
Yami kemudian berjalan kembali ke sekolah, saat Yami melihat ke dalam sekolah, dirinya melihat sudah tidak ada lagi siswa atau siswi yang masih berada di sana, jadi kemungkinan mereka semua sudah pergi pulang.
"Sigh... Aku harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat." Ucap Yami yang segera masuk ke dalam sekolah, saat Yami melihat ke sekitar, Yami menemukan bahwa suasana sekolah sudah mulai berubah.
"Waktu yang hidup dan yang mati telah berputar, tempat yang dipenuhi oleh keramaian saat pagi hari, maka akan terasa sangat sunyi dan menyeramkan saat malam hari, sisi Supranatural telah keluar, menunjukkan diri mereka... Sial aku malah melakukan monolog...!" Ucap Yami dengan tersenyum main-main.
...
...
...
"Hei Aishu-chan apakah kau yakin ini baik-baik saja?" Ucap seorang wanita yang saat ini bersama dengan empat orang lainnya, dua diantaranya seorang siswi perempuan SMA, dua lainnya siswa laki-laki.
"Bukankah kau yang mengajukan tantangan ini, lalu mengapa kau yang ketakutan seperti ini sih!" Ucap salah satu perempuan yang terlihat kesal.
"Hehe maaf, hanya saja aku tidak berani, jika ini menyangkut hal-hal mistis, lagi pula kau tahu bukan aku takut hal-hal seperti ini." Ucap perempuan yang ketakutan.
"Kalau kau ketakutan mengapa mengajukan tantangan seperti ini, dasar bodoh." Ucap perempuan lain yang dari tadi diam.
"Kau...! Aku tidak takut, aku hanya... Hem kedinginan." Ucap perempuan yang ketakutan tersebut.
"Sudah-sudah kita sudah hampir sampai di toilet perempuan yang lama." Ucap siswa laki-laki yang terlihat tampan.
"Haah kenapa aku bisa berada di sini..." Gumam siswa laki-laki yang lainnya.
"Kau harus ikut agar setidaknya uji nyali ini tidak terlalu menakutkan." Ucap perempuan yang bernama Aishu.
"Sigh..." Gumam laki-laki tersebut.
"Hei perasaanku saja, atau kita dari tadi terus berputar-putar?" Ucap laki-laki tampan, yang menyadari sebuah keanehan.
Empat temannya yang mendengar hal itu menjadi terdiam, mereka melihat ke sekeliling, dan menyadari yang dikatakan oleh teman mereka adalah hal yang benar.
...
...
...
"Sial, kenapa aku malah bertemu dengan penjaga sekolah sih... Aku benci bersembunyi di tempat yang gelap dan sempit seperti ini." Ucap Yami dengan wajah kesal, yang sedang bersembunyi di dalam sebuah ruang penyimpanan peralatan bersih-bersih.
"Hem... Aku merasakan percikan suatu energi? Hem... Jangan bilang aku terbawa ke Wilayah Mistis?" Ucap Yami yang bingung melihat ke sekitar.
"Aku benar-benar berada di Wilayah Mistis! Sial aku bahkan tidak dapat merasakan perbedaan sebelum aku di bawa masuk secara paksa, jadi dapat kusimpulkan pemilik tempat ini sangatlah kuat, apakah dia Hanako si penunggu toilet perempuan tersebut? Atau Roh Jahat yang terbunuh oleh si Hanako?" Gumam Yami dengan wajah bingung.
"Sial apapun itu, keduanya sama-sama hal yang buruk... Jika aku memiliki kekuatanku yang di kehidupan sebelumnya, hal ini dapat aku selesaikan dalam waktu singkat sialan...!" Ucap Yami dengan wajah kesal, dan mulai berjalan di sekitar lorong.
"Hihi...!"
"Sial suara perempuan ketawa, tapi tidak ada satupun perempuan, apa Roh Jahatnya perempuan kali ya, kalau bukan, berarti ini Wilayah Mistis milik Hanako." Gumam Yami dengan bingung, sambil melihat ke sekitar.
"Nah sekarang aku harus menemukan di mana Roh Jahat atau si Hanako itu berada, hem... Ini suara manusia...?" Ucap Yami yang mendengar beberapa suara manusia, dari dua arah yang berbeda.
