Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 76 - Masa Lalu Part 1



Pada malam hari di Tahun 5470 Kekaisaran seorang gadis muda, berumur sekitar delapan belas tahun, sedang berjalan menyusuri hutan, menggunakan kursi roda.


Gadis muda tersebut tidak terlihat ketakutan, meski dirinya sedang berada di jalan utama antar kota, yang di sekitarnya terdapat hutan dengan berisi banyak pepohonan.


Tiba-tiba saja gadis muda tersebut mendengar sebuah benturan dari dalam hutan, dirinya merasa penasaran, tapi dia takut bahwa itu adalah hewan buas, atau bahkan seorang penjahat.


Tapi saat dirinya ingin pergi, gadis muda tersebut mendengar suara rintihan kesakitan, karena terlalu penasaran gadis muda tersebut memilih untuk pergi menuju ke arah asal suara tersebut.


Saat dirinya terus mendekat, gadis muda itu akhirnya dapat menemukan asal suara tersebut, yang berasal dari seorang remaja pria yang berumur sekitar enam belas atau tujuh belas tahun.


Remaja pria tersebut terlihat terluka parah, sebab seluruh tubuhnya dipenuhi oleh darah, karena merasa khawatir gadis muda tersebut segera mencoba untuk membawa remaja pria tersebut, tapi dirinya mengalami sedikit kesulitan, untuk membawa remaja pria tersebut.


Tapi pada akhirnya gadis muda tersebut dapat mengangkat remaja pria tersebut, lalu membawa tubuhnya di pangkuannya, meski itu adalah posisi yang tidak baik bagi remaja pria, karena kepala dan kakinya tergantung di antara ban kursi roda.


Tapi gadis muda tersebut tidak memiliki tempat untuk membawanya, jadi dirinya terpaksa harus membawa remaja pria dengan cara seperti itu, lalu gadis kuda tersebut segera bergegas meninggalkan hutan, dirinya segera sampai di kota, meski saat itu sedang malam hari, tapi gerbang masih di buka, dan penjaga gerbang masih berada di sana.


Setelah gadis muda menjelaskan bahwa remaja pria tersebut adalah temannya yang terluka, akibat di serang oleh bandit hutan, penjaga gerbang mempersilahkan gadis muda tersebut masuk ke dalam kota, sambil membawa remaja pria tersebut.


Gadis muda tersebut akhirnya sampai di rumahnya, dirinya segera masuk ke dalam rumah, di dalam rumah dirinya tinggal seorang diri, oleh karena itu rumah tersebut sepi, setelah meletakan remaja pria dengan hati-hati di atas ranjang tempat tidur di kamar tamu.


Lalu gadis muda tersebut segera mengambil seember air, dengan kain lap, perban dan tanaman obat, setelah mengelap setiap darah menggunakan kain lap yang terkena air, gadis muda tersebut segera mengoleskan tanaman obat yang telah di ulek, ke tubuh remaja pria lalu memperban tubuh dari remaja pria.


Setelah selesai memperban tubuh remaja pria tersebut, gadis muda itu lalu pergi ke kamarnya dirinya kemudian tertidur lelap, karena terlalu lelah dengan banyak hal yang terjadi.


Keesokan harinya gadis muda terbangun, dirinya segera pergi membersihkan dirinya, lalu pergi menyiapkan makanan, setelah selesai gadis muda tersebut pergi menuju ke kamar remaja pria yang semalam dirinya selamatkan, sesampainya di sana dirinya menemukan remaja pria masih tidak sadarkan diri.


Merasa bahwa dirinya tidak dapat bekerja hari ini, gadis muda tersebut segera pergi ke tempat kerjanya, yaitu sebuah toko jahit, setelah gadis muda tersebut selesai meminta ijin tidak masuk kerja, dirinya segera kembali ke rumahnya.


Saat gadis muda tersebut masuk ke dalam rumahnya, dirinya segera bergegas ke kamar tamu, tempat remaja pria yang semalam dirinya selamatkan.


"Uh ini di mana..." Saat gadis muda sampai di depan pintu kamar tempat remaja pria, dirinya mendengar suara remaja pria dari dalam kamar.


