Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 27 - Wanita Yang Menyeramkan



Yami turun dari kereta, lalu mulai berjalan menuju ke arah sekolah Bunga Plum.


Tidak lama Yami berjalan, Yami akhirnya menemukan sebuah sekolah, dan setelah melihat ciri-ciri struktur sekolah tersebut, Yami akhirnya mengetahui bahwa sekolah tersebut adalah Sekolah Bunga Plum.


Tapi saat Yami melihat ke arah dalam sekolah, ternyata masih ada beberapa siswa dan siswi yang sedang melakukan kegiatan klub, hal ini membuat Yami bingung harus bagaimana selanjutnya.


"Sigh... Kurasa aku harus pergi jalan-jalan ke sekitar, nanti saja aku kembali ke sini, pada malam hari." Ucap Yami dengan nada pelan, lalu berbalik dan mulai berjalan menjauh.


Yami pergi ke tempat-tempat yang berada di sekitar sekolah tersebut, Yami menemukan banyak tempat jajanan jalanan, karena melihat semua makanan tersebut terlihat enak, Yami jadinya membeli jajanan yang menurutnya terlihat enak.


Setelah memakan banyak jajanan yang ada, Yami akhirnya menemukan sebuah toko roti, karena mencium bau wangi dari roti yang berada di dalam.


Yami akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam dan membeli beberapa roti, saat Yami masuk ke dalam toko roti, Yami langsung mencium bau wangi roti yang sangat mengunggah selera.


"Selamat datang, mau beli roti yang mana..." Ucap seorang wanita yang sangat cantik, wanita tersebut adalah gambaran dari seorang wanita dewasa yang sopan dan anggun, tidak lupa pula tubuhnya yang begitu indah dan mempesona.


"Halo... halo... halo..." Ucap wanita tersebut yang menyadarkan Yami, terdiam dari melihat pesona wajah dan tubuhnya yang sangat indah.


"Ah! Maaf memandang anda dengan tidak sopan, saya ingin membeli tiga cup roti coklat dan tiga cup roti vanila." Ucap Yami yang membeli enam roti.


"Fufu baiklah pembeli..." Ucap wanita tersebut yang tersenyum tipis, hal ini membuat Yami terdiam.


'Sial Wanita Dewasa yang panas! Apakah dia sudah punya suami...? Ouh sial cincin nikah? Haah bagaimana wanita cantik ini sudah menikah, sialan pria yang mendapatkannya!' Pikir Yami yang mengutuk keras pria, yang mendapatkan wanita penjual roti tersebut.


"Ini dia rotinya..." Ucap wanita tersebut, yang menyerahkan kotak roti kepada Yami, kemudian Yami mengambil kotak roti tersebut, lalu menyerahkan uangnya.


"Nah sepertinya anda bukan orang sekitar sini ya?" Ucap wanita tersebut yang mengambil uang Yami, lalu memasukkannya ke dalam tempat uang.


"Itu benar, saya datang ke sini untuk melihat-lihat sebuah sekolah." Ucap Yami yang menatap ke arah wanita tersebut.


"Sekolah Bunga Plum bukan?" Ucap wanita tersebut dengan nada bertanya.


"Benar, bagaimana anda tahu?" Ucap Yami yang sedikit terkejut.


"Sekolah itu sangat sering didatangi oleh orang-orang pecinta hal-hal ghaib, oleh karena itu saya menyimpulkan kedatangan anda dengan sekolah tersebut." Ucap wanita tersebut yang tersenyum tipis.


"Begitukah..." Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya.


"Putri saya juga bersekolah di sana..." Ucap wanita tersebut yang tersenyum lembut.


'Sial dia bahkan sudah punya anak! Pria sialan yang menjadi suaminya! Akan kupukul... Sialan!' Pikir Yami yang mengutuk dengan keras, dan penuh iri kepada pria yang telah menikahi wanita penjual roti yang berada di depannya.


"Eh benarkah? Dia pasti perempuan yang sangat cantik sama seperti ibunya..." Ucap Yami yang tersenyum tipis.


"Hem... Fufu mulutmu begitu manis, para wanita yang dekat denganmu pasti sangat bahagia, dengan mulut manismu itu." Ucap wanita tersebut yang tertawa kecil.


