukup kuat, dalam waktu yang sangat singkat.
Kemudian Yami membawa Aishu pergi berjalan cukup jauh dari yang lain, lalu Yami membuat penghalang dan mengubahnya menjadi Dimensi Mistis, kemudian Yami menyuruh Aishu untuk duduk di tanah, lalu Yami memulai pembicaraan serius.
"Aku siap menerima apapun, jika itu dapat membuatku memiliki kekuatan untuk melindungi teman-teman, dan juga... Ibu yang paling ku sayangi dan kucintai...!" Ucap Aishu dengan tegas menatap ke arah Yami.
"Baguslah, kalau begitu taruh kertas ini di dahimu, nanti kau akan langsung mulai pemurnian garis keturunan, yang akan memperkuat tubuh dan kekuatan dari garis keturunanmu." Ucap Yami yang menyerahkan sebuah kertas.
Aishu mengikuti perkataan dari Yami, dirinya mengambil kertas tersebut lalu menempelkannya di dahinya, yang membawanya ke suatu tempat, secara tiba-tiba saja Aishu sedang terjatuh di tebing yang curam.
"Kau dapat mendengarku! Aku hanya dapat mengatakan ini sekali, jika kau gagal maka kau akan mati! Tapi jika berhasil kau akan menjadi sangat kuat, yang harus kau lakukan hanyalah mendaki tebing yang sangat tinggi dan curam tersebut, tujuanmu adalah mencapai puncaknya."
"Kau harus berhasil jika kau berhasil sampai ke atas, maka kekuatan dari garis keturunanmu akan meningkat, waktuku sudah hampir habis, jika kau tidak sampai di puncak, dan hanya dapat berada di setengah jalan atau belum mencapai puncak, maka kekuatan garis keturunanmu akan tetap meningkat tapi itu tidak akan banyak, karena itu kau harus berhasil sampai puncak, kau akan gagal jika terjatuh di tebing tersebut, sampai jumpa dan semoga berhasil!" Suara Yami yang sebelumnya terdengar bergema di seluruh tempat tersebut segera menghilang, yang membuat Aishu tersadar.
Aishu kemudian segera mendekati tebing, dan mencoba untuk menahan dirinya agar tidak terjatuh lebih jauh, tapi hal itu malah membuat tangannya terasa sakit, karena mencoba menahan kecepatan gravitasi jatuh menggunakan jari-jari kecilnya.
Meski begitu pada akhirnya Aishu berhasil memegang beberapa celah di tebing, yang menahannya untuk tidak terjatuh, lalu Aishu mencoba untuk melihat ke arah atas, tapi sayangnya dirinya tidak dapat melihat ujung puncak dari tebing tersebut.
"Aku harus berhasil!" Ucap Aishu dengan wajah penuh tekad, sebelum akhirnya mulai mendaki tebing yang curam tersebut.
Aishu terus mendaki, tidak terasa waktu sudah lebih dari tiga puluh menit, tapi Aishu masih saja belum melihat puncak dari tebing tersebut.
Waktu terus berlalu, detik di ganti menit, dan akhirnya sudah hampir satu jam semenjak Aishu mulai mendaki tapi dirinya masih saja belum menemukan ujung dari puncak tebing, waktu terus berganti bahkan sudah lebih dua jam berlalu, tapi Aishu masih tidak dapat menemukan sedikitpun ujung dari puncak tebing tersebut.
Tangan Aishu sudah mulai terluka, tubuhnya terasa sangat lelah, Aishu tidak kuat untuk bertahan lebih lama lagi, tapi entah bagaimana dirinya mengingat suatu kenangan jauh di masa lalu bersama dengan ibunya.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...