
Yang di mana dirinya dikejar-kejar oleh banyak Roh Tingkat Tinggi, dan berakhir meninggal dunia yang kemudian bereinkarnasi.
"Stella!" Ucap Yami yang mencoba untuk membangunkan putrinya, dirinya mencoba untuk memeriksa keadaannya, dan menemukan bahwa putrinya hanya tidak sadarkan diri, Yami kemudian segera pergi keluar dari pesawat tersebut.
"Hem... Ada apa, wajahmu terlihat begitu cemas?" Ucap Karina dengan wajah khawatir.
"Tidak apa-apa, ayo kita masuk ada seseorang yang kukenal di dalam pesawat, yang saat ini sedang tidak sadarkan diri." Ucap Yami sambil tersenyum tipis.
Melihat senyum Yami, membuat Karina, Kieru, Angela, Takeshi, Miruno, Silvia, Olcisa, Diana, Furutayusa, termasuk Merlin menjadi bingung.
Saat mereka semua masuk ke dalam pesawat ruang angkasa tersebut, mereka terkejut menemukan tempat itu sudah sangat berantakan, kemudian mereka melihat seorang perempuan sedang tidak sadarkan diri, berbaring di atas meja yang dilapisi dengan tempat tidur sederhana, untuk perempuan itu berbaring, yang di mana itu sebelumnya dilakukan oleh Yami.
"Siapa dia Yami?" Ucap Karina dengan nada penasaran.
"Dia... Putriku..." Ucap Yami yang menjatuhkan sebuah bom informasi, yang sangat mengejutkan mereka semua.
"Apa!" Ucap Karina dengan wajah tidak percaya, dirinya segera menatap ke arah perempuan tersebut, sebelum akhirnya menatap ke arah Yami, lalu ke perempuan itu lagi kemudian ke arah Yami lagi.
"Apakah itu benar?" Ucap Karina dengan wajah tidak percaya.
"Ya-?" Sebelum Yami sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja sebuah kapal dengan memiliki bendera bajak laut dapat terlihat di luar, kapal itu memiliki semacam perisai transparan, yang membantu memberikan oksigen.
"Kepada Pesawat yang terlihat jelek! Segera menyerah atau kami akan memusnahkan kalian!" Terdengar sebuah suara dari kapal tersebut, hal ini membuat yang lainnya sedikit panik, sementara Merlin berniat untuk meledakkan kapal tersebut, Yami segera menghentikannya, sebab Yami merasa mengenal suara tersebut.
Yami segera pergi keluar dari pesawat ruang angkasa, lalu dirinya segera mendarat di lantai kapal, hal ini membuat terkejut para anggota bajak laut ruang angkasa tersebut.
"Siapa kau!" Ucap seorang pria dengan memakai topi berwarna hitam, dengan simbol tengkorak yang berwarna putih, serta memakai pakaian serba hitam, pria itu memegang pistol di tangan kanannya, dan sebuah cerutu di tangan kirinya, sepertinya dialah kapten Bajak Laut Ruang Angkasa tersebut.
"Lama tidak bertemu Mithein!" Ucap Yami dengan nada riang, hal itu seketika membuat suasana yang tadinya tegang menjadi terdiam.
"Siapa kau! Aku tidak mengenalmu!" Ucap pria itu yang mencoba terlihat mengintimidasi.
"Ya ampun masa kau melupakanku? Bukankah dulu aku sering memukul-ahem! Maksudku mengambil beberapa hartamu, masa kau melupakanku begitu saja!" Ucap Yami yang mencoba untuk terlihat dekat, sambil tersenyum lebar.
"Apa? Aku tidak mengenalmu sialan!" Ucap pria itu yang mencoba membantah perkataan Yami.
"Ya ampun, kau benar-benar melupakanku ya... Baiklah bagaimana kalau aku membuatmu mengingatnya." Ucap Yami yang tersenyum mengerikan, sebelum mengeluarkan banyak kertas jimat, dan bersiap untuk menggunakannya.
Tiba-tiba saja sebuah ingatan yang sangat lama, muncul kembali di kepala pria yang di sebut Mithein, dirinya segera berlari lalu terduduk di kaki Yami.
"Kumohon kakak jangan menyerang! Aku ingat sekarang! Aku benar-benar ingat!" Ucap Mithein dengan wajah penuh air mata, sambil memohon kepada Yami, agar Yami tidak menggunakan kekuatannya.
"Ouh sekarang kau sudah ingat... Mithein Vilkouck?" Ucap Yami sambil tersenyum geli.
"Ya ya ya! Aku ingat! Kau adalah kakakku! Jadi kumohon jangan menghancurkan kapalku lagi...!" Ucap Mithein yang memohon kepada Yami.
