
Setelah berhasil melarikan diri dari Shizuka, Yami kemudian melihat ke arah tiga perempuan yang berada di hadapannya, lalu Yami membuat mereka melayang, kemudian pergi menuju ke arah rumahnya sendiri, yang berada di luar kota Sakura.
Karena harinya sudah hampir pagi, Yami mempercepat gerakannya, sesampainya di sana Yami menemukan Kuso yang sudah tertidur lelap.
Yami kemudian menoleh ke arah jam yang berada di telponnya, di sana memperlihatkan waktu saat itu, sedang jam empat pagi.
Merasa bahwa jam segitu sudah cukup untuk membangunkan Kuso, Yami lalu menggoyangkan tubuh Kuso secara perlahan, lalu Kuso secara tiba-tiba saja membuka kedua matanya, dirinya segera duduk tegak dan menatap ke arah Yami.
"Selamat datang Yami-sama..." Ucap Kuso yang sedikit membungkukkan badannya.
"Maaf aku mengganggu tidurmu..." Ucap Yami yang meminta maaf.
"Tidak apa-apa Yami-sama, saya yang harusnya meminta maaf karena tidak menyambut Anda dengan baik." Ucap Kuso yang menatap ke arah Yami dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Soal itu tidak apa-apa, baiklah kembali ke topik, aku datang ke mari untuk memberitahukan kepadamu, bahwa ada tiga orang yang akan bekerja sebagai pelayan di tempat ini, kaulah orang yang akan menjadi ketua dari para pelayan, mereka tidak terikat kontrak denganku, aku hanya menjadikan mereka pelayan di tempat ini, karena beberapa hal, oleh karena itu aku ingin kau melatih mereka menjadi pelayan yang baik, bisakah?" Ucap Yami yang menatap tajam ke arah Kuso.
Melihat tatapan tajam dari Yami, Kuso segera menatap balik dengan wajah penuh tekad, lalu dirinya mulai berbicara.
"Saya akan melakukannya dengan baik Yami-sama!" Ucap Kuso yang berbicara dengan nada tinggi.
"Bagus, kalau begitu aku akan pergi, sudah beberapa hari aku belum pulang ke rumah..." Ucap Yami yang menatap ke arah jendela, lalu Yami berjalan ke arah jendela dan kemudian melayang kembali ke arah kota Sakura.
...
...
...
"Kakak... Apakah kita akan baik-baik saja, tempat ini terlihat menyeramkan, meski tempat ini sangatlah luas dan begitu besar..." Ucap Lin dengan memeluk Nua dengan erat, dan menatap ke arah sekitar dengan wajah ketakutan.
"Kita akan baik-baik saja..." Ucap Nua yang mencoba menenangkan adiknya.
"Kaliankah orang yang di maksud Yami-sama?" Ucap Kuso yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang Nua, Lin, dan Flower.
"Hi...! Ah... Be-benar..." Ucap Nua yang terkejut dan menatap ke arah Kuso dengan wajah bingung.
"Begitukah, kalau seperti itu ayo ikut denganku." Ucap Kuso yang kemudian mulai berjalan pergi, yang diikuti oleh Nua, Lin, dan Flower.
...
...
...
"Huah... Aku lelah..." Ucap Yami yang saat ini sedang berada di dalam kamarnya.
"Nanti aku harus pergi sekolah lagi... huff... merepotkan..." Ucap Yami dengan wajah datar.
Setelah beberapa saat, Yami pergi mandi, selesai mandi Yami berjalan pergi ke arah meja makan, dan mulai sarapan pagi, lalu Yami berjalan pergi menuju ke arah sekolahnya.
Di perjalanan Yami bertemu dengan Nana dan Miyu, Nana langsung bertanya kepada Yami, ke mana saja dirinya pergi kemarin, sebab Nana pada saat hari Minggu ingin pergi jalan-jalan dengan Yami, tapi Yami tidak ada, hanya salinannya saja yang ada untuk menggantikan Yami, agar tidak di curigai oleh kedua orang tuanya.
"Aku pergi jalan-jalan saja..." Ucap Yami yang mengingat tentang kejadian kemarin, dari pagi membeli perabotan untuk rumah barunya, dilanjutkan dengan melatih Kuso, lalu pergi ke sekolah berhantu, membantu beberapa anak, lalu menyelesaikan kasus perdagangan manusia, mengingat jadwal padatnya saat hari Minggu kemarin sangat penuh, membuat Yami terdiam.
