Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 40 - Kesalahan Yami



Yami berjalan menuju ke rumah kedua orang tuanya, setelah bertemu dengan Miyu, Yami berniat untuk beristirahat, dirinya lelah dengan hal-hal Supranatural.


Oleh karena itu dirinya berniat untuk tidak beristirahat selama seminggu penuh, dirinya tidak akan mau ikut campur dalam hal apapun, yang berhubungan dengan Supranatural selama seminggu penuh untuk beristirahat.


Yami kemudian sampai di rumah kedua orang tuanya, lalu dirinya pergi ke arah kamarnya dan mulai tertidur pulas.


Sampai pagi haripun tiba, Yami pergi mandi, lalu memakai pakaian seragam, dilanjutkan pergi ke lantai bawah untuk sarapan pagi.


Kemudian Yami berjalan pergi menuju ke sekolah, di sekolah dirinya bertemu dengan Nana, lalu waktu terus berlalu sampai sekolah berakhir, Yami berjalan pulang ke rumah.


Waktu pun berlalu, selama seminggu terakhir Yami telah melakukan apa yang dirinya inginkan, yaitu beristirahat selama seminggu penuh, tanpa terlibat dengan sisi Supranatural.


Yami merasa beristirahat merupakan hal yang paling bagus, akhirnya Yami memutuskan untuk lebih sering melakukan hal itu, yaitu beristirahat.


...


...


...


Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, tidak terasa Yami sudah berada di tahun terakhirnya di Sekolah Menengah Pertama, dalam kurun waktu tersebut Yami memilih untuk menjalani hidup biasa-biasa saja.


Dirinya masih akan tetap membasmi para Roh Jahat dan Iblis yang berada di kota, tapi dirinya tidak berinisiatif untuk pergi ke beberapa tempat yang akan terjadi peristiwa Supranatural, dirinya juga masih sering pergi mengunjungi rumahnya yang berada di luar kota Sakura.


Beberapa Minggu lagi sebelum Yami akhirnya berada di tahun pertama, di Sekolah Menengah Atas, dirinya telah banyak menghabiskan waktunya untuk bersantai-santai selama satu tahun belakangan.


Saat ini Yami sedang duduk di stasiun kereta api, dirinya berencana untuk pergi ke suatu tempat, yang di mana di sana sedang ada penjualan Action Figure yang sangat Yami inginkan.


Tapi tiba-tiba saja, seseorang menepuk pundak Yami dari belakang, membuat Yami berbalik arah.


"Yo! Yami-kun lama tidak bertemu!" Ucap seorang pria yang terlihat akrab bagi Yami, lalu tiba-tiba saja Yami melihat ke arah beberapa orang yang berada di belakang pria tersebut.


"Yami-kun... Lama tidak bertemu..." Ucap seorang perempuan yang Yami juga mengenalinya.


"Aishu?" Ucap Yami dengan wajah terkejut.


"Benar, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi, yah semenjak kejadian itu kami belum bertemu denganmu kembali, padahal kami sangat membutuhkan bantuanmu..." Ucap Aishu dengan wajah sedih.


Yami yang mendengarnya menjadi tidak enak, dirinya berpikir tentang kondisi dari Ai, ibu dari Aishu.


"Apa masalahnya?" Ucap Yami yang bertanya.


"Hem... Aku sebelumnya menemukan seorang wanita yang akan dijadikan wadah, dari-" Sebelum Aishu sempat menyelesaikan perkataannya, Yami langsung bergegas ke arah Aishu dan menatapnya.


"Apakah anak itu telah lahir?" Ucap Yami dengan wajah terkejut.


Yami benar-benar lupa tentang anak dari Pria tua Kim tersebut, dirinya sebelumnya hanya berpikir bahwa hidup tanpa berhubungan dengan hal Supranatural itu enak, tapi dirinya tidak akan pernah bisa lepas dari hal tersebut, jadi Yami memutuskan untuk tidak mempedulikan apapun yang berbau Supranatural selama setahun.


Karena itulah Yami sampai melupakan tentang anak dan perempuan, yang pria tua Kim pernah katakan kepadanya.


"Belom, karena itu kami mencarimu selama setahun terakhir, berusaha untuk meminta bantuanmu, tentang hal tersebut." Ucap Aoma sengan wajah sedih.


"Maaf, aku lupa tentang hal itu, selama setahun belakangan ini aku..."


'Tidak sedang melakukan apapun sih...' Pikir Yami dengan wajah tidak berdaya.