"Ah anda bisa saja, saya hanya mengatakan apa adanya saja..." Ucap Yami yang tersenyum lebar.


...


...


...


"Ah benar, bolehkah saya tahu siapa nama anda?" Ucap Yami yang masih belum mengetahui siapa nama dari wanita penjual roti tersebut.


"Namaku... Ai Kuro." Ucap wanita penjual roti yang bernama Ai.


'Kuro? Tunggu sialan jangan-jangan... Oh sial ternyata dia seorang Yokai... Sialan bagaimana aku tidak menyadarinya, hem... Tunggu apakah dia bilang Kuro? Seperti Kuro Neko? legenda kucing Jepang yang membawa keberuntungan?' Pikir Yami dengan wajah bingung.


'Dia sepertinya masih belum mengetahui bahwa aku seorang Shaman, aku tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa, karena menemukan wanita cantik tapi bukan manusia, di kehidupanku yang sebelumnya hal-hal seperti ini juga sering aku temukan, tapi sial aku sudah merasa nyaman...' Pikir Yami dengan wajah bingung.


"Namaku Yami, Yami Tanaka salam kenal Kuro-san..." Ucap Yami dengan sopan.


"Fufu tidak perlu formal seperti itu, panggil saja aku Ai..." Ucap Ai yang tertawan kecil.


"Eh baiklah, Ai-san..." Ucap Yami yang tersenyum tipis.


'Sialan dasar wanita, kau tersenyum dan tertawa, tapi aku sedang berjuang menahan diri, sialan...!' Pikir Yami dalam benaknya, yang berusaha untuk tidak melarikan diri, karena takut mendapatkan masalah, jika tinggal di sana terlalu lama.


Meski legenda Kuroneko sering menceritakan tentang pembawa keberuntungan, tapi bagi Yami yang memiliki tingkat keberuntungan yang negatif dan selalu mendapatkan masalah, oleh karena itu menurut Yami orang atau benda yang membawa keberuntungan, maka dekat-dekat dengan Yami, keberuntungan tersebut akan berkurang, lalu berubah menjadi kesialan, dan malah mendapatkan suatu masalah.


"Kalau begitu aku pergi dulu Ai-san!" Ucap Yami yang segera bergegas pergi dari sana.


"Fufu..." Ucap Ai yang tertawa kecil, sambil menatap ke arah Yami dengan seringai geli.


...


...


...


Yami kemudian mengambil enam cup roti tersebut, lalu memakannya sampai habis, kemudian Yami mulai berjalan ke sekitar sambil membeli beberapa jajanan lainnya, setelah banyak memakan jajanan Yami akhirnya berhenti untuk membeli sebuah minuman di warung, setelah Yami membeli membeli minuman, Yami melanjutkan perjalanannya.


"Hem... Ada apa dengan rumah ini, mengapa aku merasakan hal yang menyenangkan tapi aneh dari dalam rumah ini?" Gumam Yami dengan wajah bingung.


"Coba kurasakan dengan Energi Roh... Tempat ini... Sebuah tempat penjualan manusia?" Gumam Yami dengan tidak percaya, tapi perasaan kesenangan tidak dapat Yami ketahui, bagaimana bisa berada di sana.


"Ini! Tempat perdagangan budak pemuas nafsu?" Gumam Yami dengan wajah terkejut, meski begitu perasaan kesenangan masih tidak dapat dijelaskan bagaimana bisa terasa di tempat tersebut.


"Tunggu! Jangan bilang...! Ternyata benar ada seseorang Shaman yang berada di balik hal ini, sial jika ini berhubungan dengan Shaman, maka aku harus menyelesaikan masalah ini, tapi tujuanku datang ke sini untuk menyelesaikan masalah sekolah Bunga Plum." Gumam Yami dengan bingung.


"Sigh... Aku akan mengurus tempat ini nanti, Sekolah Bunga Plum lebih penting, karena itu menyebabkan banyak korban jiwa, kalau ini dapat aku selesaikan dengan menbunuh Shaman yang memiliki tempat ini, juga sepertinya ini tidak akan dimulai dalam waktu dekat, jadi aku dapat menyelesaikan masalah sekolah terlebih dahulu." Gumam Yami yang segera pergi dari sana dan siap untuk bergegas ke Sekolah Bunga Plum.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...