Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 96 - Kembali ke Bumi Part 7



"Aku baik-baik saja, nah Wick apa yang akan kau lakukan sekarang?" Ucap Yami yang bertanya kepada Wick.


"Aku akan pergi ke Negeri Bulan, itulah tempat di mana istriku berada, dan aku pasti akan mendapatkannya kembali, bahkan jika itu harus mempertaruhkan nyawaku." Ucap Wick dengan nada tegas.


"Baiklah terserah dirimu, kalau kau mau melakukannya, cobalah lakukan secara hati-hati." Ucap Yami yang menyuruh Wick untuk berhati-hati.


"Tentu!" Ucap Wick sambil tersenyum lebar, lalu Wick pergi mengambil pesawat terbang kecil, kemudian Wick pergi dari Kapal Bajak Laut Ruang Angkasa milik Mithein, menuju ke arah bulan.


"Sebelum kita pergi ke bumi, ayo kita ke bulan..." Ucap Yami yang melihat bahwa Wick sudah pergi.


"Apa? Tapi dia bilang tidak usah di bantu!" Ucap Merlin dengan wajah kesal.


"Hehe apakah kau tidak penasaran, harta apa saja yang dimiliki oleh Negeri Bulan, tujuanku ke sana untuk mencuri barang-barang luar biasa yang dimiliki oleh mereka, karena sekarang Negeri bulan di kuasai oleh pemberontak, bukankah sayang kalau itu digunakan dengan salah." Ucap Yami sambil tersenyum lebar kepada Merlin.


"... Sialan aku juga penasaran, apakah mereka memiliki suatu mantra sihir yang hebat atau tidak! Ayo kita lakukan!" Ucap Merlin yang juga penasaran dengan hal tersebut, sebab ini akan menjadi pertama kalinya bagi Merlin untuk menemukan sihir dari dunia lain, selain yang berasal dari bumi tentunya.


"... Apakah kau yakin kak? Itu Negeri yang sedang berperang! Berperang!" Ucap Mithein yang terlihat khawatir.


"Hei hei Mithein apakah kau tidak ingin melihat harta yang dimiliki oleh Negeri Bulan, ayolah kau pasti ingin melihatnya kan, bagaimanapun juga mereka sudah ada sejak miliaran tahun!" Ucap Yami yang mencoba membujuk Mithein.


"Harta... Uhm... Hehe... Harta..." Mithein yang mudah terpengaruh kata-kata Yami, akhirnya setuju dengan mudahnya, anak buah Mithein juga dengan mudah terpengaruh oleh kata-kata Yami.


"Ini rencananya, Mithein kau jalankan Kapalmu ke sana, buat kekacauan besar dengan menembakkan semua amunisimu ke bagian kastil, setelah melakukan itu aku akan membuat Kapalmu menjadi tidak terlihat, lalu kemudian kita pergi ke kastil."


"Pertama memasuki kastil, lalu menuju ke sel penjara, selamatkan istri Wick, pergi ke ruang harta lalu ambil harta sebanyak-banyaknya, temukan Wick, serahkan istrinya, kemudian kita pergi dari Bulan, mengerti?" Ucap Yami sambil tersenyum lebar.


"Baik kak!" Ucap Mithein dengan sangat bersemangat.


"Bagus... Tim akan di bagi menjadi empat, tim pertama akan terdiri dari Merlin, Silvia, Olcisa, Diana, dan Furutayusa, kalian akan pergi menuju ke istana, dan mencari tahu letak Sel Penjara yang menahan istri Wick."


"Tim kedua akan terdiri dari aku, Karina, Takeshi, dan Miruno, kami akan pergi menuju ruang harta."


"Tim ketiga akan terdiri dari Kieru dan Angela, kalian akan pergi ke kota, dan mencari informasi apapun, dari awal semua ini terjadi, dan kalau bisa juga cari tahu apakah kita bisa mengalahkan para anggota pemberontak atau tidak."


"Dan tim keempat yang merupakan tim terakhir, akan menjaga Kapal, dan bersiap untuk pergi, kalian selalu bersiap, sebab kita akan pergi kapan saja, jika ada hal yang tidak terduga." Ucap Yami sambil melihat ke arah mereka semua.


"Kami mengerti." Ucap semuanya.