Gadis muda tersebut, menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya menghembuskannya, lalu gadis muda tersebut masuk ke dalam kamar.


"Kau sudah bangun?" Ucap gadis muda tersebut yang bertanya kepada remaja pria yang sedang duduk di tempat tidur.


"Ya... Bolehkah aku tahu siapa kau, dan... Ini di mana?" Ucap remaja pria tersebut yang bertanya dengan nada khawatir, dan matanya penuh keraguan.


"... Begitukah, namaku Yami Tanaka." Ucap remaja pria yang memperkenalkan namanya, yang ternyata adalah Yami.


"Yami... Bolehkah aku tahu kenapa kau bisa berada di dalam hutan, dengan tubuh yang penuh luka?" Ucap Karina dengan nada ragu-ragu.


"Eh... Bagaimana menjelaskannya ya... Aku di serang oleh bandit gunung?" Ucap Yami yang berbohong, dan mencoba untuk terlihat menyakinkan.


"Tapi bandit gunung tinggal jauh di daerah pegunungan, dan dari tempat kau kutemukan sebelumnya, sangat jauh dari daerah pegunungan, jadi tidak mungkin kau di serang oleh bandit gunung... Kecuali bandit hutan, tapi hutan itu sangat aman, sebab banyak bangsawan dan pedagang yang lewat melalui jalan antar kota, oleh karena itu kesatria sering berpatroli untuk menemukan dan memusnahkan bandit hutan." Ucap Karina dengan menatap Yami dengan santai, yang membuat Yami terdiam.


"..." Yami terdiam dan tidak tahu harus berbicara apa, apa lagi saat dirinya mendengar kata kesatria, bangsawan, pedagang dan jalan antar kota, Yami langsung mengetahui dunia apa yang dirinya tempati.


"Jadi... Yami apakah kau seorang buronan?" Ucap Karina dengan menatap Yami dengan mata bersinar, mendengar hal itu membuat Yami tersedak udara.


"Khuk!"


"Tidak aku bukan seorang buronan, baik aku mengakui aku bukan dari daerah sekitar sini, aku berasal dari tempat yang sangat jauh, untuk beberapa alasan yang tidak kuketahui sepertinya aku terluka akibat melalui jalan yang aku lalui, dan entah bagaimana tiba-tiba saja aku sudah berada di dalam hutan, dengan seluruh tubuhku terluka." Ucap Yami yang mengatakan beberapa kebenaran dan beberapa kebohongan.


"Begitukah? Bagaimana kau bisa berada di hutan? Jalan apa yang sampai membuatmu terluka seperti itu?" Ucap Karina yang sekarang memiliki nada khawatir.


"Entahlah, kurasa itu semacam goa atau apa, aku juga tidak tahu, tapi yang pasti jalan tersebut sangatlah gelap dan waktu terasa begitu lama, dan kau akan merasakan sakit yang luar biasa." Ucap Yami yang mengatakan kebenaran dengan di tambah sedikit bumbu kebohongan.


"Benarkah... Aku tidak tahu ada jalan aneh dan berbahaya yang seperti itu..." Gumam Karina dengan wajah terkejut.


"Haha kau perlu pergi dan menjelajahi dunia luar, dunia ini sangatlah luas kau akan menemukan banyak hal unik dan baru di dunia ini, jika kau keluar dari kota ini." Ucap Yami yang tertawa dan tersenyum kecil.


"Benar, apakah kau sudah bisa berjalan, jika belum aku akan mengambilkan makanan untukmu." Ucap Karina yang bertanya tentang keadaan Yami.


"Aku sudah baikan, aku bisa berjalan sekarang." Ucap Yami yang turun dari tempat tidur, lalu berdiri dengan tubuh tegak.


Melihat ke arah Yami tiba-tiba saja pipi Karina menjadi memerah, melihat perubahan di wajah Karina, membuat Yami menjadi bingung, setelah beberapa detik baru akhirnya Yami sadar, bahwa dirinya memakai baju dan celana yang terlihat berlubang di mana-mana.


"Aku akan mengambil pakaian yang dapat kau pakai!" Ucap Karina yang segera keluar dari kamar Yami.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...