"Baiklah, jadi sekarang karena kau sudah ingat, berikan semua harta yang kau dapatkan." Ucap Yami yang menendang Mithein menjauh.
"Tapi bos-?"
"Lakukan sekarang sialan!" Ucap Mithein dengan wajah kesal, sebab dirinya saat ini sangat ketakutan bertemu kembali, dengan seseorang yang dulu selalu merampoknya, serta para Bajak Laut Ruang Angkasa lainnya, Mithein sebelumnya tidak mengingat Yami, karena tubuh Yami yang di kehidupan sebelumnya, dengan yang sekarang itu berbeda, oleh karena itu dirinya tidak tahu.
Tapi saat melihat kertas jimat yang di keluarkan oleh Yami, dirinya segera mengingat semua hal yang pernah Yami lakukan kepadanya, pertama merampok hartanya, dan dirinya tidak dapat berbuat apa-apa sebab Yami terlalu kuat baginya.
Kedua Yami menghancurkan kapalnya, ketiga Yami membuatnya terus-menerus keluar-masuk Planet Eternal Prison, itu sebuah planet yang menahan para penjahat luar biasa, yang mengacaukan Ruang Angkasa.
Setiap kali sesosok makhluk melakukan suatu kejahatan yang sangat besar, seperti menyedot habis sumber daya suatu planet, atau bahkan menculik penduduk suatu planet untuk dijual, maka biasanya orang tersebut akan dipenjara di planet tersebut.
Dan Yami dulu sekali sering menangkap para penjahat, terutama para Perompak dan Bajak Laut Ruang Angkasa, sebab dirinya akan merampas uang mereka, sebelum membawa mereka ke planet Eternal Prison.
"Ini bos." Para anak buah Mithein selesai mengeluarkan semua harta yang mereka miliki, melihat hal itu Yami tersenyum lebar, dirinya kemudian melihat ke Mithein.
"Bagaimana kau dapat berada, di Alam Semesta Univers lain?" Ucap Yami kepada Mithein dengan wajah penasaran.
"Ah... Eto... Karena... Sudah terlalu banyak Bajak Laut Ruang Angkasa, serta Perompak di Alam Semesta itu, aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke Univers lain... Sebab kupikir, mungkin di Alam Semesta lain aku akan mendapatkan hal yang lebih baik, dan ternyata aku benar."
"Alam Semesta di Univers ini sangat sedikit Perompak dan Bajak Laut Ruang Angkasa, jadi aku mendapatkan banyak untung..." Ucap Mithein yang menjelaskan alasannya, bisa berada di dimensi yang berbeda.
"Sigh... Lalu apakah kau tahu mengenai hal yang terjadi di bumi? Sebelum kau berpindah dimensi ke Univers ini?" Ucap Yami kepada Mithein.
"Ya sebenarnya... Bu-?" Sebelum Mithein sempat menyelesaikan perkataannya, dirinya sudah di sela oleh seseorang.
"Bumi tidak baik-baik saja... Di sana terjadi perang..." Terdengar sebuah suara, yang juga familiar bagi Yami, dirinya segera berbalik arah di sana terlihat seorang pria, dengan memiliki perban di seluruh tubuhnya, pria itu memiliki tubuh berotot, dirinya memiliki rambut hitam sebahu yang terlihat acak-acakan, yang menutupi matanya dan hanya memperlihatkan mulutnya saja.
"Wick?" Ucap Yami dengan wajah tidak percaya.
"Haha lama tidak bertemu...!" Ucap pria tersebut yang menepuk pundak Yami.
"Ehm... Apakah kau mengenalnya Tuan?" Ucap Mithein yang berbisik kepada Yami.
"Ya... Salah satu Galaxy Adventure, Wick Helmson..." Ucap Yami dengan menatap Wick dengan tatapan tajam.
"Jangan menatapku seperti itu, masa lalu biarlah berlalu, lagi pula sudah berpuluh-puluh tahun semenjak kejadian itu bukan?" Ucap Wick yang mencoba untuk tidak membuat Yami marah.
"Haah... Kau benar... Bagaimana kau juga bisa berada di Univers ini?" Ucap Yami yang bertanya dengan nada datar.
"Aku terhisap oleh Black Hole, kemudian saat aku terbangun aku sudah berada di Alam Semesta Bimasakti, tapi Alam Semesta Bimasakti ini sedikit berbeda, aku segera sadar bahwa aku terlempar ke Alam Semesta Bimasakti Paralel." Ucap Wick yang menjelaskan bagaimana dirinya bisa berada di Alam Semesta Paralel.
"Begitukah... Hem... Kau... Sudah menikah?" Ucap Yami dengan wajah terkejut, dirinya akhirnya memperhatikan cincin kawin yang dipakai oleh Wick.
"Haha! Ya aku sudah menikah." Ucap Wick sambil tersenyum lebar.