"Bagus, sekarang kalian ambil kertas kertas ini, mereka memiliki beberapa fungsi yang sangat bagus." Ucap Yami yang mengeluarkan beberapa kertas jimat.


"Shāman jumon: Sutēji Ni: Tōmei."


"Shāman jumon: Sutēji Ni: Nioi jokyo-zai."


"Karena kalian akan menjadi tidak terlihat, maka kalian juga perlu pencegahan, yaitu membuat bau kalian menjadi hilang, dan kertas jimat inilah yang kalian butuhkan." Ucap Yami yang mengeluarkan kertas jimat, yang sudah lama dirinya buat, tapi belum pernah dirinya gunakan.


"Shāman jumon: Sutēji Ni: Omoide no bassui."


"Sementara yang ini akan membantu kalian mencari informasi, ini memiliki kemampuan untuk mengekstrak kenangan yang di miliki oleh seseorang, yang harus kalian lakukan hanya menempelkan ini, di dahi orang yang ingin kalian ekstrak kenangannya." Ucap Yami yang menjelaskan dengan detail.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Omoide o kesu."


"Kalau yang ini akan membantu kalian jika dalam masalah, misalnya kertas kalian terlepas dan tiba-tiba saja datang seseorang yang melihat kalian, kalian hanya perlu menempelkan kertas ini ke dahi orang tersebut, dan orang itu akan melupakan bahwa dirinya pernah melihat kalian sebelumnya." Ucap Yami yang mengeluarkan kertas jimat lainnya.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Sheipuchenjā."


"Kalian pasti memerlukan sebuah penyamaran, dan kertas jimat inilah yang kalian butuhkan, kalian hanya perlu menempelkannya ke tubuh kalian, lalu kalian bisa berubah menjadi bentuk apapun, atau makhluk hidup apapun yang kalian inginkan." Ucap Yami yang mengeluarkan lebih banyak kertas jimat.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Koe no henka."


"Karena kalian akan menyamar, maka kalian juga perlu mengubah suara kalian, dan kertas jimat inilah yang kalian butuhkan, kalian harus menempelkannya di dekat leher atau tepat di leher kalian, maka suara kalian akan berubah, sesuai yang kalian inginkan." Ucap Yami yang menunjuk ke salah satu kertas jimat.


"Sudah semua, dengan begini yang kalian butuhkan sudah lengkap, kalian sekarang tinggal menjalankannya!" Ucap Yami dengan wajah bersemangat.


"Kalian dengar itu! Sudah saatnya kita memulai kekacauan!" Ucap Mithein dengan wajah berseri-seri, dirinya segera menyuruh para anak buahnya, untuk segera mengarahkan Kapal menuju ke arah istana.


"Baik!" Ucap anak buah Mithein dengan wajah serius.


Mereka segera mengarahkan Kapal dengan cepat menuju ke arah istana, tentu hal itu tidaklah mudah, sebab para anggota pemberontak, sudah menemukan Kapal Mithein, mereka segera mengerahkan banyak Pesawat untuk menghancurkan Kapal Mithein.


Tapi dengan pengalaman puluhan tahun, serta merupakan seorang kapten yang ahli dalam mengarahkan Kapal, Mithein dapat menghindari semua peluru yang di arahkan kepada Kapalnya, setelah melewati beberapa Pesawat milik anggota pemberontak, Mithein akhirnya berhasil sampai di istana.


Tanpa berpikir panjang, Mithein segera menembakkan peluru, yang di mana hal itu seketika meledak, hal itu menciptakan kerusakan yang cukup besar, Mithein segera pergi setelah menembakkan beberapa peluru, sesuai yang diperintahkan oleh Yami.


Kapal segera melesat pergi menjauh dari istana, yang di mana Kapal diikuti oleh banyak Pesawat anggota pemberontak, setelah berbelok ke beberapa bukit kecil, kapal Mithein secara tiba-tiba saja tidak terlihat di manapun, hal ini membuat para anggota pemberontak menjadi terkejut.


Mereka segera pergi melakukan patroli untuk terus mencari Kapal, sementara itu sejak Kapal Mithein terbang di atas kota, Kieru dan Angela sudah turun ke kota, sedangkan saat Kapal sudah berada di dekat istana, Yami, Karina, Takeshi, Miruno, Merlin, Silvia, Olcisa, Diana, dan Furutayusa, segera turun sebelum Kapal akhirnya menjauh.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...