
Setelah Yami menceramahi selama beberapa menit, akhirnya Yami merasa tenggorokannya agak kering, oleh karena itu dirinya berhenti sejenak, melihat Yami sudah berhenti menceramahi mereka, Aishu akhirnya memutuskan untuk berbicara.
"A-ano?"
"Diam, apakah kalian pikir ini permainan hah, ini hal-hal yang tidak seharusnya kalian lakukan! Apa apaan kalian ini, mengapa kalian bisa berada di Wilayah Mistis, bukankah seharusnya jam segini anak-anak seharusnya berada di rumah masing-masing!" Ucap Yami dengan wajah kesal, yang langsung menyela Aishu untuk berbicara.
"Maaf..." Ucap mereka berlima, yang menundukkan kepala.
"Sigh... Lupakan, huff... Aku tidak dapat mengeluarkan kalian dari tempat ini, jadi kalian punya dua pilihan, menunggu di sini atau ikut denganku, tapi jangan menggangguku?" Ucap Yami yang menatap ke arah mereka berlima.
"... Sebelum itu, kau ini siapa dan bukankah kau lebih muda dari kami?" Ucap Aoma yang akhirnya berbicara.
"Aku? Yami Tanaka seorang pemusnah Roh Jahat, penjaga dua dunia, dunia Supranatural dan Manusia, aku lebih senior dari kalian dalam hal-hal mistis dan berbau ghaib, jadi kalian harus lebih menghormatiku!" Ucap Yami denan wajah sombong.
"Eh, pemusnah Roh Jahat? Hantu maksudnya?" Ucap Emi dengan bingung.
"Terserah kalian mau menyebutnya apa, cepat pilih pilihan kalian?" Ucap Yami yang melihat ke sekitar.
"Hem... Kami memilih untuk ikut denganmu saja." Ucap Aoma yang telah berdiskusi dengan empat temannya yang lain.
"Begitu, baiklah kalau begitu ikuti aku, tapi jangan menggangguku!" Ucap Yami yang kemudian mulai berjalan.
...
...
...
Setelah berjalan mengikuti Yami selama beberapa menit, mereka berlima mulai menjadi sedikit santai.
"Hei menurut kalian apakah dia benar-benar pemburu hantu, seperti yang kita pikirkan?" Ucap Emi dengan bingung.
"Aku tidak tahu, tapi yang pasti dia telah membantu kita." Ucap Yuu dengan santai.
"Yuu benar, kita telah di tolong olehnya, jadi kita setidaknya harus mendengarkan perkataannya untuk dapat keluar dari tempat ini." Ucap Aishu yang menatap ke arah Yami.
"Tapi, dia terlihat lebih muda dari kita, aku merasa aneh jika harus berbicara lebih sopan kepada yang lebih muda dariku." Ucap Emi yang memiringkan kepalanya.
"Sigh... pokoknya kita ikuti saja perkataannya." Ucap Rin yang menghela nafas.
...
...
...
"Kalian berlima diam..." Ucap Yami yang mengeluarkan dua Kertas Jimat di kedua tangannya.
Mereka berlima, yang sebelumnya santai dan saling berbicara langsung terdiam, dan menunggu perintah dari Yami.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Kami no ken."
Lalu dua pedang kertas muncul di kedua tangan Yami, hal ini membuat Aishu, Emi, Rin, Aoma, dan Yuu menjadi sangat terkejut, meski mereka sebelumnya sudah melihat Yami mengalah para gerombolan sebelumnya, tapi mereka hanya melihat kilatan petir saja, dan saat ini mereka melihat secara langsung kemampuan Yami, yang dapat memunculkan dua pedang kertas, hal ini membuat mereka menjadi sangat terkejut sekaligus mulai menjadi takut.
"Hihi...!" Lalu tiba-tiba saja terdengar suara tertawa seorang perempuan, yang sangat menyeramkan, suhu sekitar mulai menurun, dan suasana menjadi mencekam.
Mereka berlima mulai sesak nafas, tapi melihat Yami tetap tenang, membuat mereka berlima juga ikut menjadi tenang.
"Syuh!" Lalu secara tiba-tiba saja sebuah sayatan, muncul dari udara tipis, yang menebas ke arah Yami, tapi dapat Yami halau.