"Sial kenapa malah ada suara manusia dari dua arah, apakah ini salah satu kemampuan dari Roh Jahat atau si Hanako, atau memang ada manusia dari dua arah." Ucap Yami yang melihat ke sekitar.
...
...
...
"Aoma mereka terus mengejar!" Ucap Aishu yang terus berlari di depan laki-laki tampan yang bernama Aoma.
"Lari lebih cepat teman-teman! Yuu lari lebih cepat!" Ucap perempuan yang sebelumnya ketakutan, berteriak kepada teman laki-lakinya yang lain bernama Yuu.
"Aku tahu Emi!" Ucap Yuu yang berlari dengan cepat, sambil terus berlari.
"Sial ini semua karena tantangan bodoh!" Ucap perempuan yang selalu diam.
"Kau jadi banyak berbicara Rin!" Ucap Emi dengan wajah kesal.
"Diamlah dasar bodoh!" Ucap Rin yang berteriak dengan kesal.
...
...
...
"Hem... Aku mendengar suara manusia lebih keras dari sebelah sini? Apakah di sana benar-benar ada manusia?" Ucap Yami menatap ke arah suara manusia yang terdengar lebih keras, dengan wajah bingung.
"Terserahlah aku hanya harus memeriksanya." Ucap Yami yang berlari dengan cepat ke arah suara manusia.
...
...
...
Saat Aishu, Rin, Mami, Aoma, dan Yuu sedang berlari dari segerombolan makhluk yang menyeramkan, yang terlihat seperti manusia hanya saja banyak bagian tubuh dari para manusia tersebut sudah tidak ada, dan mereka dipenuhi oleh darah.
Mereka pada awalnya terjebak di lorong, dan hanya berputar-putar saja, sampai tiba-tiba saja mereka mencoba membuka salah satu pintu kelas, yang di mana mengakibatkan munculnya segerombolan makhluk yang mirip seperti manusia, hanya saja beberapa bagian tubuh mereka sudah tidak ada, dan mereka di penuhi oleh darah, hal itu membuat mereka ketakutan dan akhirnya melarikan diri.
Yang membuat para gerombolan tersebut akhirnya mengejar mereka, sampai sekarang ini juga.
"Aoma apakah tidak bisa kau gunakan telepon untuk meminta bantuan!" Ucap Yuu yang sudah mulai lelah.
"Kalau aku bisa melakukannya, maka sudah dari tadi kita diselamatkan bodoh, tempat ini tidak ada sinyal sama sekali!" Ucap Aoma yang kesal sambil terus berlari.
"Lalu apakah kita akan mati di sini!" Ucap Emi yang mulai menangis sambil terus berlari.
"Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak, dasar bodoh!" Ucap Rin yang terus berlari, sambil memarahi Emi, karena mengatakan hal yang buruk.
"Terus apa yang akan kita lakukan! Berlari hingga kita lelah, lalu akhirnya di tangkap oleh mereka hah!" Ucap Emi dengan kesal.
"Aku mohon siapapun, tolong kami..." Ucap Aishu yang berharap pertolongan.
"Zzz!" Tiba-tiba saja terdengar suara kilatan petir, yang baru saja melewati mereka, hal ini membuat mereka berlima terdiam, sebelum akhirnya berbalik arah untuk melihat apa yang baru saja terjadi.
Ketika mereka berbalik, betapa terkejutnya mereka, para gerombolan yang sebelumnya mengejar mereka, sekarang pada tumbang dan di sana terdapat seorang remaja pria, yang sedang berdiri sambil melihat ke arah para gerombolan tersebut.
"Zombie? Tidak, mereka bukan Zombie... Lalu... Boneka?" Ucap remaja pria tersebut, yang menatap ke arah gerombolan yang tergeletak di tanah dengan wajah bingung.
"Hem... Ah! Manusia... Kenapa kalian berada di tempat ini saat malam hari, apakah kalian tidak tahu bahwa malam hari itu berbahaya! Orang tua kalian bisa khawatir tahu!" Ucap remaja pria tersebut yang mulai menceramahi mereka berlima.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...