"Benarkah? Lalu ada apa dengan wajah bingungmu itu..." Ucap Nana yang memperhatikan gerak-gerik dari Yami.
"Ya ampun kau ini curigaan sekali..." Ucap Yami yang menghela nafas.
"Hem..." Gumam Nana sambil menatap ke arah Yami.
"Benar, kenapa kau masih ada di sini?" Ucap Yami yang menyadari keberadaan Miyu.
"Ah! Aku... Hanya akan tetap tinggal di sini, sampai hari ini saja..." Ucap Miyu yang menundukkan kepalanya, mencoba untuk menghindari bertatapan dengan Yami.
Nana yang melihat tingkah Yami terhadap Miyu, menjadi sedikit kesal.
"Kenapa kau begitu tidak menyukainya sih?" Ucap Nana yang menatap ke arah Yami.
"Sebab dirinya sudah mencoba untuk membunuhku! Dan ternyata dirinya salah akan hal itu, oleh karena itu aku kesal denganya!" Ucap Yami yang mengungkapkan apa yang dirinya rasakan.
"Tapikan dia sudah minta maaf..." Ucap Nana dengan wajah bingung.
"Aku tetap tidak suka denganya." Ucap Yami sebelum mempercepat gerakannya lalu meninggalkan Nana bersama dengan Miyu.
"Maafkan aku..." Ucap Miyu dengan wajah sedih.
"Jangan di masukkan ke hati, dia memang pria yang tidak memiliki hati." Ucap Nana yang mengelus pundak Miyu.
"Heem..." Ucap Miyu yang menganggukkan kepalanya.
...
...
...
Yami kemudian sampai di sekolah, di sana Yami mulai menjalani kehidupan sekolahnya yang cukup membosankan.
Setelah beberapa jam, menjalani kehidupan sekolah, Yami akhirnya mendapatkan waktu jam istirahat, Yami memilih untuk makan di tempat yang biasanya, yaitu berada di atap.
Di sana Yami sudah di tunggu oleh Nana yang membawa bekal makanan, yang terlihat lumayan cukup banyak.
"Ini aku bawakan seperti biasanya...!" Ucap Nana yang segera memberikan salah satu tempat makannya, kepada Yami yang baru saja sampai.
"Hem... Kenapa perempuan ini ada di sini?" Ucap Yami yang menatap ke arah Miyu.
"Sigh... Bisakah kau lupakan saja, lagi pula dia sudah minta maaf, dan sebaiknya kau segera makan sebelum makanannya aku ambil kembali." Ucap Nana yang mengancam Yami.
"Cih...! Baiklah..." Ucap Yami yang segera makan bekal makanannya.
Selesai makan, Yami kemudian segera kembali ke kelas, Miyu yang melihat itu menatap ke arah Nana, dan bertanya apakah Yami selalu bersikap seperti itu.
Nana hanya tersenyum dan tidak membalas kata-kata dari Miyu, melihat tingkah laku dari Nana, Miyu hanya terdiam kebingungan.
Lalu waktu terus berlalu sampai akhirnya waktu pulang telah tiba, Yami kemudian mulai berjalan pulang bersama dengan Nana, dan juga dengan Miyu.
...
...
...
Kemudian saat waktu menunjukkan jam enam sore menjelang malam, Nana memanggil Yami untuk bertemu di stasiun.
Meski Yami menolak, tapi setelah Nana membujuknya dengan uang, Yami akhirnya datang ke stasiun, di sana Nana dan Miyu sudah menunggu, Nana mengatakan bahwa saat itu Miyu akan pergi, dan Yami hanya menganggukkan kepalanya, setelah berbicara selama beberapa saat, Miyu akhirnya mengatakan permintaan maafnya kepada Yami, lalu pergi naik ke dalam kereta.
Tepat sebelum Miyu benar-benar masuk ke dalam kereta, Yami mengatakan sesuatu.
"Aku memaafkanmu untuk kali ini saja." Ucap Yami dengan nada suara santai.
Nana yang mendengarnya hanya menatap Yami, sambil tersenyum lebar lalu melihat ke arah Miyu yang juga tersenyum.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...