
"Huff akhirnya selesai juga!" Ucap Yami yang melihat ke arah Beast, yang di mana roh Pahlawan secara perlahan mulai kembali ke alam orang meninggal, sementara aura gelap melesat menuju ke arah Yami, lebih tepatnya masuk kembali ke diri Hanobusho.
"Haha kekuatanku kembali!" Ucap Hanobusho dengan bersemangat.
"Ya tentu, mari kita bahas itu nanti, sekarang mari kita kembali ke yang lainnya." Ucap Yami yang kemudian melesat ke tempat yang lain.
Sesampainya di sana Yami melihat bahwa para Spirit keluar dari tubuh para Bearer, dirinya menyaksikan dengan seksama saat para Spirit, mengucapkan kata-kata perpisahan kepada para Bearernya masing-masing.
"Dan Tuan Yami! Saya harap nada dapat menjaga mereka semua dengan baik, terutama Karina sebab dialah istrimu, dan aku tidak ingin melihatnya bersedih, kau dengar itu!" Ucap Tinama yang memelototi Yami.
"Baiklah, aku berjanji bahwa aku tidak akan membuatnya menangis karena bersedih!" Ucap Yami dengan membuat sebuah Janji Mana.
Hal ini membuat Merlin terkejut, dirinya sampai membuka mulutnya lebar-lebar, yang lainnya bingung dengan hal tersebut, tapi Merlin segera menjelaskan, hal itu membuat yang lainnya juga ikut terkejut, terutama Karina dan Tinama.
"Kau bahkan berani melakukan Janji Mana? Fufu kau pria yang sangat bersungguh-sungguh ya?" Ucap Tinama sambil tersenyum tipis.
"..." Karina hanya diam melihat hal tersebut, dirinya merasa bahwa hatinya menjadi hangat, karena Yami bahkan mau melakukan Janji Mana.
Sebuah Janji yang di mana jika di ingkari maka sang pembuat Janji, akan menerima hukuman dari Mana terhisap habis, atau Inti Mananya hancur, bahkan ada yang sampai mati.
Oleh karena itu Karina akan memastikan bahwa, dirinya tidak akan bersedih apapun yang terjadi, bahkan jika itu membuatnya terbunuh sekalipun, dirinya tidak akan bersedih.
"Baiklah kalau begitu, kami akan kembali ke alam kami, Karina selamat tinggal..." Ucap Tinama sambil tersenyum, sebelum akhirnya memimpin para Spirit lainnya untuk pergi ke alam orang meninggal.
"Sekarang... Mari kita kembali terlebih dahulu, lalu besok kita akan segera pergi..." Ucap Yami sambil tersenyum lebar, yang disetujui oleh yang lainnya.
...
...
...
Sementara itu di suatu tempat, terlihat sesosok perempuan yang memiliki telinga kelinci, dan memakai sebuah mahkota berwarna putih dengan kristal di sekeliling mahkota, perempuan bertelinga kelinci tersebut sedang terduduk di kasur yang jelek dan terlihat sudah tua.
Dirinya saat ini sedang berada di tempat semacam sel penjara, perempuan tersebut melihat ke arah luar melalui jendela, dirinya menatap ke arah planet bumi, perempuan tersebut saat ini berada di bulan, benar di bulan dengan kata lain di luar angkasa.
"Apakah... Akan ada seseorang yang berhasil datang dan menyelamatkanku?" Ucap perempuan tersebut dengan suara lirih, dirinya terlihat begitu cantik dengan tubuh yang ideal, rambut putih perak panjang terurai, mata berwarna merah darah.
Tapi ada hal yang cukup mengejutkan dari perempuan tersebut, perempuan itu sedang hamil, siapakah ayah dari anak tersebut masih menjadi misteri, tapi dirinya memegang liontin yang di dalamnya terdapat foto dirinya dengan seorang pria.
"Kumohon... Siapa saja... Tolong aku..." Ucap perempuan tersebut dengan suara lirih, sambil memegang perutnya yang sedang mengandung anak dari pria yang berada di dalam liontin.
...
...
...
"Siap!" Ucap mereka secara serentak, kecuali Merlin yang hanya menganggukkan kepalanya.
"Bumi menjadi apa ya sekarang...?" Ucap Merlin dengan memikirkan Bumi.