"Hyah!" Terdengar suara teriakan perempuan yang kesakitan dari arah belakang Aishu dan teman-temannya, hal ini membuat Yami segera berlari ke arah mereka dan langsung menghalau serangan cakar, dari sesosok makhluk yang terlihat seperti perempuan, yang memakai baju putih, mata merah menyala, rambut hitam panjang sampai ke mata kakinya, dan memiliki cakar besar di kedua tangannya.
"Mati! Mati! Mati! Mati! Mati!" Ucap sosok perempuan yang terlihat mengerikan tersebut.
Hal ini membuat Aishu dan teman-temannya menjadi ketakutan, dan entah dari mana muncul banyak sekali rambut, yang mulai mendekati mereka, hal ini membuat mereka berteriak histeris, sementara Yami sedang fokus untuk bertarung dengan sosok perempuan bercakar, karena Roh Jahat tersebut sangat kuat, Yami tidak dapat membantu Aishu dan teman-temannya.
"Ah! Tidak!" Ucap Rin yang seluruh tubuhnya sudah terikat oleh rambut.
'Sial kenapa rambut, kenapa tidak tentakel saja biar suhu menjadi panas, dengan adegan yang panas pula.' Pikir Yami yang masih sempat-sempatnya memikirkan hal-hal kotor.
"Rin!" Ucap Emi yang mencoba membantu Rin, tapi malah diikat juga.
"Teman-teman!" Ucap Aishu yang melihat teman-temannya diikat, oleh rambut hitam panjang yang sangat kuat.
"Tolong!" Ucap Yuu yang mulai terikat juga.
"Yuu! Ah!" Ucap Aoma yang mencoba menolong Yuu, tapi dirinya malah juga terikat.
"Tidak! Yuu! Aoma!" Ucap Aishu yang melihat dua teman terakhirnya juga mulai terikat rambut hitam, tidak lama setelah mereka berdua terikat, Aishu juga terikat oleh rambut hitam.
"Sial inilah alasan kenapa aku benci dengan manusia biasa yang suka pergi ke tempat-tempat berbau mistis, hanya untuk keingintahuan dan kesenangan semata." Ucap Yami dengan wajah kesal, lalu Yami mengeluarkan banyak Kertas Jimat, kemudian melemparkan semuanya ke arah Aishu dan teman-temannya.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Hyaku maiba."
Lalu mulai muncul banyak bilah tajam yang mulai memotong rambut hitam, yang menjerat Aishu dan empat temannya.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Bakuhatsu."
Yang di ikuti dengan ledakan kecil, yang mulai muncul di sekitar mereka berlima, di mana ledakan itu melindungi mereka berlima dari terikat lagi oleh rambut hitam.
"Bagus mereka berhasil be-Guah!" Ucap Yami dengan menghela nafas lega, tapi sebelum dirinya sempat menyelesaikan kata-katanya, dirinya tertusuk tepat di bagian perutnya, oleh sosok perempuan bercakar, yang menggunakan cakar dari tangan kanan perempuan mengerikan tersebut.
"Yami-san!" Ucap Aoma yang berhasil bebas, dan melihat Yami tertusuk.
Empat temannya yang lain, segera menoleh dan melihat Yami yang tertusuk, dan mulai mengeluarkan darah.
"Tidak!" Ucap Aishu yang mencoba berlari ke arah Yami, dan menolongnya.
"Tetap di sana! Kalian hanya akan menambah beban bagiku!" Ucap Yami menarik diri dari cakar perempuan mengerikan tersebut, dan mundur beberapa langkah.
"Sial ini sangat menyakitkan, sigh... Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat." Gumam Yami yang menekan perutnya, dari mengeluarkan lebih banyak darah, menggunakan tangan kirinya.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: U~ōmuhīrā."
Yami kemudian mengeluarkan lima Kertas Jimat, dan menempelkannya ke perutnya, lalu Kertas Jimat mulai bercahaya, yang secara perlahan-lahan tapi pasti, mulai mengobati luka Yami.
"Hihi... Mati! Mati! Mati! Mati! Mati!" Ucap perempuan tersebut yang kembali memunculkan rambut hitam, yang mengarah ke tempat Aishu dan teman-temannya.
"Sialan..." Ucap Yami yang mengeluarkan dua ratus Kertas Jimat.
"Kacha!" Setelah terdengar suara pecahan, lalu ledakan mulai terjadi.
"Boom!" "Boom!" "Boom!" "Boom!" "Boom!" "Boom!" "Boom!" "Boooom!"
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...