"Kau sibuk bukan, kami tahu hal itu, tapi sekarang bisakah kau membantu Nona Yon Jihye..." Ucap Aishu dengan wajah memohon.


...


...


...


Yami melihat ke rumah Aishu dan teringat dengan kejadian setahun sebelumnya, dirinya pernah memiliki beberapa kejadian dan berakhir di rumah Aishu.


Lalu akhirnya dirinya berhasil menyelesaikan beberapa masalah, tapi tiba-tiba saja Yami teringat suatu hal.


'Sial aku lupa bahwa aku belum berhasil menemui Hanako si penunggu toilet perempuan.' Pikir Yami yang teringat tujuan sebenarnya, yang berakhir menyimpang dan dirinya malah mendapatkan beberapa masalah, dan akhirnya malah berkenalan dengan beberapa orang, dan bertemu dengan seorang Shaman dari Korea.


Yami kemudian masuk ke dalam rumah, yang di mana dirinya langsung di sambut dengan Ai yang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Yo? Apa kabar?" Ucap Yami dengan wajah canggung.


"Ya lama tidak bertemu..." Ucap Ai dengan nada dingin.


"Ya ampun kau masih cantik seperti dulu..." Ucap Yami yang mencoba untuk menggombal.


"Aku memang dari dulu cantik..." Ucap Ai dengan nada dingin, yang malah membuat suasana menjadi hening.


"Ibu! Kami membawanya untuk membantu bibi Yon." Ucap Aishu dengan wajah tidak berdaya, melihat ibunya menatap sinis terhadap Yami.


"Ibu tahu, cepatlah kau periksa, lalu jika kau bisa menyembuhkannya segera sembuhkan, setelah itu kau sebaiknya segera pergi..." Ucap Ai dengan nada dingin.


"Eh... Apakah kau marah karena aku pergi tanpa berpamitan?" Ucap Yami dengan menggaruk kepalanya.


"Hemph! Tidak!" Ucap Ai yang membuang wajahnya ke samping.


"Uh... Baiklah di mana perempuan itu...?" Ucap Yami yang bertanya kepada Aishu.


"Di kamar ini..." Ucap Aishu yang menunjukkan sebuah kamar, yang di dalamnya terdapat seorang perempuan yang sangat cantik, sedang terbaring dan memiliki perut buncit layaknya seorang perempuan hamil kebanyakan.


"Bisakah kau menyembuhkan Bibi Yon." Ucap Emi dengan wajah khawatir.


"Hem? Kalian semua menjadi sangat dekat dengannya ya?" Ucap Yami yang menatap ke arah mereka semua.


"Ya, semenjak kau pergi, kami membantu bibi Yon, karena dirinya telah mengalami nasib yang sangat buruk, kami secara perlahan menjadi akrab dengannya, dan kami sudah menganggapnya sebagai keluarga kami sendiri..." Ucap Yuu yang di mana Aishu, Emi, Rin, Aoma, dan Ai menganggukkan kepalanya.


"Begitukah... Baiklah kalau seperti, maka aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantunya." Ucap Yami yang berjalan ke arah perempuan tersebut.


Lalu Yami meletakkan tangan kanannya, ke arah perut dari perempuan tersebut, Yami kemudian mulai secara perlahan memasukkan Energi Roh, ke dalam tubuhnya untuk mengecek keadaannya.


Setelah memeriksa selama beberapa menit, Yami menemukan sesuatu hal yang sangat mengejutkan, sampai sampai dirinya langsung membuka kedua matanya, dan menatap tajam ke arah perempuan tersebut.


"Ada apa?!" Ucap Aishu yang bertanya dengan khawatir.


'Bayi di dalam perutnya tidak memiliki Jiwa? Tapi bagaimana mungkin? Tunggu! Apakah ini karena Energi Negatif secara perlahan menghancurkan jiwa dari bayi tersebut! Itu hal yang masuk akal... Hanya saja jika di biarkan terus seperti ini, maka perempuan ini akan segera mati...' Pikir Yami dengan wajah terkejut.


Lalu Yami melihat ke arah Ai, melihat tatapan Yami tertuju kepadanya, Ai membalas tatapan Yami, melalui saling menatap Yami akhirnya tahu, alasan kenapa Ai marah kepadanya, sebab dirinya pergi begitu saja, jika sebelumnya dirinya tidak pergi begitu saja, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi, dan Jiwa anak tersebut akan baik-baik saja.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...