"... Bumi sekarang menjadi kotor, dengan manusia yang menjadi lebih sering menebang pohon, buang sampah sembarangan, banyaknya kemiskinan yang melanda, asap polusi di berbagai kota besar, diikuti dengan sering terjadinya bencana alam, serta beberapa organisasi jahat, dan lain-lainnya..." Ucap Yami yang menjelaskan fakta mengenai bumi, yang saat ini sedang terjadi.
"... Kau... Haah... Jika seperti itu, maka bumi sangatlah buruk..." Ucap Merlin yang menarik nafas panjang.
"Benar, tapi banyak juga orang yang menjaga lingkungan, serta beberapa orang yang saling memberi dan membatu, karena itulah bumi tempat di mana yang kita anggap sebagai rumah, dan tempat yang kita lindungi secara bersama." Ucap Yami sambil tersenyum lebar, Merlin yang mendengar hal itu tersenyum juga.
"Baiklah, tanpa basa-basi lebih lama lagi ayo kita pergi menuju ke bumi!" Ucap Yami dengan bersemangat, dirinya kemudian menciptakan sebuah portal.
Lalu satu-persatu orang mulai berjalan masuk ke dalam, yang di awali dengan Yami, diikuti oleh Karina, lalu Kieru, Angela, Kemudian Takeshi, dan seterusnya.
Saat orang-orang melihat luar angkasa, mereka sangat terkejut, sebab itu pertama kalinya bagi mereka untuk melihat luar angkasa, yang gelap dan hitam, dengan hanya sumber cahaya bintang-bintang, serta planet yang bersinar terang.
Setelah beberapa menit, Yami menemukan sesuatu hal yang sangat mengejutkannya, sebuah portal tiba-tiba saja muncul, lalu keluarlah sebuah pesawat luar angkasa.
Yami dan yang lainnya, melihat hal itu menjadi sangat terkejut, tapi Yami segera menyadari bahwa pesawat tersebut terlihat rusak parah, dirinya kemudian menghentikan perjalanan.
"Aku akan memeriksa pesawat luar angkasa itu sebentar, kalian tetap di sini, sementara aku mengecek apakah itu berbahaya atau tidak." Ucap Yami kepada yang lainnya.
"Baiklah, tapi hati-hati aku tidak ingin kau terluka mengerti?" Ucap Karina yang saat ini sudah bisa berdiri, akibat sebelumnya Yami memakaikan Karina Mahkota Lex Aeterna, yang dapat menyembuhkan kutukannya, Yami juga mengetahui bahwa kutukan tersebut berasal dari dunia itu sendiri.
Yami sebelumnya berniat menghancurkan dunia tersebut, tapi karena Karina tidak ingin Yami melakukan hal tersebut, yang dapat membunuh jutaan nyawa, dirinya hanya bersyukur karena bisa berjalan, setelah dirinya sangat memimpikan hal tersebut sejak lama.
Yami lupa untuk memberikan Mahkota Lex Aeterna dulu sekali, karena itu Yami merasa sangat bersalah, tapi Karina tidak mempermasalahkannya, dirinya sudah sangat senang dapat berjalan, serta memiliki keluarga yang utuh.
Yami saat ini berada di dalam pesawat luar angkasa yang gelap dan rusak, dirinya mulai memeriksa dan menemukan bahwa pesawat tersebut terlihat familiar.
Dirinya kemudian mulai memeriksa bahasa yang digunakan di pesawat tersebut, betapa terkejutnya Yami yang akhirnya sadar pesawat apa itu, dirinya segera bergegas ke arah kokpit pesawat, di sana dirinya menemukan sesosok manusia perempuan yang terlihat terluka.
Dirinya segera bergegas ke arah perempuan tersebut, saat melihat wajah serta pengenalnya, Yami menjadi sangat terkejut, dirinya mencoba mengecek dengan teliti sebelum akhirnya benar-benar yakin.
"Sialan... Kenapa putriku bisa berada di sini..." Gumam Yami dengan wajah tidak percaya, dirinya menjadi sangat tercengang bahkan mulutnya sampai terbuka lebar, Hanobusho juga sangat terkejut, karena dirinya juga mengenal perempuan tersebut, yang merupakan anak perempuan Yami.
Yang berasal dari kehidupan sebelumnya, yang di mana hasil dari pernikahan Yami dengan perempuan penduduk asli planet tersebut, tapi istri Yami meninggal saat baru melahirkan, semenjak itu Yami mengurus putrinya sendirian, sampai akhirnya dia menjadi dewasa, dan akhirnya Yami memutuskan untuk pergi kembali ke bumi, tapi di bumi Yami langsung mendapatkan masalah.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...